NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Putri Terbuang: Pelayan Itu Ternyata Suamiku

Reinkarnasi Putri Terbuang: Pelayan Itu Ternyata Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / CEO / Putri asli/palsu / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

​"Buang mayatnya! Jangan sampai bau busuk anak angkat ini merusak pesta putri kandungku."
​Sepuluh tahun menjadi "boneka" sempurna keluarga Lynn, Nerina Aralynn justru mati dikhianati di gudang lembap demi memberi tempat bagi si putri asli, Elysia. Namun, maut memberinya kesempatan kedua. Nerina terbangun di masa lalu, kali ini dengan duri mawar hitam yang mematikan.
​Satu per satu kekayaan keluarga Lynn ia preteli. Namun di balik balas dendamnya, Nerina menemukan satu rahasia: Satu-satunya pria yang menangisi kematiannya adalah Ergino Aldrich Leif—kepala pelayan misterius yang aslinya adalah penguasa dunia bawah.
​"Aku adalah pedangmu, Nerina. Katakan, siapa yang ingin kau hancurkan lebih dulu?"
​Saat sang putri terbuang mulai berkuasa, mampukah ia menuntaskan dendamnya, atau justru terjerat obsesi gelap sang pelayan yang melindunginya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35: DARAH DI BALIK HUJAN

​Langit di atas kediaman lama Fidelis mendadak tumpah. Hujan turun dengan intensitas yang seolah ingin menenggelamkan bumi, mengubah tanah merah di hutan belakang menjadi lumpur yang licin. Suara petir menggelegar, menyamarkan suara letusan senjata yang sedari tadi bersahutan di area perkebunan.

​Nerina berlari menembus rimbunnya semak, memeluk kotak musik dan kunci perak itu di balik jaketnya. Napasnya tersengal, paru-parunya terasa terbakar oleh udara dingin yang ia hirup paksa. Setiap kali petir menyambar, ia bisa melihat bayangan hitam bergerak di kejauhan—anak buah Julian yang mengejarnya seperti serigala kelaparan.

​"Sial," umpat Nerina saat kakinya tersangkut akar pohon. Ia jatuh tersungkur, lututnya menghantam batu tajam.

​"Di sana! Aku melihat gerakannya!" teriak sebuah suara dengan aksen British yang kental dari arah belakang.

​Nerina mencoba bangkit, namun sebuah bayangan besar tiba-tiba muncul dari balik pohon beringin di depannya. Ia tersentak mundur, tangannya mencari apa pun untuk membela diri. Namun, aroma cendana dan besi yang familier menyapa indranya.

​"Gino?" bisik Nerina, suaranya gemetar.

​Ergino berdiri di sana. Kemeja hitamnya sudah robek di bagian bahu, menampakkan luka gores yang mengalirkan darah segar yang langsung tersapu air hujan. Wajahnya bersimbah air dan noda lumpur, namun matanya memancarkan kegelapan yang lebih pekat daripada malam itu sendiri.

​"Kenapa Anda masih di sini?" suara Ergino rendah, namun penuh dengan penekanan yang menakutkan. "Aku sudah memerintahkan Anda untuk lari ke jalan raya!"

​"Aku tidak bisa meninggalkanmu begitu saja, Gino! Kamu terluka!" Nerina mencoba meraih bahu Ergino, namun pria itu justru mencengkeram pergelangan tangannya dengan kasar dan menariknya ke balik batang pohon besar.

​"Dengarkan aku, Nerina!" Ergino menekan tubuh Nerina ke pohon, melindungi wanita itu dengan tubuhnya sendiri saat rentetan peluru menghantam kayu di sisi lain. "Kehidupan ini bukan permainan. Julian tidak main-main. Jika mereka mendapatkanmu, kunci ini tidak akan ada gunanya lagi karena kamu akan mati!"

​"Aku tahu! Tapi aku juga tidak ingin hidup di dunia di mana kamu tidak ada di sampingku!" teriak Nerina melawan suara guntur.

