NovelToon NovelToon
Driven By You

Driven By You

Status: tamat
Genre:Bad Boy / Tamat
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Kensington Valerio (22th) adalah seorang "Raja Pesta" yang sinis terhadap cinta, namun terobsesi mengoleksi ribuan novel romansa.

Baginya, cinta hanyalah delusi dengan alur membosankan yang selalu bisa ia tebak ending-nya.

Di tengah kejenuhannya akan kepalsuan dunia, hadir Audrey Hepburn (19th)—mahasiswi hukum tingkat satu yang kaku, ambisius, dan membawa prinsip kesucian yang keras kepala.

Audrey bukan sekadar junior di fakultasnya, ia adalah variabel acak yang mengacaukan prediksi Kensington.

Saat rahasia pengkhianatan mulai mengikis pertahanan Audrey, Kensington justru merasa tertantang untuk menuliskan naskah hidupnya sendiri.

Apakah Audrey akan berakhir menjadi sekadar koleksi di rak bukunya, ataukah ia adalah satu-satunya wanita yang mampu memberikan Kensington sebuah akhir yang tak terduga?

Di arena balap liar dan koridor kampus yang dingin, Kensington mulai mempertanyakan: apakah cintanya juga akan menjadi klise, atau sebuah tragedi yang tak terlukiskan ?

🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#22

Jalanan aspal yang membelah padang rumput menuju kota kelahiran Audrey terasa begitu panjang bagi Kensington.

Di dalam mobil Lamborghini-nya, ia tidak lagi memutar musik klasik. Keheningan kabin hanya dipecah oleh suara mesin yang menderu dan napas Vivian yang duduk di kursi penumpang dengan wajah cemas.

"Tiga minggu, Ken. Itu waktu yang lebih dari cukup untuk seorang gadis menghilang selamanya dari hidupmu," ucap Vivian memecah kesunyian. "Selama tiga minggu ini, aku melihatmu berubah. Kau tidak lagi hanya sekadar bosan, kau cemas, kau mencari tahu, kau tidak fokus. Itu selangkah kau mendekati cinta, Kensington."

Kensington mencengkeram kemudi dengan sangat kuat. Ia tidak membantah. Perasaan yang merayap di dadanya setiap kali ia melihat kursi kosong Audrey di kelas Gabungan hukum adalah sesuatu yang tidak bisa ia jelaskan dengan logika buku mana pun.

"Aku mohon," lanjut Vivian dengan nada sungguh-sungguh. "Jika kau benar-benar serius padanya, kau harus bisa mencintainya. Kau bukan lagi remaja labil yang hanya mengejar target. Aku dan Marco bisa berkomitmen, kau juga harus mencobanya. Jangan biarkan egomu menghancurkan segalanya."

Kensington mengangguk perlahan. "Aku mengerti, Vi. Aku akan mencoba syaratmu. Aku hanya ingin dia kembali."

Namun, di dalam rumah kecil yang tampak tenang itu, sebuah tragedi sedang disusun oleh tangan-tangan yang terluka.

Audrey Hepburn merasa dunianya sudah berakhir sejak pagi tadi. Kata-kata "menjijikkan", "murahan", dan "gagal" dari ibunya terus berdengung seperti ribuan tawon di telinganya.

Sarah, sang ibu telah pergi sejak pagi, meninggalkan Audrey dalam ketidakberdayaan yang mencekik. Dalam puncak keputusasaannya, ia meraih ponselnya dan menelpon satu-satunya orang yang pernah menjadi "rumah" baginya sebelum badai Los Angeles menghantam. Sander.

Sander datang dengan segala kelembutan dan rasa bersalah yang ia bawa dari perselingkuhannya Bulan Lalu. Bagi Audrey, Sander adalah alat pembalasan dendam paling sempurna untuk menghancurkan apa yang tersisa dari dirinya yang sudah "dirusak" oleh Kensington.

Malam itu, di dalam kamarnya sendiri, Audrey membiarkan Sander menyentuhnya. Tidak ada cinta di sana, hanya kemarahan yang meluap. Saat Sander bergerak di atasnya, membisikkan kata-kata manis tentang "kita sudah impas" dan "aku mencintaimu", Audrey hanya bisa menatap langit-langit dengan mata kosong.

Cinta...

Kata itu keluar begitu mudah dari mulut seorang pengkhianat seperti Sander, namun tidak pernah bisa keluar dari mulut Kensington yang agung. Audrey tersenyum getir di sela napasnya yang memburu.

"Aku sudah membayar setiap keangkuhanmu, Kensington," bisik Audrey dalam hatinya. "Kau benci barang yang sudah disentuh pria lain? Sekarang, kau tidak akan pernah sudi memilikiku lagi. Dan anak ini... kau pasti akan membuangnya karena kau akan benci mengetahui ada benihmu di rahim wanita yang sedang tidur dengan pria lain."

