NovelToon NovelToon
Hantu Tampan Yang Tinggal Disebuah Patung

Hantu Tampan Yang Tinggal Disebuah Patung

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Mata Batin / Fantasi
Popularitas:421
Nilai: 5
Nama Author: Widianti dia

Leonel adalah seorang hantu yang bersemayam di dalam patung.
Keberadaannya sudah bertahun-tahun lamanya dan tidak pernah keluar menampakkan wujudnya pada siapa pun.
Sampai suatu hari ada seorang wanita yang mengusik keberadaannya, sehingga dia terpaksa keluar dan menampakkan wujud aslinya, seorang hantu tapi tampan meskipun dengan wajah pucat, dia memang tidak bisa dilihat oleh mata awam kecuali orang itu sama energinya dengan hantu Leo, pasti manusia itu akan melihatnya seperti wanita yang mengusiknya hari itu ternyata sama energinya dengan hantu leo.
jadi siapakah yang bisa melihat leonel.

kalau mau tau ikutin kisahnya ya teman-teman ☺️🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widianti dia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6. Arun sedang mudik Hantu Leo jadi kacau hatinya.

Hari ini Arun rencananya akan minta ijin pulang cuti,dan kebetulan Bu Rina sudah ada di ruang tengah.

"Buu hari ini Arun mau cuti boleh?"

"Ohhh kamu duluan Runn?"

"Iya Bu," "Biasanya kan Siti dulu ?"

"Tadi malam saya tanyain saya disuruh duluan Bu." "Ya sudah gak papa dirumah seperti biasanya ya? Empat hari."

"Iya Bu terimakasih?"

Setelah selesai semua,Arun siang jam 12 sudah siap-siap pulang,tapi sebelum pulang dia naik dulu keatas untuk berpamitan sama Hantu Leo.

"Assalamualaikum."

"Leooo".

Leo yang mendengar diam saja,dan dia langsung keluar dari patung betapa terkejut juga dia, melihat penampilan Arun yang rambutnya digerai panjang, dan sedikit jatuh dipipinya,bajunya juga beda dia bener-bener terlihat cantik kali ini.

"Arunn?""kenapa kamu beda banget hari ini."dalam batin hantu leo berbicara.

"Leoo,Leo ada gak sih? atau masih tidur?"

"Apa sihh! berisik banget ya!"

Kata Leo sedikit keras,supaya Arun mengira Leo baru bangun, karena Leo tidak mau kalau Arun tau Leo sudah melihatnya sejak baru pertama masuk tadi.

"Maaff aku gak akan ganggu lagi?"aku mau berpamitan saja,aku mau pulang?"

"Ya sudah ya?Leo aku pergi dulu?"dan Arun pun sudah berlalu keluar dari kamar, lagi-lagi Leo seperti terhipnotis melihat wajah Arun sampai dia gak bisa berkata-kata apa-apa, setelah sadar Arun sudah keluar kamar.

"Astagaaa??kenapa aku seperti ini lagi,sampai aku gak bicara apa-apa sama dia."

"Dan maksud nya dia pulang tadi,dia mau pulang selamanya gitu."

"Gak-gak,gak mungkin lah dia pulang selamanya."

Hantu Leo sekarang hanya bisa mondar mandir dengan perasaan tak menentu karena sikapnya tadi kepada Arun.

Sedang kan Arun sudah pulang dan bawa motor sendiri menyusuri kota dan pedesaan selang beberapa jam Arun sudah sampai dirumah nya.

"Runnn kirain Ibu kamu gak bisa pulang bulan ini ?"Kata ibu Arun menyambut Arun pulang. "Pulang Bu,, "ya sudah sana cepet makan,ibu pas masak sayur kesukaan mu,"

"Tapi nanti dulu lah Bu aku masih capek,"

"Ya sudah istirahat dulu sana?"

"Iya.""

Arun masuk kamarnya dan istirahat,disaat baring kan badanya dia berfikir.

"Leo tadi marah mungkin ya?karena aku ganggu tidurnya,"

"Maaf ya Leoo aku gak bermaksud,"

"Ahhhhh,kalau jauh seperti ini pasti gak bisa komonikasi secara batin," kata dalam hati Arun."Ya sudahlah,"

Arun sambil dengarkan musik dan mencoba untuk tidur dan akhirnya tertidur juga.

