NovelToon NovelToon
Rahim Bayaran Mafia Kaya

Rahim Bayaran Mafia Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: I'ts Roomie

Demi menyelamatkan nyawa ibunya yang sekarat, Aluna terpaksa menerima tawaran yang tak masuk akal yaitu menjadi rahim bayaran bagi seorang pria yang dikenal sebagai mafia paling kejam dan tak tersentuh.

Pria itu, Arka Mahendra, bukan hanya dingin dan berbahaya, tapi juga menyimpan rahasia kelam di balik keinginannya memiliki seorang anak. Tidak ada cinta dalam perjanjian mereka. Hanya kontrak, batasan, dan harga yang harus dibayar.

Namun semuanya berubah ketika kehidupan Aluna perlahan terjerat dalam dunia gelap Arka. Ancaman datang dari musuh-musuh yang mengintai, sementara perasaan yang seharusnya tidak pernah ada mulai tumbuh di antara mereka.

Di tengah bahaya, pengkhianatan, dan rahasia masa lalu yang terkuak, Aluna dihadapkan pada pilihan yang menghancurkan, tetap menjadi “rahim bayaran”… atau mempertaruhkan segalanya untuk cint

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I'ts Roomie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 28

Hari berganti, namun beban di pundak keluarga Mahendra belum sepenuhnya hilang. Meskipun dana dari Pak Herman sudah masuk dan berhasil menolong perusahaan dari kebangkrutan instan serta membayar tagihan-tagihan yang paling mendesak, nyatanya perjuangan untuk memulihkan kondisi usaha itu masih sangat panjang dan berat.

Masih banyak masalah yang menumpuk, sistem yang harus diperbaiki, dan target yang harus dikejar agar roda ekonomi bisa berputar normal kembali. Belum bisa dikatakan selamat total.

Siang itu, suasana di ruang tamu rumah besar itu cukup tenang. Tuan Mahendra sedang membaca koran, sementara Nyonya Soraya duduk bersantai sambil meminum teh hangat.

Tiba-tiba Raka masuk dengan wajah ceria, diikuti oleh seorang wanita muda yang cantik, berpenampilan rapi dan modis namun tetap sopan.

"Assalamu’alaikum..." seru Raka lantang.

"Wa’alaikumsalam..." jawab kedua orang tuanya serempak.

"Bu, Yah... Ini Sarah. Pacar Raka," kata Raka bangga sambil menunjuk temannya.

Sarah pun tersenyum manis dan menyalami Tuan Mahendra serta Nyonya Soraya dengan sangat hormat.

"Halo Om, Tante. Salam kenal ya."

"Wah, silakan duduk Nak. Bagus, bagus... akhirnya Raka mau kenalin juga," sambut Nyonya Soraya ramah. Ia tampak cukup suka dengan sikap Sarah yang terlihat berasal dari keluarga baik-baik dan santun.

Obrolan ringan pun berjalan. Mereka berbincang tentang hobi, kuliah, dan kegiatan sehari-hari.

Tiba-tiba, mata Sarah tertuju pada sebuah buku catatan tebal yang tergeletak di atas meja tamu, bersebelahan dengan tumpukan majalah.

Itu adalah buku sketsa milik Aluna yang tertinggal kemarin malam saat mereka pulang dengan perasaan campur aduk.

"Eh... permisi Om, Tante... Boleh saya lihat buku ini?" tanya Sarah penasaran, matanya tak lepas dari buku itu.

"Oh itu. Boleh saja Nak, silakan."

Dengan antusias, Sarah mengambil buku itu dan mulai membuka halaman demi halaman. Awalnya ia hanya ingin melihat-lihat biasa, namun semakin ia melihat, wajahnya semakin menunjukkan kekaguman yang luar biasa.

Ia membalik halaman dengan cepat namun teliti, matanya berbinar-binar.

"Ya Ampun... ini luar biasa sekali..." gumam Sarah tak kuasa menahan kekaguman.

"Desainnya sangat detail, modelnya unik, punya ciri khas yang kuat, dan sangat kekinian tapi tetap elegan. Pemilik buku ini benar-benar berbakat luar biasa!"

Tuan Mahendra dan Nyonya Soraya terdiam mendengar pujian itu.

"Kamu kenapa begitu kagum Nak?" tanya Tuan Mahendra.

"Iya Om..." Sarah menoleh antusias. "Soalnya Sarah juga lulusan fashion design Om. Sarah sangat suka sekali dunia menggambar baju, mendesain, dan jahit-menjahit. Itu passion banget buat Sarah."

"Bahkan jujur ya Om, Tante... Sebenarnya Sarah sudah menyiapkan dana yang cukup besar lho. Itu uang tabungan pribadi dan juga hasil kerja lepas Sarah, jumlahnya lumayan cukup buat modal awal buka usaha," cerita Sarah dengan semangat.

