NovelToon NovelToon
Toko Lorong Waktu

Toko Lorong Waktu

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Mata Batin
Popularitas:981
Nilai: 5
Nama Author: ANGWARUL MUJAHADAH

Di sebuah kota modern, ada sebuah toko antik yang hanya muncul saat hujan deras. Pemiliknya bukan manusia, dan barang yang ia jual bukan benda mati, melainkan "waktu" yang hilang dari masa lalu pembelinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANGWARUL MUJAHADAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jakarta bersih tanpa korupsi

Dalam waktu tiga bulan, Hana berhasil menyempurnakan proyek tersebut. Ia menamakannya "The Ghost Eye". Satelit-satelit ini berukuran sekecil burung walet, berwarna abu-abu gelap yang menyatu dengan langit kota, dan dilengkapi dengan sistem stealth yang membuat mereka tidak tertangkap oleh radar kota manapun.

Satelit-satelit ini tidak menggunakan bahan bakar konvensional, melainkan energi kinetik dari polusi elektromagnetik kota Jakarta yang sangat padat. Dengan kendali jarak jauh melalui tablet khusus di kantor mereka, Aris bisa menerbangkan "mata" tersebut ke mana saja. Kamera di dalamnya memiliki fitur X-Ray Vision dan Spectrometer yang mampu menembus beton, baja, bahkan enkripsi data optik.

Kini, tim Aris memiliki kombinasi yang mematikan:

Aris (Sang Pengamat Waktu): Bisa berada di masa lalu selama 20 jam untuk mengintai.

Hana (Sang Teknisi): Bisa melihat masa kini secara real-time melalui satelit drone yang menembus tembok.

Bimo (Sang Advokat): Menghancurkan lawan di pengadilan dengan data-data yang mustahil didapatkan orang lain.

Ujian pertama datang ketika muncul kasus sindikat korupsi yang melibatkan oknum petinggi negara yang bersembunyi di dalam bunker anti-sadap yang dibangun di bawah tanah. Polisi tidak bisa masuk, dan tidak ada sinyal yang bisa menembus dinding timah tersebut.

Aris memegang kendali remote drone-nya. Dengan satu sentuhan, drone itu melesat membelah langit Jakarta, menukik tajam, dan berhenti tepat di atas gedung target. Kamera drone itu berpendar ungu, mengaktifkan mode tembus pandang.

"Aku bisa melihat mereka, Bimo," ucap Aris melalui komunikasi rahasia. "Mereka sedang bertransaksi dokumen digital."

"Bagus," jawab Bimo dari ruang sidang. "Kirimkan feed-nya langsung ke meja hakim sekarang. Kita akan mempermalukan mereka di depan umum."

Aris melihat semuanya—wajah para koruptor, isi dokumen, bahkan tumpukan uang kripto yang mereka simpan. Ia merasa seperti Tuhan di kota ini. Namun, saat drone itu sedang fokus merekam, layar tablet Aris tiba-tiba berkedip statis. Sesuatu yang aneh muncul di layar: sebuah bayangan yang tidak seharusnya ada di sana. Bayangan itu menatap langsung ke arah lensa drone, seolah tahu ia sedang diawasi.

Bukan hanya itu, gelang waktu di pergelangan tangan Aris tiba-tiba bergetar hebat, mengeluarkan suhu panas yang membakar kulitnya.

Melihat bayangan misterius di dalam bunker yang seharusnya kosong itu, apakah Aris menyadari bahwa ada pihak lain yang juga menggunakan teknologi "mata" serupa, ataukah ini adalah peringatan bahwa ia telah menarik perhatian entitas yang lebih kuat?

Aris menatap layar tabletnya dengan napas tertahan. Ia memutar kembali rekaman feed dari Ghost Eye. Tidak ada apa-apa. Hanya ruangan bunker yang luas, meja marmer panjang, dan beberapa pria berjas yang sedang sibuk dengan perangkat holografik mereka. Bayangan yang tadi ia kira ada, ternyata hanyalah gangguan sinyal sesaat akibat interferensi medan magnetik dari dinding timah bunker.

"Semua bersih," lapor Aris ke earphone Bimo. "Hana, apakah ada distorsi di datanya?"

