NovelToon NovelToon
Gluttony Sovereign

Gluttony Sovereign

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:692
Nilai: 5
Nama Author: Xian Nying

Dunia baru, aturan baru: yang kuat makan, yang lemah dimakan.

Yudha terbangun di dunia asing dengan membawa Apocalypse Hunger System—kekuatan yang bisa melahap apa saja untuk menjadi lebih kuat, tapi dengan harga: ia harus selalu lapar, atau dunia ini yang akan menanggung akibatnya.

Dingin, pragmatis, dan tidak percaya pada siapa pun, ia hanya punya satu tujuan: bertahan hidup, menjadi yang terkuat, dan tidak akan pernah lagi merasakan kelaparan atau diinjak-injak seperti masa lalunya.

Segalanya berubah saat ia bertemu Carmelia—anak kecil polos yang ia anggap hanya sebagai petunjuk jalan dan alat bantu. Di balik senyum dan sikap lembutnya, tersembunyi sesuatu yang jauh lebih tua, jauh lebih gelap, dan jauh lebih berbahaya daripada sistem yang ada di dalam tubuh Yudha sendiri.

Dari pemangsa, ia perlahan sadar: ia mungkin bukan yang berburu... tapi justru yang sedang diburu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xian Nying, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 : Antara Pertimbangan dan Keributan

Setelah Raja Valerius dan Putri Sheraphina pamit keluar kamar, suasana kembali sunyi sejenak. Hanya tersisa suara sendok yang masih sesekali bersentuhan dengan mangkuk, dan hembusan angin lembut yang masuk lewat celah jendela.

Yudha masih diam memandang sisa sup di hadapannya, matanya terlihat kosong seolah sedang menghitung untung rugi di dalam kepalanya.

Tawaran itu memang menggiurkan — akses ke prasasti dan senjata kuno bisa jadi kunci buat memperkuat dirinya lebih jauh lagi. Tapi di sisi lain... ikatan pernikahan berarti tanggung jawab, keterikatan, dan ribuan aturan yang pasti bakal bikin pusing kepalanya.

Belum sempat pikirannya melangkah lebih jauh, tiba-tiba suasana pecah.

"MENIKAH?!"

Serempak tiga suara itu meledak hampir bersamaan. Lyra, Carmelia, bahkan Chikaryu yang tadi hanya diam mengamati, sekarang menatap Yudha dengan mata melotot seolah baru mendengar hal paling mustahil di dunia.

Chikaryu melangkah maju, tangannya menunjuk ke arah Yudha dengan wajah tak percaya.

"Heh! Kau dengar tadi kan? Raja itu benar-benar gila? Atau... atau dia salah paham? Menyerahkan putrinya padamu? Padahal kau ini orang yang bahkan tidak peduli kalau atap rumahnya runtuh!" serunya dengan nada setengah berteriak.

Lyra menunduk, kedua tangannya meremas ujung roknya, pipinya terlihat sedikit memerah bercampur rasa cemas.

"T-Tuan... apakah... apakah Tuan benar-benar akan menerimanya?" tanyanya pelan, suaranya nyaris tak terdengar.

Carmelia yang masih berdiri di samping tempat tidur berhenti memijat bahu Yudha, tangannya mengepal perlahan.

Tatapannya tajam, tapi ada rasa gelisah yang tersembunyi di baliknya.

"Ya, jawab saja Tuan. Kami juga ingin tahu... apa arti tawaran itu bagimu. Apakah harta dan benda kuno itu lebih berharga daripada kebebasan yang selalu kau junjung tinggi?"

Yudha mendengus pelan, lalu menaruh sendoknya perlahan di atas nampan. Dia menoleh menatap ketiganya satu per satu dengan tatapan datar, tanpa emosi berlebih.

"Kalian berisik sekali. Sejak kapan keputusanku harus lapor ke kalian satu per satu?" ucapnya dingin, tapi tidak setajam biasanya.

"Aku bilang aku akan pikirkan, bukan berarti aku langsung terima atau langsung tolak. Semua hal ada untung dan ruginya — Gini gini aku juga berpikir logis."

Dia memandang ke arah jendela lagi, suaranya sedikit turun, lebih seperti berbicara pada dirinya sendiri.

"Di dunia ini,yang aku cari tuh kekuatan...tapi gak bisa di pungkiri kalau Adanya dia bisa aja jadi beban.Tapi disisi lain aku juga harus memperhitungkan keuntungannya.Bisa aja itu sesuatu yang bisa membuat bukan hanya aku.,tapi kalian lebih kuat juga ."

