NovelToon NovelToon
Mereka Adalah Suamiku

Mereka Adalah Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Pena Wisa

⚠️ ***+ | Kisah Cinta segitiga

Valencia kehormatannya direnggut, hatinya terbelah.
Valencia hancur saat kehormatannya direnggut oleh Ansel—pria yang hadir diantara cinta Valencia dan Zyro,. Namun Zyro, kekasihnya yang sangat mencintainya, tetap ingin menerima apa adanya dan ingin menikahinya.

Keduanya mengaku mencintainya, keduanya tak ada mau mengalah. Perkelahian sengit pun terjadi, hingga di batas keputusasaan, Valentina harus melukai dirinya sendiri hanya agar mereka mau berhenti...

Melihat wanita yang mereka cintai terbaring penuh darah, akhirnya kedua pria itu mengambil keputusan berat: mereka berdua akan menikahi Valen dan berjanji menjaganya bersama-sama.

Dua pria, satu wanita.

Akankah cinta bisa menyatukan mereka, atau malah membawa pada kehancuran yang lebih dalam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Wisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ansel Ingin melamar Clara

Setelah semuanya selesai bersiap, mereka bertiga segera berangkat menggunakan mobil milik Zyro. Perjalanan itu terasa nyaman meski cukup jauh, namun suasana di dalam mobil terasa hangat dan akrab. Di tengah perjalanan, suara lembut Valencia terdengar memecah keheningan.

"Kita makan di mobil saja ya... Beli sarapan di McD's saja, tak perlu turun dari mobil" pinta Valencia dengan nada manja yang tak bisa ditolak.

Tanpa menunggu lama, mereka pun berhenti sebentar di restoran cepat saji itu dan memesan makanan lewat jalur pesan jalan, sehingga tidak perlu turun dari mobil sama sekali. Sepanjang perjalanan, Ansel dan Zyro bergantian menyetir dan bergantian makan agar perjalanan tetap aman dan lancar, sementara Valencia duduk santai di kursi belakang, menikmati sarapannya dengan tenang sambil sesekali mengobrol dengan kedua pria itu.

Tak terasa waktu berlalu, dan akhirnya mereka tiba di kawasan tempat kediaman Valencia berada. Saat mobil melaju masuk ke lingkungan itu, Zyro dan Ansel saling berpandangan dengan mata terbelalak karena takjub. Mereka sama sekali tidak menyangka bahwa Valencia ternyata adalah anak dari keluarga kaya raya. Rumah Valencia berdiri megah di tengah kawasan perumahan elit yang dijaga sangat ketat, pemandangan di sekitarnya terlihat mewah dan terawat dengan sangat baik. Sepertinya Valencia sudah sangat hafal dengan kebiasaan dan jadwal ayahnya, karena ia tahu persis bahwa saat ini seluruh anggota keluarga pasti sudah selesai sarapan bersama di dalam rumah.

Begitu mobil berhenti di depan pintu gerbang utama, seorang petugas keamanan segera mendekat dengan sigap untuk bertujuan menanyakan keperluan tamu yang datang. Namun, saat ia melihat sosok wanita yang duduk di kursi penumpang, wajahnya seketika berubah kaget dan terkejut.

"Nona Valen?!" seru petugas itu dengan nada tak percaya. "Anda pulang, Nona? Silakan masuk, silakan masuk... Tuan Darma masih ada di dalam, beliau belum berangkat ke kantor."

Gerbang besar itu pun segera terbuka lebar, dan mobil melaju masuk hingga berhenti tepat di depan beranda rumah yang sangat luas dan megah. Zyro dan Ansel turun dari mobil, diikuti oleh Valencia yang berjalan dengan anggun dan percaya diri menuju pintu utama.

"Ayo masuk," ajak Valencia singkat, lalu memimpin langkah mereka menuju ruang tamu yang luas dan mewah.

Setelah mempersilakan Zyro dan Ansel duduk di ruang tamu, Valencia berjalan sendiri menuju ruang makan yang berada di bagian dalam rumah. Di sana, seluruh anggota keluarga sedang duduk santai setelah selesai sarapan.

"Papa..." panggil Valencia lembut namun tegas.

Tuan Darma menoleh seketika, wajahnya tampak terkejut melihat kedatangan putrinya itu di pagi hari.

"Valen?!" serunya kaget.

"Tumben sekali kau mau pulang ke rumah, valen... Ada apa? Apa ada sesuatu yang kau butuhkan?" .Belum sempat Valencia menjawab, Renata—ibu tiri Valencia—segera angkat bicara dengan nada bicara yang terdengar manis namun ada nada menyindir di dalamnya. Valencia sama sekali tidak menggubris ucapan wanita itu, matanya tetap tertuju pada wajah ayahnya.

"Papa, bagaimana keadaan Papa? Apakah sehat dan baik-baik saja?" tanya Valencia dengan perhatian yang tulus.

"Ya, Papa sehat dan baik saja," jawab Tuan Darma lembut. "Kau sendiri bagaimana kabarmu, Valen?"

"Aku juga sehat dan baik-baik saja, Papa," jawab Valencia singkat namun sopan.

