NovelToon NovelToon
Tahta Darah Sembilan Cakrawala 2

Tahta Darah Sembilan Cakrawala 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Baldy

(SEASON 2)

Dengan Inti Emas Iblis di Dantian-nya, Shen Yuan kini meninggalkan benua kelahirannya. Ia melangkah menembus Gerbang Lintas Benua menuju jantung peradaban Sembilan Cakrawala, siap membawa badai darah mematikan bagi para dewa palsu yang pernah merenggut segalanya darinya. Perburuan yang sesungguhnya baru saja dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jaring Pemburu Terbalik

Malam di lembah batu kapur Wilayah Besi Berdarah seolah memanjang tanpa akhir. Awan kelabu yang menutupi langit Alam Spiritual meneteskan rintik-rintik hujan yang terasa sedingin jarum es, menciptakan kabut tipis yang merayap di sela-sela susunan bebatuan.

Pasukan Anjing Perak dari Kuil Dewa Perak terkenal sebagai kawanan pemburu yang tidak pernah melepaskan mangsanya. Mereka dilatih untuk membunuh tanpa emosi, bergerak tanpa suara, dan melacak sekecil apa pun riak hawa murni.

Namun malam ini, di tengah labirin batu kapur tersebut, justru merekalah yang sedang diburu.

Di sebuah ceruk tebing yang gelap, dua regu Pasukan Anjing Perak—berjumlah sepuluh orang ahli Peleburan Jiwa Tahap Menengah—bergabung setelah kehilangan kontak dengan regu pelopor pertama.

"Ketua regu satu tidak merespons Lempengan Pesan Jiwa," bisik salah satu algojo, matanya yang tajam menyapu kabut di sekitar mereka. "Aura mereka lenyap begitu saja di kawasan utara lembah ini. Apakah pemuda itu memiliki pusaka pembelah ruang untuk melarikan diri?"

Pemimpin regu gabungan ini, seorang pria dengan mata sedingin ular, menggeleng pelan. "Tidak ada riak ruang. Dia masih di sini. Tetap rapatkan barisan. Jika dia bisa menghabisi lima orang tanpa memicu ledakan hawa murni, dia pasti ahli dalam penyergapan dan tipu muslihat. Jangan terpisah lebih dari dua tombak!"

Tap... Tap... Tap...

Suara langkah kaki yang sangat pelan dan teratur tiba-tiba terdengar dari arah kabut tebal di depan mereka. Bukan langkah kaki yang mengendap-endap, melainkan langkah santai seseorang yang sedang menikmati jalan-jalan malam.

Sepuluh algojo itu serentak menghunus senjata pusaka mereka. Rantai Segel Perak dan pedang kembar memantulkan cahaya pucat.

"Siapa di sana?! Tunjukkan wujudmu!" bentak sang pemimpin regu.

"Kalian datang memburuku, tapi kalian bahkan tidak mengenali langkah kakiku?"

Dari balik tirai kabut, sosok Shen Yuan muncul. Jubah hitamnya menyatu dengan kegelapan, namun sepasang matanya memancarkan kilatan merah darah yang membuat sepuluh ahli Peleburan Jiwa itu secara naluriah menahan napas.

Di tangan kanannya, ia menyeret Pecahan Gigi Naga. Pedang purbakala yang karatnya telah terkelupas itu memancarkan dengungan halus yang haus darah. Urat-urat perak kebiruan di sepanjang bilah hitamnya berkedip seirama dengan detak jantung sang Iblis.

"Itu dia! Sasaran utama!" teriak sang pemimpin regu, matanya membelalak. "Jangan beri dia kesempatan menggunakan bayangan semu! Lepaskan Alam Jiwa secara serentak!"

Sepuluh ahli Peleburan Jiwa tidak berani meremehkan Shen Yuan. Mereka langsung membakar hawa murni mereka, berniat menimpa pemuda itu dengan tekanan sepuluh Alam Jiwa sekaligus. Jika ini terjadi di alam fana, sepuluh Alam Jiwa gabungan cukup untuk meretakkan sebuah benua kecil.

