NovelToon NovelToon
Menantu Tanpa Restu

Menantu Tanpa Restu

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Romansa Fantasi / Penyesalan Suami
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: biru🩵

"Bismillah… percaya sama Mas.”
Kalimat itu membawa Aira pada pernikahan yang tak pernah ia bayangkan. Hamil enam bulan membuatnya harus menikah dengan Dika, pria yang ia cintai selama tiga tahun. Namun bagi Aira, pernikahan itu terasa seperti tanggung jawab, bukan cinta.
Belum sempat bahagia, Aira harus menghadapi penolakan keluarga Dika, ibu mertua yang syok hingga pingsan, dan rahasia besar yang belum diketahui ayahnya.
Di tengah tekanan keluarga dan hadirnya masa lalu Dika, Aira mulai bertanya… apakah ia benar-benar dicintai, atau hanya diperjuangkan demi anak dalam kandungannya?
Satu rahasia, sejuta luka. Dan menjadi istri Dika mungkin adalah luka terbesar bagi Aira.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon biru🩵, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Lanjutan (POV DIKA)

Aku baru saja berhasil memejamkan mata selama beberapa menit saat suara deru mobil yang berhenti mendadak di depan rumah memecah kesunyian malam. Tak lama kemudian, suara ketukan pintu yang membabi buta diikuti teriakan cemas terdengar. Itu suara Mbak Diana, kakak perempuanku satu-satunya. Rupanya kabar Ibu pingsan sudah sampai ke telinganya, dan aku tahu, badai kedua baru saja tiba di rumah ini.

Aku bangkit dengan nyawa yang belum terkumpul sepenuhnya, namun jantungku sudah berdegup kencang. Saat aku keluar kamar, Mbak Diana sudah menghambur masuk, wajahnya merah padam antara cemas dan marah.

"Dika! Apa yang kamu lakukan sampai Ibu pingsan begini?" teriak Mbak Diana langsung menyerangku begitu kami berpapasan di lorong menuju kamar Ibu.

Aku tidak menjawab. Lidahku terasa kelu. Aku hanya mengekor di belakangnya menuju kamar Ibu. Di sana, Ibu rupanya baru saja sdar. Beliau duduk bersandar pada tumpukan bantal dengan wajah yang sangat pucat. Begitu melihatku masuk, tangisan Ibu pecah sebuah tangisan tersedu-sedu yang terdengar sangat pilu, seolah-olah hatinya baru saja dirampok habis-habisan.

"Ibu... Ibu sudah sadar?" Mbak Diana langsung memeluk Ibu, ikut menangis. "Ada apa sebenarnya, Bu? Dika buat masalah apa?"

Ibu tidak bisa berkata-kata, beliau hanya menunjuk ke arahku dengan tangan yang gemetar hebat. Isakannya semakin keras, membuat dadaku terasa seperti dihantam palu besar. Melihat Ibu seperti itu, Mbak Diana langsung berdiri dan mendorong bahuku hingga aku terbentur pintu.

"Jelaskan sekarang, Dika! Kamu apakan Ibu sampai seperti ini?" Mbak Diana menatapku tajam, matanya berkaca-kaca menuntut jawaban.

Aku menarik napas panjang, menunduk dalam-dalam. "Mbak... Aira hamil. Dika yang salah, Dika yang harus tanggung jawab," ucapku dengan suara yang hampir tidak terdengar.

Hening sejenak. Aku bisa merasakan tatapan Mbak Diana yang kian menusuk.

"Hamil?" suara Mbak Diana naik satu oktav. "Kamu menghamili perempuan itu? Perempuan yang sudah berkali-kali Ibu larang untuk kamu dekati? Kamu sudah gila, Dika!"

Mbak Diana memukuli lenganku berkali-kali, melampiaskan amarahnya. Aku hanya diam, membiarkan setiap pukulannya mendarat di tubuhku. Aku merasa pantas mendapatkan ini. Aku merasa pantas mendapatkan rasa sakit fisik ini dibandingkan rasa sakit hati yang kurasakan saat melihat Ibu menangis tersedu-sedu di atas ranjang sana.

"Kamu tahu kan Dika, Ibu itu punya darah tinggi! Kamu mau bunuh Ibu pelan-pelan dengan berita menjijikkan seperti ini?" Mbak Diana terus mencercaku. "Selama ini kamu selalu membela perempuan itu, kamu bilang dia baik, dia santun. Tapi nyatanya? Kalian berdua menghancurkan nama baik keluarga kita!"

