NovelToon NovelToon
Bayu Dan Aplikasi Toko Ajaib

Bayu Dan Aplikasi Toko Ajaib

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:22.9k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Bayu Alexander adalah seorang karyawan rendahan yang sedang berada di titik terendah hidupnya setelah difitnah dan gajinya dipotong semena-mena oleh atasannya. Nasib miskinnya berbalik seratus delapan puluh derajat ketika ia memindai sebuah barcode misterius di halte bus yang diam-diam menginstal Aplikasi Toko Ajaib di ponselnya.

Berbekal sisa saldo lima puluh ribu rupiah, Bayu memanfaatkan fitur diskon kilat aplikasi tersebut untuk membeli kacamata ajaib penilai barang antik, yang menjadi batu loncatan pertamanya meraup ratusan juta rupiah dari pasar loak.

Dari seorang budak korporat yang diinjak-injak, Bayu perlahan membangun kerajaan bisnisnya sendiri, menggunakan item-item tak masuk akal dari sistem untuk menghancurkan karir musuh-musuhnya, mendominasi pasar saham, hingga menumpas mafia kejam yang mencoba mengusiknya, semuanya ia lakukan dalam diam sebagai miliarder baru Jakarta yang rahasianya tidak akan pernah terbongkar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Matahari Jakarta bersinar terik ketika Bayu melangkah keluar dari sebuah pusat perbelanjaan kelas menengah di daerah Senayan. Di tangannya terdapat dua tas belanja kertas. Ia tidak langsung pergi ke butik barang mewah seperti orang kaya baru pada umumnya. Sifat rasionalnya tetap mendominasi. Ia hanya membeli tiga potong kemeja kerja berbahan katun premium, dua celana bahan berpotongan pas, dan sepasang sepatu pantofel kulit asli yang nyaman. Semuanya menghabiskan sekitar tiga juta rupiah.

"Penampilan adalah lapis pertama dari pertahanan diri," batin Bayu sambil melihat pantulan dirinya di kaca etalase toko. Kemeja biru dongker barunya melekat pas di badannya, membuat posturnya terlihat lebih tegap dan berwibawa. Sepatu kulitnya mengkilap, jauh dari kesan gembel yang kemarin dihina oleh Johan sang penilai lelang.

Setelah berbelanja, Bayu kembali ke kosannya di Palmerah menggunakan taksi, sesuatu yang sebelumnya hanya berani ia lakukan jika sedang sakit parah.

Begitu sampai di kosan, ia melihat Bu Neng sedang menyapu teras.

"Sore, Bu Neng. Ini uang kos bulan ini, sekalian saya bayar lunas untuk tiga bulan ke depan," sapa Bayu sopan sambil menyerahkan sebuah amplop putih tebal berisi uang tunai yang baru saja ia tarik dari ATM.

Bu Neng menghentikan sapunya. Matanya terbelalak melihat ketebalan amplop itu. Ia membukanya sedikit dan melihat lembaran seratus ribuan yang masih kaku.

"Loh, Nak Bayu? Tumben amat bayar langsung tiga bulan? Kemarin katanya lagi seret akhir bulan?" tanya Bu Neng dengan raut wajah heran campur bahagia.

"Alhamdulillah, Bu. Kemarin saya dapat bonus proyek tahunan dari kantor yang sempat tertunda. Jadi mending saya amanin dulu buat bayar tempat tinggal biar tenang kerjanya," Bayu berbohong dengan lancar dan senyum yang meyakinkan.

"Wah, alhamdulillah kalau gitu! Ibu doain rezekinya lancar terus ya, Nak. Kalau ada apa-apa, butuh air galon atau gas, panggil Ibu aja," ucap Bu Neng semringah.

Bayu mengangguk dan segera naik ke kamarnya di lantai dua. Ia mengunci pintu rapat-rapat. Ia sengaja belum pindah ke apartemen mewah hari ini. Ia membutuhkan satu hari lagi untuk menyelesaikan urusannya di kantor dengan sempurna tanpa menimbulkan kecurigaan bahwa ia mendadak menjadi miliarder.

