NovelToon NovelToon
Bukan Yang Pertama

Bukan Yang Pertama

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Balas Dendam / Wanita Karir
Popularitas:13.9k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Bagi Alma, Nova adalah segalanya. Pria romantis yang menjadi pusat dunianya, sehingga dirinya mencintai pria itu dengan ugal-ugalan.

Namun, semuanya tak lagi sama, ketika tak sengaja ia mendengar dan melihat sendiri sang suami menyebut istri pada wanita lain. Dan lebih mirisnya lagi dirinya bukan yang pertama.

Danish, sosok pemuda yang hangat pada keluarga, tetapi sangat dingin dan cuek pada wanita setelah cintanya kandas. Akan tetapi, sejak pertemuannya kembali dengan Alma, perlahan sikapnya mulai berubah.

Bagaimana kisah selanjutnya? Mengalami pengalaman pahit yang hampir sama, akankah mereka bersatu?

Yuk, ikuti perjalanan mereka, hanya di sini; "Bukan Yang Pertama" karya Moms TZ. Bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Iri hati

"Hahahaha...!" Kedua insan itu tertawa bersama setelah Alma menceritakan bagaimana ia mengerjai Nova tadi.

Saat ini mereka sedang dalam perjalanan pulang menuju apartemen yang ditempati Alma.

"Pasti sangat seru melihat wajahnya memerah ingin marah, tapi nggak bisa berkutik," ujar Danish di sela-sela tawanya.

"Haaahh... Rasanya puas banget, melihat nyalinya ciut!" kata Alma dengan pandangan menerawang. "Tapi itu belum seberapa, karena tak sebanding dengan pengorbananku selama ini bahkan sebelum aku menjadi istrinya."

"Trus apa lagi yang akan kamu lakukan padanya?" tanya Danish penasaran.

"Aku akan membuat hari-harinya sibuk dan tak ada waktu untuk santai sedikitpun. Biar dia paham bagaimana dunia kerja yang sesungguhnya. Karena aku banyak menerima laporan, jika selama ini kerjanya hanya memerintah, sedangkan dia tak ada kontribusi sedikitpun, hanya makan gaji buta."

"Mending kalau aku ikut merasakan jerih payahku." Wajah Alma tiba-tiba berubah sendu. "Hampir setahun ini dia nggak menafkahiku dengan berbagai alasan yang dia buat. Tapi... karena pada saat itu mata dan hatiku terlalu buta oleh perasaanku padanya, jadi aku tak mempermasalahkan hal itu."

Alma menghela napas dengan tersengal. Hatinya mendadak melankolis. "Dan setelah mengetahui kebenarannya, baru lah aku sadar sepenuhnya. Betapa bodohnya aku, yang rela berkorban demi lelaki mokondo seperti dia."

Danish menghela napas pelan, lalu menepuk pelan bahu sahabatnya itu.

"Kamu nggak bodoh, Al. Kamu itu hanya terlalu baik dan tulus, sehingga dengan mudah percaya sama omongan manis mereka yang nggak punya hati. Yang salah itu mereka, tega banget mempermainkan dan memanfaatkan kebaikan serta ketulusan hatimu."

Alma mengangguk, sorot matanya tajam penuh tekad. "Tapi sekarang nggak akan lagi, Nish. Aku yang akan membalikkan keadaan, biar mereka sadar bahwa aku nggak sebodoh dulu lagi."

Danish tersenyum, lalu menghentikan mobilnya di depan lobi apartemen Alma.

"Sudah sampai. Kamu istirahat yang cukup ya, jangan pikirkan apapun," pesannya pada Alma.

"Makasih, ya, Nish. Aku selalu merepotkanmu," ucap Alma lembut.

"Nggak masalah, kok. Aku hanya membantumu semampuku," jawabnya santai sambil menggeleng. "Kalau begitu aku balik, ya. sampai jumpa besok."

...

