Glegg
Arsa menelan ludahnya saat melihat tubuh Aurel yang hanya memakai lingerie tipis berwarna hitam, bahkan Arsa bisa melihat apa yang ada di dalamnya.
"Sayang boleh ya." Ucap Arsa memohon.
Aurel hanya mengangguk malu malu sambil menyilangkan tangannya, melihat anggukan Aurel, tanpa ragu lagi Arsa mulai mengeksplor setiap inchi tubuh istrinya.
"Emhhh, Arsa " Aurel mulai terbuai atas perlakuan Arsa, Arsa memperlakukannya sangat lembut, meski terkesan tidak sabaran namun Arsa berhasil menahan diri agar tidak menyakiti Aurel karena ini adalah pengalaman pertama mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kuda Liar
Matahari pagi sedikit memasuki celah celah diantara gorden kamar hotel tempat Arsa dan Aurel bermalam.
Aurel bangun namun ia tak sepenuhnya membuka mata, karena silau dari sinar matahari, gadis itu menyipitkan matanya.
Emmmmhhhh...
Aurel menggeliat sambil membalikan badan nya ke arah belakang.
Gadis itu mengerjap ngerjapkan matanya saat melihat suami nya sedang menatapnya dengan intens.
" Pagi sayang." Sapa Arsa sambil mengecup dahi Aurell singkat.
" Terima kasih untuk yang semalam"
blush,
Aurel mengingat lagi kegiatan mereka semalam dan merasa malu, ia menutup wajah nya dengan selimut.
" Kenapa di tutupi sayang?"
Arsa membuka selimut yang menutupi wajah Aurel.
" Kamu masih malu sama aku?"
Aurel tak menjawab, dia tetap menekan selimut nya agar tak terbuka oleh Arsa.
" Sayang, aku mau lihat wajah mu." Arsa kekeh menarik selimut Aurel, namun Aurel tetap menahan nya.
Aurel yang kalah tenaga harus pasrah saat selimut nya berhasil tersibak oleh Arsa.
Glegg,
Arsa kembali menelan ludah Karena saat ini Aurel tak memakai sehelai benang pun di badan nya.
Arsa terpesona seperkian detik, semalam ia sudah melihat jelas tubuh istri nya, namun Karena kurang nya pencahayaan, pemandangan nya terasa berbeda dengan yang sekarang full pencahayaan.
Aurel yang menyadari apa yang sedang di lihat oleh suami nya hanya bisa menahan malu dan berencana kabur dari sana, namun baru saja kaki nya menginjakkan lantai, ia tak sanggup menopang tubuh nya sendiri.
Bruk..
Aurel terjatuh di lantai.
" Sayang, kamu enggak apa apa?" Arsa langsung membantu Aurel untuk berdiri.
" Kamu mau kemana?" Tanya Arsa tak fokus karena di suguh kan tubuh telanjang istri nya.
" Aku mau ke kamar mandi."
Ucap Aurel malu, ia tak bisa mengangkat kepala nya saat ini, Arsa sudah benar benar hilang fokus,
" Sayang, sekali lagi boleh?" Arsa menatap wajah istri nya dengan tatapan sayu.
Aurel mendongak menatap mata Arsa, ia masih mencerna permintaan suami nya itu, belum juga ia mendapat jawaban, Arsa sudah menyerang Aurel untuk yang kesekian kali nya.
Semalam mereka melakukan itu berkali kali sampai pagi.
Sekarang pun pertahanan Arsa runtuh, ia tak bisa menahan nya lagi, setelah ini ia pasti akan terus candu akan tubuh istri nya itu.
Sementara itu di lantai bawah, terlihat beberapa orang sedang menikmati makan siang mereka.
Saat ini waktu sudah menunjukan pukul 12.30 sudah waktu nya makan siang.
" Sudah se siang ini, pengantin baru kita belum juga turun." Celetuk Rey
" Nama nya juga pengantin baru Ka, enggak bakal keluar seharian." Timpal Sam.
" Seperti nya rencana kita berhasil." Ucap ian.
" Pasti nya, bukti nya sekarang mereka enggak nongol nongol." Jawab monti
" Emang kalian bikin rencana apa?" Tanya Rey penasaran.
" Hemmm,, apa kita boleh ngomong sama Kak Rey, bisa bisa kita di gantung lagi karena udah usilin adik nya." Sam berbisik pada Agra.
Agra hanya mengangkat bahu nya, semalam ia tidak ikut ikutan mengerjai Arsa.