​Ergino tertegun sejenak. Tatapannya melunak hanya untuk sedetik sebelum kembali menjadi tajam. Ia menarik napas panjang, lalu mengecup bibir Nerina dengan kasar, sebuah ciuman yang terasa seperti perpisahan sekaligus janji.

​"Tetap di belakangku. Jangan lepaskan bajuku, apa pun yang terjadi," perintah Ergino.

​Ia berbalik, mencabut pisau taktis dari sarungnya. Dari arah kegelapan, tiga orang pria bersenjata muncul dengan senter yang menyilaukan.

​"Lepaskan gadis itu, pelayan!" teriak salah satu dari mereka. "Julian menginginkan kotak itu hidup-hidup, tapi dia tidak bilang apa-apa soal pengawalnya."

​Ergino tidak menjawab dengan kata-kata. Ia bergerak secepat bayangan. Dalam satu gerakan mengalir, ia menghindari tembakan pertama, menyapu kaki pria terdekat, dan menghujamkan pisaunya ke paha lawan. Suara teriakan kesakitan tertelan oleh gemuruh guntur.

​Dua orang lainnya mencoba menembak, namun Ergino menggunakan tubuh lawan pertama sebagai tameng sebelum melemparkan pisau cadangannya tepat ke arah bahu penembak kedua.

​Nerina hanya bisa mematung, melihat bagaimana Ergino bertarung. Ini bukan lagi pria yang menyajikan teh untuknya setiap pagi. Ini adalah sang algojo Leif Capital, monster yang lahir dari darah dan pengkhianatan masa lalu. Setiap gerakannya efisien, mematikan, dan penuh amarah.

​Setelah ketiga orang itu tumbang, Ergino kembali ke arah Nerina. Ia terengah-engah, darah mengucur lebih deras dari luka di lengannya.

​"Gino... lenganmu..." Nerina merobek kain gaunnya yang sudah kotor untuk membalut luka Ergino.

​"Abaikan itu," desis Ergino. Ia menatap Nerina dengan tatapan posesif yang membara. "Apakah Anda terluka? Katakan padaku, apakah ada peluru yang mengenai Anda?!"

​"Aku tidak apa-apa, Gino. Hanya lecet di lutut—"

​Ergino tiba-tiba menarik Nerina ke dalam pelukan yang sangat erat, seolah ingin menyatukan tulang-tulang mereka. "Jika kamu terluka sedikit saja... aku akan membakar seluruh London. Aku akan memastikan Julian Cavendish memohon kematian saat aku selesai dengannya."

​"Gino, kendalikan dirimu," bisik Nerina, membelai wajah pria itu yang dingin oleh hujan. "Kita harus pergi dari sini."

​Mereka terus bergerak menembus hutan hingga mencapai pinggir jalan raya yang sepi. Sebuah mobil SUV hitam dengan mesin menyala sudah menunggu. Seorang pria dengan setelan taktis segera keluar dan membukakan pintu.

​"Delta One melapor, Tuan. Area sudah dibersihkan, namun Julian berhasil melarikan diri dengan helikopter pribadi," lapor anak buah Ergino.

​Ergino membantu Nerina masuk ke dalam mobil, lalu ia duduk di sampingnya, masih menggenggam senjatanya. Begitu mobil melaju, keheningan menyelimuti kabin yang hangat.

​Nerina mengambil sapu tangan dan mencoba membersihkan wajah Ergino yang kotor. "Kenapa kamu melakukan ini, Gino? Kenapa sampai sejauh ini?"

​Ergino memejamkan matanya, menikmati sentuhan tangan Nerina di wajahnya. "Karena di masa lalu, aku gagal menjadi perisaimu. Aku membiarkanmu menghadapi badai sendirian sampai kamu hancur. Di kehidupan ini... meskipun aku harus menjadi iblis yang paling dibenci dunia, aku akan memastikan mawar hitamku tetap mekar sempurna."

​Ia membuka matanya, menatap kotak musik di pangkuan Nerina. "Buka kotak itu sekarang. Kita butuh tahu apa yang Julian cari sebelum dia mengirim pasukan yang lebih besar."