Nova tiba di rumah dalam keadaan sangat kacau. Pria itu menyampirkan jasnya sembarangan di pundaknya. Belum sempat dia melangkah masuk ke dalam rumah, putri sulungnya, Chika langsung berlari menyambutnya dengan wajah kecewa.

"Papa... kok, pulangnya malam banget, sih? Katanya kita mau ke playground? Berarti nggak jadi, dong?" protesnya sambil mengerucutkan bibirnya.

Nova menghela napas panjang, lalu mengusap wajahnya yang terlihat lelah sekali. Setelahnya di berjongkok menyamakan tingginya dengan sang anak.

"Maafkan papa ya, Sayang. Hari ini papa harus lembur. Banyak banget kerjaan di kantor dan nggak bisa ditinggal," jawabnya pelan, berusaha tersenyum meski dipaksakan.

"Besok lagi ya, papa janji akan berusaha pulang lebih cepat dan kita bisa main bersama," tambahnya agar si anak tidak merasa kecewa.

"Tapi Papa beneran janji, ya!" Chika mengulurkan jari kelingkingnya.

Nova tersenyum kecil sambil mengangguk pelan lalu menautkan jari kelingkingnya dengan jari mungil anaknya. "Iya... papa janji."

Gadis kecil itu berlari kecil masuk ke dalam rumah, sedangkan Nova lantas bangkit dari berjongkoknya. Baru saja dirinya hendak melangkah, Marsha menyambutnya dengan pandangan penuh tanya.

"Hari ini pulang malam lagi, Mas. Memangnya ada proyek baru, ya?" tanyanya seraya meraih jas yang tersampir di pundak suaminya.

Nova sama sekali tidak menjawab, dia justru bergegas masuk kamar dengan langkah cepat seolah menghindari sesuatu, lalu duduk di sofa kamarnya. Marsha membuntutinya di belakang dan menutup pintu rapat-rapat.

"Kenapa sih, Mas? Ada apa sebenarnya? Apa Alma membuat masalah denganmu? Atau dia berusaha mendekatimu lagi?" tanya Marsha bertubi-tubi dengan curiga.

Namun, kemudian ia tersenyum miring. "Kalau dia ingin kembali pada Mas, itu malah bagus dong, Mas. Berarti kesempatan Mas terbuka lebar untuk mengantikan posisi itu. Kan, lumayan, Mas," ucapnya enteng seakan tak ada beban.

Nova menatap Marsha dengan pandangan yang sulit diartikan. Antara kesal dan lelah. Lalu menarik napas berat. "Apa kamu pikir Alma masih seperti yang dulu? Polos, lugu, dan gampang diatur?"

Dia terkekeh sinis. "Kamu tahu, siapa yang sekarang berdiri di belakang Alma dan mendukungnya sepenuhnya?"

Marsha menggeleng cepat. "Teman yang aku suruh untuk mengecek dan meretas data pribadinya pun selalu gagal dan menyerah. Seperti ada tembok tebal yang melindunginya, tak ada celah sedikitpun."

"Tentu saja gagal. Karena Alma sekarang punya backingan kuat, yaitu salah satu putra dari pemilik Al Gha Corp," ujar Nova pelan tetapi penuh tekanan.

"Apa...!" Netra Marsha membelalak lebar, terkejut bukan main mendengarnya.

"Sialan...! Kenapa wanita itu selalu saja beruntung, sih?" geramnya dalam hati, dadanya bergemuruh menahan iri hati.

"Dan kamu tahu? Baru di hari pertama menjabat sebagai Direktur Operasional, tapi dia sudah menunjukkan taringnya. Dia menghukumku habis-habisan hanya karena aku datang terlambat dan mengerjakan laporan kerja harian asal-asalan. Dia memaksaku mengerjakan ulang sampai benar-benar sempurna dan sesuai standar. Nggak ada toleransi sedikitpun," ujarnya dengan nada putus asa.

"Tapi... Mas bisa menyelesaikannya, kan? Bukankah Mas sudah terbiasa mengerjakan hal seperti itu? tanya Marsha berusaha mencari celah.

