NovelToon NovelToon
Sekolah Kok Menikah

Sekolah Kok Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dijodohkan Orang Tua / Romantis
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

Alfina dan Alfino teman masa kecil yang selalu bertengkar jika berada di dalam satu kelas.

Fina mempunyai tambatan hati bernama Choki, sedangkan Fino memiliki Anjani, hubungan itu tidak berarti sama sekali ketika kedua orang tua memaksa mereka untuk menikah muda.

Fina membuat perjanjian setelah pernikahan, Jika disekolah menjaga jarak, jika dirumah berperan layaknya pasutri. Tujuan Fina buat janji karena untuk melindungi Fino dari gangguan Choki.

Pada akhirnya perjanjian yang Fina buat seakan masuk ke perangkap nya sendiri. Fina semakin di ganggu oleh Choki, sedangkan Fino semakin dekat dengan Anjani.

Apakah Fina bertahan dengan janji yang sudah ia buat, jika kalau tidak bertahan bagaimana kisah mereka membina sebuah pernikahan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 04.

Sebagai pewaris kaya raya, Fino tidak mau meminta aset berharga berupa mobil mewah, juga bukan meminta ratusan juta yang sudah dijanjikan papahnya setelah menikah.

Untuk meringankan kekhawatiran Alfina. Fino meminta lima pengawal terbaik yang dimiliki papah nya untuk memantau pergerakan Alfina selama di luar dan di dalam sekolah.

"Cuma itu permintaan sederhana mu Fino?" Tanya Pak Santo hanya untuk memastikan.

"Iya pah"

Pada akhirnya Pak Santo tersenyum dengan helaan nafas. "Baiklah, sebagai rasa terima kasih papa karena kamu sudah menuruti keinginan mamah, papa akan kasih kamu lima bodyguard terbaik yang papa punya"

Fino tersenyum antusias "Makasih pah, Fino tunggu secepatnya"

"Iya Fin"

"Pah maaf, Fino minta satu permintaan lagi boleh?"

"Boleh Fino, sebutkan saja apa?"

"Selama ini Fina tidak punya kendaraan untuk berangkat ke sekolah. Fino mau papa belikan kendaraan bermotor untuk Fina ya pah"

Pak Santo tersenyum simpul. "Baik, nanti siang papa ke dealer motor beli cash"

Hingga akhirnya Fino mengumbar senyum terbaiknya. "Makasih banyak pah"

"Sama-sama nak"

**

Keesokan hari nya.

Fina masih berangkat sekolah menggunakan ojol langganan aplikasi nya.

Pagi ini Fina tanpa di kawal oleh Fino, Fino menuruti permintaan Fina untuk menjaga jarak saat berada di sekolah.

Tepat hari ini, Fino benar-benar membuktikan nya. pria itu hanya menjaga jarak pandang, sebetulnya dia memantau Fina dari jarak jauh.

Terbukti saat Fino yang lebih dulu datang ke sekolah. ia memantau Fina hendak turun dari motor ojol itu. Di gerbang sekolah juga sudah ada lima pengawal setia dari papah yang akan menjalankan tugas baru nya.

POV Fina.

Perempuan itu tengah berjalan melewati kelima pengawal yang ada di depan gerbang, Awal nya sih biasa aja, tapi ada satu perkataan yang buat Fina memberhentikan langkah kaki. "Yang barusan lewat Fina kan?"

Fina mengerut kening "Kenapa mereka kenal saya?" Gumam Fina bicara pada diri sendiri.

"Iya benar, udah diem nanti dia curiga"

Curiga sih tidak, yang Fina rasakan sekarang adalah takut. Wajah yang setara dengan om om itu berhasil membuat Fina bergidik merinding. Entah apa yang dipikirkan sampai Fina berlari sekencang-kencangnya.

Disana Fino menahan pelarian Fina. "Kau kenapa?"

"Saya takut banget sumpah, itu di gerbang om om cabul liatin saya terus. Kamu tau gak sih mereka semua kenal saya tau!... Dari mana coba mereka bisa kenal saya?!" Rancu Fina mengadu tentang apa yang baru saja terjadi.

Fino hampir saja tertawa, untung reaksi itu cepat Fino ubah dengan senyuman tipis. "Gak apa-apa, kamu tenang saja ya"

"Saya gak tenang sama sekali Fin" Gadis itu lanjut mengeluh, bahkan Fina sampai mengira-ngira. "Pasti mereka suruhan Choki!"

Fino tiba-tiba terkekeh. "Apa yang lucu sih?!" Tanya Fina.

"Iya kalau dipikir-pikir lucu saja, makin lama makin gila ya mantan kamu?" Kata Fino.

"Emang!" Fina setuju dengan ucapan Fino. "Udah ketahuan selingkuh, kemarin rengek minta balikan, ngundang semua anggota geng motornya buat mukulin kamu, sekarang malah ngundang om-om buat menculik saya?!" Apa saya enggak stres coba?!"

Dari pada mendengar keluhan istrinya, Fino lebih memilih memeluk tubuh Fina untuk menenangkan kegelisahan nya.

Hingga perlahan-lahan perasaan Fina yang tadi sedang takut-takutnya sudah mulai tenang.

"Nanti pulang sekolah bareng ya Fin." Gumam Fina.