"Hanya fluktuasi sinyal biasa, Aris," jawab Hana dari stasiun kerjanya. "Bunker itu memang memiliki sistem perisai elektromagnetik yang kuat, tapi Ghost Eye mampu menembusnya dengan baik. Aku sudah mendapatkan kuncinya."

Aris menghembuskan napas lega. Ia merasa sedikit konyol karena sempat waswas. Ia kemudian mengaktifkan fungsi rekaman beresolusi tinggi pada drone-nya. Data mengalir deras ke sistem mereka: percakapan, nomor rekening, hingga desain skema korupsi yang sedang disusun.

Aris memutar gelang peraknya. Kali ini, dengan durasi 20 jam yang ia miliki, ia tidak hanya ingin melihat apa yang terjadi di bunker itu sekarang, tapi ia ingin melihat siapa saja yang keluar-masuk bunker tersebut selama 20 jam terakhir.

Ia menekan tombol aktivasi waktu. Cahaya ungu menyelimuti penglihatannya. Ia meluncur masuk ke "lorong waktu" dan mendarat kembali di dalam bunker tersebut, namun di waktu 18 jam yang lalu.

Di dalam dimensi hantu ini, Aris melihat bunker itu dalam kondisi sepi. Ia berjalan santai di antara para pengkhianat negara yang sedang tertawa lebar, merasa aman karena tidak ada yang bisa melihat atau mendengar kehadirannya. Ia memeriksa setiap laci, setiap sudut ruangan, bahkan membaca dokumen-dokumen fisik yang ditinggalkan di atas meja—sesuatu yang tak bisa dilakukan oleh siapapun.

Ia mencatat setiap detail nama, waktu pertemuan, hingga pola komunikasi mereka. Tanpa batasan waktu yang sempit, Aris benar-benar menjadi penguasa informasi. Ia merasa seperti arsitek takdir yang sedang menyusun potongan puzzle besar.

Setelah puas mengumpulkan data selama belasan jam di dalam dimensi itu, Aris menekan tombol return. Ia kembali ke dunia nyata, ke kursinya di kantor. Ia segera menyusun semua temuan itu menjadi satu paket bukti yang tak terbantahkan.

"Bimo," panggil Aris dengan nada kemenangan. "Aku punya segalanya. Nama, tanggal, dan bukti transaksi. Kau bisa menghancurkan mereka besok pagi di pengadilan."

Bimo tersenyum lebar di ujung telepon. "Sempurna. Dengan ini, kita tidak hanya akan memenangkan kasus, kita akan membersihkan sistem ini sampai ke akarnya."

Aris menyandarkan punggungnya di kursi. Ia merasa puas. Dengan kombinasi Ghost Eye dan kemampuan "mengintip" waktunya yang kini tak terbatas, ia merasa timnya telah menjadi entitas yang tak tersentuh di Jakarta 2045 dan ingin menjadikan Indonesia bersih tanpa ada korupsi di pemerintahan.

1
Adi Rbg
berguna banyak pelajaran tentang hidup!
SANTRI MBELING: makasih kak
total 2 replies
Ariasa Sinta
bahasan nya udah berat ya, meskipun q kurang ngerti sama istilah²nya v lanjutkan saja, penasaran
Ariasa Sinta
hmmm...
sesuatu yg berlebihan itu tidak baik, meskipun dengan niat untuk menolong ..
SANTRI MBELING: ia kak. makasih
total 1 replies
SANTRI MBELING
makasih kak 👍👍👍👍🙏🙏😍😍
Ariasa Sinta
aku kasih kopi thor biar semangat update nya 💪
SANTRI MBELING: jangan lupa baca yang novel saya yg cinta zaenab
total 2 replies
Ariasa Sinta
banyak bgt kata2 d kepala ku thor buat komen tapi q bingung ngerangkai nya,
andai waktu bisa di putar ....
ah sudahlah
Ariasa Sinta
aduhhh banyak wow nya ini
Ariasa Sinta
aku merinding loh ...
Ariasa Sinta
aku mampir thor,
baru bab 1 z udah menarik ini bikin penasaran, lanjut thor
SANTRI MBELING: makasih kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!