NovelToon NovelToon
God Emperor Zhao Xuan

God Emperor Zhao Xuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Mengubah Takdir / Perperangan
Popularitas:23.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah meninggalkan Planet Vermilion, Zhao Xuan, Long Chen & Gu Tianxue menginjakkan kaki di Planet Shenzue sebuah dunia yang menjadi pusat dari Tiga Puluh Tiga alam Immortal Kuno.

Planet Shenzue terbagi menjadi Empat Benua Utama (Timur, Barat, Selatan, dan Utara) yang dikuasai oleh berbagai sekte tingkat puncak, klan kuno, dan kekaisaran raksasa. Lautan Shenzue yang tak berujung dikuasai oleh Ras Laut yang arogan dan tertutup, dipimpin oleh Kaisar Laut dan para keturunan naga airnya. Permusuhan antara kultivator daratan yang serakah dan Ras Laut yang kejam telah berlangsung selama ribuan tahun, menciptakan batas wilayah yang dipenuhi peperangan dan intrik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Reuni Iblis

Benua Utara Planet Shenzue bukanlah tempat bagi mereka yang berhati lemah. Udara di sini tidak sekadar dingin; ia membawa Hukum Pembekuan Tulang alami yang bisa membuat aliran Qi seorang kultivator ranah Ascendant berhenti berdetak dalam hitungan jam jika mereka tidak memiliki formasi pelindung.

Kapal Bayangan Naga perlahan membelah lautan es, berlabuh di sebuah pelabuhan raksasa yang diapit oleh dua tebing es setinggi ribuan tombak.

Pelabuhan Tulang Beku.

Sesuai namanya, dermaga ini dibangun di atas tumpukan bangkai Binatang Buas es raksasa. Para kultivator yang berlalu lalang mengenakan mantel bulu dari beruang spiritual atau rubah es tingkat tinggi. Napas mereka mengepulkan asap putih tebal di udara.

"Hachih!"

Suara bersin yang memekakkan telinga terdengar dari geladak kapal. Long Chen menggosok hidungnya yang memerah. Meskipun fisiknya luar biasa kuat, elemen dasar Naga Leluhurnya adalah Yang dan Api murni. Hawa dingin ekstrem ini membuatnya merasa seperti sedang direbus di dalam panci es.

"Tempat sialan macam apa ini?!" keluh Long Chen sambil merapatkan jubah peraknya yang berlapis sisik. "Bahkan apiku terasa malas untuk keluar! Gagak Malam, bagaimana kau bisa hidup di lemari es raksasa ini semasa kecil?!"

Berbeda dengan Long Chen yang kedinginan, Gu Tianxue justru terlihat seperti ikan yang kembali ke air. Hawa dingin ini beresonansi sempurna dengan Mutiara Roh Laut Surgawi di Dantiannya dan garis keturunan Iblis Malamnya. Setiap kali ia menghembuskan napas, kristal es hitam kecil terbentuk di udara.

"Ini adalah udara rumah, Kadal. Menenangkan, sunyi, dan mematikan," ucap Gu Tianxue datar, matanya menyapu dermaga pelabuhan yang ramai.

Zhao Xuan melangkah turun dari kapal, jubah hitamnya tidak tersentuh oleh badai salju berkat Hukum Ketiadaan yang memisahkan dirinya dari elemen fana. Di pundaknya, Phoenix Primordial telah mengubah suhu tubuhnya menjadi tungku kecil, tertidur nyenyak tanpa terganggu cuaca.

Jian Zui menyusul di belakang, mengamankan Kapal Bayangan Naga ke dalam cincin spasialnya. Sang Master Pedang menenggak araknya untuk menghangatkan tubuh, wajah tuanya memancarkan kewaspadaan.

"Tuan Zhao," lapor Jian Zui dengan suara rendah. "Pelabuhan ini adalah zona abu-abu, biasanya dikuasai oleh faksi-faksi kecil yang tunduk pada Klan Es Suci. Namun, Niat Pedangku mendeteksi banyak fluktuasi Qi pembunuh yang tersembunyi di balik kerumunan. Ada penjagaan berlapis di pintu keluar pelabuhan."

"Biarkan saja," jawab Zhao Xuan santai. Ia berjalan di atas tanah es pelabuhan seolah sedang bersiar-siar di taman bunga. "Jika ada anjing pelacak yang menghalangi jalan, kita hanya perlu menendang moncongnya."

Mereka berjalan membelah keramaian pelabuhan. Kehadiran mereka segera menarik perhatian. Kelompok yang terdiri dari seorang pemuda tanpa aura, pemuda iblis yang pucat pasi, naga barbar yang bersin-bersin, dan kakek pemabuk, terlihat sangat mencolok karena mereka tidak mengenakan mantel bulu atau lambang sekte apa pun.

Ketika mereka tiba di gerbang keluar pelabuhan yang terbuat dari es hitam, jalan mereka diblokir oleh sebuah pos pemeriksaan darurat.

Puluhan penjaga bersenjatakan tombak es berjaga dengan tatapan ganas. Mereka mengenakan jubah abu-abu dengan sulaman Bulan Sabit Merah Berdarah di dada kiri mereka.