Sebuah kemenangan yang memilukan. Sebuah cara untuk memastikan bahwa Kensington tidak akan pernah bisa mengklaim dirinya lagi.

Di luar, mobil Kensington berhenti tepat di belakang sebuah sedan yang sudah lebih dulu parkir. Kensington mengernyit. Ia mengenali mobil itu. Mobil si berondong SMA, Sander.

Sarah, sang ibu yang baru saja kembali dari luar dengan wajah lelah, terkejut melihat dua orang berpakaian elit turun dari mobil mewah di depan rumahnya.

"Siapa kalian?" tanya Sarah heran.

"Kami teman Audrey dari kampus, Tante. Kami ingin menjenguknya," ucap Vivian dengan senyum diplomatis yang dipaksakan.

Sarah, mengira mereka adalah teman-teman baik yang datang untuk membantu putrinya, menghela napas. "Masuklah. Audrey ada di kamarnya sejak tadi. Dia sedang sakit."

Sarah tidak menyadari keberadaan mobil Sander di sebelah mobil Kensington karena pikirannya terlalu kalut. Ia menuntun mereka masuk ke dalam rumah. Namun, Kensington tidak butuh keramah-tamahan. Insting predatornya sudah mendeteksi aroma pengkhianatan di udara. Jantungnya berdetak liar, tangannya mengepal hingga buku jarinya memutih.

"Di mana kamar Audrey, Tante?" tanya Kensington, suaranya terdengar seperti geraman tertahan.

Sarah menunjuk sebuah pintu kayu di ujung lorong. Tanpa menunggu aba-aba, Kensington melangkah dengan cepat. Ia tidak berjalan seperti seorang teman yang ingin menjenguk orang sakit.

Langkahnya berat, penuh kemarahan yang meledak-ledak.

Vivian mencoba menahan lengan Kensington. "Ken, tunggu! Jangan gila!"

Namun Kensington sudah tidak bisa mendengar apa pun. Pintu kamar itu terkunci dari dalam.

Dalam pikirannya, hanya ada satu bayangan: Audrey-nya sedang bersama Sander di balik pintu itu. Keangkuhan Valerio-nya terbakar habis.

BRAAAKKK!

Dengan satu tendangan kaki yang penuh tenaga, pintu kayu itu hancur, engselnya terlepas dan menghantam dinding.

Suasana di dalam kamar itu panas dan remang. Aroma gairah yang menyesakkan memenuhi udara. Di atas ranjang, Sander sedang berada di posisi penyatuan kembali setelah jeda istirahat mereka. Tubuh Audrey yang telanjang terlihat jelas di bawah remang lampu tidur.

Audrey yang tadinya sedang mendesah, tersentak hebat. Ia tidak mendengar suara apa pun sebelumnya karena fokus pada sensasi yang ia ciptakan untuk menghukum dirinya sendiri. Namun saat pintu itu jebol, dunianya berhenti.

Kensington berdiri mematung di ambang pintu. Matanya yang perak berkilat penuh kegilaan, menatap langsung pada pemandangan paling menjijikkan yang pernah ia saksikan seumur hidupnya. Vivian di belakangnya menutup mulut, matanya terbelalak kaget sebelum akhirnya ia menutup mata dengan tangan, tidak sanggup melihat kehancuran di depan matanya.

Sander langsung membeku, menoleh ke arah pintu dengan wajah pucat pasi. Ia mengenali pria itu. Pria yang berdiri di sana adalah raja penguasa kampus Audrey.

Namun, yang paling gila adalah Audrey.

Setelah keterkejutan dua detik berlalu, Audrey tidak mencoba menutupi tubuhnya dengan selimut. Ia justru menatap Kensington dengan tatapan yang sangat tajam, penuh kemenangan yang pahit. Ia membiarkan Sander tetap berada di atasnya seolah-olah ia ingin Kensington melihat setiap inci kerusakannya.

"Selamat datang, Kensington Valerio," ucap Audrey, suaranya serak namun terdengar tenang di tengah badai. "Kau datang tepat waktu untuk melihat barang yang sudah disentuh orang lain ini dihancurkan sekali lagi."

Kensington merasa oksigen di sekitarnya menghilang. Keheningan yang mengikuti ucapan Audrey jauh lebih menakutkan daripada suara pintu yang jebol tadi.

Suasana di kamar itu menjadi medan perang emosi yang begitu kental. Kemarahan, kebencian, dan harga diri yang hancur berkeping-keping bersatu dalam satu ruang sempit.

"Keluar..." suara Kensington keluar sangat rendah, nyaris seperti bisikan iblis. "Sander... keluar dari sini sebelum aku membunuhmu dengan tanganku sendiri."