Namun, sebelum cahaya dari Alam Jiwa mereka sempat mekar...

Shen Yuan hanya tersenyum tipis. "Tipu muslihat? Kalian terlalu membesarkan diri."

Sutra Penelan Surga: Neraka Penelanan Langit!

Dunia di sekitar sepuluh algojo itu mendadak padam. Cahaya, suara, dan bahkan rintik hujan menghilang seketika. Sebuah kubah kegelapan mutlak meledak dari tubuh Shen Yuan, menelan lingkup seratus tombak dalam sekejap mata.

Alam Jiwa milik para algojo yang baru saja mekar langsung bertabrakan dengan kegelapan tersebut, lalu hancur berkeping-keping seolah ditelan oleh mulut makhluk raksasa.

"A-Awaaas! Ruang ini menghisap hawa murni!" jerit salah satu algojo di dalam kegelapan yang membutakan itu.

Di dalam Neraka Penelanan Langit, Shen Yuan adalah dewa kematian yang sesungguhnya. Ia tidak perlu lagi memancarkan Rantai Hantu untuk mengikat mereka.

"Makan malam kalian." Shen Yuan melepaskan genggamannya dari Pecahan Gigi Naga.

Pedang hitam bersisik naga itu tidak jatuh ke tanah. Ia melayang di udara! Roh Pedang yang baru lahir di dalamnya mendengung liar, menyatu dengan kehendak membunuh tuannya. Tanpa perlu dipegang, pedang itu melesat membelah kegelapan bagaikan kilatan petir hitam!

Craaaak! Sraaaassshhh!

"Aaaaaarrrghhh!"

Tebasan pertama membelah tiga algojo sekaligus. Bilah pedang pusaka kuno itu tidak hanya memotong daging, tetapi Roh Pedang di dalamnya membuka "rahangnya" yang tak kasat mata, menyedot esensi darah dan wujud jiwa ketiga algojo itu tepat saat mata pedang melewati tubuh mereka!

Ketiga tubuh itu mengering menjadi kerangka layu sebelum menyentuh tanah, sementara Pecahan Gigi Naga memancarkan cahaya yang semakin terang, menyalurkan energi murni yang disaringnya langsung ke dalam Lautan Qi Shen Yuan.

"Gila! Pedang itu hidup! Pedang itu memakan jiwa!" Pemimpin regu menebas udara dengan putus asa, mencoba mencari arah serangan.

Namun Shen Yuan sudah berada tepat di belakangnya. Tangan Shen Yuan yang berlapis emas gelap menembus dada sang pemimpin dari belakang, langsung mencengkeram wujud jiwanya!

"Sembilan," bisik Shen Yuan sedingin es.

Hanya dalam sepuluh tarikan napas, Neraka Penelanan Langit ditarik kembali. Kegelapan memudar, mengembalikan rintik hujan ke lembah tersebut.

Shen Yuan berdiri dengan tenang. Di sekelilingnya, sepuluh kerangka layu berserakan. Pecahan Gigi Naga melayang kembali dan menempel dengan patuh di telapak tangan kanannya, berdengung manja seolah meminta lebih banyak darah.

"Luar biasa," gumam Shen Yuan, merasakan aliran hawa murni yang sangat padat mengalir dari pedangnya ke dalam Dantian-nya. "Roh Pedang ini bertindak sebagai penyaring dan mulut keduaku. Menggunakan pedang ini jauh lebih cepat daripada menggunakan tanganku sendiri."

"Tentu saja, Bocah," kekeh Leluhur Darah. "Pusaka Jiwa yang memiliki rohnya sendiri adalah mitra tempur yang hidup. Dan dengan sepuluh ahli Peleburan Jiwa Tahap Menengah yang baru saja kau telan... Dantian-mu sudah mencapai titik didihnya, bukan?"