Melihat lambang itu, langkah Gu Tianxue terhenti seketika. Niat Pembantaian yang luar biasa pekat meledak dari tubuhnya, membuat udara di radius sepuluh tombak mendadak membeku menjadi es hitam.

"Bulan Sabit Merah..." desis Gu Tianxue, suaranya dipenuhi racun kebencian. "Itu adalah lambang faksi pemberontak dari klanku... faksi Penatua Agung yang telah menjual jiwa mereka kepada Klan Iblis Darah!"

Pemimpin penjaga, seorang pria botak dengan luka gores di kepalanya dan fluktuasi Qi tingkat Nirvana Puncak, merasakan hawa dingin yang tak wajar. Ia menoleh ke arah kelompok Zhao Xuan dan menyipitkan matanya.

"Hei, kalian! Berhenti di sana!" bentak pria botak itu, mengarahkan tombaknya. "Sesuai perintah Penatua Agung Klan Iblis Surgawi, seluruh pelabuhan di Perbatasan Selatan Benua Utara sedang ditutup! Kami sedang mencari sisa-sisa pengkhianat dari faksi Patriark Tua yang melarikan diri! Tunjukkan cincin spasial kalian dan biarkan kami memeriksa darah kalian!"

Long Chen mengusap hidungnya yang gatal, matanya menatap pria botak itu dengan cengiran barbar. "Memeriksa darah? Kau yakin ingin mencicipi darahku, si Botak? Aku khawatir kau akan terbakar sampai menjadi abu."

"Lancang! Monyet daratan tak berotak, kau mencari m—!"

Pria botak itu belum selesai menyelesaikan kalimatnya ketika sebuah bayangan melesat melewatinya.

SREEEET!

Itu bukan suara ledakan Qi yang menggelegar, melainkan suara gesekan halus sehelai sutra yang robek.

Semua orang di gerbang pelabuhan membeku.

Gu Tianxue kini berdiri tepat di belakang pria botak itu. Pedang bergerigi hitamnya, yang telah dicabut, memancarkan embun beku yang meneteskan setitik darah ke atas salju. Sayap Iblis Malamnya membentang dengan anggun, memancarkan dominasi mutlak dari ranah Setengah Langkah God King.

Kepala pria botak ranah Nirvana Puncak itu perlahan... bergeser dari lehernya.

BRUK.

Kepalanya jatuh ke tanah, wajahnya masih memancarkan ekspresi marah karena sarafnya bahkan tidak sempat menyadari bahwa lehernya telah dipotong oleh kecepatan!

Darah yang menyembur dari leher tanpa kepala itu seketika membeku menjadi pilar es merah sebelum sempat mengenai jubah Gu Tianxue.

Kepanikan meledak di antara puluhan penjaga faksi pemberontak!

"K-Kapten mati! Dia dipenggal dalam satu gerakan!"

"A-Aura itu... Dia dari Ras Iblis Malam! Dia adalah sisa loyalis Patriark!"

"Bunuh dia! Formasi Pembekuan Darah, aktifkan!"

Tiga puluh penjaga tingkat Ascendant dan Nirvana menerjang maju, mengarahkan pusaka es mereka secara serentak.

Long Chen baru saja akan mencabut tombaknya, namun Zhao Xuan mengangkat tangan, mengisyaratkannya untuk diam.

"Ini adalah panggungnya," ucap Zhao Xuan datar, matanya menonton pertunjukan Gu Tianxue dengan saksama. "Biarkan dia membersihkan kotoran di rumahnya sendiri."

Di tengah kepungan puluhan tombak es, Gu Tianxue perlahan membalikkan badannya. Mata hitam legamnya yang tanpa iris menatap para pengkhianat klan itu dengan jijik.

Esensi dari Mutiara Roh Laut Surgawi beresonansi dengan Qi Iblis Malamnya.

"Teknik Iblis Malam Tarian Kematian."

Gu Tianxue menghilang. Ia benar-benar melebur ke dalam bayangan para penjaga itu sendiri yang terpantul di atas tanah es!

Seketika, bayangan dari para penjaga itu tiba-tiba bangkit dan menusuk pemiliknya sendiri dari belakang! Di saat yang sama, sosok Gu Tianxue bermanifestasi di berbagai titik secara bersamaan, mengayunkan pedang hitamnya dalam tarian yang mematikan.

ZRASH! ZRASH! ZRASH!

Dalam tiga tarikan napas, tarian pedang itu berhenti. Gu Tianxue kembali berdiri di tengah-tengah gerbang, menyarungkan pedang bergeriginya dengan bunyi klik yang sangat pelan.

Tiga puluh penjaga dari faksi pemberontak itu berdiri mematung. Detik berikutnya, tubuh mereka terbelah menjadi berbagai potongan kecil yang simetris, membeku sempurna tanpa ada satu pun ceceran darah cair yang menodai salju pelabuhan.

Hanya menyisakan satu orang: Wakil Kapten faksi pemberontak, yang sengaja disisakan Gu Tianxue dalam keadaan hidup namun kedua kaki dan tangannya telah dipotong bersih.