Chikaryu menyilangkan kedua tangannya di dada, wajahnya masih cemberut tapi nadanya melunak sedikit.

"Setidaknya kalau kau memutuskan menolak, aku setuju. Lebih baik bebas kemana aja, daripada terikat dalam aturan kaku manusia. Lagian... apa gunanya punya istri bangsawan kalau cuma nambah beban?"

Lyra mengangkat wajahnya perlahan, matanya sedikit berkaca tapi tersenyum lembut.

"Apapun keputusan Tuan nanti... kami akan tetap mengikuti. Kami hanya khawatir saja, takut Tuan nanti terjebak dalam jaring politik istana yang licik."

Carmelia mengangguk setuju, lalu kembali melanjutkan pijatannya dengan tenang, kali ini lebih lembut.

"Ya, kami hanya ingin Tuan berhati-hati. Bi-Bisa juga kan ini jebakan."

Yudha pun Cuma ketawa sinis "Hahah--,Bisa aja kalian cuma takut ada pesaing baru"

Meskipun sebenarnya dia Sedikit terberati dengan bujukan mereka

Mungkin... tidak seburuk itu memiliki orang yang bisa diandalkan, batinnya.

Lyra Dan Carmelia Pun Tersipu dan Lyra pun membantah dengan Tergagap gagap Sedangkan Carmelia Cuma bereaksi dengan Menekan tangan yudha yang dipijat sekuat mungkin...

"Aaa--Nggaaalah!!Mana mungkin aku takut kalah saing sama Tuan Putri yang mungkin bahkan cuma bisa berdiri dibelakang seraya menahan pipis ketakutan melawan monster lantai dasar"

Jawab Lyra Spontan

Yudha pun cuma Ketawa kecil Melihat tingkah mereka...Sedangkan Chikaryu Menjawab dengan tatapan dingin "Woii Manusia sialan ...

Jangan kau kira aku keberatan dengan adanya dia...aku cuma gatal saja berhadapan dengan kroco...Jangan kau pikir aku menaruh perasaan kepadamu...

aku Hanya mengagumimu dan tak lebih...mana mungkin mahkluk agung sepertiku menikahi manusia rendahan sepertimu"

Dia menoleh ke arah mereka, lalu berkata dengan nada yang sedikit lebih lembut meski masih terdengar datar:

"Yayayaya...Besok malam di pesta itu, aku akan menjawabnya. Sampai saat itu, jangan bikin kepalaku makin pusing dengan pertanyaan yang sama berulang-ulang. Sekarang... keluar sebentar, aku ingin istirahat lagi."

Mereka bertiga saling pandang, lalu mengangguk patuh Dengan Muka Lyra dan Carmelia Seperti Menunjukkan suatu emosi Yang terlihat lucu dimata Yudha Sedangkan Chikaryu Yang Terlihat kesal dengan responnya

. Sebelum keluar, Chikaryu sempat menyeringai kecil, Sifatnya berbalik dengan mudahnya setelah Jawaban Angkuh dan tatapan dinginnya tadi.

"Baiklah, Tuan yang sedang bimbang. Istirahatlah, siapa tahu nanti mimpimu kali ini lebih menyenangkan daripada kenangan buruk masa lalu."

Sementara itu Lyra dan Carmelia pun membereskan Nampan dan mangkok yudha lalu pergi

Setelah pintu tertutup rapat, kamar kembali sunyi. Yudha memejamkan matanya lagi, tapi pikirannya tidak lagi melayang ke masa lalu yang pahit. Kali ini dia membayangkan apa yang akan terjadi besok malam — pesta, pengumuman, dan satu keputusan yang bisa mengubah arah hidupnya selamanya.

Namun satu hal yang dia yakini: apapun pilihannya, kali ini dia tidak akan berjalan sendirian lagi.

 Ia pun menutup matanya lalu terlelap dalam Istirahat nya yang menenangkan

Beralih sisi ke Mereka bertiga,Akhirnya mereka pun bisa beristirahat dengan tenang...Kecuali dengan Carmelia.

Ia tampak sedang merenung di Lantai 3 Kerajaan Melihat ke bawah istana Dari tepi...Tepatnya seperti Koridor lantai atas untuk tiap kamar dan ruangan tertentu Di kerajaan,

Ia Merenungkan sifat tuannya yang Berubah,Lalu ia tersenyum sendiri.Dia pun mengenang masalalu nya dimana Perjuangan dia mengikuti yudha mulai dari Pertemuan pertama,ditolong Yudha dari Serigala serigala,Melihat betapa bengis dan kejamnya Yudha waktu itu.