Bayu duduk di tepi kasur, mengeluarkan ponselnya. Layar yang retak itu masih menampilkan saldo rekening banknya yang fantastis... lima ratus empat puluh tujuh juta rupiah. Ia menghela napas panjang, menenangkan pikirannya, lalu membuka aplikasi Toko Ajaib.

"Saatnya melihat bagaimana sistem koin ini bekerja," gumam Bayu.

Ia membuka menu profil. Di sana terdapat opsi bertuliskan Konversi Mata Uang. Bayu mengekliknya. Layar menampilkan sebuah penjelasan singkat.

[Sistem Pertukaran Mata Uang Dunia ke Koin Sistem.]

[Kurs saat ini: Rp 100.000 \= 1 Koin Sistem.]

[Peringatan: Konversi mata uang nyata ke Koin Sistem bersifat permanen dan tidak dapat dibatalkan atau ditarik kembali menjadi uang tunai.]

"Satu koin harganya seratus ribu. Pantas saja barang-barang di aplikasi ini harganya gila-gilaan kalau dikonversi ke rupiah," batin Bayu ngeri. Hak kepemilikan saham perusahaan yang ia lihat kemarin harganya lima puluh ribu koin, yang berarti setara dengan lima miliar rupiah. Bagi Bayu saat ini, angka itu masih terlalu jauh.

Tapi untuk rencana balas dendamnya esok hari, ia punya modal yang lebih dari cukup.

Bayu memasukkan angka lima ratus koin di kolom penukaran.

[Konfirmasi: Tukar Rp 50.000.000 untuk mendapatkan 500 Koin Sistem?]

Ia menekan tombol ya. Saldo rupiahnya di bank otomatis terpotong lima puluh juta, menyisakan sekitar empat ratus sembilan puluh tujuh juta. Di saat yang sama, saldo di aplikasi Toko Ajaib miliknya kini menunjukkan angka 500 Koin Sistem.

Bayu segera berpindah ke menu katalog. Ia mengabaikan kategori senjata atau obat-obatan, dan langsung masuk ke kategori Utilitas Bisnis dan Teknologi. Matanya memindai deretan barang aneh sampai akhirnya ia menemukan apa yang ia cari.

[Flashdisk Perekam Kejujuran]

[Deskripsi: Alat peretas pasif tingkat tinggi. Saat dicolokkan ke perangkat komputer atau proyektor, alat ini akan otomatis meretas jaringan lokal, mencari, dan memulihkan semua komunikasi digital yang disembunyikan atau dihapus oleh target di sekitar perangkat tersebut, lalu menampilkannya dalam format presentasi yang tidak bisa dihentikan. Durasi penggunaan: Satu kali pakai.]

[Harga: 300 Koin Sistem.]

"Tiga ratus koin. Tiga puluh juta rupiah untuk sebuah flashdisk sekali pakai," keluh Bayu. Angka itu setara dengan gajinya selama setengah tahun lebih bekerja siang malam.

Tapi ketika ia mengingat wajah sombong Reza dan bentakan Pak Handoko yang memotong gajinya dengan semena-mena, Bayu tidak ragu lagi. Ia menekan tombol beli.

Seketika, udara di depan wajah Bayu sedikit beriak. Sebuah benda kecil jatuh ke pangkuannya. Sebuah flashdisk berwarna hitam pekat, terbuat dari logam dingin tanpa merek atau lampu indikator apa pun. Benda itu terlihat sangat biasa, tapi menyimpan kemampuan untuk menghancurkan karir seseorang dalam sekejap.

Bayu menggenggam flashdisk itu erat-erat.

"Kalian ingin menjebakku dan membuatku dipecat dengan tidak hormat? Mari kita lihat siapa yang akan keluar dari gedung itu dengan kepala tertunduk besok," desis Bayu dingin.

