NovelToon NovelToon
Jebakan Hati Gadis Cupu

Jebakan Hati Gadis Cupu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Bad Boy
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: who i am?

Bagi Arlan, harga diri adalah segalanya. Namun, ketika sebuah kekalahan memaksanya memacari gadis paling "tak kasatmata" di sekolah, ia memulai permainan manipulasi yang paling berbahaya—tanpa sadar bahwa kepolosan adalah senjata yang paling mematikan bagi egonya.

Arlan tidak pernah kalah. Dengan wajah rupawan dan kekuasaan di tangannya, dia adalah "Tuhan" di SMA Nusantara. Hingga satu malam, sebuah taruhan konyol di meja biliar mengubah segalanya. Taruhannya sederhana: Taklukkan Lulu, si gadis kutu buku yang kuper, polos, dan selalu menunduk, lalu campakkan dia di malam perpisahan.
Bagi Arlan, ini hanyalah tugas mudah. Dia akan menggunakan pesonanya, melakukan love bombing, dan membuat Lulu bertekuk lutut. Namun, Lulu bukanlah lawan yang biasa. Kepolosan Lulu yang keterlaluan membuat semua taktik manipulasi Arlan mental. Saat Arlan mencoba menyakitinya, Lulu justru membalas dengan ketulusan yang menampar ego narsistiknya.
Siapakah yang akan hancur lebih dulu? Arlan dengan egonya, ata

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon who i am?, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6: permintaan maaf sang predator

Suasana di kamar mandi pesta itu terasa pengap. Lulu berdiri di depan cermin, menatap pantulan dirinya yang hancur. Maskara hitam yang tadi dipakaikan dengan tebal kini luntur, membentuk garis-garis gelap di pipinya yang pucat karena air mata. Lipstik merah menyala itu kini berlepotan. Ia terlihat berantakan, persis seperti yang direncanakan Arlan.

"Kenapa aku bodoh banget..." bisik Lulu pada dirinya sendiri. Suaranya bergetar di sela isak tangisnya.

Lulu mengambil tisu, mencoba menghapus riasan itu, namun justru membuatnya semakin berantakan. Ia merasa sangat kecil. Ia merasa telah mempermalukan Arlan di depan teman-temannya yang hebat. Dalam pikiran polosnya, bukan Arlan yang jahat karena menjadikannya lelucon, tapi dirinyalah yang gagal menjadi "cantik" untuk Arlan.

Tiba-tiba, pintu kamar mandi diketuk pelan.

"Lu? Kamu di dalam?"

Itu suara Arlan. Suara yang tadinya Lulu anggap sebagai melodi indah, kini terdengar seperti ancaman yang dibalut kelembutan. Lulu segera menghapus air matanya dengan kasar.

"I-iya, Arlan. Aku segera keluar," sahut Lulu sambil mencoba merapikan gaun merah yang terasa sangat menyesakkan itu.

Saat Lulu membuka pintu, Arlan berdiri di sana dengan wajah yang tampak sangat... menyesal. Sebuah akting yang sudah ia siapkan sejak di meja pesta tadi. Begitu melihat wajah berantakan Lulu, Arlan langsung menarik gadis itu ke dalam pelukannya.

"Ya Tuhan, Lu... maafin aku," bisik Arlan sambil mengusap punggung Lulu.

Lulu tertegun. Ia yang tadinya ingin marah atau bertanya kenapa Arlan diam saja saat ia dihina, tiba-tiba merasa luluh hanya dengan satu pelukan. "Aku... aku malu, Arlan. Mereka ngetawain aku."

Arlan melepaskan pelukannya, lalu memegang kedua bahu Lulu. Ia menatap mata Lulu dengan ekspresi yang sangat intens—taktik gaslighting mulai dilancarkan.

"Aku nggak tahu kalau temen-temen aku bakal sejahat itu, Lu. Aku tadi diem karena aku kaget. Aku kecewa banget sama mereka," bohong Arlan tanpa berkedip. "Tapi kamu tahu nggak yang paling bikin aku sedih? Kamu langsung lari. Kamu ninggalin aku sendirian di sana buat ngadepin mulut pedas mereka. Aku ngerasa kamu nggak percaya sama aku."

Lulu tersentak. Fokusnya beralih. "Maaf... maafin aku, Arlan. Aku nggak bermaksud ninggalin kamu. Aku cuma nggak tahan..."

"Aku ngelakuin ini semua karena aku pengen kamu keluar dari zona nyaman kamu, Lu. Aku pengen dunia tahu kalau cewek yang aku cinta itu berani tampil beda," Arlan menghela napas panjang, berpura-pura terluka. "Tapi kalau kamu ngerasa aku salah... ya sudah. Mungkin emang bener kata Reno, aku terlalu ambisius buat banggain kamu."

Lulu merasa sangat bersalah. Ia merasa telah menyakiti hati Arlan yang "tulus". "Enggak, Arlan! Kamu nggak salah. Aku yang terlalu baperan. Makasih ya udah mau belain aku... meskipun aku berantakan begini."

