NovelToon NovelToon
Bayu Dan Aplikasi Toko Ajaib

Bayu Dan Aplikasi Toko Ajaib

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:22.3k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Bayu Alexander adalah seorang karyawan rendahan yang sedang berada di titik terendah hidupnya setelah difitnah dan gajinya dipotong semena-mena oleh atasannya. Nasib miskinnya berbalik seratus delapan puluh derajat ketika ia memindai sebuah barcode misterius di halte bus yang diam-diam menginstal Aplikasi Toko Ajaib di ponselnya.

Berbekal sisa saldo lima puluh ribu rupiah, Bayu memanfaatkan fitur diskon kilat aplikasi tersebut untuk membeli kacamata ajaib penilai barang antik, yang menjadi batu loncatan pertamanya meraup ratusan juta rupiah dari pasar loak.

Dari seorang budak korporat yang diinjak-injak, Bayu perlahan membangun kerajaan bisnisnya sendiri, menggunakan item-item tak masuk akal dari sistem untuk menghancurkan karir musuh-musuhnya, mendominasi pasar saham, hingga menumpas mafia kejam yang mencoba mengusiknya, semuanya ia lakukan dalam diam sebagai miliarder baru Jakarta yang rahasianya tidak akan pernah terbongkar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Kring. Kring.

Suara telepon satelit memecah keheningan ruang kerja Baskoro di Menteng pada pukul dua dini hari. Pria tua itu terbangun dari tidur singkatnya di sofa kulit. Ia menyambar gagang telepon dengan perasaan tidak enak.

"Halo? Anton? Gimana hasilnya?" tanya Baskoro cepat.

Dari seberang sambungan, tidak ada suara jawaban yang tegas, melainkan hanya suara isak tangis tertahan dan rintihan kesakitan yang sangat menyedihkan.

"Bos... lari, Bos. Dia bukan manusia. Dia monster. Sepuluh orang kita habis dalam tiga menit. Kaki saya... kaki saya dihancurin, Bos."

Jantung Baskoro seakan berhenti berdetak. Rasa kantuknya menguap tanpa sisa.

"Apa maksudmu hancur?! Kamu bawa senjata tajam! Bagaimana mungkin..."

"Dia tahu segalanya, Bos. Dia bilang, kalau Bos berani macam-macam lagi, dia bakal datang langsung ke kamar tidur Bos. Lari, Bos. Lari sejauh mungkin."

Tut. Tut. Tut.

Sambungan terputus. Baskoro mematung, gagang telepon perlahan terlepas dari tangannya dan jatuh ke atas karpet tebal. Udara dari pendingin ruangan tiba-tiba terasa seperti menusuk tulangnya.

Kepanikan, sebuah emosi yang sudah puluhan tahun tidak ia rasakan sejak ia berkuasa di dunia bawah tanah Jakarta, kini mencekiknya kuat-kuat.

Anton Bison adalah petarung terbaiknya. Jika Anton dan sepuluh pembunuh bayaran bisa dihabisi tanpa ampun, berarti Bayu Alexander memiliki kekuatan fisik yang setara dengan pasukan khusus militer. Dipadukan dengan fakta bahwa Bayu baru saja membeli perusahaan sekuritasnya secara paksa, Baskoro menyadari satu kenyataan pahit.

Ia telah membangunkan singa yang sedang tidur.

Baskoro segera menekan tombol interkom di mejanya.

"Joni, siapkan mobil anti peluru sekarang. Hubungi pilot jet pribadi kita di Halim, suruh dia panaskan mesin. Kita terbang ke Singapura jam lima pagi ini."

"Baik, Pak. Ada masalah apa, Pak?" suara asisten pribadinya terdengar bingung di seberang sana.

"Jangan banyak tanya! Dan hubungi Si Hitam. Bayar dia lima miliar di muka. Suruh dia pergi ke apartemen Bayu Alexander malam ini juga. Jangan biarkan anak itu hidup untuk melihat matahari terbit. Saya butuh waktu untuk kabur."

Baskoro memutuskan sambungan. Ia beralih ke brankas baja di balik lukisan besar di ruang kerjanya. Tangan tuanya gemetar saat memutar nomor kombinasi. Ia mengeluarkan sebuah token keamanan perbankan berwarna hitam.

Uang tunai dan aset fisik di Indonesia sudah tidak aman. Ia harus memindahkan seluruh kekayaan pribadinya ke rekening luar negeri yang tidak bisa dilacak oleh pemerintah maupun Bayu.

Baskoro menyalakan laptop khususnya yang terenkripsi, masuk ke portal perbankan bawah tanah Kepulauan Cayman, dan mulai mengetikkan angka pemindahan dana dari berbagai rekening cangkangnya. Totalnya mencapai dua triliun rupiah. Itu adalah hasil keringat darah dan pemerasan yang ia kumpulkan seumur hidup.

"Kamu boleh menang dalam adu fisik, Bayu. Kamu boleh ambil aset perusahaan saya. Tapi dengan uang dua triliun ini di luar negeri, saya bisa menyewa satu batalion tentara bayaran untuk memburu keluargamu nanti," desis Baskoro penuh kebencian sambil menekan tombol otorisasi transfer.

Layar laptop memuat selama beberapa detik, lalu muncul tulisan: Transfer Sedang Diproses. Membutuhkan waktu kliring internasional 12 jam.

