NovelToon NovelToon
Dibalik Tatapan Profesor

Dibalik Tatapan Profesor

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: wiwi

Alena datang ke London untuk mengejar gelar dan masa depan baru di Kingston University. Ia berniat fokus belajar, menjauh dari drama, dan menata hidupnya kembali.

Namun semuanya berubah ketika ia bertemu Dr. Adrian Vale—dosen muda yang terkenal dingin, pendiam, dan nyaris mustahil didekati.

Di depan semua orang, Adrian adalah pria profesional dengan kendali sempurna. Tetapi di balik tatapan tajam dan sikap tenangnya, tersimpan hasrat gelap yang perlahan hanya muncul saat bersama Alena.

Dimulai dari pertemuan-pertemuan singkat, diskusi malam yang terlalu lama, hingga ciuman terlarang di tempat yang tak seharusnya—hubungan mereka tumbuh menjadi rahasia yang berbahaya.

Semakin dekat, semakin sulit berhenti.

Di antara aturan kampus, reputasi yang dipertaruhkan, dan perasaan yang makin dalam, Alena harus memilih:

Menjaga masa depannya...

atau menyerah pada pria yang mampu membuatnya kehilangan kendali hanya dengan satu tatapan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Adrian Menjauh

BAB 28 — Adrian Menjauh

Hari-hari setelah mendengar kalimat mematikan itu, hidup Alena bagaikan neraka dunia. Setiap langkah terasa berat, setiap napas terasa sesak. Dia butuh sandaran. Dia butuh pelukan. Dia butuh seseorang untuk berteriak dan mengadu bahwa dia tidak seburuk yang mereka katakan.

Dan satu-satunya orang yang bisa membuatnya merasa lebih baik... adalah Adrian.

Tapi takdir seakan sedang mempermainkannya dengan sangat kejam.

Saat Alena paling membutuhkan kehadiran pria itu, justru saat itulah Adrian memutuskan untuk melakukan hal yang paling menyakitkan: Menghilang.

 

⚔️ Keputusan Berat

Malam itu, di ruang kerjanya yang sunyi, Adrian duduk termenung menatap layar komputer yang menampilkan berbagai artikel berita dan diskusi mahasiswa yang membahas skandal itu.

Wajahnya tampak sangat lelah, mata cekung, dan ada garis tegang yang mengeras di seluruh rahangnya.

Dia tahu Alena menderita. Dia tahu gadis itu sedang dihujani fitnah dan air mata. Dan instingnya sebagai seorang kekasih berteriak keras untuk segera berlari ke sana, memeluk gadis itu, dan melindunginya dari segalanya.

Tapi logikanya... logikanya yang dingin dan penuh perhitungan berkata sebaliknya.

"Kalau aku mendekatinya sekarang... kalau aku terlihat membela atau bahkan sekadar bicara padanya... itu sama saja menyalakan dinamit di tengah pusat keramaian," gumam Adrian pelan, tangannya mencengkeram tepi meja sampai buku-buku jarinya memutih.

"Rumor itu akan jadi kenyataan. Semua tuduhan itu akan terbukti benar. Dan masa depan Alena... akan hancur total."

Adrian memejamkan mata erat-erat. Hatinya sakit sekali rasanya.

Satu-satunya cara untuk melindungi Alena saat ini... adalah dengan berpura-pura tidak peduli. Bahkan... berpura-pura membenci dan meninggalkannya.

Semakin jauh jarak yang terlihat di antara mereka, semakin besar peluang Alena untuk selamat. Semakin dingin sikapnya, semakin mudah bagi orang lain untuk berpikir bahwa hubungan itu hanyalah gosip kosong yang gagal.

Itu adalah keputusan paling bodoh dan paling menyakitkan yang pernah dia ambil. Tapi dia merasa tidak punya pilihan lain.

 

🥶 Dingin yang Mematikan

Keesokan harinya, perubahan sikap Adrian terasa begitu drastis dan menyakitkan.

Biasanya, meski di depan kelas Adrian bersikap galak dan profesional, tapi Alena bisa merasakan tatapan hangat yang terselip, sekilas senyum tipis, atau nada bicara yang sedikit lebih lunak saat menyapa namanya.

Tapi hari ini... tidak ada sama sekali.

Saat Alena masuk ke dalam kelas, Adrian sudah berdiri di depan dengan wajah datar membatu. Tidak ada sapaan. Tidak ada tatapan. Mata pria itu bergerak tajam menyapu seluruh ruangan, tapi saat melewati wajah Alena, matanya seolah tak melihat apa-apa. Seolah Alena hanyalah sebongkah batu di sudut ruangan.

"Silakan duduk. Kita mulai kuliah sekarang," ucap Adrian dingin, suaranya terdengar kering dan tanpa emosi.