Nova menggeleng lemah, wajahnya tampak semakin kusut. "Otakku rasanya macet, Marsha. Aku sudah nggak sanggup lagi mikir. Beruntung banget saat itu ada teman Alma datang menjemputnya, jadi akhirnya aku diizinkan pulang. Tapi itu belum selesai. Alma tetap menyuruhku membawa pekerjaan itu ke rumah, katanya ini tugas tambahan dan harus selesai sebelum masuk kerja besok pagi."

"Apa...! Dasar wanita kejam!" seru Marsha, suaranya meninggi karena marah yang meledak.

"Dia benar-benar nggak punya hati. Memang dia sudah nggak lagi punya perasaan apa-apa sama Mas? Padahal dulu kan, Mas itu lelaki yang dia cintai mati-matian. Dulu dia bahkan rela melakukan apa saja demi Mas," makinya seolah tak terima.

"Tapi kenapa sekarang, setelah dia sudah punya kuasa, seenaknya saja menyakiti orang yang pernah berarti buat dia!"

Marsha berjalan mondar-mandir seraya mengepalkan tangannya kuat-kuat. Rasa benci dan iri hatinya pada Alma makin memuncak, terasa membakar dada.

1
Rahmawati
kasian alma😭
sunaryati jarum
Benci dan irimu akan menghancurkan kamu dan keluarga kamu sendiri Marsha
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ laki Lo itu copy paste gak di baca jadi mana ngarti dia
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
Suci Dava
Selamat hari raya Idul Adha 1447H utk seluruh saudara muslim seluruh dunia. Lanjut Moms
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sami sami, selamat hari raya idul adha 🫰🫶
total 1 replies
Dew666
💃💃💃
Nar Sih
syukurin rasain pembalasan untuk laki,,pecundang seperti mu nova😂😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
Nar Sih
rasakan pembalasan dri alma
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👏👏👏👏👏
total 1 replies
Nar Sih
kejutan untuk mu nova,dan pasti dlm hti mu marah ngk terima
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: begitulah
total 1 replies
sunaryati jarum
Nah itu pembalasan yang elegan dan berbobot, Alma.Bagaimana kau membalas Alma Nova,itu balasan sekarang tertuju padamu dan Marsha.Sebentar lagi rumah yang kau tempati bersama Marsha akan jatuh ke tangan Alma.Kau dan Marsha tidak akan pernah bisa menyentuh atau mencelakai Alma
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Selamat ya Al🥰🥰🥰
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih kak🫰
total 1 replies
Patrick Khan
seketika kertasnya kosong🤣🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sekarang kan gak perlu nulis tinggal ketik🤣
total 5 replies
Tiara Bella
aku suka gayamu Alma.....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih akak🫰
total 1 replies
Esther
Kerja Nova selama ini kalau dikantor cuma marah2 bu Alma🤭😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nah betul itu🤣
total 1 replies
Patrick Khan
seketika nova jawab .maaf bu dulu yg ngerjakan istri saya..saya hanya trima jd🤣🤣🤣
Patrick Khan: /Facepalm//Determined//Determined//Determined/
total 2 replies
Tiara Bella
wow pembalasan Alma dimulai ....Nova km ky anak SD ckckck....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👏👏👏👏👏
total 1 replies
Patrick Khan
eh telat malah marah2 GK jelas nova
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
Nar Sih
waah...jdi gk sabar nunggu kejutan untuk novan
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: silakan menunggu🤭
total 1 replies
Nar Sih
selamat alma ,saat nya misi pembasan buat nova mulai😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih mam🫰
total 1 replies
Nar Sih
siap,,ngenes kmu nova🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: biar tahu rasa🤣
total 1 replies
sunaryati jarum
Alma akan menemukan kecurangan Bagas.Jadi rencana Bagas mencelakai Alma tidak akan berhasil,malah Bagas yang aka mendapatkan masalah.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: bagas siapa kak?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!