NovelToon NovelToon
Aku Melepaskanmu Bukan Melupakanmu

Aku Melepaskanmu Bukan Melupakanmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Dokter / Menikah Karena Anak
Popularitas:79.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Saga Mahendra percaya satu hal, pengkhianatan tidak pernah memiliki alasan. Itulah yang ia yakini sejak hari ia melihat Sahira, wanita yang ia cintai, berpelukan dengan sahabatnya sendiri. Sejak saat itu, Saga memilih pergi. Meninggalkan cinta, mimpi, dan masa lalu yang terlalu menyakitkan.

Lima tahun kemudian, ia kembali. Bukan lagi remaja yang rapuh, tapi seorang dokter dengan hati yang telah membeku. Namun, takdir mempermainkannya. Sahira muncul kembali bersama seorang anak berusia empat tahun.

Waktu tidak pernah berbohong. Lalu, siapa ayah dari anak itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Pagi itu, suasana apartemen Aldi masih terasa sunyi. Pria itu baru saja keluar dari kamar mandi dengan rambut masih basah ketika ponselnya terus berdering di atas meja.

Nama Clara muncul di layar. Aldi menghela napas panjang sebelum akhirnya mengangkat panggilan itu.

“Ada apa lagi?” tanyanya malas sambil duduk di sofa.

Di seberang sana, suara Clara terdengar tenang seperti biasa.

“Aku butuh bantuan kamu.”

Aldi langsung mengernyit. “Bantuan apa?”

Beberapa detik Clara diam sebelum akhirnya berkata pelan, “Tes DNA.”

Aldi langsung menegang. “Clara…”

“Aku mau kamu bantu palsuin hasil DNA Sahir.”

Wajah Aldi langsung berubah. “Lo gila?!” Nada suaranya meninggi spontan.

Clara justru terdengar santai. “Aku cuma mau Saga percaya kalau Sahir bukan anaknya.”

Aldi berdiri dari duduknya dengan kesal. “Clara, berhenti sebelum semuanya makin kacau.”

Tetapi wanita itu malah melanjutkan dengan suara dingin, “bikin hasilnya jadi anak Revano.”

Aldi langsung membeku beberapa detik. Lalu pria itu tertawa kecil tidak percaya. “Lo serius?”

“Iya.”

“Clara!” bentaknya emosi. “Dulu aja gara-gara ulah lo hidup mereka udah hancur!”

Clara justru mulai kehilangan kesabarannya. “Aku nggak peduli!”

Suara wanita itu meninggi. “Aku nggak mau kehilangan Saga!”

Aldi mengusap wajahnya frustrasi. “Dia bukan barang yang bisa lo paksa buat tetap sama lo!”

“Tapi dia harusnya sama aku!” bentak Clara penuh emosi. “Aku yang cocok buat dia! Bukan perempuan miskin kayak Sahira!”

Rahang Aldi langsung mengeras mendengar ucapan itu. “Lo makin keterlaluan.”

Clara menarik napas kasar di seberang sana.

“Saga sekarang mulai balik ke Sahira. Kalau dia tahu semua kebenarannya…” suara Clara mulai terdengar panik, “dia pasti ninggalin aku.”

Aldi menutup matanya sebentar. Pria itu benar-benar merasa takut pada obsesi Clara.

“Dengerin gue baik-baik,” ucap Aldi tegas. “Gue nggak bakal bantu lo lagi.”

“Al—”

“Cukup!" Banyak Aldi dingin. “Dulu gue udah salah karena nurut sama lo waktu ngerusak hidup Saga dan Sahira.”

Clara langsung diam.

“Tapi sekarang gue nggak mau ikut campur lagi.” Suara Aldi terdengar penuh penyesalan. “Apalagi sampai malsuin DNA anak kecil.”

Hening beberapa detik, Clara tiba-tiba tertawa kecil. Tawa yang justru membuat Aldi makin tidak nyaman.

“Kalau kamu nggak mau bantu…” suara wanita itu berubah pelan, “aku cari cara lain.”

“Apa maksud lo?” Tetapi Clara tidak menjawab. Panggilan itu langsung terputus begitu saja. Aldi menatap layar ponselnya dengan rahang mengeras. Entah kenapa perasaannya mendadak tidak tenang. Ia yakin Clara sedang merencanakan sesuatu yang jauh lebih berbahaya dari sebelumnya.

Namun di waktu yang sama,

Brak!

Pintu apartemen Aldi tiba-tiba terbuka dengan kasar.