Sepanjang jam pelajaran berlangsung, Alena berusaha mencuri perhatian. Berusaha memberikan kode mata yang memohon perhatian, memohon kekuatan. Tapi Adrian benar-benar mengabaikannya total.

Bahkan saat ada pertanyaan yang harus dijawab, Adrian sengaja memanggil nama mahasiswa lain, menghindari nama Alena seolah nama itu membawa sial.

Di sela-sela istirahat, Alena mencoba mendekat perlahan, berniat ingin menyapa atau sekadar bertanya soal tugas sebagai alasan. Tapi sebelum dia sempat membuka mulut, Adrian sudah berbalik badan dan berjalan cepat meninggalkan ruangan, berbicara dengan rekan dosen lain seolah tidak melihat keberadaan gadis itu sama sekali.

Penolakan yang sangat halus... tapi sangat mematikan.

 

📱 Hening yang Menyiksa

Yang paling menyakitkan bukan hanya sikap di kampus, tapi keheningan total di dunia maya.

Dulu, ponsel Alena tidak pernah sepi. Setiap malam pasti ada pesan masuk, ada good night, ada tanya kabar, ada perhatian.

Tapi sekarang...

Ting...

Hening.

Layar ponsel Alena gelap. Tidak ada notifikasi baru. Tidak ada balasan pesan yang dia kirimkan kemarin sore.

Alena menatap layar itu dengan hati hancur.

'Pak, Bapak baik-baik saja?' -> Terkirim. Tidak dibaca.

'Aku kangen...' -> Terkirim. Tidak dibaca.

'Kita bisa bicara gak? Aku butuh kamu...' -> Terkirim. Masih centang satu atau dua tapi tidak ada tanda online.

Apakah Adrian memblokirnya? Tidak. Apakah dia menghapus nomornya? Sepertinya tidak.

Tapi pria itu sengaja... benar-benar sengaja mengabaikan setiap upaya komunikasi yang dilakukan Alena. Dia membuat jarak yang begitu lebar, begitu dingin, seolah mereka berdua adalah dua orang asing yang tidak pernah saling mengenal, tidak pernah saling menyentuh, dan tidak pernah saling mencinta.

Alena mencoba bertanya-tanya dalam hati.

Apa karena dia malu?

Apa karena dia takut kariernya hancur makanya dia lari meninggalkanku?

Apa semua janji manis itu... cuma omong kosong belaka saat masalah datang?

Pikiran-pikiran buruk itu menyerang Alena tanpa ampun. Rasa tidak aman itu kembali lagi, kali ini sepuluh kali lipat lebih menyakitkan.

 

💔 Ditinggalkan Tanpa Alasan

Hari berganti hari. Tiga hari. Lima hari. Satu minggu.

Sikap Adrian tidak berubah. Dia makin menjauh. Makin dingin. Makin tak tersentuh.

Di koridor kampus, jika mereka berpapasan, Adrian akan menundukkan pandangan atau menoleh ke arah lain, berjalan cepat melewati sisinya tanpa sedikit pun menoleh.

Tidak ada penjelasan. Tidak ada pesan singkat. Tidak ada "tunggu aku" atau "ini sementara ya".

Hanya ditinggalkan. Begitu saja.

Alena merasa seperti boneka yang sudah habis masa mainannya. Saat senang dia dipeluk, dibelai, dijanjikan segalanya. Tapi saat badai datang, saat ada risiko, dia langsung dibuang ke tong sampah tanpa rasa iba.

Teman-teman yang sudah menjauhinya makin percaya bahwa gosip itu benar.

"Lihat kan? Sekarang dia ditinggalin tuh."

"Siasat gagal kali ya."

"Udah dibilangin, main api pasti kepanasan. Sekarang dapat balasannya kan ditinggal sendirian."

Kata-kata itu semakin memperparah luka di hati Alena.

Malam itu, di kamarnya yang gelap gulita, Alena duduk bersandar di kepala ranjang. Dia memeluk lututnya erat-erat, tubuhnya gemetar hebat bukan karena dingin, tapi karena rasa sakit yang luar biasa.

Air mata sudah tidak ada lagi yang keluar, rasanya habis sudah air matanya tertumpah berhari-hari. Yang tersisa hanyalah rasa hampa dan pedih yang membeku di dada.

Dia menatap gelapnya kamar, membayangkan wajah Adrian yang dulu selalu tersenyum padanya, yang dulu selalu berjanji tidak akan pernah melepaskan tangannya.

Tapi kenyataannya... saat badai terbesar datang, pria itu justru melepaskan genggamannya dan berlari menjauh.

Dengan suara parau, lemah, dan penuh keputusasaan yang mendalam, Alena berbisik pada dirinya sendiri, pada malam yang kejam itu:

“Dia memilih pergi…”

"Maafkan aku yang terlalu bodoh berharap kau akan berbeda..."

1
jeakawa loving❤️
masih coba untuk membaca walau agak loncat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!