"Dika tetap akan nikahi Aira, Mbak. Apapun risikonya," sahutku berusaha tetap pada pendirianku meski suaraku bergetar.

Mendengar itu, tangisan Ibu semakin menjadi-jadi. "Ibu nggak mau punya menantu seperti dia, Dika... Ibu malu... Ibu mau taruh di mana muka Ibu di depan tetangga dan keluarga besar kalau mereka tahu kamu menikah karena kecelakaan?" ratap Ibu di sela tangisnya.

Mbak Diana kembali menoleh ke arah Ibu, berusaha menenangkannya, namun mulutnya tetap mengeluarkan kalimat pedas padaku. "Lihat, Dika! Lihat apa yang kamu lakukan! Kamu pikir pernikahan itu cuma soal tanggung jawab perut? Kamu menyeret kami semua ke dalam lubang kehinaan!"

Aku hanya bisa terdiam di ambang pintu, menatap dua wanita yang paling kucintai di dunia ini sedang hancur karena perbuatanku. Aku merasa seperti orang asing di rumahku sendiri. Di satu sisi, aku sangat mencintai Aira dan bayi yang dikandungnya, tapi di sisi lain, aku adalah penyebab utama luruhnya air mata Ibu malam ini.

"Besok kita tetap ke rumah Aira, Diana. Bapak sudah putuskan," suara Bapak tiba-tiba terdengar dari arah belakang. Bapak berdiri di sana dengan wajah yang sangat lelah. "Tapi kamu harus ikut. Kamu harus bantu bicara dengan orang tuanya. Masalah ini harus tuntas sebelum bapaknya pulang merantau."

Mbak Diana mendengus kesal, namun ia tidak berani membantah Bapak. Ia hanya menatapku dengan penuh kebencian sebelum kembali memeluk Ibu yang masih sesenggukan.

Malam itu, tidak ada lagi istirahat bagiku. Aku kembali ke kamar, namun suara tangis Ibu masih terngiang-ngiang di telingaku, bercampur dengan kalimat-kalimat kasar Mbak Diana yang terus berputar di kepala. Aku duduk di tepi tempat tidur, menatap tanganku yang gemetar.

"Maafin Dika, Bu. Maafin Dika, Mbak," bisikku lirih dalam kegelapan.

Besok pagi adalah penentuan. Aku harus membawa keluarga yang sedang terluka ini ke hadapan keluarga Aira yang belum tahu apa-apa. Aku tahu, besok bukan hanya sekadar pertemuan dua keluarga, melainkan medan perang yang mungkin akan meninggalkan luka abadi bagi kami semua. Namun, satu hal yang pasti, aku tidak boleh mundur. Karena di sana, di rumah sederhana itu, ada Aira yang juga sedang menunggu hukumannya dengan rasa takut yang sama besarnya denganku.

1
🍓
yang ikhlas al😭
🍓
ikutan sakit ati gue thorrr😭
langit senja: sama banget besssss😭😭
total 1 replies
bening☘️
lu bener-bener ya dik🫵👊
langit senja: bikin emosi kan😭
total 1 replies
bening☘️
😭nyesek banget thorr
langit senja
sama😭😭😭
langit senja
masih kerja di toko 🤭
🍓
kabarnya si Ali gimana thorr?
🍓
besok-besok nggak usah masak Ra🤭
bening☘️
lama-lama aku yang tekanan batin sih ini 😭
bening☘️
dika ini siap banget ya jadi suami 🤭
bening☘️
jangan takut ra, sekali-kali lawan iparmu 🤭
🍓: harus di lawan sih,biar nggak seenaknya kalau bicara😄
total 1 replies
bening☘️
bagus banget alurnya,cerita ini related sama kehidupan,di luar sana yang menikah tanpa restu selagi suami selalu berada di pihakmu duniamu akan baik-baik saja,semangat terus nulisnya thorr🥳
langit senja: thank you bes,🥺
total 1 replies
🏜️
keren
🍓
pengalaman pribadi kah thor?
🍓
cerita ini bagus,alurnya sesuai dan bikin sesek napas setiap baca per babnya,
🍓
orang tua Dika kenapa nggak suka sama Aira thorr?🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!