Fino terkekeh. "Dari kemarin-kemarin bilang nya mau jaga jarak?, Kok setiap ada orang yang mau berbuat jahat ke kamu, kamu selalu berlindung ke saya?" Tanyanya.

"Cuma sehari aja Fin, saya takut kalau om om itu culik saya terus dibawa ke hotel, lalu saya ditelanjangi. Iiiih gamauuuu Finoooo!" Jawab Fina dengan rengekan sebal.

"Astaga ni anak pikirannya sampai sono, iya iya Fina" Kata Fino dengan nada lembut.

Ini seperti kejadian kemarin saat Fina minta Fino untuk melindungi nya dari anggota geng motor yang dibawa oleh Choki. Karena Fina dilindungi, Fino sampai dibawa dan dipukulin oleh mereka.

Karena kejadian itu Fina membuat perjanjian, dimana mereka harus menjaga jarak dengan alasan biar Choki tidak menganggu Fino lagi.

Tanpa sadar yang menjadi pemicu Choki terus mengganggu Fino memang karena kelakuan Fina sendiri, ada satu orang lagi yang sekarang sedang menghampiri Fina yang tengah bersama Fino.

Anjani memisahkan pelukan mereka tanpa diduga-duga. "Eh apa-apaan sih!" Protes Fina tidak terima.

"Sudah saya katakan, Fino sedang fokus ujian kelulusan, kamu jangan dekat-dekat dia lagi!"

"Lah kamu sudah putus aja sok berlagak jadi pacar nya!" Fina gak mau kalah.

Pada akhir nya Fina dan Anjani bertengkar saling adu mulut kesana kemari membahas tentang Fino. Inilah yang membuat Fina dan Anjani selalu bertengkar jika di sekolah.

**

Ketika Fina dengan Fino sudah berada di rumah. Fina mengembung kan mulutnya seraya balon yang ingin meletus.

Lantas Fino berkata soal kekesalan nya Fina terhadap Anjani saat berada di sekolah. "Sudah Fin jangan dipikirin, kau tuh yang mulai pasti nanti saya yang disalahin"

"Pikir aja sendiri!, pokoknya malam ini kamu tidur di sofa, jangan di kamar!"

Hingga keadaan rumah itu seperti berada di area kuburan yang hening tanpa pembicaraan satupun diantara pasutri itu.

Setengah jam kemudian...

Kekesalan Fina menghilang saat ada mobil box yang sedang membawa satu unit sepeda motor sudah datang ke rumah.

Fina langsung kedepan, melihat sepeda motor itu lalu bertanya. "Kamu beli sepeda motor Fin?"

"Iya, sepeda motor ini nanti buat kamu kalau mau berpergian" Jawab Fino.

Fina membelalak kedua mata, hingga tatapan itu perlahan menjadi tatapan yang berbinar di mata gadis itu. "Kamu serius?"

Fino tersenyum simpul, lalu membelai rambut Fina yang menjadi kebiasaan nya. "Iya Fina"

"Emmmmmmh" Fina memeluk Fino dengan sifat manja nya. "Makasih sayang" Dua detik setelah itu Fina mendekat ke sepeda motor yang baru saja diturunkan dari mobil box.

Setelah urusan motor sudah selesai, Fina diajak Fino untuk latihan mengendarai motor di lapangan tak jauh dari komplek perumahan nya. Karena yang Fino tau kalau Fina belum bisa nyetir motor.

Jenis kendaraan yang dipakai Fina untuk latihan berkendara adalah motor matic milik mama nya Fino.

"Kenapa harus pakai motor ini sih? Bukan nya motor yang baru datang?" Fina memprotes.

"Nanti lecet"

"Kamu meragukan saya ya?, belajar motor doang mah gampang banget Fino"

"Gampang katamu?" Fino terkekeh. "Kalau kamu sudah bisa mengendarai sepeda ontel, kesana nya pasti bisa menyeimbangi motor ini" Lanjut Fino berkata.

Diberi tahu Fina malah ngeyel, gadis itu malah meminta Fino untuk turun dari motor.

Disaat Fino sudah turun dari motor. Fina langsung tancap gas, padahal Fino mau ajari teknik dasarnya dulu.

"Fiinooo tolong ini gimana cara berhentiin motor nya" pekik Fina saat motor yang di pegang nya tiba-tiba berjalan kencang.

Untung saja jatuhnya Fina di tumpukan jemari yang ada di tepi lapangan. Saat itulah Fino langsung berlari sekencang mungkin untuk menolong gadis yang sedang merengek dengan tangisan minta ditolong.

Stalking handal ada pada diri Anjani, dimana gadis itu rupanya diam-diam mengikuti Fino saat pulang sekolah.

Disaat Fino sedang menolong Fina yang sudah terjatuh dari motor. Disana Anjani langsung mendekat.

Fino kaget, pun dengan Fina yang tiba-tiba berhenti menangis.

"Kamu ngapain ada disini?" Tanya Fino.

"Saya lihat kalian tinggal serumah ya?" Tanya balik Anjani.

Deg.

Jantung Fina tiba-tiba terasa seperti ada genderang mau perang, ia harap Anjani tidak curiga kalau Fina sudah jadi istrinya

To be continue,

1
Queen Aisyah
dijodohin ama Fina malah sok jual mahal, maunya di jodohin sama mama ya Jan🤭
Queen Aisyah
janur kuning sudah melengkung kali An, kalau kau tau nangis pasti/Sweat/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!