Bahkan pada keluarganya dulu ia tidak mengenal rasa hormat sama sekali...Seketika ia teringat dengan orang tuanya...Entah bagaimana kabarnya,suatu saat ia ingin mengunjungi mereka...

Disisi lain dia merasa Dia tak salah memilih mengikuti Yudha waktu itu dimana dia benar benar meninggalkan keluarga kami tanpa pamrih setelah menolongnya waktu itu...

Dan kini ia sadar, mungkin inilah cara yang tepat baginya untuk membayar pertolongannya waktu itu ...Disitu ia berjanji akan setia kepada Yudha

Beralih ke Lyra yang terngiang ngiang di kasur mewahnya oleh kata kata Yudha "Kucing Kecilku" Seketika Ekor kucing putihnya nya mengibas ibas tak karuan dan ia berguling guling malu seraya memeluk Bantalnya ..."Ahhhh Tuannn!!!" Teriaknya kegirangan ...ia pun membatin

Selama ini ia selalu kasar kepadaku,Bahkan aku menganggapnya seperti orang gila yang cuma menganggapku sebagai alat...Tapi entahh kenapaaa....Hari ini ia sangat berbedaaa...Ahh gawat...Aku ingin memeluknyaa!!!Tapi Bagaimanapun aku tetap Alatnya... Setidaknya segala perjuanganku kini terbayar...Aku puas,Dan aku Nggak salah udah milih mengabdikan diriku kepada Yudha...Andai waktu itu ia tak menolongku ketika Petualang Pahlawan sialan itu membuangku,mungkin aku nggak akan jadi seperti ini sekarang...Inilah takdirku,Akan kubuktikan bahwa aku tidak setidak berguna Yang dikatakan mereka...

Ia pun tertawa licik yang terdengar seperti bukan Lyra yang biasanya

"AHAHAHAHAHAHAHH!!!!DULU MEREKA MENGINJAK INJAKKU,,,SEKARANG AKU SADAR...BAHKAN MEREKA SUDAH MENJADI BANGKAI DENGAN TENGKORAK YANG DICABIK CABIK BELATUNG MENJIJIKKAN.LIHATLAH SEKARANG SIAPA YANG SAMPAHH....Ahhh~ Tuan Yudha ~...Inilah aku...Karya mu yang kau tempa sedemikian rupa...Aku berjanji atas nama dewi Kucing Lunaria...Aku akan mengabdi kepadamu...."

Ia pun terlihat seperti Perempuan yang dipenuhi dengan Obsesi dan gairah Yang mengerikkan...Mungkin ini sisi gelap akibat masa lalu yang kelam dari dirinya dulu...yahhh kurang lebih begitulah...gamau spoiler gw

Beralih sisi ke Tuan putri Sheraphina De Valerius II...Bisa dilihat bahwa dia sedang berlatih Menggunakan Tameng...

Yap,Benar sekali.Dia adalah tuan putri Yang dikenal sebagai Tameng Suci Kerajaan ...Dia pernah menahan serangan Griffon Yaitu Monster Area pegunungan Yang Seperti Campuran singa dan elang...Dia adalah spesialis Pertahanan yang diakui oleh kerajaan

Dalam latihannya ia terngiang ngiang oleh Kata raja sewaktu ia berbincang dengannya

"Putriku...sewaktu waktu kau harus menunjukkan kekuatan dan kelayakanmu,Aku yakin Yudha tidak akan menerimamu begitu saja,Ia cukup teguh dengan pendiriannya.Tak semudah itu tergiur oleh harta dan kekuatan kalau cuma membebani dirinya,Jadi.Kedepannya...Adalah giliranmu menunjukkan kelayakanmu berdiri di sisinya..."

Tuan putri itu pun menghancurkan Boneka latihan dari beton hanya dengan satu tubrukan Perisai Kayu berlapis besinya

Ia menatap dengan penuh ambisi ke remukan boneka itu..."Akan aku tunjukkan bahwa aku layak"

[Wahhh Ngeri juga nih Lyra...Apakah Lyra itu sebenarnya Alter ego(Kepribadian ganda)?Apa aja sih yang bakal terjadi kedepannya di pesta? Simak terus kelanjutannya yawww]

1
We wok
sampai tamat yah/Frown/
Xian Nying: Udah Baca Emangnya Kenapa?
total 3 replies
Xian Nying
Singkat aja: CERITA INI GAK ADA OBATNYA ENAK BANGET. Karakter, alur, bahasanya, semuanya pas. Gak sabar liat Yudha makan kekuasaan, makan dunia, makan apa aja deh pokoknya. LANJUT BOS, GW DUKUNG TERUS! 🔥"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!