Aldi langsung tersentak kaget. “Papa?!”

Dokter Mario masuk dengan wajah penuh amarah yang belum pernah dilihat Aldi sebelumnya. Napas pria paruh baya itu memburu, matanya memerah penuh emosi.

Belum sempat Aldi berbicara,

Plak!

Sebuah tamparan keras mendarat di wajahnya. Aldi sampai terhuyung ke samping karena kaget.

“Papa!” Pria itu memegang pipinya yang memanas sambil menatap ayahnya tidak percaya.

Namun, Dokter Mario justru menunjuknya dengan tangan gemetar karena marah.

“Kamu masih berani ikut campur lagi?!”

Suara pria itu menggema keras memenuhi ruangan apartemen. Aldi langsung sadar. Ayahnya pasti mendengar pembicaraan telepon tadi.

“Pa, dengerin dulu—”

“Cukup!” Dokter Mario membentaknya lagi.

“Apa kamu belum puas menghancurkan hidup orang lain?!”

Aldi langsung menundukkan wajah. Dadanya mendadak terasa sesak. Dokter Mario berjalan mondar-mandir sambil mengusap wajah frustrasi.

“Lima tahun lalu Papa diam karena berpikir kamu cuma anak muda bodoh yang ikut-ikutan!” bentaknya penuh kecewa. “Tapi sekarang?!” Tatapan pria itu berubah penuh kemarahan.

“Kamu mau memalsukan DNA anak kecil?!”

“Papa, aku nggak setuju—”

“ Tapi kamu tetap mendengarkan dia!” Suara Dokter Mario meninggi lagi.

Aldi langsung terdiam, dan melihat ayahnya benar-benar kecewa padanya.

“Papa tahu semuanya,” lanjut Dokter Mario dengan napas berat. “Papa tahu Clara dalang di balik kejadian malam itu.”

Wajah Aldi langsung pucat. “A-apa?”

“Jangan pikir Papa bodoh.” Tatapan Dokter Mario tajam menusuk.

“Dan kamu…” rahangnya mengeras, “kamu ikut membantu mereka hancur.”

Aldi langsung memalingkan wajah. Rasa bersalah yang selama ini ia tekan kembali menghantamnya keras.

“Aku nggak niat separah ini dulu…” suaranya melemah.

Dokter Mario justru tertawa pahit. “Nggak niat?” Pria itu menunjuk anaknya sendiri dengan mata memerah.

“Karena ulah kalian, seorang perempuan harus membesarkan anak sendirian selama lima tahun!”

“Aku dokter…” suara Mario mulai bergetar emosi. “Aku lihat sendiri bagaimana Sahira hampir kehilangan nyawanya waktu melahirkan!”

Aldi langsung membeku.

“Apa kamu tahu dia datang ke rumah sakit penuh lebam waktu hamil?!”

Mata Aldi langsung membesar. Dokter Mario menahan emosinya dengan susah payah.

“Dan Saga…” suara pria itu melemah penuh kecewa, “anak itu hidup bertahun-tahun dengan trauma dan rasa bersalah.”

Ruangan mendadak hening. Aldi perlahan terduduk lemas di sofa. Ia benar-benar menyadari seberapa besar kerusakan yang sudah mereka sebabkan.

Sementara Dokter Mario menatap putranya dengan mata penuh kekecewaan.

“Kalau kamu masih punya hati…” ucapnya dingin, “berhenti bantu Clara.”

“Karena kali ini…” tatapan Mario berubah tajam, “Papa sendiri yang akan melindungi mereka.”

Setelah mengatakan itu, Dokter Mario langsung berbalik meninggalkan apartemen anaknya.

Pintu tertutup cukup keras, menyisakan keheningan panjang di dalam ruangan.

Aldi masih berdiri mematung di dekat sofa sambil memegang pipinya yang memerah akibat tamparan sang ayah. Napasnya terasa berat, sementara pikirannya berantakan.

Ayahnya benar-benar memandangnya dengan rasa kecewa sebesar itu. Aldi akhirnya menjatuhkan tubuh ke sofa sambil mengusap wajah frustrasi.

Apartemen itu memang lebih sering ia tinggali dibanding rumah keluarganya sendiri. Sejak bekerja di perusahaan milik keluarga Mahendra, Aldi memilih tinggal dekat kantor karena jaraknya hanya beberapa menit dari apartemen tersebut. Dan bukan sekadar bekerja biasa Aldi bekerja langsung di perusahaan pamannya sendiri, Tuan Mahendra. Hubungan mereka sejak kecil sebenarnya cukup dekat. Karena selain sepupu Saga juga sering menganggap Aldi seperti adik sendiri.

