NovelToon NovelToon
DIBALIK NAMA DAN SKANDAL

DIBALIK NAMA DAN SKANDAL

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:588
Nilai: 5
Nama Author: Nanda Amalia

Elora Kirana bukan lagi nama yang dipuja seperti dulu. Sekali waktu dia adalah bintang yang bersinar terang, tapi satu skandal cukup untuk menjatuhkannya tanpa ampun. Dalam semalam, dunia yang dulu memujanya berubah jadi lautan hujatan. Kariernya hampir runtuh, kontrak diputus, dan kepercayaan publik hilang begitu saja. Saat semua orang menjauh, satu orang justru datang dengan cara yang paling tidak ia duga. Arshaka Bhumisvara. Seorang CEO muda yang dikenal dingin, tak tersentuh, dan selalu terlihat terlalu sempurna untuk dunia yang penuh drama seperti milik Elora. Tidak ada yang mengira dia akan ikut campur dalam skandal seorang artis. Tapi Arshaka datang bukan untuk simpati. Dia menawarkan sebuah kesepakatan. “Jadilah pacarku di depan publik.” Sebuah hubungan palsu untuk menutupi skandal, meredam media, dan menyelamatkan nama baik mereka berdua. Syarat yang terdengar sederhana, tapi jelas bukan tanpa risiko. Awalnya, Elora hanya menjalani semuanya seperti akting. Senyum di depan kamera, genggaman tangan yang dibuat seolah nyata, dan tatapan hangat yang sebenarnya kosong makna. Tapi Arshaka… terlalu meyakinkan untuk sekadar berpura-pura. Dan Elora mulai sadar, batas antara sandiwara dan kenyataan perlahan menghilang. Di balik sikap dinginnya, Arshaka menyimpan cara memandang Elora yang membuatnya ragu. Terlalu dalam. Terlalu nyata untuk dianggap pura-pura. Masalahnya sekarang bukan lagi soal skandal yang ingin mereka tutupi… Tapi perasaan yang diam-diam tumbuh di antara dua orang yang sama-sama tidak siap untuk jatuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nanda Amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 - Dunia Mulai Percaya

Hari pertama kesepakatan itu berjalan seperti sesuatu yang sudah diatur oleh tangan yang tidak terlihat.

Elora berdiri di depan cermin lebih lama dari biasanya. Bukan karena ia ingin terlihat sempurna, tapi karena ia sedang mencoba mengenali dirinya sendiri dalam versi baru yang belum pernah ia jalani sebelumnya. Rambutnya ditata sederhana tapi elegan, riasannya tidak berlebihan, cukup untuk membuatnya terlihat seperti “Elora Kirana” yang dulu—bukan Elora yang sedang jatuh.

Namun ada satu hal yang berbeda hari ini.

Arshaka menjemputnya secara langsung.

Bukan mobil biasa. Bukan sopir. Tapi dirinya sendiri yang berdiri di luar hotel, bersandar pada mobil hitam yang terlalu mahal untuk sekadar “urusan kerja sama”. Saat Elora keluar, beberapa mata langsung tertuju ke arah mereka. Entah dari staf hotel, entah dari orang yang kebetulan lewat. Tapi Elora bisa merasakannya—sesuatu sedang mulai bergerak.

Arshaka membuka pintu mobil tanpa banyak kata.

“Masuk,” ucapnya singkat.

Elora berhenti sejenak, lalu masuk ke dalam mobil itu tanpa membantah. Begitu pintu tertutup, dunia di luar terasa seperti menjauh sedikit.

Perjalanan mereka hening.

Tapi ini bukan hening yang nyaman. Ini hening yang penuh dengan hal-hal yang tidak diucapkan. Elora menatap ke luar jendela, melihat kota yang bergerak seperti biasa, seolah tidak ada kehidupan yang sedang ia pertaruhkan di dalam mobil ini. Di sebelahnya, Arshaka hanya fokus pada jalan, tangannya sesekali mengetuk ringan kemudi, tapi ekspresinya tetap sama seperti pertama kali mereka bertemu—tenang, dingin, sulit ditebak.

“Kalau media mulai tanya,” suara Arshaka akhirnya memecah keheningan, “jawab sesuai yang sudah kita sepakati.”

Elora menoleh sedikit. “Kamu benar-benar yakin ini akan berhasil?”

Arshaka tidak langsung menjawab. “Ini bukan soal yakin,” katanya kemudian. “Ini soal bagaimana kita mengendalikan narasi.”

Elora menghela napas pelan. “Kedengarannya seperti aku masuk ke dunia yang bukan milikku.”

“Kamu sudah ada di dalamnya sejak skandal itu muncul,” balas Arshaka tanpa menoleh.

Dan kalimat itu… tidak bisa dibantah.

Tujuan mereka adalah sebuah acara privat.

Bukan red carpet besar, tapi cukup eksklusif untuk mengundang orang-orang penting di industri hiburan dan bisnis. Tempat itu dipenuhi cahaya hangat, musik pelan, dan orang-orang yang tersenyum seolah tidak pernah punya masalah dalam hidup mereka.