Baskoro menghela napas lega. Uangnya sedang dalam perjalanan menuju tempat yang aman. Ia segera mengemasi paspor dan beberapa batang emas ke dalam koper, bersiap untuk melarikan diri dari kerajaan yang ia bangun sendiri.

Keesokan paginya, pukul tujuh, di apartemen mewah Bayu di Kuningan.

Ting tong.

Suara bel pintu mengalihkan perhatian Bayu dari secangkir kopi panasnya. Ia berjalan ke arah pintu, melihat dari layar interkom, dan membuka kunci.

Tari berdiri di depan pintu dengan napas terengah-engah, membawa koper logam berisi dokumen dari PT Delta Sekuritas. Wajahnya terlihat sangat tegang. Di pergelangan tangannya, gelang kayu gaharu pemberian Bayu masih melingkar manis.

"Bay, lo harus lihat ini sekarang," kata Tari sambil menerobos masuk dan langsung membuka kopernya di atas meja makan.

Bayu menutup pintu dan menghampirinya. "Ada apa, Tar? Pagi-pagi udah panik."

"Tim IT kita yang ngebobol server rahasia Delta Sekuritas semalaman baru aja ngasih laporan. Baskoro ngerasa terancam, Bay. Sejak jam tiga subuh tadi, dia ngebekuin semua operasi perusahaannya dan mindahin dana likuid secara masif. Dua triliun rupiah, Bay! Uang itu lagi diproses buat pindah ke bank lepas pantai di Cayman Islands."

Tari menunjuk deretan angka di layar tabletnya.

"Kalau uang ini berhasil nyeberang batas negara siang ini, hukum Indonesia nggak akan bisa nyentuh rekening itu. Baskoro bakal bebas pakai uang itu dari luar negeri buat nyerang kita balik. Kita harus laporin ini ke Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan sekarang juga buat minta pemblokiran darurat!"

Bayu menatap angka dua triliun itu dengan pandangan tenang. Ia tidak terlihat panik sama sekali.

"Birokrasi negara terlalu lambat buat nahan transfer bawah tanah, Tar. Kalau kita lapor sekarang, proses verifikasinya aja butuh dua hari. Uangnya keburu nyampe sana."

"Terus kita harus gimana? Relain mafia itu kabur bawa uang hasil nipu orang?" Tari mengusap wajahnya frustrasi.

"Nggak akan gue biarin dia bawa satu sen pun," jawab Bayu dingin.

Bayu berjalan menuju kamarnya. "Lo tunggu di sini bentar, Tar. Bikinin gue roti bakar kalau lo sempat. Gue mau urus transferan ini pakai jalur gue sendiri."

Tari mengerutkan kening kebingungan, namun ia menurut dan berjalan ke arah dapur apartemen.

Bayu masuk ke kamarnya, mengunci pintu, dan langsung duduk di tepi kasur. Ia mengeluarkan ponselnya dan membuka aplikasi Toko Ajaib. Saldo Koin Sistemnya menunjukkan angka 9.450.

Ia menelusuri menu Utilitas Bisnis dan Teknologi, lalu mengetikkan kata kunci: Peretas Perbankan Internasional.

Layar menampilkan beberapa pilihan, dan mata Bayu tertuju pada satu barang dengan deskripsi yang mengerikan.

Perangkat Lunak Penguras Rekening.

Deskripsi: Sebuah program kecerdasan buatan tingkat dewa yang mampu membobol sistem keamanan bank internasional mana pun tanpa meninggalkan jejak digital. Program ini dapat mencegat transfer dana yang sedang berjalan dan mengalihkannya ke rekening pilihan pengguna secara legal melalui manipulasi data perbankan global. Hanya dapat digunakan satu kali.

Harga: 2.000 Koin Sistem.

Dua ratus juta rupiah untuk sebuah program sekali pakai. Tapi jika program ini bisa merampas dua triliun rupiah dari musuhnya, itu adalah investasi paling menguntungkan sepanjang sejarah umat manusia.

Bayu menekan tombol beli.

Pembelian Berhasil. Saldo Koin Sistem saat ini: 7.450 Koin.

Sebuah antarmuka hologram transparan berwarna biru tiba-tiba muncul memproyeksikan diri dari layar ponselnya, melayang di udara tepat di depan wajah Bayu. Antarmuka itu meminta perintah target.

Bayu segera mengetikkan detail transaksi Baskoro yang ia lihat dari laporan Tari.

Target: Aliran Dana Keluar dari Rekening Cangkang PT Delta Sekuritas.

Tujuan Asli: Cayman Islands.

Nominal: Rp 2.000.000.000.000.

Hologram itu berkedip, memproses data tersebut dalam hitungan detik.

1
ラマSkuy
wah apakah bukan hanya Bayu yang punya sistem jadi selain MC ada lagi yang punya sistem. tapi unik juga ya biasanya sistemnya itu menyatu dengan jiwa MC tapi ini dihpnya MC
ラマSkuy
nice 👍
Ironside
Bagus Kak /Smile/, btw mana Insectnya /Curse//Curse//Curse/
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
🤩
Mamat Stone
👻🤣👻
Mamat Stone
🤣👻🤣
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
/Drool/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
ラマSkuy
waw/Sly/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
terserah anda Thor /Ok//Good/
Mamat Stone
pasti salah kaprah 🤣👻
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
🤩
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!