NovelToon NovelToon
Mawar Indah Tuan Ferguson

Mawar Indah Tuan Ferguson

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Romansa Fantasi
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Sabrina Rasmah

Di bawah langit London yang selalu mendung, Alex Ferguson berdiri sebagai predator puncak di dunia bawah tanah Inggris. Baginya, kematian Brandon Warming karena sakit jantung adalah sebuah "penghinaan"—ia kehilangan kesempatan untuk membalas nyawa ibunya dengan tangannya sendiri.
Namun, Brandon meninggalkan satu-satunya harta yang tersisa: Tiana Luxemburg Warming. Gadis berusia 18 tahun yang masih memiliki binar polos di matanya, sama sekali tidak tahu bahwa seluruh hidupnya kini telah beralih menjadi milik Alex sebagai pelampiasan dendam yang belum tuntas. Bagi Alex, Tiana bukan sekadar mangsa, melainkan mahakarya yang akan ia hancurkan perlahan di balik dinding kastelnya yang dingin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Sabrina Rasmah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seperti bebek

"Paksalah!" tantang Tiana dengan sisa keberaniannya. Ia mendongak, menatap tajam mata hitam Alex yang sedingin es. "Kau pikir aku takut padamu? Lakukan sesukamu, Iblis!"

Alex terdiam sejenak, namun kemudian sebuah seringai tipis yang sangat berbahaya terukir di bibirnya. Ia tampak menikmati setiap percikan perlawanan dari "Mawar" kecilnya ini.

"Okey, baby... tapi jangan menyesal," sahut Alex dengan nada bariton yang rendah dan serak.

Tanpa diduga, Alex meraih botol susu hangat itu dan meminumnya sendiri hingga mulutnya penuh. Tiana mengernyitkan dahi, menatap pria itu dengan bingung dan rasa dongkol yang meluap.

'Diminum sendiri? Gimana sih? Dasar orang gila!' batin Tiana sinis. Ia sudah bersiap untuk memaki, namun kata-katanya tertelan kembali di tenggorokan.

Secara tiba-tiba, tangan besar Alex merengkuh tengkuk Tiana dengan kuat, menarik wajah gadis itu hingga tak ada jarak di antara mereka. Sebelum Tiana sempat meronta, Alex sudah melumat bibir Tiana dengan kasar dan menuntut.

Tiana membelalak, tangannya refleks memukul-mukul dada bidang Alex yang sekeras batu. Namun, Alex justru semakin memperdalam ciumannya, memaksa mulut Tiana terbuka dan mengalirkan susu hangat itu langsung ke kerongkongan Tiana melalui pagutan mereka.

Tiana terpaksa menelan susu manis itu—susu yang kini terasa bercampur dengan aroma wiski dan dominasi sang iblis. Napasnya tersengal-sengal, jantungnya berpacu liar antara rasa muak, takut, dan sensasi aneh yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Setelah memastikan susu itu habis tertelan, Alex melepaskan tautan mereka dengan perlahan, menyisakan benang saliva yang tipis di antara bibir mereka. Ia mengusap sisa susu di sudut bibir Tiana dengan jemarinya yang kasar.

"Pintar," bisik Alex tepat di depan bibir Tiana yang kini membengkak kemerahan. "Lain kali, jika aku menyuruhmu makan, turuti. Kecuali jika kau memang lebih suka aku menyuapimu dengan cara seperti ini setiap hari."

Tiana terengah-engah, wajahnya yang pucat kini bersemu merah padam karena malu dan marah yang bercampur aduk. "Kau... kau menjijikkan, Ferguson!"

------------------------------

Alex hanya tertawa rendah, sebuah tawa yang terdengar sangat puas. Ia bangkit berdiri dan merapikan setelan jasnya, meninggalkan Tiana yang masih terpaku di atas ranjang besi yang dingin.

"Habiskan sisanya, atau aku akan kembali dan melakukan hal yang lebih dari sekadar berbagi susu," ancam Alex sebelum melangkah keluar dan mengunci pintu sel itu kembali.

"Dasar tuan jelek! Buruk rupa! Seburuk bebekkkkkk!" teriak Tiana sekuat tenaga, suaranya melengking membelah keheningan sel bawah tanah. Dengan amarah yang meluap, ia menyambar botol susu kosong itu dan melemparkannya ke arah pintu besi yang baru saja tertutup.

PRANG!

Botol itu menghantam pintu dan menggelinding di lantai semen yang dingin. Tiana terengah-engah, dadanya naik turun karena emosi yang meluap. Ia merasa harga dirinya benar-benar diinjak-injak oleh pria arogan itu.

Namun, begitu suasana kembali sunyi, Tiana perlahan menyentuh bibirnya sendiri yang masih terasa basah dan sedikit membengkak. Rasa manis susu yang bercampur dengan aroma maskulin Alex masih tertinggal di sana, memberikan sensasi aneh yang menjalar ke seluruh tubuhnya.

"Enak sih..." gumam Tiana tanpa sadar, matanya menatap kosong ke kegelapan. Sebuah getaran kecil yang tidak ia mengerti mulai menggelitik hatinya.

"Astaga! Tiana! Apa yang kau pikirkan?!" pekik Tiana sedetik kemudian, menepuk kedua pipinya dengan keras sampai memerah. "Sadarlah! Dia itu iblis! Dia yang bikin pamanmu membuangmu! Buang pikiran konyol itu sekarang juga!"

Tiana segera menarik selimut tipisnya dan membungkus tubuhnya rapat-rapat, mencoba mengusir bayangan tatapan tajam Alex yang seolah-olah masih mengulitinya di kegelapan.

1
partini
don't worry uncle,,tuan Alex nanti dia sendiri yg masuk ke permainan nya sendiri bucin akut
partini: okeh Thor lnajut
total 2 replies
partini
good story
partini
lanjut Thor ceritanya bagus 👍
Nur Sabrina Rasmah: makasih kak support nya😍🙏
total 1 replies
partini
aduh paman masa langsung percaya aja
partini
visual keren ,tapi ceweknya rada kurang pas Thor cari yg cewek latin mata biru
Nur Sabrina Rasmah: kamu bayangin sendri aja ya ..maaf 🙏
total 1 replies
Mia Camelia
tahan ya alex🤣🤣🤣
Mia Camelia
jahat banget alex, aduh kasian dikit dong🤣
Mia Camelia
lanjut thor👍👍cerita nya keren🥰🥰🥰
Wayan Sucani
Ayok dong up lg
Nur Sabrina Rasmah: siap🫡
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!