Begitu Elora dan Arshaka masuk, atmosfer langsung berubah.

Bukan karena mereka berisik.

Tapi karena orang mulai memperhatikan.

Bisikan mulai terdengar. Kamera ponsel yang awalnya disimpan, perlahan mulai diangkat. Elora bisa merasakannya di kulitnya—tatapan yang dulu mengagumi, sekarang penuh rasa ingin tahu yang tajam.

Arshaka melangkah lebih dulu.

Dan untuk pertama kalinya hari ini, ia tidak berjalan di samping Elora.

Ia menarik tangan Elora.

Bukan kasar. Bukan lembut berlebihan. Tapi cukup pasti untuk membuat Elora tersentak kecil. Jari-jari mereka bersentuhan, dan sebelum Elora sempat bereaksi, Arshaka sudah menggenggamnya lebih erat.

“Tenang,” gumamnya pelan, hanya untuk Elora dengar.

Elora menoleh cepat. “Aku tidak bilang aku gugup.”

“Tubuhmu bilang sebaliknya.”

Elora ingin membantah, tapi tidak ada waktu.

Karena kilatan kamera mulai muncul.

Satu. Dua. Lalu lebih banyak.

Mereka menjadi pusat perhatian dalam hitungan detik.

Elora bisa mendengar namanya dipanggil dari kejauhan, tapi ia tidak tahu apakah itu dari penggemar, wartawan, atau orang yang hanya ingin memastikan bahwa rumor itu benar. Arshaka tetap berjalan tanpa ragu, membawa Elora melewati kerumunan seperti seseorang yang sudah terbiasa berada di tengah sorotan.

Di dalam kepalanya, Elora berusaha mengingat satu hal: ini hanya akting.

Hanya sandiwara.

Tapi tangan Arshaka yang masih menggenggamnya terasa terlalu nyata untuk disebut palsu.

Di dalam acara, mereka duduk di meja yang sama.

Seseorang datang menyapa Arshaka, membicarakan bisnis, investasi, angka-angka yang tidak Elora pahami sepenuhnya. Tapi di sela itu semua, Arshaka tidak melepaskan tangannya.

Elora bisa merasakan perhatian itu. Bukan dari orang lain saja, tapi dari dirinya sendiri.

Sesekali Arshaka menoleh, memastikan Elora tidak menghilang di antara keramaian. Tatapannya tidak lama, tidak dramatis, tapi cukup untuk membuat Elora sadar—pria ini benar-benar menjalankan perannya dengan terlalu baik.

Atau mungkin… terlalu serius.

Sampai akhirnya, seseorang mendekat.

Seorang wanita dengan gaun merah, senyum yang terlalu percaya diri, dan tatapan yang langsung mengarah ke Arshaka tanpa ragu.

“Arshaka,” sapanya manis. “Aku tidak tahu kamu akan datang dengan… teman.”

Kalimat terakhir itu diucapkan sambil menatap Elora dari ujung kepala sampai kaki.

Elora bisa merasakan genggaman Arshaka sedikit menguat.

Bukan karena marah.

Tapi karena sesuatu yang lebih tenang dari itu.

“Kami tidak datang untuk membahas detail pribadiku,” jawab Arshaka datar.

Wanita itu tersenyum tipis, lalu mengangguk. “Tentu saja.”

Tapi sebelum pergi, ia menatap Elora sekali lagi.

Dan Elora mengerti.

Dunia ini tidak akan mudah menerima mereka.

Malam semakin larut ketika mereka akhirnya keluar dari acara itu.

Udara di luar terasa lebih dingin, lebih jujur.

Elora menarik napas panjang begitu mobil mulai berjalan meninggalkan gedung. Untuk pertama kalinya malam itu, ia merasa bisa bernapas tanpa ratusan mata menatapnya.

Tapi Arshaka masih belum melepaskan tangannya.

Elora menatapnya.

“Di dalam tadi,” katanya pelan, “itu semua perlu sampai segitunya?”

Arshaka menatap jalan di depan. “Perlu.”

“Kenapa?”

Ada jeda singkat.

“Karena mulai malam ini,” jawab Arshaka akhirnya, “dunia sudah melihat kita sebagai satu kesatuan.”

Elora terdiam.

“Dan kalau mereka sudah percaya,” lanjutnya, “kita tidak boleh terlihat seperti kebohongan.”

Kalimat itu menggantung di udara.

Elora menatap tangan mereka yang masih saling menggenggam.

Dan untuk pertama kalinya sejak semua ini dimulai, ia bertanya dalam hati—

Apakah yang paling berbahaya dari kesepakatan ini benar-benar dunia luar…

Atau justru cara Arshaka membuat semuanya terasa terlalu nyata untuk disebut pura-pura.

———

Menurut kamu, ini cuma kontrak biasa... atau awal dari sesuatu yang bakal keluar kendali?

Jangan lupa vote & komentar ya—aku baca semua 💌

See you di bab selanjutnya...

1
T28J
hadiir kk 👍
T28J
aw.. aw.. aw👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!