NovelToon NovelToon
Samsara Sembilan Naga

Samsara Sembilan Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Lin Chen dulunya adalah jenius nomor satu di Kota Awan Merah. Namun, pada usia 12 tahun, Meridiannya dihancurkan oleh musuh misterius, membuatnya menjadi "Sampah" yang tidak bisa mengumpulkan Qi. Dihina oleh klannya dan tunangannya dibatalkan, Lin Chen jatuh ke titik terendah. Suatu malam, darahnya secara tidak sengaja membangunkan sebuah relik kuno peninggalan ibunya: Sisik Naga Primordial. Relik ini tidak hanya memulihkan meridiannya, tetapi juga memberinya Teknik Kultivasi terlarang: Seni Pemakan Surga Sembilan Naga. Dimulailah perjalanan Lin Chen dari kota kecil yang terpencil menuju puncak semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35: Menghancurkan Bayangan

​Keheningan yang mencekik menyelimuti rawa beracun itu selama beberapa detik. Tubuh pemimpin pembunuh yang lehernya tertekuk ke belakang merosot pelan ke dalam lumpur hitam, menciptakan riak kecil yang terasa seperti guntur di telinga mereka yang masih hidup.

​"B-Bagaimana mungkin..." Wei, pelindung Su Qingxue, bergumam dengan suara serak. Ia adalah ahli Inti Emas Menengah, namun ia tahu betul bahwa membunuh seseorang di level yang sama hanya dengan tangan kosong dan tanpa fluktuasi Qi yang masif adalah hal yang mustahil—kecuali jika kekuatan fisik orang tersebut sudah melampaui logika manusia.

​"Jangan panik! Dia hanya menggunakan teknik gerak cepat dan serangan kejutan!" teriak salah satu dari dua pemimpin pembunuh yang tersisa. "Serang bersama! Gunakan Formasi Pengunci Jiwa Bayangan!"

​Dua ahli Inti Emas Menengah dan sepuluh pembunuh tingkat Pengumpulan Qi Bintang 9 bergerak serentak. Mereka tidak lagi meremehkan Lin Chen. Kabut hitam pekat keluar dari tubuh mereka, menyatu dengan miasma hutan, menciptakan jaring-jaring energi gelap yang mencoba mengikat pergerakan Lin Chen.

​"Mati kau, bocah sombong!"

​Belasan bilah pedang hitam meluncur dari segala arah, mengunci setiap inci ruang pelarian.

​Lin Chen berdiri diam. Topi bambunya sedikit miring terkena angin dari serangan musuh. "Formasi? Di hadapan kekuatan absolut, formasi hanyalah tumpukan kertas yang menunggu untuk dibakar."

​Lin Chen menendang Bilah Besi Bintang Jatuh yang tertancap di tanah. Balok besi seberat 40 ton itu melesat ke atas, ditangkap dengan satu tangan oleh Lin Chen, lalu diputar dalam gerakan melingkar yang sangat cepat.

​WUUUUUSSSSHHH!

​Putaran besi raksasa itu menciptakan pusaran angin kencang yang menyedot kabut hitam dan miasma di sekitarnya.

​[Langkah Bayangan Iblis Sembilan Pembunuhan: Langkah Pertama - Bayangan Kematian!]

​Sring!

​Sosok Lin Chen berubah menjadi garis hitam yang membelah formasi lawan. Ia tidak menghindar dari jaring energi, ia menerjangnya.

​BAM! BAM! BAM!

​Suara ledakan tumpul bergema berurutan. Setiap kali besi hitam itu berayun, satu nyawa melayang. Para pembunuh Bintang 9 itu bahkan tidak sempat berteriak; tubuh mereka hancur, tulang mereka remuk, dan mereka terlempar seperti sampah yang dihantam palu raksasa.

​Dalam waktu kurang dari sepuluh detik, sepuluh pembunuh bawahan telah menjadi tumpukan daging di atas rawa.

​Tersisa dua pemimpin pembunuhnya. Wajah mereka yang tertutup topeng kini basah oleh keringat dingin. Mereka melihat Lin Chen berjalan perlahan ke arah mereka, menyeret besi raksasanya yang sama sekali tidak ternoda oleh darah—karena setiap benturan terlalu kuat hingga darah musuhnya meledak ke arah lain.

​"Sekarang, giliran kalian berdua," ucap Lin Chen datar.

​"Gila! Kau benar-benar iblis!" Salah satu pemimpin pembunuh mengeluarkan sebuah bola hitam berisi energi ledakan Inti Emas, berniat meledakkan diri bersama Lin Chen.

​Namun, sebelum ia sempat memicu energinya, Lin Chen sudah berada di depannya. Tangan kiri Lin Chen mencengkeram pergelangan tangan pembunuh itu, sementara tangan kanannya mengayunkan Bilah Besi Bintang Jatuh secara vertikal dari bawah ke atas.

​UPPERCUT BESI METEOR!

​BOOOOOM!

​Tubuh pembunuh itu terangkat ke udara, tulang dadanya amblas total, dan ia melesat naik hingga menabrak dahan pohon raksasa ratusan meter di atas mereka, hancur berkeping-keping di sana.

​Pemimpin terakhir, melihat dua rekannya tewas dengan cara yang begitu mengerikan, kehilangan seluruh keberaniannya. Ia berbalik dan mencoba melarikan diri menggunakan teknik bayangan.

​"Mau ke mana?"