Sander gemetar hebat, ia segera menarik dirinya, menyambar pakaiannya yang berserakan di lantai dengan gerakan panik.

Ia tidak berani menatap mata Kensington. Sementara Audrey? Ia masih berbaring di sana, menantang Kensington dengan keheningannya, menunjukkan bahwa pengorbanan terbesarnya untuk membalas dendam baru saja dimulai.

Tragedi ini tidak memiliki naskah. Dan malam ini, di rumah kecil itu, cinta yang baru saja ingin Kensington pelajari, mati tepat di depan matanya sendiri.

1
nayla tsaqif
Haduhhh,, knp tamat semua sihhh,,, jangan lama2 cerita barunya yaaaa!!??
Thee-na Tooth
lagi dong kak
Zahra Alifia Hidayat
Yo bapakmu itu yg jadi nyamuk raksasanya max
Ros 🍂: wkwkwk🤭
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
untung tersesatnya di toilet toko perhiasan coba klo tersesatnya di kedai kopi late alamat GK tau jalan pulang wkwkwk🤣🤣🤣
Ros 🍂: Hahhaa bahaya kalo nyasar kesana ya kak🤣🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Astagaaa,, kmna ken yg dingin dan angkuh itu dreyyy,,, knp skrng dia sengklek,,, 🤣
Ros 🍂: mabuk cinta kak🤣🤣🤣🤣😘
total 1 replies
Almeera
tinggalin jejak duluuuuuuuu yaaaa nyicil aku maraton kerja duluuu
Ros 🍂: Hehe siap Kak🫶🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
ingat Ken segera lenyapkan si kopi late lagian jadi cowok tuh harus bisa mengendalikan senjatanya ini malah tercelup ke kopi late🤭
Ros 🍂: Late Vera kak, Bukan Latte Coffee 🤣🤣🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
akhirnya ,,,terharu aku thor😍😍😍
Ros 🍂: Huhuhu semoga Suka ya kak🫶🥰
happy reading 😍
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
pantesan Ken gendeng wong bapaknya klo ngasih saran diluar Nurul moga kegendengan mereka menurun ke max kelak🤭🤣🤣🤣🤣
Ros 🍂: hahhaa Daddy Felix asline kalem kak🤭🤣
total 1 replies
Murnia Nia
lagi seru ni ceritanya
Ros 🍂: ma'aciww komentar nya ya kak🫶
total 1 replies
Murnia Nia
lanjut thor
Ros 🍂: siap kak🫶
total 1 replies
Thee-na Tooth
puas bacanya kak,,,
terimakasih berkali² double up.
besuk lagi up nya kak,,,
kesehatannya di jaga
semangat 💪
Ros 🍂: Ma'aciww kak 🫶🫶😘
semoga kakak juga sehat selalu 🥰
total 1 replies
winpar
lgi kk 💪💪💪💪
Ros 🍂: sama-sama kak🫶
total 3 replies
Thee-na Tooth
ayoo up lagi🤭
nunggu kejutan dari kakak cantik 💪
Ros 🍂: Besok ya kak🫶 ditunggu 😍
total 1 replies
Thee-na Tooth
Alurnya bagus banget,,,
dari pemilihan kata kata bagus, mudah di pahami. Alur kata tidak melibet.
Padahal novel e bagus banget tapii kenapa peminat bacanya sedikit ya
Aku doain ya kak,, semoga novel e bisa banyak yang baca, bisa masuk rank
Ros 🍂: Ma'aciww banyak kak🫶🥰
sehat selalu ya kak😘
total 1 replies
Thee-na Tooth
semangat up kakak,,,
insha Allah setiap baca, aku kasih kopii. biar nulisnya tambah semangat, dan nggak ngantuk 🤭
Ros 🍂: uuuwwwwwhh 🫶🫶🫶
ma'aciww ya kak, sehat Selalu 🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
wes tambah gendeng ini Bang Ken,tak tunggu kegendenganmu selanjutnya Bang🤣🤣🤣
Ros 🍂: Nular Ya kak bucinnya 🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Gen valerio,, awal2 dingin, angkuh,, begitu bucin setrezzzz,,, bikin esmosi!! Mom kim&dad felix ceritanya judulnya apa thor??
Ros 🍂: hihihi Rekomendasi baca "The End Of Before" kak, Ndak kalah seru🥰
total 1 replies
nayla tsaqif
Gk knl cinta,, gk percaya cinta sekalinya cinta gueenndennng kowe ken,,, bisa2nya pengen jd simpanan,, emg mau di simpan dimna,, badanmu kn segedhe gaban,,, 😄
Ros 🍂: hahaha Dia senang jadi simpanan kak🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Q suka kalo para wanita2 itu sudah mengumpat,,, seperti briella kalo ngumpat fasih banget,,, "bringsiikkk" 🤣🤣
Ros 🍂: wkwkw iya kak🤭🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!