"Tapi masalahnya... Sarah itu bingung banget mau mulai dari mana. Sarah bisa gambar, Sarah bisa buat pola, Sarah paham soal bahan dan warna. Tapi Sarah sama sekali tidak paham soal strategi bisnis, cara produksi massal, manajemen keuangan, sampai cara pasarin produknya gimana."

"Jadi uangnya sudah siap di rekening, tapi bingung mau digerakin gimana. Takut salah langkah malah uangnya habis percuma dan usahanya gagal," keluh Sarah.

Mendengar cerita Sarah itu, Raka yang dari tadi duduk menyimak langsung berseru kaget sekaligus senang.

"Kebetulan banget kan Bu, Yah!" seru Raka.

"Gini lho Bu, Yah... Dengerin Raka. Sarah kan bilang dia punya modal dan jago desain tapi butuh orang yang ngerti bisnis? Nah, kebetulan banget! Yang gambar-gambar ini kan Kak Aluna, istri Kak Arka. Dia itu jago banget desain kayak gini. Terus Kak Arka kan kakakku sendiri, dulu kan dia pegang perusahaan besar, otak bisnisnya pasti encer banget, ngatur strategi dan manajemen itu mah sudah makanan sehari-hari baginya!" jelas Arka menggebu-gebu.

"Jadi kan pas banget! Sarah yang kasih modal dan dukung sisi kreatifnya, terus Kak Aluna dan Kak Arka yang bantu urus jalanin bisnisnya! Itu kan kombinasi sempurna. Kenapa gak coba diajak kerja sama saja?!"

Suasana menjadi hening sejenak. Tuan Mahendra tampak berpikir dan mengangguk-angguk setuju, namun berbeda dengan Nyonya Soraya.

Wajah wanita itu langsung berubah masam dan ragu. Ia meletakkan cangkir tehnya dengan suara agak keras di atas meja.

"Hhh... Jangan terlalu semangat dulu dong Nak Sarah," potong Nyonya Soraya dengan nada ketus dan merendahkan. "Kamu itu belum tahu saja. Jangan mudah terbuai sama gambar-gambar itu."

"Memang dia bisa menggambar, tapi itu kan cuma hobi. Belum tentu bisa diapplikasikan jadi baju yang laku di pasaran. Lagipula, wanita itu kan cuma lulusan biasa, tidak sekolah fashion formal kayak kamu. Apa dia paham soal bahan baku, tren pasar, dan standar kualitas? Nanti kalau usahanya jalan, malah kamu yang rugi lho."

"Lagipula, Arka kan sekarang sedang fokus membantu ayahnya menyelamatkan perusahaan. Mana sempat dia mikirin bisnis butik-butikan yang belum jelas hasilnya. Ibu cuma mengingatkan supaya kamu tidak salah pilih partner dan nanti malah menyesal," ucap Nyonya Soraya jelas-jelas meragukan kemampuan Aluna dan tidak setuju.

Sarah mendengarkan dengan sabar, namun ia tidak langsung mundur. Ia justru makin penasaran dan makin yakin dengan apa yang ia lihat di kertas itu.

"Begini ya Tante..." jawab Sarah pelan namun tegas. "Sebagai sesama orang desain, mata Sarah bisa menilai mana yang bakat alami dan mana yang cuma main-main. Gambar-gambar itu levelnya profesional Tante. Itu bukan cuma coretan."

"Sarah justru makin tertarik dan makin pengen tahu lebih jauh. Sarah pengen banget ketemu langsung sama pemilik buku ini dan juga Mas Arka."

"Sarah ingin bicara langsung. Kalau memang cocok dan visi mereka sama, Sarah siap banget diajak kerja sama. Sarah yakin potensinya besar kok," tegas Sarah.

Raka pun menimpali, "Iya Bu... Sarah kan serius. Kasih kesempatan dong buat ketemu dan diskusi. Gak ada ruginya kan Bu mencoba?"

Nyonya Soraya mendengus pelan, merasa kesal tapi tidak bisa menolak keras karena Sarah yang meminta.

"Halah... Terserah kalian saja. Ibu sudah kasih peringatan. Nanti kalau gagal jangan salahkan Ibu," ucap Nyonya Soraya ketus.

"Baiklah, nanti Ibu kabarin Arka suruh datang besok. Kalian bisa bicara langsung sana."

"Terima kasih banyak Tante!" seru Sarah senang.

1
cintanya ningning
duh next lagi tor nanggung
Xiao Juan
ni orang tua mulutnya pen gua tampar, nyolot bet anying, manaa ada dimana-mana lagii, ikut campur bangett
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!