Arlan tersenyum miring, sebuah senyum yang tidak terlihat oleh Lulu yang sedang menunduk. Gampang banget, batin Arlan.

"Ya sudah, kita pulang sekarang ya? Aku nggak mau kamu makin sedih di sini," ajak Arlan.

Di dalam mobil, suasana sangat hening. Arlan sengaja tidak menyalakan musik, memberikan kesan bahwa ia sedang "marah" namun mencoba bersabar. Lulu berkali-kali melirik Arlan dengan perasaan tidak enak.

"Arlan... kamu masih marah?" tanya Lulu pelan.

Arlan tidak menjawab. Ia tetap fokus menyetir dengan satu tangan, sementara tangan satunya memegang kemudi dengan kencang hingga buku jarinya memutih—sengaja menunjukkan ketegangan palsu.

"Arlan, maafin aku ya..." Lulu memberanikan diri menyentuh lengan Arlan.

Arlan akhirnya menoleh sedikit, lalu menghela napas seolah ia adalah orang paling sabar di dunia. "Aku nggak marah, Lu. Aku cuma capek. Aku udah keluarin banyak uang buat baju dan dandan kamu, aku udah berantem sama Shinta tadi pas kamu di toilet... tapi kamunya malah kayak gini."

(Kenyataannya: Arlan justru tertawa bersama Shinta dan mendapatkan uang taruhan tambahan karena Lulu benar-benar menangis).

"Aku bakal ganti uangnya, Arlan. Aku bakal tabung uang saku aku," ucap Lulu dengan sungguh-sungguh.

Arlan tertawa kecil, kali ini tawa yang merendahkan. "Uang sakumu setahun pun nggak bakal cukup buat bayar gaun itu, Lu. Tapi ya sudah, aku nggak butuh uangnya. Aku cuma butuh kamu nurut sama aku. Bisa?"

"Bisa, Arlan. Apa aja asal kamu nggak marah lagi," jawab Lulu tanpa tahu ia baru saja menyerahkan lehernya ke pisau jagal.

Sesampainya di depan gang rumah Lulu, Arlan tidak turun untuk membukakan pintu seperti biasanya. Ia hanya diam menatap ke depan.

"Besok jam tujuh pagi aku jemput. Ada acara kumpul geng lagi di kafe biasa. Kamu harus pake baju yang aku pilihin semalam, tapi kali ini... jangan pake kacamata itu," perintah Arlan dingin.

Lulu terbelalak. "T-tapi kalau nggak pake kacamata, aku nggak bisa liat jelas, Arlan. Mataku minusnya tinggi."

Arlan menoleh dengan tatapan tajam yang membuat Lulu menciut. "Kamu cantik kalau nggak pake kacamata, Lu. Apa kamu mau bikin aku malu lagi besok karena pacar aku kelihatan kayak nenek-nenek kutu buku? Pilih: kacamata itu atau aku?"

Pertanyaan itu adalah puncak manipulasi. Arlan memaksa Lulu memilih antara kebutuhan fisiknya atau "cinta"-nya.

Lulu menelan ludah, air matanya hampir jatuh lagi. Ia sangat takut kehilangan Arlan, satu-satunya orang yang memberinya perhatian luar biasa (menurut versinya). "Oke... besok aku nggak pake kacamata."

"Pinter," Arlan mengusap kepala Lulu dengan kasar, lebih seperti mengelus anjing peliharaan daripada seorang kekasih. "Sekarang masuk. Tidur. Jangan lupa cuci muka, riasan kamu bener-bener bikin mual kalau diliat lama-lama."

Lulu turun dari mobil dengan hati yang hancur berkeping-keping. Ia berjalan masuk ke gang gelap menuju rumahnya, meraba-raba dinding karena matanya buram oleh air mata dan minus yang tinggi.

Sementara itu, Arlan langsung mengambil ponselnya begitu Lulu menghilang. Ia menelepon Reno.

"Halo, Ren? Besok bawa kamera yang paling bagus. Si 'Buta' bakal dateng ke kafe tanpa kacamata. Kita bakal liat dia nabrak kursi atau salah duduk di pangkuan orang lain. Bakal jadi konten paling epik!"

Arlan tertawa terbahak-bahak, suara tawanya membelah kesunyian malam, sangat kontras dengan isak tangis Lulu di dalam kamarnya yang mulai mencatat di buku harian: Arlan marah karena aku nggak cukup baik buat dia. Aku harus berubah. Aku harus dengerin dia biar dia nggak pergi.

1
Valent Theashef
mreka bakal ketemu lagi tp entah brp th..
lily
cerita yang menarik semoga sampai tamat
Valent Theashef
bgus,liat coba end ny apakh mreka brsma ???
Siska Dores
😍
Valent Theashef
penuh tantangan suka deh film novel kyk gni,
Dewi Yanti
ko ada cowo ky reno yg jahat bgt
Siska Dores
next kak
Siska Dores
lanjutt kak
Siska Dores
next kak
Siska Dores
greget bngt
Siska Dores
next kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!