NovelToon NovelToon
LUSIANA

LUSIANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Anak Genius / CEO
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: putrinw

Kisah seorang anak perempuan yang selalu mendapatkan ketidakadilan dari sang ibu. gadis itu sering di bandingkan dengan saudara saudara nya sendiri. karena tuntutan ibunya, Lusiana harus terjun menjadi wanita malam, di sebuah club ternama di kota.

bagaimana car gadis itu bertahan dari keras nya dunia. apakah gadis itu mampu bahagia, atau malah sebaliknya?? ikuti kisah Lusiana sekarang juga!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.5

 "Halo Bu, sudah Lusi kirim ya uang nya." ucap gadis itu berharap ibunya cepat sembuh.

"Uhuk....uhukk...ucap Marni yang pura pura batuk. Wajah nya tersenyum girang saat melihat notif di dalam ponsel nya itu.

 "Nah gitu dong. jadi anak itu harus berbakti sama orang tua. kasih orang tua uang yang cukup, kalau kayak gini kan ibunya cepat sembuh." ketus suara ibunya dari dalam panggilan telepon.

 Lusi menghela nafas beratnya, setiap hari pasti selalu begini. Ibunya selalu menuntutnya lebih. terkadang dia iri dengan ibunya lili yang begitu perhatian dengan lili. Gadis itu cukup beruntung dalam kasih sayang, tidak seperti dirinya.

"Bu, apakah aku ini anak kandung ibu?" tanya Lusi dengan suara pelan nya. Tiba tiba dia ingin mengetahui tentang dirinya di dalam keluarga ini.

"Deg..... Marni yang mendengar ucapan putri nya kaget seketika. bagiamana bisa gadis itu bertanya tentang seperti ini.

"Tentu saja kau anak ku. Kenapa masih bertanya!" bentak ibunya yang tak suka dengan ucapan Lusi.

 "Mengapa aku diperlakukan berbeda dengan kakak Bu. Padahal dia putra pertama ibu, seharusnya dia yang menuruti keinginan ibu. Seharusnya dia yang memberikan nafkah untuk ibu. Aku bukan maksud mengungkit apapun yang aku berikan kepada ibu, tapi pernahkah ibu bertanya bagaimana kabar ku di kota. pernahkah ibu bertanya apakah aku sudah makan dengan baik atau tidak, pernah kah ibu bertanya aku baik baik saja?"

Tess..... Air mata Lusi tiba tiba terjatuh dengan sendiri nya, rasanya unek unek yang selama ini keluar juga, apalagi saat ibunya menuntut banyak hal tentang nya.

"Deg.... Perasaan Marni tiba tiba kacau, saat putri nya menangis di dalam telepon. Dia menghela nafas berat saat putri nya mengatakan hal tersebut. Benar seharusnya putra nya lah yang berkerja, tapi dia tak bisa mengharapkan Dimas, sebab Dimas selalu berjudi, dan kerja nya hanya mabuk mabukan saja. Jadi dia hanya bisa mengharapkan Lusi saat ini, sebab Lusi sudah bekerja dan bisa memberikan nya uang yang cukup.

"Sudah jangan menangis. hanya kau yang bisa ibu harapkan. Mau mengharapkan siapa lagi ibu kalau tidak dirimu Lusi. Kau tau kakak mu itu sulit di atur. jadi hanya kau yang bisa ibu mintai. Sedangkan ayah mu saja kadang bekerja kadang tidak, jadi jangan merasa tersakiti. Ibu seperti ini juga ingin kau menjadi anak yang kuat. Sudah dulu ibu tutup ponsel nya!"

Tut.....

"Hikss...... mendengar pengakuan ibunya, hatinya semakin sakit. dia tak tau harus berbuat apa, setiap hari Lusi selalu berusaha untuk baik baik saja, padahal mental dan pikiran nya tak baik baik saja.

Setelah itu, Lusi pun tertidur karena lelah terlalu banyak menangis. karena nanti sore, dia akan kembali bekerja.

"Drttt.....panggilan di telpon Lusi membuat gadis itu tersentak kaget. Dengan segera dia melihat ponsel di jam nya, dan masih menunjukkan pukul 4 sore. tak disangka dia sudah tertidur sekitar 4 jam lamanya.

"Halo assalamualaikum." ucap gadis itu dengan suara khas bangun tidur nya.

"Lusi maaf mengganggu mu, ini manager Bram, tugas mu nanti pergi ke hotel grand wisata ya. Tamu kita ingin dilayani di sana." ucap Bram.

"Deg..... Mendengar ucapan manager nya, hati Lusi mengatakan bahwa firasat nya tidak enak. Bukan kah dia hanya pengambil minuman saja, mengapa harus pergi pergi. Ke tempat lain seperti ini. Bukan kah ini terlihat aneh. Tapi dia tak berani membantah, sebab dia tau manager Bram adalah orang yang baik. Jadi tak mungkin menjebak nya bukan.