Dulu waktu kecil mereka sering bermain bersama saat acara keluarga. Bahkan, ketika SMA pun keduanya masih cukup akrab, meski sifat mereka sangat berbeda.

Saga lebih tenang dan bertanggung jawab. Sedangkan, Aldi cenderung lebih bebas dan keras kepala. Namun, siapa sangka justru dirinya ikut menjadi salah satu penyebab hidup sepupunya hancur.

Aldi menundukkan kepala sambil meremas rambutnya frustrasi. Bayangan Saga malam itu terus muncul di pikirannya. Tatapan marah pria itu. Lalu bagaimana Saga hampir kehilangan masa depannya karena obat yang diberikan atas permintaan Clara.

“Astaga…” gumam Aldi pelan penuh penyesalan. Selama ini ia selalu berpikir semuanya hanya kenakalan masa muda. Tetapi sekarang, dia baru sadar luka yang mereka tinggalkan ternyata begitu besar.

Ponselnya kembali bergetar di atas meja. Clara muncul lagi di layar. Tatapan Aldi langsung berubah rumit. Beberapa detik pria itu hanya diam menatap layar ponselnya tanpa bergerak. Namun panggilan itu mati sendiri. Tak lama, sebuah pesan masuk.

[Kalau kamu nggak mau bantu, aku bakal cari orang lain.]

Rahang Aldi langsung mengeras. Dia mengenal Clara cukup lama untuk tahu satu hal, wanita itu tidak akan berhenti begitu saja. Aldi mulai takut Clara benar-benar akan melakukan sesuatu yang lebih gila demi mempertahankan Saga di sisinya.

1
Dew666
👍👍👍👍
Aidil Kenzie Zie
mending jujur Al pada akhirnya akan ketahuan juga
Aidil Kenzie Zie
nyesal kan Al lu kamu sih buru-buru kasih tau jalang kalo Sahir anaknya Saga nggak mikir kedepannya akan bagaimana
Aidil Kenzie Zie
Clara kayaknya nggak baca koran sobek dech🤭🤭🤭 wong mamanya nyesal lakuin itu sama Sahira dan papanya malah marah sama mamanya Saga Clara Clara usaha yang sia-sia
zh4insu
Tinggal tunggu reaksi Dokter Mario saat tau anaknya Aldi ikut andil dengan masalah itu, bahkan yang memberikan obat perangsang ke Saga.
Aidil Kenzie Zie
nyahokkan kamu nyonya menir🤣🤣🤣🤣
Lilik24
begitu dong masak dong gampang di begoin orang
Aidil Kenzie Zie
ya terlambat Sahira udah minggat
Isabela Devi
anaknya om Mario mungkin suka sama clara makanya langsung tlp Clara itu
Aidil Kenzie Zie
kapan selesainya kesalahpahaman antara mereka kalo nggak ada yang mau jujur
Isabela Devi
pasti om Mario ngomongin anaknya Sahira ke papanya saga
Aidil Kenzie Zie
laporin aja ibu tirinya sama anaknya gangguin orang aja mau hidup enak ya kerja
Isabela Devi
bicara jujur aja sama saga biar dia tau Revano dari pada kamu yang di salahkan
Nar Sih
saga jgn percya lgi sama aldi ,dan aldi jgn tmbh bnyk dosa mu lebih baik kmu jujur biar kmu tensng dan jgn bantu clara lgi klau ingin hidup mu aman
Isabela Devi
doktel tampan itu ayahmu sahir
Aidil Kenzie Zie
Saga lihat Sahir sadar apa nggak kaget y kemungkinan dia anaknya
Aysah Meta
Sekali jadi manusia pecundang,emang selamanya bakal jadi pecundang..contohnya ya kamu itu aldi.
Sudah tahu salah,bukannya mengakui dan meminta maaf untuk kesalahan mu..Malah dengan gobloknya mau di manfaatkan manusia sikopet macam Laura..Bodoh memang kau,otak udang memang.
Ita rahmawati
si Aldi ini pengen di palu kepalanya kyknya ya 😏🙄
Ani Basiati
lanjut thor
Aditya hp/ bunda Lia
lebih baik kamu jujur ajah ke Saga soal si Clara rencana si Clara bikin tes DNA palsu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!