Penyesalan selalu akan datang di akhir. Seperti yang sekarang aku rasakan. Awal nya setelah istri ku meninggal aku belum benar benar kehilangan nya. Bahkan saat dia meninggal dunia aku masih bisa tertawa dan merasa bahagia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25.
Dengan menghembuskan nafas dengan kasar, akhirnya Selly pun benar benar tidak ada pilihan lain selain menyetujui permintaan dari mantan bossnya itu.
"Uhhuk ... uhhhukk ..." tiba tiba Renata terbatuk batuk dengan sangat keras. Bahkan darah terlihat menetes dan mengalir dari hidungnya.
Selly yang dari kejauhan melihat Renata yang mengeluarkan darah, tampak khawatir.
Dia pun buru buru berlari untuk menghampiri Renata yang sekarang ini sedang mengelap hidungnya dengan tisu yang ada.
Sementara anak Renata sendiri sekarang ini sedang duduk di atas stroller yang memang tadi di bawa oleh suaminya.
"Mbak tidak apa apa!" ujar Selly dengan wajah khawatir.
Renata malah terlihat panik, saat Selly malah membantu mengelap darah yang keluar dari hidungnya.
"Emm, saya tidak apa apa kok, saya hanya mimisan saja mbak," ujar Renata dengan suara lembut, lalu dia terlihat panik sembari menoleh ke arah kanan dan juga kiri.
Seperti sedang mencari seseorang.
"Mbaknya cari siapa? Oh iya pasti mbaknya cari pak Ivan kan. Tadi dia itu ada di sana --" ujar Selly sembari menunjuk ke arah dimana dia dan juga mantan bossnya itu tadi berbicara.
Tapi mata Selly nampak membelalak sempurna, kala melihat mantan bossnya itu tiba tiba menghilang ntah kemana.
"Mbak saya mohon. Tolong jangan bilang sama suami saya kalau hidung saya mengeluarkan darah!" ujar Renata dengan nada memohon kepada Selly.
Selly pun kembali melihat ke arah Renata, lalu menatap Renata dengan wajah bingung.
"Loh kenapa saya gak boleh bilang Mbak, harusnya mbak itu jujur. Agar suami Mbak itu tahu. Penyakit yang sekarang ini menyerang tubuh Mbak, terus kenapa itu ada banyak luka lebam di tubuh mbak?" tanya Selly, dia benar benar di buat penasaran dengan permasalahan yang terjadi antara mantan bossnya itu dengan istrinya.
Karena Selly itu tahu, mantan bossnya itu selama ini terkenal sangat manipulatif. Sehingga membuatnya dengan mudah naik pangkat.
Selly akui, tadi belum seratus persen percaya dengan apa yang dikatakan oleh mantan bosnya itu, makanya dia berniat meroasting istinya.
Renata nampak bingung dengan pertanyaan yang sekarang ini di ajukan oleh pelayan mie ayam yang di depannya.
"Apakah lebam itu karena Pak Ivan itu melakukan kdrt kepadamu Mbak?" tanya Selly dengan wajah yang terlihat penasaran.
Mendengar pertanyaan yang baru saja terlontar dari mulut Selly. Lagi lagi Renata pun membuatkan matanya.
"Bu - bukan Kak, itu karena penyakit yang saya derita. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan Mas Ivan," jawab Renata dengan wajah kebingungan.
Sebenarnya dia tidak ingin mengakui perihal menyakiti yang sekarang ini menyerang tubuhnya, tapi keadaan lah yang memaksanya. Dia tentu saja tidak ingin jika nama suaminya itu menjadi buruk di mata orang-orang.
"Lah memangnya Mbak itu sakit apa? Apakah parah sakit yang Mbak derita sekarang ini?" Selly malah terus mengajukan beberapa pertanyaan pada Renata.
Akhirnya Renata terpaksa menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh Selly dengan kebohongan.
"Hmm, sekarang lagi proses penyembuhan kok Mbak," ujar Renata dengan bibir bergetar. Karena dia memang tidak terbiasa untuk berbohong.
Selly tampak diam sembari berpikir dengan keras. Untung saat ini kedai Mie Ayam milik ayah Selly sedang sepi, jadi Selly bisa bersantai dengan meroasting Renata
"Tapi tolong Mbak, jangan bilang sama suamiku kalau hidung itu berdarah," pinta Renata dengan nada memelas.
Sementara itu dikamar mandi, Ivan memasang wajah kaget. Kala Esther menghubunginya lewat panggilan telepon.
gimana kalau nanti karma nya dia juga merasakan sakit yg sama kaya istrinya, kanker prostat 😏😆
bukan nya menjalani hidup kali ke 2 Renata seperti harapannya dokter Leon?! 😁😁
dasar suami lucknut 😡😡