Nama adalah hal yang sakral di dunia Haochun, Nama adalah berkah Dewa, nama adalah kekuatan. Manusia tanpa nama bukanlah siapa-siapa, semua manusia yang tak bernama hanyalah orang-orang buangan dan kriminal.
Karena hak pada Berkah dan Nama mereka dicabut.
Mereka akan dipanggil dengan sebutan apapun yang orang inginkan. Meskipun mereka bisa membuat nama sendiri, tetap saja itu tak memiliki makna apapun.
Nama lahir adalah kehormatan mutlak di dunia ini. Dan inilah kisah tentang anak Klan Bangsawan kelas satu. Dia memiliki Inti Spritual yang sangat buruk. Saking buruknya, bahkan tidak seorang pun sebelum dia di dunia Kultivasi yang memiliki Inti spritual seperti itu.
Sehingga dia dianggap sebagai aib keluarga. Berkah namanya miliknya dicabut layaknya hukuman bagi
penjahat keji.
Dimulailah kisah anak buangan yang membawa nasib baik dan buruk bersamaan.
Berjuang tanpa kekuatan Berkah Nama seperti yang dimiliki orang lain. Huang Kai yang berganti nama menjadi Feng Yan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leon Messi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 8
Inti Pecah Lima
Huang Kai menatap semua orang yang menonton di sekeliling nya, dan kini ia mulai diserang perasaan gugup. Ia benar-benar tidak menyangka ternyata selain perwakilan sekte ada banyak sekali orang yang ingin menyaksikan dia menembus tingkat kultivasi tahap pertama, yaitu Pemurnian Tubuh.
"Tetua Zhong Caiyun bagaimana menurutmu, sepertinya sebutan jenius sangat pantas untuknya." Tetua Hai Lu Bai dari sekte Bintang Abadi mengajak berbicara tetua dari Sekte Lembah Naga
"Aku sudah tidak sabar ingin melihat sejauh mana keberuntungan bocah Huang ini". Lelaki paruh baya itu merespon ucapan dari tetua Hai sambil mengusap jenggot tipisnya. Tatapannya tidak lepas dari sosok Huang Kai.
"Menurut tetua Zhong berapa lama
Waktu yang dia butuhkan untuk menerobos Tahap awal?. Sungguh mengagumkan bisa melihat bocah sepuluh tahun sudah mampu memasuki ranah kultivasi." Tetua Hai menunjukkan ekspresi kekaguman-nya.
"Menurutku tidak akan terlalu lama, dari yang terlihat dia tidak seperti bocah seumuran dengannya. Kurasa keluarga Huang sudah menghabiskan banyak sumber daya tulang dan otot untuk jenius satu ini. Bocah ini cukup tenang, padahal sangat jarang ritual penerobosan ditonton banyak orang. Sepertinya dia sudah bersiap untuk memulai" Tetua Zhong tampak sangat antusias.
Setelah memberi hormat pada para tetua dan keluarga, Huang Kai segera duduk bersila dengan dua telapak tangan di bawah pusar. Ia terlihat sangat tenang dan terus berkonsentrasi. "Pertama-tama aku harus merasakan semua meridianku, lalu menemukan yang
Terhubung ke arah dantian di tepat di bawah pusar." batin Huang Kai sembari terus berkonsentrasi.
Sementara itu Huang Mingsi dan seluruh tetua merasa sangat gugup, "kuharap Kai'er tidak mengecewakan dan mempermalukan kita." Tetua kiri mengutarakan harapannya.
Sejak lahir Huang Kai sudah memiliki tulang dan otot yang istimewa. Sehingga sejak dia berumur lima tahun keluarga memutuskan untuk memberikan banyak dukungan sumber pelatihan. Bila hari ini ia memiliki akar spiritual yang buruk, mereka akan dipermalukan di depan banyak orang-orang hebat. Berita tentu akan tersebar cepat ke seluruh kerajaan bahkan mungkin ke Kaisaran.
"Aku yakin dia tidak akan mengecewakan kita, kalau itu terjadi aku tidak akan ragu menghukum walau dia putra ku sendiri." Walau percaya pada putranya namun ia tidak bisa lepas dari
Rasa cemas.