​Nerina mengangguk. Dengan tangan gemetar, ia memasukkan kunci perak itu ke lubang kunci di bawah kotak.

​Klik.

​Kotak itu terbuka. Namun, tidak ada musik yang keluar. Sebaliknya, sebuah mekanisme rahasia terbuka, memperlihatkan sebuah microchip yang tertanam di balik kain beludru merah, dan sebuah foto kecil yang sudah menguning.

​Nerina mengambil foto itu. Di sana terlihat Eleanor Cavendish yang masih muda, sedang menggendong seorang bayi, dan di sampingnya berdiri Tuan Besar Fidelis dengan senyum bahagia yang belum pernah Nerina lihat sebelumnya.

​Namun, di balik foto itu, terdapat tulisan tangan Eleanor:

​"Rahasia ini bukan tentang harta, tapi tentang siapa yang sebenarnya membunuh keluarga Lynn yang asli. Mawar Putih adalah pembunuh yang sebenarnya, dan dia ada di dalam dewan direksi Cavendish."

​Nerina terpaku. "Jadi... keluarga Lynn yang asli dibunuh? Dan pelakunya adalah orang yang sama yang mengejarku sekarang?"

​Ergino menatap microchip itu dengan tajam. "Chip itu berisi bukti transaksi gelap Cavendish dengan sindikat internasional. Jika ini jatuh ke tangan publik, keluarga Cavendish akan runtuh dalam semalam. Julian bukan hanya mencari warisan, dia mencari cara untuk menutupi kejahatan klan mereka."

​Nerina mengepalkan tangannya. Amarah yang dingin mulai menyelimuti hatinya. "Gino, kita tidak akan lari lagi."

​Ergino menarik tangan Nerina dan mencium buku jarinya dengan khidmat. "Tentu saja tidak, Nona. Kita akan pergi ke London. Kita akan menghancurkan mereka di rumah mereka sendiri."

​"Tapi kamu terluka—"

​"Luka ini adalah pengingat bahwa aku masih hidup untuk melindungimu," sela Ergino. Ia menarik dagu Nerina, memaksa wanita itu menatap matanya yang penuh dengan obsesi dan cinta yang gelap. "Jangan pernah takut, Nerina. Selama aku masih bernapas, tidak akan ada satu pun api yang bisa menyentuhmu. Karena aku adalah neraka yang melindungi surgamu."

​Di tengah hujan yang masih menderu di luar, Nerina menyandarkan kepalanya di bahu Ergino. Ia tahu, babak baru telah dimulai. Perang ini bukan lagi tentang balas dendam pada Andrew atau Elysia, tapi tentang meruntuhkan sebuah kekaisaran yang telah menghancurkan hidup ibunya.

1
Aditya Rian
/Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/
Ariska Kamisa
/Shhh//Shhh//Shhh//Shhh//Shhh/
aditya rian
burulah dinikahin nerina nya gino
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
anak angkat seakan sengaja dibuang agar bisa hidup
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
wow/Scare/
Ariska Kamisa: 🤔🤔🤔🤔🤔
total 1 replies
aditya rian
mulai babak drak romance
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
rahasia terbaru👍
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
aditya rian
gino tidak mati dulunya? apakah time traveler?
Ariska Kamisa: ikuti terus ya🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
👍👍👍👍👍👍
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
ergino keren amat
Ariska Kamisa: terimakasih🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
cettaass
aditya rian
wow tentara bayaran
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
aditya rian
💪💪💪💪💪💪
Ariska Kamisa: 💪💪💪💪💪
total 1 replies
aditya rian
👍👍👍👍👍
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
sepertinya ergino terobsesi 🤭
Ariska Kamisa: yes👍👍👍👍
total 1 replies
aditya rian
ini mulai babak baru , misteri ibu kandung nerina.
Ariska Kamisa: betul
total 1 replies
aditya rian
gob**k elysia 🤣
aditya rian
ibu kandung nya hidup???
aditya rian
dibutakan oleh rasa bersalah karena telah terpisah lama ini orang tuanya jadi anak salah geh kaya ga mau salah🤭
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
rame👍
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!