“Di kehidupan ini, Akulah yang memegang kendali takdir.”
"Reinkarnasi sebagai saudara kembar Itachi dengan Supreme System."
"Aku akan mengubah takdir klan uchiha."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wawan wan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35: Reorganisasi Bawah Tanah dan Faksi Hitam Uchiha
Bab 35: Reorganisasi Bawah Tanah dan Faksi Hitam Uchiha
Kematian Danzo Shimura menjadi gempa tektonik yang mengguncang fondasi terdalam Konoha. Namun, di bawah kepemimpinan sigap Hokage Keempat, Minato Namikaze, informasi tersebut ditekan rapat-rapat dari konsumsi publik. Di permukaan, desa dikabarkan sedang melakukan "rekonstruksi internal pasca-insiden keamanan Kuil Senju."
Namun, di bawah tanah yang remang-remang—di tempat yang dulunya merupakan sarang kebanggaan Root—sebuah tatanan baru sedang dibangun di atas puing-puing tirani lama.
Sret. Sret.
Langkah kaki kecil berirama konstan menggema di koridor batu markas bawah tanah. Uchiha Veil berjalan dengan jubah hitam Asura miliknya yang menyapu lantai, didampingi oleh Itachi dan Shisui. Di sebuah aula besar yang melingkar, sebanyak 240 agen elit Root berdiri berbaris dengan kaku bagai patung tanpa jiwa.
Mereka adalah warisan militer paling mematikan milik Danzo. Di dahi mereka tidak lagi terpasang topeng hewan, melainkan wajah-wajah pucat yang kehilangan arah setelah kematian tuannya. Segel Kutukan Lidah (Ne no Juuinjutsu) di dalam mulut mereka sempat berdenyut liar, mencoba menghancurkan otak mereka akibat hilangnya chakra Danzo sebagai jangkar utama.
Veil berhenti di atas panggung tinggi, menatap ratusan pembunuh itu dengan sepasang mata hitamnya yang perlahan bermutasi menjadi pola riak air Rinnegan.
"Sistem," panggil Veil di dalam kesadarannya. "Eksekusi kode enkripsi biologis yang diekstrak dari memori Danzo. Tanamkan otorisasi mutlak atas segel kutukan mereka ke dalam struktur chakra pribadiku."
【Ding! Mengintegrasikan Kode Enkripsi Biologis Root...】
【Proses Re-Writing Segel Kutukan Lidah: 100% Sukses!】
【240 Agen Anbu Root kini berada di bawah kendali hierarki jiwa Tuan Rumah secara absolut!】
ZUTT!
Secara serentak, 240 agen tersebut mencengkeram leher mereka saat tanda segel hitam di lidah mereka berputar, terbakar, dan dibentuk kembali menjadi pola mikro berbentuk tiga tomoe yang mengunci sistem saraf pusat mereka langsung ke gelombang otak Veil.
"Ugh..." Sang kapten pengganti Root yang berdiri paling depan mendongak. Matanya yang sempat kosong kini memancarkan kepatuhan mistis yang jauh lebih pekat daripada saat Danzo masih hidup.
Plop!
Dengan satu gerakan serempak yang terlatih, 240 ninja elit itu berlutut dengan satu kaki, menundukkan kepala mereka hingga menyentuh lantai dingin di hadapan seorang bocah berusia enam tahun.
"Hormat kami... Tuan Besar Veil," ucap mereka serempak, suara mereka bergaung rendah menembus dinding-dinding batu gua.
Itachi yang berdiri di samping Veil menatap pemandangan itu dengan binar mata yang tajam. "Veil, Minato-sama mengira divisi ini telah dibubarkan dan anggotanya akan dilebur ke dalam Anbu reguler secara bertahap. Jika dia tahu kita mengamankan seluruh sisa pasukan ini..."
"Minato hanya akan menerima apa yang aku izinkan untuk dia lihat, Itachi," potong Veil datar, suaranya sedingin es. "Aku akan menyerahkan 40 agen kelas rendah kepada Anbu reguler untuk memuaskan laporan taktisnya. Sisa 200 elit ini... akan menjadi [Faksi Hitam Uchiha]. Pasukan bayangan yang tidak tercatat di dokumen dunia shinobi, bergerak murni untuk mengeksekusi kehendak klanku di luar batas hukum desa."
Veil melirik Shisui. "Shisui, kau adalah komandan tertinggi Faksi Hitam ini dari balik layar. Gunakan memori Danzo yang telah kukirim ke otakmu untuk mengambil alih seluruh jalur laboratorium sel Hashirama dan gudang dana taktis mereka di luar Negara Api."