Sudah menjadi tradisi bila ada seorang jenius maka akan banyak orang yang ingin datang untuk menyaksikan ritual penerobosan kultivasi tahap awal.
"Kita tunggu saja hasilnya, kurasa ia tidak akan butuh waktu lama menemukan inti spiritual yang ada dalam dantian" Lanjut Huang Mingshi.
HuangKai terus larut dalam pemahaman-nya sementara penonton dari keluarga Huang sangat deg-degan menunggu hasil dari jenius mereka. Namun beberapa diantara mereka tentu saja ada yang ingin dia gagal, orang orang yang sudah muak selalu dibandingkan dengan si bocah jenius. Tentu saja akan ada orang yang bahagia dengan kegagalan orang lain dalam hidup ini.
Setengah jam berlalu dan samar-samar terlihat sebuah energi redup dari tubuh Huang Kai yang duduk bersila.
"Aku sudah menemukan dantian, sekarang hanya perlu merasakan inti spiritual didalamnya" Huang Kai terus berkonsentrasi dan tidak lama ia pun mulai merasakan energi spiritual dari dalam dantian.
"Aku berhasil... aku harus segera menariknya keluar dari tubuhku dan melihat akar spritualku." dalam hati ia sangat bersemangat lalu dengan kuat dia menarik semua energi itu keluar dari tubuh. Saat Huang Kai menarik semua energi spiritual keluar dari dalam tubuhnya, semua orang dapat melihat cahaya kemerahan dari tubuhnya.
Tidak lama terbentuklah sebuah bola energi berwarna merah seperti api menyala di belakang kepala Huang Kai. Keluarga Huang tentu saja sangat senang dengan hal itu mereka tersenyum bahagia, karena Akar tunggal elemen api sangat kuat.
"Tidak buruk, sepertinya investasi keluarga Huang tidak sia-sia" ucap Tetua
Hai dari sekte Bintang Abadi. "Tapi kenapa energi akar spiritual itu muncul di belakang badannya? ini aneh, bukankah seharusnya ada diatas kepala?." Mendengar ucapan tetua Hai, tiga orang tetua dari sekte lain pun mulai menyadari keanehan itu dan berakhir saling tatap.
Orang-orang dari keluarga Huang tentu saja juga menyadari keanehan itu, berbagai pikiran muncul di benak mereka. Saat tetua Li Shu akan berbicara tiba-tiba sebuah sebuah warna lain muncul di tubuh Huang Kai. Tentu saja mengejutkan semua orang, tidak ada yang menyangka bocah jenius itu memiliki dua akar elemen yang berbeda dari inti spiritualnya.
Sebuah bola energi berwarna Hijau dengan pola putih yang menandakan elemen angin. Itu cukup buruk bagi seorang kultivator. Memiliki dua elemen yang berbeda tentu akan sulit untuk naik ke tahap yang lebih tinggi, hal seperti ini
Disebut Inti Spiritual pecah dua.
Namun terkadang ada yang beruntung memiliki inti pecah dua namun memiliki akar elemen yang sama. Ini jauh lebih baik dan cukup mudah untuk naik ke ranah berikutnya, tapi tentu saja inti tunggal tetap yang terbaik.
Wajah Huang Mingshi yang melihat hal itu langsung memerah, namun belum sempat ia menenangkan diri warna lain pun muncul. Sebuah bola energi berwarna biru, menyusul warna coklat.
Melihat hal itu tentu saja mengejutkan semua orang, memiliki inti pecah empat belum pernah ada sebelumnya. Tentu saja hal ini membuat semua orang mengerutkan dahi.
Orang-orang perwakilan sekte saling tatap dan bertanya-tanya dalam hati apa yang sebenarnya terjadi. Sementara itu Huang Mingshi tampak sudah berdiri dari tempat duduknya dengan tangan
Terkepal dan wajah yang terlihat memerah karena marah. Para tetua keluarga hanya tertunduk lesu akan hasil yang di dapat Huang Kai.