Sedang kan hantu Leo masih menyesali sikapnya kepada Arun tadi,sampai dia mencoba menyambung kan batinnya untuk telepati kepada Arun, dia kerahkan fokusnya dan tenaganya tapi tak tersambung juga.

Tapi habis itu dia menetral kan energinya untuk meditasi lagi.

"Ahhh,,,aku harus jaga energi ku dulu, kalau memang rumah nya jauh aku mungkin gak bisa nembus kalau aku gak fokus meditasi,"

Leo mulai mencoba meditasi hening,supaya energi dan tenaganya lebih baik lagi.

Sedangkan Arun mulai beraktivitas dirumah,terutama dia ingin istirahat sebaik mungkin dirumah.

Waktu pun berlalu tak terasa sudah 4 hari dirumah,dan besuk waktunya balik lagi kerja,Arun telah mempersiapkan semua untuk dibawa pulang besuk.

Sementara dikamar Atas Leo,telah menyelesaikan meditasinya,dan dia mencoba batinnya untuk telepati Arun, tapi berkali kali dia mecoba gagal dan gagal,dan akhirnya sisi gelapnya mucul dan amarahnya yang selama ini dia tekan tak terkontrol lagi.

"Aaaaaargh!"

karena dia merasa Arun telah pergi dan berhenti kerja dari rumah itu,batinnya terasa sakit yang tak tertahan kan seperti keadaanya yang ditinggal kan keluarganya dulu,dengan amarah memuncak emosinya tak terkendali, semua prabotan dikamar itu jatuh berhamburan menimpa patung yang ditempatinya, setelah itu dia meratapi keadaanya,

"Hiks hiks hiks"

"Seperti yang dulu lagi kah,diriku sekarang?""

"Kenapa kau datang hanya memberiku luka seperti yang kualami duluu?""" setelah aku berusaha menyembuhkan lukaku berpuluh-puluh tahun lamanyaa, hahahaha,, hilang hanya dalam sekejab saja?""begitu mudahnya semua pergi darikuu!""kenapa!!""

"Aaaaaaargh!!""

"Semua yang ingin kumiliki pergi! Pergi!! Aaaaaargh!!!"" "Semua meninggal kan ku semuaaa!!!"""

"Aku hanya ingin sedikit bahagia gak lebihhh?"""

"Hiks hiks hiks hiks." "Meskipun aku hantu aku masih punya perasaan aku masih mengerti mana yang jahat dan baik!!""

Tangisan yang menyayat hati tanpa ada manusia atau pun makluk lain yang tau,dia hanya sendiri sunyi dan sepi tanpa ada yang mengerti tentang persaan dan batinnya,begitu hancurnya dia saat ini.

Sedangkan dibawah Siti yang mendengar kan kamar gudang barang berjatuhan dia gak berani naik sama sekali didalam kamar dia masih terbangun dia langsung chat Arun.

"Mba tau gak kamar gudang ini tadi suaranya barang-barangnya jatuh semua aku mau lihat naik takut."

"Loo iya kah Sit." "Iya Mba??beneran?"

"Memang ada apa?"

"Gak tau aku Mba? Suaranya keras banget pokonya,aku sendiri lagi?"

"Ya sudah besuk saja tak cek sendiri?"

"Ya sudah cepet kamu tidur."

"Iya Mba."

"Memang kenapa ya?semoga saja Leo gak kenapa-kenapa."

Malam pun semakin larut menuju pagi tiba.

Pagi pun akhirnya datang juga,Arun sudah siap-siap mau kerja lagi.

"Buu Arun pergi ya?" Setelah berpelukan sama Ibunya, Arun menyalakan mesin motornya. "Iya hati-hati Runn?" Kata ibu Arun.

"Iya Buuukk?"

Didalam perjalanan dia masih memikirkan kenapa suara dikamar gudang barangnya berjatuhan dan tak berapa lama akhirnya Arun sampai juga di tempat kerjanya.

"Mbaa,aku takut?"

"Takut apa? Kan ada ibu ada Tio."