"Pak, maaf bukan kah ini bukan tugas saya pak?"

"Saat ini temen kamu tidak hadir lus, jadi dia sudah meminta izin kepada saya tadi secara mendadak. Jadi tolong gantikan satu hari ini ya. soalnya yang lain juga banyak tugas nya, jadi saya pikir meminta tolong kepada kamu."

Lusi tampak berpikir keras, bukannya dia tak ingin. Tapi dia takut, tamu tamu itu berbuat macam macam dengan nya. Memang hanya menemani minum saja, tetapi ini tugas yang sulit baginya.

"Baiklah pak, saya akan mencoba nya."

"Hmm, kalau begitu saya tutup panggilan nya."

Setelah panggilan ponsel di tutup, Lusi tampak melamun seketika. pikiran nya saat ini benar benar kacau, entah berapa lama lagi dia akan bahagia dan hidup dengan tenang. Walaupun dia tau bahwa perkejaan seperti ini terlalu beresiko untuk nya yang masih gadis.

"Aku kuat, aku pasti bisa. Ayo Lusi semangat!" gumam nya dalam hati dan berusaha tetap tersenyum seketika. Dia berusaha menyemangati dirinya sendiri. Tentu saja selalu dia lakukan saat sedang tak baik baik saja

setelah pukul 5 sore, Lusi saat ini tengah bersiap siap untuk pergi bekerja. Tapi kali ini tujuan nya ke hotel grand wisata. Jadi dia sedikit lebih cepat berkemas sebelum terjebak macet nanti nya.

Saat sudah siap dan ingin pergi bekerja, dia melihat lili yang tampak sedang menyiram tanaman di depan nya. Gadis itu memang suka dengan tanaman, sehingga di depan kost nya penuh dengan bunga bunga segar dan indah.

"Lusi, kok cepat banget pergi nya?" tanya gadis itu yang merasa heran dengan teman kerja nya itu.

"Aku disuruh menggantikan tugas Bu Dewi li, dia saat ini sedang cuti. Jadi terpaksa aku yang gantikan."

"Loh, kok mendadak seperti ini lus?"

"Ga tau li, tadi aku dikabari oleh pak Bram."

"Hati hati ya lus, tetap jaga jarak dari orang orang itu. Kalau ada apa apa telpon aku ya." ucap lili yang mengkhawatirkan teman kerja nya itu. karena tugas yang Lusi lakukan cukup berat, yaitu menemani para laki laki hidung belang itu mabuk dengan para gadis malam lainnya. Jadi dia hanya memastikan tamu nya aman dan setelah itu dia bisa kembali pulang.

"Bagaimana sayang, apakah gadis itu sudah pergi ke sana?" tanya mami we yang saat ini bersandar di dada bidang nya Bram.

"Hmm, sudah. Kau benar benar licik we, dia gadis yang masih belum berpengalaman."

"Hahaha, aku hanya sedikit membantu nya sayang."

"Tapi kau menjebak nya!"

"Dengarkan aku Bram, tuan Ken butuh mainan yang menarik, jadi aku hanya memberikan yang terbaik buat tuan Ken. Jadi jangan khawatir."

Bram merasa bersalah saat ini, tapi dia tak bisa berbuat apa apa. Apalagi we selalu mengancam nya untuk mengatakan kebenaran tentang nya kepada istri dan anak nya. Bram saat ini benar benar tak bisa berbuat apa apa, we benar benar licik dan cerdik dalam memanfaatkan situasi. Kalau istri dan anak nya sampai tau, entah apa yang terjadi, dia tak sanggup kehilangan kedua orang yang dia sayangi.

1
Nyonya Gunawan
Lusi hamil..
Nyonya Gunawan
Nanti kira" siapa y yg bucin,,lusi atau ken..😄😄
Nyonya Gunawan
Akhirnya sah jga,,
Apa mgkin Lusi putri konglomerat yg di culik waktu bayi..
Dinda Putri
up lagi rhooorrr semangaaaaaaat
Dinda Putri
luar biasa
Dinda Putri
lanjut
Nyonya Gunawan
Makanya yg pintar lusi jgan bodoh,,pergi jauh" ganti nmor hpmu,,jgan trlalu lemah sdah di tindas msh jga punya rasa lemah
Nyonya Gunawan
Seharusnya lusi cari tau dlu ttg keluarganya,,
Dinda Putri
lanjut
§͜¢🦢🍒 Triya_S ♬⃝❤️
double up de /Determined//Determined/
§͜¢🦢🍒 Triya_S ♬⃝❤️
i chose to stay and wait 🥰
kaylla salsabella
lanjut
Nyonya Gunawan
Kasian bget lusi di jadikan sapi perah ma keluarganya..
kaylla salsabella
aku mampir thor
macha late: terima kasih kak🥰
total 1 replies
mary dice
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!