" Kita enggak ngapa ngapain kok Kak, cuma nyimpen beberapa baju haram di lemari, hehehe." Jawab ian kaku.
" Kirain apaan." Ucap Ret datar.
" Oh iya, bukan nya habis ini kalian akan langsung berangkat liburan ke bali?" Tanya karina
" Ke bali?" Rey tidak tahu kalau mereka punya rencana akan liburan ke bali.
" Iya, kemarin Aurel sempet cerita, kalau mereka akan liburan ke bali setelah ujian, namun banyak hal yang terjadi, akhir nya mereka tunda sampai setelah pernikahan Aurel dan Arsa, jadi hitung hitung sekalian nemenin Arsa dan Aurel bulan madu." Jawab Karina.
" Ya kali bulan madu di temenin, nanti mereka yang belum punya status bakal panas dingin liat mereka yang." Ucap Rey terkekeh.
Semua yang ada di sana juga membenarkan, pasti ni racun bucin Arsa membuat mereka iri nanti nya.
" Ucapan Kak Rey ada benar nya juga lo." Ucap Sam.
" Bener buat lo yang punya otak mesum." Jawab Agra.
" Gue liatin lo, awas aja kalau lo enggak bisa nahan diri sama cewe polos lo itu." Celetuk Sam.
Plak
" Kalau ngomong suka asal." Agra meng geplak kepala Sam cukup kencang.
Plak
" Kakak enggak boleh pukul pukul Kak Sam sembarangan gitu dong." Icha membalas dengan memukul bahu Agra karena telah memukul kepala Sam.
Sam menjulur kan lidah nya kepada Agra karena merasa kini ada yang membela nya.
" Gimana kepala nya Kak, pusing enggak?" Tanya Icha sambil mengusap usap kepala Sam.
" Enggak apa apa kok Cha, makasih ya udah perhatian." Sam rasa nya ingin bersorak karena menerima perhatian dari kekasih nya yang lebih membela nya di banding Kakak nya sendiri.
" Kamu enggak apa apa sayang." Arum mengelus elus bahu Agra yang tadi di pukul oleh Icha.
"Enggak apa apa sayang, mereka lagi hangat hangat nya pacaran, jadi gitu tuh" jawab Agra sambil memegang punggung tangan Arum yang sedang berada di bahu nya.
Semetara itu di kamar pengantin,
" Sayang masih sakit?" Arsa bertanya pada istri nya yang kini tengah meringkuk kelelahan di atas ranjang.
" Maafin aku sayang, aku enggak bisa menahan diri." Arsa ingin memeluk tubuh istri nya, namun Aurel menolak,
" Stop, di situ jangan dekat dekat lagi." Aurel nggak mau kalau sampai terjadi lagi, pasal nya saat pagi tadi Arsa sudah melakukan itu Tiga kali, saat Aurel akan mandi, mereka pun melakukan nya di kamar mandi, dan sekarang ia benar benar merasa lelah.
Arsa mematung di tempat nya, ia benar benar merasa bersalah karena dia Aurel seperti itu, Arsa sudah menahan nya cukup lama, karena itu hari ini ia seperti kuda liar yang tak bisa mengendalikan diri.
" Baik lah kalau begitu, aku tidak akan mendekat, tapi kamu makan dulu ya, terus ini baju ganti, tadi ada yang mengantarkan koper kita." Cicit Arsa.
" Biar kan di situ saja." Jawab Aurel masih kesal.
" Sayang jangan marah lagi dong." Rengek Arsa
" Isshh, kamu berisik tau enggak, aku mau istrahat." Aurel melemparkan bantal pada Arsa, sebab itu tanpa sengaja selimut nya merosot dan itu membuat Arsa kembali kacau.
" Sayang, sebaik nya kamu pakai baju dulu, aku enggak mau khilaf lagi." Ucap Arsa membalikan tubuh nya.
Aurel melihat arah pandang Arsa tadi, ternyata bagian dada nya setengah terbuka, ia pun bergegas mengambil baju ganti dan berganti di kamar mandi, bisa pingsan nanti kalau lagi lagi Arsa tergoda oleh tubuh nya.
Setelah mengganti baju, Aurel yang sudah kelelahan memilih tidak keluar kamar dan mengistirahatkan tubuh nya kembali.
Nanti malam mereka akan langsung pergi ke bali untuk wisata sekolah sekaligus berbulan madu.
Semangat 💪💪