"Serahkan padaku, Veil," jawab Shisui dengan senyuman tipis yang sarat akan niat membunuh yang matang. Berkat Pil Pemurni Jiwa Yin tempo hari, kapasitas mental Shisui kini telah sepenuhnya selaras dengan logika taktis Veil yang tanpa ampun.
Sementara reorganisasi bawah tanah selesai dengan efisiensi mutlak, Veil membuka layar sistemnya untuk memeriksa sisa asetnya setelah rentetan kemenangan besar ini.
Sistem, tampilkan saldo poin saat ini dan menu peningkatan Rinnegan, perintah Veil.
【Ding! Poin Sistem Saat Ini: 12.000 Poin (Akumulasi sisa dan bonus penataan ulang Root).】
【Pemberitahuan Evolusi: Tuan Rumah telah menguasai empat dari Enam Jalan Rinnegan (Gakido, Ningendo, Tendo, dan Phantom Mind-Imitation). Membutuhkan 10.000 Poin untuk membuka Jalan Kelima: Jigokudo (Jalan Neraka - Kontrol atas Raja Neraka, Pemulihan Fisik Instan, dan Interogasi Jiwa Skala Global).】
Melihat nama Jigokudo, kilatan kegelapan yang teramat pekat meledak di mata Veil. Dengan Jigokudo, dia tidak hanya bisa menyembuhkan cedera fisik sekutu-sekutunya secara instan menggunakan Raja Neraka (Meifu no O), tetapi juga memiliki kartu as kematian mutlak yang bisa memanggil gerbang penghakiman bagi siapa saja yang mencoba mengkhianatinya.
"Buka Jigokudo, Sistem. Eksekusi sekarang," ucap Veil tanpa ragu.
【Ding! Mengonsumsi 10.000 Poin Sistem...】
【Sukses Besar! Anda telah menguasai Kemampuan Rinnegan Kelima: Jigokudo (Jalan Neraka)!】
【Sisa Poin Anda: 2.000 Poin.】
Seketika, gelombang energi spiritual yang teramat dingin dan pekat mengalir menembus tulang belakang Veil, membuat pendaran chakra ungunya berdesis pelan di udara kosong. Kapasitas chakranya kini secara resmi melonjak melewati batas Kage Menengah, menyentuh ranah Kage Puncak—sebuah pencapaian yang mustahil dinalar oleh logika dunia shinobi untuk seorang anak yang baru berusia enam tahun.
Keesokan paginya, Tim 11 kembali dipanggil ke kantor Hokage.
Minato Namikaze duduk di balik mejanya dengan raut wajah yang tampak jauh lebih rileks setelah pembersihan faksi Danzo, meski lingkaran hitam di bawah matanya menunjukkan dia kurang tidur akibat mengurus birokrasi yang ditinggalkan sang tetua.
"Veil, Itachi, Yugao," ucap Minato dengan senyum hangat khasnya saat melihat tim elitnya masuk. "Sekali lagi, terima kasih atas kontribusi besar kalian dalam menstabilkan situasi desa. Atas rekomendasi dari klan Uchiha dan evaluasi kinerjaku sendiri, Tim 11 secara
Minato mengambil sebuah gulungan besar berlambang emas. "Dua minggu dari sekarang, Negara Petir (Kumogakure) akan mengirimkan delegasi utusan mereka ke Konoha untuk membahas draf perjanjian gencatan senjata abadi pasca-perang besar. Aku ingin Tim 11 bertindak sebagai pengawal internal rahasia untuk delegasi tersebut."
Mendengar kata "Utusan Kumogakure", mata Itachi sedikit menyipit, sementara Veil hanya menatap Minato dengan pandangan kosong yang teramat dalam.
Logika Bumi milik Veil segera berputar dengan kecepatan ekstrem. Utatusan Kumogakure... Perjanjian damai...
Ini adalah plot awal dari Tragedi Klan Hyuga, di mana kepala utusan Kumo akan mencoba menculik Hyuga Hinata demi mencuri rahasia mata Byakugan, yang berujung pada pengorbanan tragis Hyuga Neji dan ayahnya, Hizashi.
Kumo ingin bermain kotor di bawah hidung Minato? batin Veil kejam, seulas senyuman tanpa emosi terukir samar di wajah balitanya. Sempurna. Faksi lama Konoha sudah runtuh, sekarang saatnya memperluas cakar Faksi Hitam milikku untuk mencabik-cabik harga diri klan-klan besar dari desa lain. Pertunjukan sejati baru saja dimulai.resmi akan dialihkan untuk menangani Misi Diplomatik Khusus."