"Ibu gak ada pergi sejak kemarin?"

"Ealahh?"

"Ya sudah sekarang ada aku."

"Itu aku bawa makanan biar aku cek dulu diatas." "Mba sendiri?"

"Memang kamu mau nemani?"

"Gak-gak." "Ya sudah?"

Arun pun naik keatas dan dia langsung cek kamar gudang.

"Astaghfirullah?"

"Kenapa jadi begini kamar."

"Leo,leoooo kamu dimana?leo kamu marah kah sama aku?"

"Kenapa kamu gak jawab aku?""

Hati Arun merasa ada yang luka dan sakit, tapi Arun pun tidak tau apa dan kenapa bisa merasakan seperti itu,sambil menata lagi barang yang berantakan Arun memanggil manggil nama Leo,tapi tidak ada jawaban sama sekali,sedang kan Leo yang berada didalam patung hanya bisa mendengarkan Arun tanpa bisa berbuat apa-apa keadaan nya semakin lemah karena Eneginya terkuras habis oleh amarahnya sendiri.

Satu persatu barang dikembalikannya lagi, keringat bercucuran diwajah Arun,melihat Arun yang kelelahan hanya penyesalan yang ada dalam batin Leo.

"Maafkan aku Arunn,karena keegoisan ku kamu seperti ini,"

"Coba waktu kamu berpamitan aku bertanya lama atau sebentar kah kamu?"

"Mungkin kejadianya gak seperti ini?""

Leo hanya bisa meratapi keadaanya dan gak bisa mengirim kan sinyal-sinyal suara lagi terhadap Arun.

Karena kecapek an akhirnya Arun terduduk desebelah sofa yang biasanya buat tidur dia.

"Leo aku salah apa sama kamu?"" kenapa kamu ga mau ngomong lagi sama aku?""

"Leoo kamu dimana?" "Hiks hiks hiks hiks,""

Tangsan Aru berhenti ketika Siti datang.

"Mba sudah selesai belum?"

"Belum Sit,""

"Mba kamu nangis kamu kecapek an,kenapa gak panggil aku Mba?" Kata Siti.

"Gak papa Sitt hatiku lagi gak nyaman saja peluk aku Sitt?""" "Hiks hiks hiks.""

" Sudah Maba sudahhh?kamu kenapa sihh?""

"Gak papa sudahlah ayok, lanjutin,sebagian Sudah aku naik naikan semua tadi?"

"Ya udah Mba besuk lagi ini sudah sore?"

"Bentar Sitt yang lain belum aku rapikan dipojok sana?"

"Ya udah Mba aku bantu biar cepet,tapi nyalain lampunya?" "Iya iya"

Kata Arun.

Akhirnya Arun dan Siti bekerja sama merapikan dan disaat Siti merapikan tumpukan buku-buku yang jatu dibawahnya terdapat patung panglima yan dicari-cari Arun.

"Lo Mba patungnya kok disini ya?"

"Mana Sitt?" "Ini!"

"Biasnya kan jau disana Mba?"

Arun langsung mengambil patung itu.

"Ya sudah Sit capek,kamu mandi duluan saja?" "Iya habis gini aku turun aku tak istirahat dulu?" "Ya sudah aku duluan Ya?"

Setelah Siti turun Arun memegangi patung itu ditaruh nya diatas meja didepanya.

"Leooo kamu beneran marah kah sama aku sampai kamu gak mau ngomong sama aku,"

"Aku minta maaf kalau aku salah,aku masih ingin berteman sama kamu?" Tangis Arun pun pecah lagi,dan keadaan Leo semakin lemah melihat Arun yang menangis,sore pun berganti malam dan Arun pun kebawah untuk mandi dan makan.

Setelah itu dia berpamitan sama Siti untuk tidur diatas.

"Sitt aku tak tidur diatas saja ya?"

"Memang Mba gak takut Mba?"

"Gak lah Sit,,takut apa juga?" "Gak ada apa-apa disana?"

"Ya sudah Mba hati-hati?"

"Hati-hati apa maksudnya anak ini,"

Batiin Arun.

Arun sambil bawa slimut dan bantal kesayangan naik keatas.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!