Shen Yuan memejamkan matanya. Benar saja, Inti Emas Iblis di dalam perutnya berdenyut dengan irama yang sangat keras. Lautan cairan spiritualnya bergejolak ganas, siap untuk merobek batas kultivasinya.

"Masih ada satu rombongan lagi," Shen Yuan membuka matanya yang menyala. Kesadaran spiritualnya yang kini sangat luas menangkap satu aura yang jauh lebih kuat dari yang lain, bergerak cepat menuju posisinya karena terpancing oleh riak Neraka Penelanan Langit barusan.

"Satu ahli di Tahap Akhir Peleburan Jiwa. Panglima dari anjing-anjing ini," senyum Shen Yuan melebar. "Tumbal yang sempurna untuk mendobrak gerbang."

Hanya selang beberapa menit, sebuah bayangan perak melesat menembus hujan dan mendarat dengan keras di atas sebuah batu karang raksasa yang menghadap langsung ke arah Shen Yuan.

Pria itu mengenakan zirah perak yang jauh lebih mewah dari para algojo biasa, dengan topeng yang menutupi seluruh wajahnya kecuali sepasang mata yang memancarkan kilatan petir. Ia adalah Xue Ming, Panglima Pasukan Anjing Perak yang ditugaskan ke wilayah ini. Ia berada di Ranah Peleburan Jiwa Tahap Akhir!

Mata Xue Ming menyapu lembah di bawahnya, menatap tumpukan lima belas kerangka layu yang mengenakan zirah pasukannya. Urat di lehernya menonjol, dan hawa murni Tahap Akhirnya meledak, menekan udara hingga rintik hujan di sekitarnya menguap menjadi kabut panas.

"Iblis... kau benar-benar iblis yang harus dimusnahkan oleh Sembilan Cakrawala," raung Xue Ming, mencabut sebuah tombak perak bergerigi dari punggungnya. "Menelan jiwa pendekar adalah ilmu tabu yang paling dikutuk oleh Kuil Dewa Perak! Hari ini, aku akan membelah dadamu dan membakar jiwamu dengan Api Suci!"

"Membakar jiwaku?" Shen Yuan menyarungkan kembali Pecahan Gigi Naga ke punggungnya. Ia merentangkan kedua tangannya lebar-lebar, membiarkan dadanya terbuka seolah menyambut serangan sang Panglima.

"Majulah, Panglima. Hawa murniku sedang meronta mencari pelampiasan. Gunakan seluruh kekuatanmu, atau kau hanya akan menjadi debu layaknya bawahanmu."

Hinaan yang begitu merendahkan dari seorang pemuda di Tahap Awal membuat Xue Ming kehilangan akal sehatnya.

"Alam Jiwa: Penjara Seribu Tombak Perak!"

Xue Ming tidak menahan diri. Ia langsung melepaskan Alam Jiwa pamungkasnya! Dunia di sekitar Shen Yuan berubah menjadi ruang perak yang dipenuhi oleh ribuan tombak bergerigi semu yang siap mencabik-cabik daging dan jiwanya. Tekanan dari Tahap Akhir ini puluhan kali lipat lebih kuat dari serangan algojo biasa.

"Mati kau!" Xue Ming melesat ke depan, menyatu dengan ribuan tombak semu tersebut, mengarahkan tombak aslinya lurus ke jantung Shen Yuan.

Di dalam Alam Jiwa milik musuh, Shen Yuan ditekan dari segala arah. Namun, ia tidak menggunakan Neraka Penelanan Langit untuk melawannya.

Di saat tombak Xue Ming berjarak satu jengkal dari dadanya, Dantian Shen Yuan meledak!

Bummmmm!

