NovelToon NovelToon
Gadis SMA Milik Sang Duda

Gadis SMA Milik Sang Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Vava olive

Seorang gadis sma yang berpura-pura sudah kuliah dan mengajar les kini terjebak dalam sebuah hubungan yang membuat hidupnya berubah menjadi nyonya besar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vava olive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Kini nadia tengah menikmati makan siang nya di jam istirahat sekolah,

Kedua asik menyantap soto ayam yang dijual murah di kantin sekolah.

"Hmm bagaimana dengan pekerjaanmu.." ucap mikayla terdengar dengan volume sedikit keras.

"Husss..pelan-pelan,nanti ada yang denger.." ucap nadia sembari meraih gelas berisi ice jeruk.

"Oh iyaaa aku lupa.." kini nadanya terdengar berbisik.

"Gimana soal pekerjaanmu?.."

"Apa sesuai yang kamu inginkan.." nadia hanya mengangguk.

"Pak saga orang yang sangat baik.."

"Pak?.."

"Kamu memanggilnya dengan sebutan pak.."

"Astaga nadia,dia masih sangat muda,tapi ga terlalu muda juga.."

"Kenapa ga kamu panggil om saja,biasanya orang seusia dia sangat suka di panggil om.."

Uhuk uhuk uhuk

Buru-buru nadia mengambil air mineral yang masih tersegel dan meneguknya dengan cepat.

Mendengar ucapan mikayla seperti itu mengingatkan kejadian yang ia lihat beberapa hari yang lalu.

Nadia menyunggingkan bibirnya sedikit,ingin sekali rasanya ia mengintrogasi temannya itu,tapi karna banyaknya hal-hal yang di fikirkan maka ia urungkan niat itu.

Ia memilih berpura-pura tak melihat.

"Om.."

"Seorang pria berwibawa seperti itu belum pantas di panggil om.."

"Eh atau mungkin aku yang tidak terbiasa.."

"Hahahaha.."

"Hmm..terserah deh"

"Jadi gimana?"

"Lanjut cerita.."

"Mmm.." nadia meletakkan sendoknya.

"Dia orang yang sangat hangat,memang beberapa hari aku mengajar anaknya baru dua kali papasan dia dirumahnya.."

"Dia sangat sayang sama anaknya,dan anaknya pun pintar.."

"Hmm awas nanti kecantol!.."

"Huweeekkk seleraku bukan seperti om-om yang kamu bilang tadi mik.."

"Aneh aja.."

"Tapi siapa yang tau.."

"Bentar lagi masuk kelas nih.."

"Oiyaa..kayanya vino tertarik deh sama kamu.."

"Kemarin aku dengar dari beberapa anak di kelas sebelah membicarakanmu.."

"Hmm..dia terlalu jadi primadona di sekolahan kita.."

"Bakal banyak yang ga suka sama aku kalau aku ladenin.."

"Iyaa juga si..yaampun,dia datang nad.." ucap nadia sedikit menundukkan kepala untuk bersembunyi agar vino tidak melihat dirinya bersama nadia.

Berbeda dengan mikayla,justru nadia mencari.

"Dimana.."

"Yee jangan nengok belakang.."

"Ah di bilangin jangan melihat kebelakang.." ucap mikayla merasakan kebodohan temannya itu.

"Hai mik,hai nad.."

"Oh hai..aku mau bayar dulu.."

Ucap mikayla bangkit dari kursinya.

Bersamaan dengan bel yang berbunyi,mikayla kembali menghampiri nadia dan vino yang tengah mengobrol,

Dari gerak-geriknya nampak baru saja nadia memberikan nomor ponselnya kepada vino.

"Udah jam masuk kelas nih,yuk kekelas.." ajak mikayla.

"Bentar aku mau bayar dulu.."

"Udah aku bayarin nad.."

"Kok?.."

"Iiihh aku habis berapa,biar aku ganti.." pinta nadia.

Beberapa hari ini memang mikayla sering sekali membayarkan makan siang milik nadia,

Tapi karna kejadian itu nadia jadi berfikir dari mana asal uang milik mikayla.

"Baru di transfer sama ayah.." ucap mikayla memperlihatkan saldo aplikasi Dana miliknya yang berisi riwayat uang masuk dari nama ayahnya.

Nadia pun menganggukkan kepalanya.

"Kapan-kapan gantian aku yang bayar.." ucap nadia.

"Vin..kita duluan ya.." ucap nadia yang sudah di tarik oleh mikayla.

"nad.."

"Lihat deh seisi kantin ngliatin kamu.."

"Kamu baru saja ngasih nomor kamu kan ke vino?.." ucap mikayla dengan jalan buru-buru.

"Udah sampe depan kelas kamu..kita ngobrolnya nanti lagi aja..bye.."

Nadia pun kini berjalan menuju kelasnya yang hanya berjarak beberapa meter saja,

Sesekali ia menyapa teman-temannya yang baru masuk kelas dari arah yang berbeda.

"Yeee kelas kita ga ada gurunya.."

"Jam kosong.."

Teriak salah satu murid yang baru saja dari ruang guru.

Meskipun jam kosong dan tinggal satu mata pelajaran,kelas mereka tidak di perbolehkan untuk pulang,tetap harus menunggu kelas lain.

Sebagian dari anak-anak yang lain berkumpul untuk bermain game,ada yang hanya duduk-duduk saja di depan kelas meledak murid kelas lain.