Ribuan kultivator di sekitar pelabuhan mundur ketakutan, tidak berani bernapas keras. Seseorang baru saja membantai pasukan Penatua Agung Klan Iblis Surgawi di siang bolong!

Gu Tianxue berjalan perlahan menghampiri Wakil Kapten yang kini menangis histeris di atas salju. Pemuda iblis itu menginjak dada sang pengkhianat, membungkuk, dan berbisik dengan suara yang lebih dingin dari angin utara.

"Jawab pertanyaanku, atau aku akan membekukan jiwamu dan membiarkannya hancur perlahan selama seratus tahun," ancam Gu Tianxue. "Di mana Patriark saat ini? Dan mengapa kalian berjaga di pelabuhan ujung benua ini?"

"A-Ampun! Saya akan bicara! Saya akan bicara!" Wakil Kapten itu menjerit ngeri. Dihadapkan pada iblis sejati dari klannya, nyalinya hancur berkeping-keping.

"P-Patriark Tua telah terluka parah oleh Racun Iblis Darah sebulan yang lalu! Beliau dan sisa tetua loyalis telah terdesak mundur ke Benteng Puncak Gerhana di pusat benua!"

"Lalu?" Gu Tianxue menekan kakinya, mematahkan beberapa tulang rusuk sang pengkhianat.

"P-Penatua Agung... dia telah menyatakan dirinya sebagai Patriark Baru dua hari yang lalu! Besok tepat saat matahari mencapai titik tertinggi, Penatua Agung dibantu oleh utusan Klan Iblis Darah akan memimpin serangan gabungan untuk menghancurkan Formasi Pelindung Benteng Puncak Gerhana! Mereka akan mengeksekusi semua loyalis dan mengambil alih Simbol Leluhur!"

Mata Gu Tianxue membelalak. Waktunya sangat tipis! Jika Benteng Puncak Gerhana runtuh besok siang, maka faksi setia yang melindungi keluarganya akan musnah sepenuhnya!

Gu Tianxue menarik kakinya, langsung menendang kepala Wakil Kapten itu hingga hancur menjadi debu es, tidak memberinya pengampunan. Ia berbalik dan berlutut di hadapan Zhao Xuan.

"Tuan! Mohon maafkan kelancangan saya. Saya harus segera menuju Benteng Puncak Gerhana. Jaraknya setengah hari perjalanan terbang penuh dari sini!" Gu Tianxue menunduk dalam, keringat dingin membasahi dahinya. Ia tahu ia tidak berhak memerintah tuannya, namun nyawa klannya di ujung tanduk.

Zhao Xuan menatap sisa-sisa potongan es darah di sekitarnya. Alih-alih marah karena perjalanannya terburu-buru, Tiran itu justru tersenyum. Seringai Asura yang sangat dirindukan oleh musuh-musuhnya.

"Puncak Gerhana? Nama yang bagus untuk sebuah pemakaman masal," Zhao Xuan menyilangkan tangannya di belakang punggung.

"Long Chen, Jian Zui. Kemasi barang kalian," titah Zhao Xuan, suaranya membelah angin salju dengan dominasi mutlak. "Seseorang berani mengadakan pesta eksekusi tanpa mengundangku. Kita akan mendatangi acara penobatan Patriark Palsu itu besok siang... dan membawakan kepala dari utusan Klan Iblis Darah sebagai hadiah ucapan selamat."

1
eka suci
ok lah tak tungguin perjamuan nya aku jadi pelayan biar bisa nonton gratis 🤭
eka suci
berarti si Han Tian juga buta, Avatar nya pernah hancur oleh Zhao xuan tapi pembantai anak buahnya ngga tau 🤣
eka suci
klan munafik semua 😥
eka suci
ayo kumpul " Tian Han datang kah🤭
eka suci
leluhur itu kebanyakan tidur🤣🤣🤣🤣
eka suci
meweknya bentar aja cukup🤭
aprian to
mantaf banget
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
Rhaka Kelana
lebih menarik ceritanya, lebih seru petualangan nya, lebih kocak naganya.....aplausss
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
Rhaka Kelana
buktikan ashuramu ....
Beny Rajo Bintang
baguuuus
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
Beny Rajo Bintang
kok kayaknya roda bintang gak ada fungsinya sejauh ini... sepertinya kemampuan zhao zuan tambah berkurang
🔵༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Meluncur 5 gift ☕ lanjut Up Thor 💪💪
Sang_Imajinasi: terima kasih banyak mbah🙏
total 1 replies
🔵༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Ceritanya bagus 👍
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lnjut
saniscara patriawuha.
penggallll anunyaaas sajaaaaa...
saniscara patriawuha.
serappppppppppp..... intinyaaaa...
saniscara patriawuha.
masihhhh jauhhhh dariii nyawaaaa...
saniscara patriawuha.
masihhh ada itu sitelurnya....
saniscara patriawuha.
serapppppp kabehhhhhh....
saniscara patriawuha.
hancurrrrkannnn...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!