Shen Yuan memaksakan pelepasan tekanan yang selama ini ia tahan! Hawa murni dari belasan ahli Tahap Menengah yang baru ia serap dilepaskan secara serentak ke arah dinding Dantian-nya, menciptakan sebuah ledakan terobosan kultivasi tepat di tengah pertarungan!

"HANCUR!"

Gelombang kejut dari terobosan Shen Yuan—dari Tahap Awal menuju Tahap Menengah Peleburan Jiwa—meledak keluar dari tubuhnya bagaikan ledakan semesta!

Hawa murni merah kehitaman yang sepuluh kali lipat lebih tebal dan mengerikan dari sebelumnya menyapu Alam Jiwa milik Xue Ming. Ribuan tombak semu itu retak dan pecah berkeping-keping hanya karena berbenturan dengan gelombang aura terobosan sang Iblis!

"A-Apa yang—?! Kau menerobos ranah saat bertarung?!" Xue Ming membelalakkan matanya, serangannya tertahan di udara oleh dinding hawa murni yang luar biasa padat.

Ranah Peleburan Jiwa Tahap Menengah!

Shen Yuan membuka matanya yang kini memancarkan kilau emas gelap di pupilnya. Kekuatannya telah melonjak hingga ke titik di mana tekanan Alam Jiwa musuh tak lebih dari sekadar angin sepoi-sepoi baginya.

Shen Yuan mengangkat tangan kirinya, dengan mudah menangkap ujung tombak Xue Ming dengan dua jari!

Traanggg!

"Hanya segini kekuatan Tahap Akhir alam atas?" bisik Shen Yuan sedingin maut.

Shen Yuan menjentikkan jarinya, mematahkan ujung tombak pusaka itu. Di detik yang sama, ia mengangkat tangan kanannya.

Sutra Penelan Surga, Putaran Rantai Hantu!

Rantai merah kehitaman yang kini setebal lengan orang dewasa melesat, melilit tubuh Xue Ming sebelum panglima itu sempat memikirkan kata mundur.

"T-Tidaaaak! Hawa murniku...!" Xue Ming menjerit saat pusaran mutlak mulai menyedot esensi Tahap Akhirnya.

"Esensimu adalah batu pijakanku untuk mengokohkan ranah baruku," ucap Shen Yuan tanpa belas kasihan.

Ia membiarkan Rantai Hantu menghisap Xue Ming hingga mengering. Panglima pilihan dari kubu raksasa itu meronta-ronta di udara, namun fondasinya dihancurkan dengan cepat, diubah menjadi aliran energi yang mengalir masuk ke dalam Dantian Shen Yuan, menstabilkan Ranah Tahap Menengahnya hingga sekeras gunung karang.

Saat mayat Xue Ming jatuh berdebum ke atas batu kapur, lembah itu kembali hening.

Tiga regu Pasukan Anjing Perak, beserta panglima mereka, telah musnah tanpa sisa dalam waktu kurang dari sebatang dupa.

Shen Yuan berdiri dengan tegak, auranya kini memancarkan dominasi yang sanggup meruntuhkan gunung. Ia menunduk, merobek topeng perak dari wajah mayat Xue Ming. Dengan menggunakan darah dari panglima itu, Shen Yuan menuliskan sederet aksara besar di atas sebuah tebing batu kapur yang paling tinggi di lembah tersebut.

"PELINDUNG BINTANG DUA, ANJING-ANJINGMU TERLALU LEMAH UNTUK MENGGIGIT. TUNGGU AKU DI PUNCAK GUNUNG PILAR LANGIT."

Ia menancapkan tombak Xue Ming yang patah tepat di bawah tulisan darah tersebut.

Shen Yuan berbalik, jubah hitamnya berkibar menembus malam. Perburuannya di pinggiran Wilayah Besi Berdarah telah selesai. Saatnya sang Iblis Penelan Surga menginjakkan kakinya di jantung Benua Selatan, menguji taringnya melawan para penguasa tertinggi yang sesungguhnya.

1
black swan
...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!