​Lin Chen melempar Bilah Besi Bintang Jatuh itu seperti melempar lembing.

​WUUUUUSSSSHHH—JLEB!

​Balok besi tumpul itu melesat membelah udara, menghantam punggung pembunuh yang sedang lari tersebut, menyeret tubuhnya sejauh sepuluh meter, dan memakukannya ke sebuah pohon hitam besar. Pembunuh itu tewas seketika dengan tubuh yang hampir terbelah oleh hantaman benda tumpul.

​Selesai. Seluruh pembunuh Aula Bayangan Kegelapan telah musnah.

​Lin Chen berjalan menuju pohon tempat senjatanya menancap, menariknya keluar dengan satu tangan, lalu menyampirkannya kembali ke pundak. Ia menggeledah tubuh para pemimpin pembunuh, mengambil cincin penyimpanan mereka, lalu berbalik menatap Su Qingxue dan Wei.

​Su Qingxue berdiri mematung. Gaun birunya sedikit kotor oleh lumpur, namun matanya yang indah menatap Lin Chen dengan campuran rasa takut, takjub, dan harapan.

​"T-Tuan Muda..." Su Qingxue membungkuk dalam, memberikan hormat tertinggi. "Saya Su Qingxue dari Asosiasi Perdagangan Seratus Harta. Terima kasih atas bantuan Tuan Muda yang telah menyelamatkan nyawa kami. Kebaikan ini... tidak akan pernah kami lupakan."

​Wei, meskipun terluka parah, memaksakan diri untuk berdiri dan membungkuk. "Saya Wei, kepala pengawal Klan Su. Maafkan ketidaksopanan kami sebelumnya. Kekuatan Tuan Muda benar-benar membuat saya kagum."

​Lin Chen menatap mereka dengan dingin. Tidak ada keramahan di wajahnya. "Aku menyelamatkan kalian bukan karena kebaikan hati. Aku sedang menuju Ibukota Kekaisaran Bintang Surgawi, dan aku butuh panduan serta tumpangan yang tidak menarik perhatian."

​Su Qingxue tertegun sejenak, lalu matanya berbinar. Seorang ahli misterius seperti Lin Chen ingin ikut dengan mereka? Ini adalah berkah tersembunyi! Dengan adanya Lin Chen, perjalanan sisa mereka melalui hutan ini akan jauh lebih aman.

​"Tentu saja! Itu adalah kehormatan bagi kami," Su Qingxue menjawab cepat. Ia melirik kapal terbangnya yang hancur. "Kapal utama kami rusak, tapi kami memiliki Perahu Awan Mini cadangan di dalam cincin penyimpanan. Itu cukup untuk membawa kita bertiga sampai ke pinggiran Ibukota dalam waktu lima hari."

​"Bagus," Lin Chen mengangguk. "Siapkan perahunya. Aku akan bermeditasi sebentar."

​Lin Chen berjalan ke sebuah batu besar, duduk bersila, dan memejamkan mata, mengabaikan Su Qingxue yang tampak ingin menanyakan namanya.

​"Bocah, pilihan yang bagus," Mo Xuan terkekeh. "Klan Su memiliki koneksi luas. Dengan bantuan mereka, kau bisa mendapatkan informasi tentang para peserta Turnamen Naga Tersembunyi tanpa perlu mencarinya sendiri."

​"Aku tahu," batin Lin Chen. "Dan jika ada pembunuh lain yang datang... itu hanya berarti lebih banyak Inti Emas untuk aku telan."

​Lima belas menit kemudian, Wei telah mengeluarkan sebuah perahu kecil berwarna perak yang diukir dengan formasi spiritual tingkat tinggi. Meskipun kecil, perahu ini memiliki pelindung miasma yang jauh lebih kuat.

​"Tuan Muda, perahu sudah siap," panggil Su Qingxue dengan nada sopan.

​Lin Chen berdiri, memanggul besinya, dan melompat ke atas perahu tanpa suara.

​Perahu itu perlahan naik ke udara, membelah kabut hijau Hutan Kutukan Iblis menuju pusat peradaban Kekaisaran. Su Qingxue sesekali melirik Lin Chen yang duduk di ujung perahu, merasa bahwa pemuda misterius ini adalah variabel yang akan mengguncang Ibukota yang tenang.

​"Tuan Muda... jika saya boleh tahu, siapa nama Anda?" Su Qingxue memberanikan diri bertanya saat perahu telah stabil.

​Lin Chen membuka satu matanya, menatap cakrawala yang mulai terlihat di kejauhan.

​"Lin Chen."

​Nama itu diucapkan dengan tenang, namun Su Qingxue merasakannya seperti guntur. Ia merasa, mulai hari ini, nama Lin Chen akan menjadi mimpi buruk bagi setiap jenius di Kekaisaran Bintang Surgawi.

1
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍
yos helmi
💪💪💪💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍💪💪💪💪💪
yos helmi
biasanya cerita ng pernah selesai.. putus di tengah jln.. 🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪💪💪🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪💪💪💪🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪💪💪🤣🤣🤣👍
yos helmi
🤣🤣👍🤣🤣🤣👍👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🙏🤣👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄👍👍👍👍😄👍😄
yos helmi
💪💪💪💪💪💪🙏🙏🙏🤣🤣🤣
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍👍🤣🤣🤣🤣🤣💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍l👍l👍l👍l👍l👍l💪💪💪ĺ
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍👍💪1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!