Keringat deras mengucur dari dahi Huang Kai, ia terus menarik energi spiritual dari dalam dantiannya. Inti pecah empat tampaknya tidak cukup untuk membuat orang-orang terkejut, muncul satu bola kristal lagi dengan warna hijau tua dengan pola seperti tanaman rambat di dalamnya. Sebuah akar elemen yang tidak diketahui dan tidak tercatat di kitab atau naskah kuno sekalipun.
Tidak lama setelah bola energi terakhir muncul, Huang Kai menarik dengan kuat semua energi itu. Semua bola energi yang berputar di belakang punggungnya terlihat saling mendekat sebelum kemudian terlepas dan semua energi itu meledak dan menyebar ke seluruh arena.
Swiiiish.... ledakan energi itu cukup
Kuat hingga menyasar ke panggung penonton.
Huang Kai terlihat ngos-ngosan karena kelelahan...
"Ini tidak mungkin, Inti pecah tiga saja sudah sangat buruk. Kai'er malah memiliki inti pecah lima," tetua kiri Huang Wu Dong berbicara sangat lesu oleh kekecewaan. "
Huang Mingshi bahkan tidak tahu harus berkata-kata, semua sudah jelas dihadapannya. Anak jenius itu sekarang hanyalah sampah di mata orang-orang.
"Tetua Zhong, apa kau tahu akar elemen apa yang muncul terakhir tadi? Aku belum pernah melihat akar spiritual itu sebelumnya." Tetua Hai sungguh tidak memahami semua keanehan yang ia lihat hari ini.
"Bocah ini sangat malang, kurasa ia tidak akan bisa menerobos ke ranah Ksatria. Bisa naik ke tahap puncak pemurnian tubuh saja sudah sebuah
Keberuntungan. Kalau kau mau bocah ini bisa jadi murid di sekte mu saja." Ucap tetua Zhong dengan nada meremehkan Huang Kai.
"Tapi ledakan energi barusan sama kuatnya dengan Inti Tunggal" tetua dari sekte Pedang mulai berkomentar." Akar elemen misterius itu tampaknya kita harus menyelidikinya. Entah apa itu kurasa tidak seorangpun yang tahu. Ditambah lagi empat elemen api angin lalu air dan tanah. Anak ini walau cacat namun membuatku penasaran," Ia menambahkan.
"Cih, tak kusangka jauh-jauh datang hanya untuk melihat lelucon seperti ini, apapun elemen misterius itu kalau inti pecah lima tetap saja tak berguna. Jenius seratus tahun yang tak berguna! " tetua dari sekte Serigala gurun merasa sangat kesal dengan hasil yang di dapat Huang Kai.
Huang Kai yang kelelahan berdiri dan menatap ayahnya dengan lesu. Ia
Tahu hasilnya sangat buruk, namun ada yang ingin ia tanyakan pada ayahnya. Ada sesuatu yang aneh dari inti spiritual dalam dantian-nya. Namun saat ia melihat ayahnya sudah penuh kemarahan ia mengurungkan niatnya itu. Mungkin nanti saat ayah sudah tenang pikirnya.
Saat hendak berjalan mendatangi ayahnya tiba-tiba tetua dari sekte Serigala Gurun melompat ke tengah arena dan langsung memberi salam hormat untuk pamit. "Kepala keluarga Huang, putramu memiliki akar elemen api tentu saja bisa belajar alkimia dan bisa menjadi tabib yang hebat. Tidak ada lagi yang ingin kulakukan di sini, kami segera kembali ke sekte." ucapannya terdengar memuji namun sebenarnya sebuah penghinaan yang sangat halus.
Tetua sekte Serigala Gurun itu pergi bersama beberapa murid yang dibawanya. Disusul kemudian oleh tetua Sekte Pedang dan sekte Lembah Naga.
Sementara tetua sekte Bintang Abadi dan beberapa orangnya masih tetap tinggal.
Ada beberapa hal yang masih mengganjal di pikiran tetua Hai, mengenai bola energi yang seharusnya muncul di atas kepala bukan di belakang punggung dan juga akar elemen misterius berwarna hijau tua dan memiliki simbol seperti akar.