Keesokan paginya, hari Selasa. Suasana di lantai tujuh divisi operasional terasa sangat kaku.

Bayu melangkah masuk ke ruangan tepat pukul delapan kurang lima menit. Langkah kakinya mantap. Penampilannya hari ini sangat berbeda. Kemejanya rapi, sepatunya mengkilap, dan posturnya tegak lurus. Tidak ada lagi karyawan yang berjalan menunduk sambil membawa beban laporan.

Tari yang sedang mengunyah roti lapis di mejanya sampai berhenti mengunyah. Matanya membulat melihat rekan kerjanya itu.

"Gila, Bay. Lo habis menang lotre atau mau ngelamar anak direktur? Rapi amat tumben," sapa Tari heran, meski ada nada khawatir di suaranya. "Eh, tapi lo tahu nggak? Hari ini Pak Handoko bawa orang HRD. Katanya ada audit internal mendadak soal kas kecil divisi kita. Feeling gue nggak enak, Bay."

Bayu menaruh tasnya dengan tenang dan duduk di kursinya. "Biarin aja, Tar. Namanya juga audit, kalau kita nggak salah, kenapa harus takut?"

Baru saja Bayu duduk, pintu ruangan manajer terbuka lebar. Pak Handoko keluar dengan wajah serius yang dibuat-buat. Di belakangnya, mengekor seorang pria berkacamata dengan kemeja abu-abu. Itu adalah Pak Dito, manajer HRD perusahaan.

Reza yang duduk di seberang ruangan langsung menghentikan pekerjaannya. Sudut bibirnya melengkung membentuk senyum penuh kemenangan.

"Perhatian semuanya," suara Pak Handoko menggema, meminta perhatian seluruh karyawan divisi operasional yang berjumlah sekitar dua belas orang itu. "Mohon maaf mengganggu pekerjaan kalian. Pagi ini kita kedatangan Pak Dito dari HRD. Beliau ada di sini untuk menindaklanjuti temuan fatal dalam laporan keuangan divisi kita bulan lalu."

Pak Handoko berjalan mendekati meja Bayu, diikuti oleh Pak Dito dan pandangan seluruh karyawan.

"Bayu Alexander. Bisa tolong jelaskan kenapa ada selisih sebesar dua puluh juta rupiah dalam laporan pencairan dana kas kecil operasional lapangan? Dan kenapa bukti transfer fiktifnya mengarah ke rekening pihak ketiga yang terindikasi ada hubungannya dengan namamu?" tuduh Pak Handoko tanpa basa-basi, langsung menembak di depan semua orang.

Tari tersentak kaget. Karyawan lain mulai berbisik-bisik. Dua puluh juta adalah angka yang besar untuk level karyawan biasa. Itu adalah tuduhan penggelapan dana.

Bayu tidak bereaksi panik. Ia menatap Pak Handoko, lalu menatap Pak Dito dari HRD.

"Saya tidak tahu menahu soal pengeluaran kas kecil itu, Pak. Seperti yang saya bilang tempo hari, saya hanya merekap data mentah yang diberikan oleh Reza kepada saya. Semua kuitansi dan nota ada di bawah tanggung jawab Reza sebagai koordinator lapangan," jawab Bayu sangat tenang.

1
ラマSkuy
wah apakah bukan hanya Bayu yang punya sistem jadi selain MC ada lagi yang punya sistem. tapi unik juga ya biasanya sistemnya itu menyatu dengan jiwa MC tapi ini dihpnya MC
ラマSkuy
nice 👍
Ironside
Bagus Kak /Smile/, btw mana Insectnya /Curse//Curse//Curse/
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
🤩
Mamat Stone
👻🤣👻
Mamat Stone
🤣👻🤣
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
/Drool/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
ラマSkuy
waw/Sly/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
terserah anda Thor /Ok//Good/
Mamat Stone
pasti salah kaprah 🤣👻
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
🤩
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!