Nadia pun begitu,ia memilih mengobrol dengan teman sebangku yanh kemudian di hampiri teman yang lain.

"Nad..pinjam ponsel dong.."

"Aku lupa bawa,mau ngabarin mama minya di jemput.." ucap sinta yang tengah memperhatikan nadia begitu serius main hp

"Kita searah kan sin..bareng aja.." ajak nadia.

"Mmm aku udah ada janji sama mama mau pergi.."

"Ohh baiklah..ini.." nadia pun menyerahkan ponsel miliknya tanpa rasa ragu.

"Kamu nih sibuk banget dari tadi chating sama siapa si.." ucap sinta tapi ia tidak berniat untuk membaca pesan milik nadia.

Namun ketika ia sedang menunggu balasan dari mamanya ponsel nadia kembali bergetar,buru-buru ia membuka pesan tersebut dan yang terjadi adalah.

"Saga..nanti aku jemput.."

"Saga.."

"Saga siapa nad.."

"Waahh kayanya nadia udah punya cowok nih guys..mau di jemput katanya.."

"Aaaa..jangan dibuka.." teriak nadia.

"Uda kepencet maaf,aku kira balasan pesan dari mama.."

"Jadi siapa saga,cerita sama kita dong.."

"Bukan siapa-siapa,dia cuma.."

"Mmm pokonya bukan siapa-siapa.." nadia kembali merebut ponselnya.

"Nanti kalau mama kamu bales aku bilang kok.."

Sinta pun mulai iseng,ia melirik kedua temannya dan mencoba memaksa mengambil kembali ponsel nadia.

Membaca niat jelek temannya itu,buru-buru nadia mematikan layar ponsel hpnya yang otomatis langsung terkunci.

"Yahh,,kelamaan si kamu.." gerutu sinta kepada temannya.

"Ok gini aja..kita tunggu sampai saga-saga itu dateng buat jemput nadia.."

"Setuju.."

"Jangan begitu dong..dia bukan siapa-siapa aku kok,dia cuma om aku.."

"Aku di minta buat ngajarin anaknya membaca lohh.."

"Lagian dia jemputnya juga di rumah.."

"Kok namanya saga gitu aja,ga pake om.."

"Oh waktu itu aku juga dapet nomornya kiriman..yang dikontaknya hanya nama saga.."

"Jadi aku tinggal save aja.."

Kriinnggg kriiinngg kriinggg..

Beberapa saat kemudian Bel sekolah pun kembali berbunyi menandakan jam pulang sekolah,

Nadia yang memang hari adalah jatahnya mengajar dengan buru-buru mengendarai motornya untuk pulang.

"Maa aku mau belajar bareng ya di rumah mikayla.."

Teriak nadia yang kini tengah siap dengan tas selempangnya yang menampung beberapa buku dan alat tulis.

"Lain kali kalau pulangnya malem-malem,nginep sekalian aja nad.."

"Bahaya anak gadis pulang sendiri.." ucap mamanya menasehati.

"Menginap?.. ah enggalah.aku ga enak sama ayahnya mikayla.."

"Udah ya aku jalan dulu.."

"Kok jalan kaki?"

"Iyaa nanti di jemput mikayla di depan.." nadia berbohong kepada mamanya.

Dengan beralasan bahwa saga tengah berada di daerah dekat rumahnya ia menawarkan diri untuk menjemput nadia.

Dibawah teriknya matahari sore Didalam mobil terasa sangat dingin,

Di tambah lagi nadia yang baru saja mandi,sedikit tercium bau sabun meskipun ia sudah memakai parfum.

"Hmm.."

"Apa kamu baru saja mandi?"

"Ahh tadi di se mm maksudku tadi dikampus panas banget jadi karna masih ada waktu aku menyempatkan untuk mandi sebentar.."

"Apa baunya mengganggu.." ucap nadia sembari mencium bau dari bajunya.

"Tidak,aku suka bau sabun.." ucap saga asal.

Ditengah perjalanan ia baru teringat bagaimana caranya nanti ia pulang.

"Ahh seharusnya aku berangkat sendiri saja.." bathin nadia mengutuki kecerobohannya sendiri.

Ciiittt

Derit suara ban yang bergesekan dengan lantai besmen karna rem pun terdengar,kini mobil telah sampai dirumah mewah milik saga di tengah-tengah kota.

Rumah dengan 4 lantai dan satu besmen.

Sudah ada lift yang menghubungkan setiap lantai bahkan dari besmen.

"Aldo sepertinya sudah di kamarnya.."

"Masuk lah dahulu aku akan memanggilkan mbak untuk membuatkan cemilan.."

"Baik pak.."

Nadia pun mengetuk kamar aldo dan membukanya perlahan,

Disudut kamar yang luas nampak seorang anak laki-laki tengah tertidur di dalam tenda kecil.

"gemas sekali.." bathin nadia.

Cukup lama ia memandang wajah aldo,ia melirik memutari seisi kamar yang berantakan,

Ia pun merapikan ketempat semula,sembari menunggu aldo bangun dari tidurnya.

"Non..ini cemilan dan makanannya.."

Seorang art datang membawakan segelas es sirup berwarna merah juga beberapa cemilan.

"Makasih bii.."

"Tapi.." tangan nadia memperlihatkan aldo yang tengah tertidur

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!