Di sisi lain, Clara dan Sania—anak-anak tiri yang sebaya dengan Valencia—duduk di kursi mereka sambil menatap Valencia dengan pandangan yang jelas-jelas tidak suka dan penuh kebencian. Valencia tetap tenang, duduk di ujung kursi tepat di hadapan ayahnya, seolah tidak peduli dengan tatapan tajam kedua saudarinya itu.

"Papa, maafkan aku kalau pagi-pagi sekali sudah datang ke sini dan mengganggu waktu Papa," kata Valencia memulai pembicaraan yang lebih serius.

 "Sebelum Papa berangkat ke kantor, apakah Papa punya waktu sebentar saja? Ada orang yang ingin aku perkenalkan kepada Papa... ."

Tuan Darma meletakkan gelas yang sedang dipegangnya di atas meja perlahan, matanya menatap putrinya dengan penuh tanda tanya.

"Oalah... Jadi begitukah maksud kedatanganmu, Valen?" seru Clara dengan nada mengejek sebelum ayahnya sempat menjawab.

"Kau ingin meminta restu, kan? Kau ingin menikah rupanya?" lanjut Sania.

"Baguslah kalau akhirnya ada orang yang mau menikahi mu," sambung Clara lagi dengan nada sinis yang tak kalah tajam.

"Berarti masih ada orang yang mau menanggung hidupmu dan segala sifatmu itu."

Sekali lagi, Valencia tidak menanggapi ejekan kedua saudarinya itu sedikitpun. Ia tetap tenang dan menatap ayahnya dengan pandangan yang mantap.

"Mereka ada di ruang tamu, Papa," kata Valencia lembut namun tegas.

Mendengar itu, Tuan Darma segera menggeser kursinya dan berdiri tegak, lalu berjalan menuju ruang tamu dengan langkah wibawanya. Diikuti oleh Renata, Clara, dan Sania di belakangnya, sementara Valencia berjalan paling akhir dari rombongan itu.

Sesampainya di ruang tamu, Tuan Darma menatap kedua pria yang duduk di sana, dan seketika wajahnya berubah menjadi sangat terkejut dan tak percaya. Ia langsung mengenali wajah Ansel dengan sangat jelas. Perusahaan miliknya selama ini menjalin kerja sama yang sangat besar dengan perusahaan milik Ansel—di mana Ansel adalah pemilik jaringan hotel besar dan ternama, sementara perusahaan milik Tuan Darma menjadi penyedia jasa transportasi utama untuk keperluan bisnis dan tamu-tamu hotel tersebut.

"Tuan Ansel?!" seru Tuan Darma kaget, matanya terbelalak takjub.

"Tuan Darma..." jawab Ansel tak kalah terkejutnya sambil berdiri dan tersenyum sopan, lalu menjabat tangan ayah Valencia dengan hormat. Dia tak menyangka pak Darma adalah ayah Valencia.

Setelah itu, pandangan Tuan Darma beralih ke arah Zyro yang duduk di sebelah Ansel. Wajahnya kembali memancarkan rasa kagum dan penghormatan yang tinggi.

"Hmm... Dan Anda pastilah Tuan Zyro," katanya mantap sambil mengulurkan tangan menyambut tangan Zyro.

"Saya selalu mengikuti setiap perlombaan dan pertandingan yang Anda ikuti, Tuan. Saya sangat kagum dengan bakat dan keahlian Anda."

"Terima kasih banyak, Tuan," jawab Zyro dengan sopan dan rendah hati.

"Silakan, silakan duduk kembali semuanya," kata Tuan Darma mempersilakan, lalu ia pun duduk di kursi utamanya.

Sementara itu, di belakangnya, Clara dan Sania hanya bisa melongo dengan mulut terbuka lebar karena tak percaya. Semalam saja, Clara bercerita panjang lebar kepada ayahnya bahwa ia sangat mengagumi Zyro dan berharap bisa dijodohkan dengan pria itu. Tuan Darma pun sempat berjanji akan berusaha menemui Zyro dan membicarakan kemungkinan itu, serta menawarkan putrinya untuk dinikahi oleh pembalap terkenal itu. Namun siapa sangka, saat ini kedua pria hebat dan ternama itu justru ada di sini, datang bersama Valencia—wanita yang selalu mereka anggap rendah dan tidak beruntung.

"Apakah kalian berdua teman valencia Valencia yang ingin menemui saya?" tanya Tuan Darma memastikan.

"Ya, Tuan... Kami berdua datang ke sini bersama Valencia," jawab Ansel mewakili mereka berdua dengan suara tegas dan wibawa.

Clara dan Sania berubah bahagia pikirannya yang mengira Valencia akan membawa kekasihnya, sirna sudah, mereka jadi berfikir zyro dan Ansel adalah teman valencia, yang ingin menemui mereka dan meminta Valencia untuk mengantarnya, begitu pula dengan pikiran Tuan darma dan Istrinya.

1
Ichka Francisca
ceritanya menarik
Pena Wisa: bantu dukungannya ya kak ini novel perdananku
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!