NovelToon NovelToon
GUS DINGIN DAN GADIS BAR BAR

GUS DINGIN DAN GADIS BAR BAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: RISMA AYINI SAFITRI

seorang gadis bernama hazia ayini que'en namyesa yang merupakan seorang gadis bar bar, nakal, jahil, dan juga bermulut pedas yang susah di atur oleh orang tua nya sehingga iya dan juga kakak sepupu laki laki nya yang bernama kevin di kirim ke sebuah pondok pesantren yang merupakan milik sahabat keluarga hazian.

apakah ayini si gadis bar bar bisa berbuat baik dan memperbaiki akhlak serta adab nya di pondok pesantren itu?
atau apakah ayini akan berbuat jahil dan mengacaukan pondok itu?
apa yang akan ayini lakukan ketika iya bertemu dengan anak kyai yang bernama Alvaro!
atau kerap di panggil gus alvaro? seorang Gus yang memiliki sifat dingin dengan wajah datar yang ternyata akan menjadi CALON SUAMI nya karena masalah yang iya lakukan sendiri...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RISMA AYINI SAFITRI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25. MAKNET YANG TAK TERHINDARKAN

Di balik punggungnya, ia bisa mendengar tawa Ayini yang meledak bersama tawa kecil Umi Ayisah.

"Ayini, kamu bener-bener ya..." Kevin menggeleng-gelengkan kepala.

"Gus Alvaro yang biasanya ditakutin santri, sekarang malah jadi bulan-bulanan lu."

Ayini cengengesan sambil mengambil sepotong ayam goreng.

 "Biarin, Vin. Biar es di hatinya mencair. Lagian kan Ayini cuma nanya, bukan ngajak balapan motor."

Di kantor pusat pesantren, Alvaro duduk di kursinya dengan jantung yang masih berdegup liar.

 Ia menutup wajah dengan kedua tangannya. Pikirannya kacau. Bayangan Ayini yang bertanya tentang "cucu" di depan Abi dan Umi terus berputar-putar di kepalanya.

"Ya Allah... gadis itu benar-benar..." Alvaro bergumam pelan. Ia menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri, namun setiap kali ia teringat senyum nakal Ayini, ia kembali beristighfar.

Namun, di sela-sela rasa malunya yang sangat besar, ada secercah perasaan aneh yang mulai menyusup di hati Alvaro.

Rasa hangat karena tahu bahwa keluarganya menerima Ayini dengan tangan terbuka, dan rasa takut sekaligus penasaran tentang masa depan yang akan ia bangun bersama gadis bar-bar itu.

Perjalanan di tanah Barito ini benar-benar tidak lagi membosankan sejak Ayini datang membawa keceriaan—dan serangan jantung—ke dalam hidupnya.

Setelah insiden meja makan yang menggemparkan keluarga Ndalem, Ayini seolah mendapatkan "lisensi" resmi dari Umi Ayisah untuk lebih berani.

 Jika sebelumnya ia hanya menggoda secara sembunyi-sembunyi, kini Ayini terang-terangan menunjukkan sisi nakalnya sebagai seorang istri.

Baginya, melihat Gus Alvaro yang serba tertib dan suci itu menjadi kalang kabut adalah hiburan terbaik melampaui tontonan drama mana pun.

Sore itu, hujan rintik kembali membasahi tanah Barito Utara. Aroma tanah basah meruap masuk melalui jendela kamar yang terbuka sedikit.

Gus Alvaro sedang duduk di meja belajarnya, tenggelam dalam tumpukan kitab kuning yang harus ia koreksi.

 Ia mencoba fokus, benar-benar mencoba, namun kehadiran Ayini di dalam kamar yang sama adalah ujian konsentrasi terberat dalam sejarah hidupnya.

Ayini tidak sedang berteriak atau membuat kerusuhan. Ia justru sedang duduk di atas karpet bulu dekat ranjang, mengenakan gamis rumahan berbahan kaos yang lembut dengan rambut panjangnya yang sengaja ia biarkan terurai—hal yang hanya ia lakukan saat hanya ada Alvaro di sana.

"Mas... Mas Alvaro..." panggil Ayini dengan nada suara yang rendah, sengaja dibuat serak-serak basah yang menggoda.

Alvaro tidak menoleh. Penanya tetap bergerak di atas kertas, meskipun sebenarnya ia hanya mencoret-coret pinggiran kertas secara acak.

"Ada apa, Ayini? Saya sedang sibuk."

"Lihat sini sebentar aja sih. Ayini mau nanya soal... mmm, soal hukum pernikahan," ucap Ayini penuh muslihat.

Mendengar kata 'hukum pernikahan', naluri keguruan Alvaro bangkit. Ia mengira Ayini benar-benar ingin belajar.

Dengan perlahan, ia memutar kursinya, tetap menjaga pandangan agar tidak terlalu fokus pada wajah istrinya.

"Hukum yang mana? Ada banyak bab dalam—"

Kalimat Alvaro terputus. Ia melihat Ayini sedang menopang dagu dengan kedua tangannya, menatapnya dengan mata yang berkedip-kedip manja.

"Hukumnya kalau istri lagi pengen dimanja suami tapi suaminya malah sibuk sama kitab terus, itu gimana Mas? Apa kitab-kitab itu lebih cantik dari Ayini?" tanya Ayini sambil mengerucutkan bibirnya.

Wajah Alvaro memanas seketika. "Ayini... itu bukan pertanyaan hukum. Itu hanya perasaanmu saja."

"Tapi Mas, Ayini serius. Mas Alvaro itu kayak kutub utara, dingin banget. Padahal kita udah sah lho. Mas nggak pengen gitu, sekali-kali naruh kitabnya terus duduk di sini sama Ayini? Masa Mas tega biarin istrinya kedinginan sendirian?"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!