NovelToon NovelToon
ISTRIKU MENDIAMIKU

ISTRIKU MENDIAMIKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Saskiah Khairani

Setelah Andra menikah lagi, Armila berubah. Ia menjadikan suaminya ini ada, tapi tiada. Sapaan, rayuan dan keberadaanku serupa angin lalu.
Diamnya armila membuat Andra stres.
Pernikahannya dengan resti pun menjadi tidak harmonis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saskiah Khairani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KAPOKMU, KAPAN?

RESTI

Kesempatan untuk membalaskan kekesalanku pada Armila akhirnya datang juga. Aku bisa pura-pura merawat Mas Andra yang sedang sakit di rumahnya.

Akan kubuat Armila emosi dan marah-marah di depan suaminya. Maka nilai kehebatan sainganku itu akan turun di mata Mas Andra

Aku sangat tidak rela kalau mas Andra selalu memuji-muji Armila.

Emangnya dia siapa? Aku loh yang paling hebat. Aku loh yang gak ada akan tersaingi. Buktinya aku bisa membuat mas Andra berpaling dari Armila.

Sebenarnya aku malas mengurus orang sakit. Pastinya nanti cerewet ingin ini itu. Bakal mengganggu kesenanganku bermain handphone.

But, demi drama mengikat hati mas Andra okelah kurawat suami tersayang.

Lepas Magrib Aku berangkat ke rumah Armila. Pasti dong semua orang yang ada di sana terkejut melihat putri cantik datang.

Aku langsung main drama memeluk Mas Andra pura-pura menangis di bahunya. Sebenarnya aku malas melakukan semua ini. Tapi demi tercapainya tujuan harus kulakukan.

Melihat Armila kesal ada kepuasan tersendiri dalam hatiku. Lihat saja aku akan semakin agresif melakukan tindakan yang membuatnya murka.

Jelas dong aku ingin masuk ke kamar utama mereka. Nanti mas Andra dan aku akan tidur di sana. Armila terserah mau di mana juga. Aku pun bisa lihat-lihat isi lemari dan perhiasan wanita itu. Jadi, aku bisa nuntut banyak pada suami dengan alasan harus adil. Secerdik itu seorang Resti. Satu lagı, aku mau ngerjain Armila.

Akan kuberi makanannya obat pencahar. Jadi, dia akan bolak-balik ke toilet. Biar gak bisa ngurus mas Andra. Jadi 'kan ada alasan buat dia istirahat dan aku tidur di kamarnya sebab harus merawat mas Andra.

Gak liciklah, cuma cerdas aja.

Di kamar, aku memijat-mijat kaki mas Andra. Pegal, sih tapi demi tujuan dan cita-cita harus kulakukan hal menyebalkan ini. Tapi, Lumayanlah cari muka sambil nunggu panggilan makan malam

"Kamu pulang saja diantar mang Dadang. Tak enak pada Armila. Kamu juga pasti tak mau 'kan Armila menginap di rumahmu? Resti, bijaklah dalam bersikap, jangan seperti anak kecil."

"Mas ini gimana, sih aku, tuh cemas malah disuruh pulang! Emang cuma Armila yang harus dihargai? Aku juga istrimu, ingat istrimu. Aku udah banyak sabar dengan sikap mas yang gak adil!"

Mas Andra mengelus dadanya.

Kemudian memilih diam. Pasti dia bingung harus bicara apalagi padaku.

Huh, Resti dilawan.

"Mas, aku keluar sebentar, ya ngecek apakah makan malam udah siap!"

Sebelum keluar, aku bawa obat pencahar yang ada di dalam tas. Tentu saja dengan posisi yang tak diketahui mas Andra. Pura-puralah ambil make up.

Sesampainya di ruang makan aku pura -pura sibuk bantu susun makanan. Juga harus membuat Armila pergi agar bisa melancarkan aksi.

"Biar aku yang susun makanannya, Mil? Kamu bawa aja mas Andra ke sini. Dari tadi nanyain kamu terus. Oh, ya aku nanti duduk dekat mas Andra, ya.

aku nanti duduk dekat mas Andra, ya. Yang mana kursiku, kursimu dan kursi mas Andra biar kusiapkan alat makannya!"

Setelah menunjuk urutan kursi, wanita itu pergi. Sebelum ada yang datang, aku cepat-cepat memasukkan obat yang tak berasa pada susu hangat di depan kursi Armila. Juga pada air putihnya. Biar mantap reaksinya nanti.

"Biar saya yang atur, Bu!"

Duh, untung saja aksinya sudah selesai, kalau belum bisa gawat.

Ampun, deh pembantu ini main nanya dadakan aja. Untung jantungku gak lompat.

"Oh, iya Bi. Kalau gitu saya panggil Bapak dulu!"

Aslinya cemas banget ketahuan.

Jadilah, aku meninggalkan ruang makan untuk menjemput mas Andra.

Tibalah saat makan. Aku berusaha bersikap biasa agar tak ada yang curiga. Makanannya enak juga sampai ingin nambah. Tapi, gengsilah.

Beres makan, aku langsung mengajak mas Andra ke kamar. Awalnya dia tak mau, tapi karena kupaksa nyerah juga.

"Mas tidur saja supaya besok sehat. Aku mau ganti baju dulu!"

Kebiasaanku sebelum tidur harus cuci muka, sikat gigi dan buang air. Kalau gak gitu, gak nyaman aja.

Eh, Kenapa perutku melilit, ya? Duh, aduh, kok ya gak tahan gini? Buru-buru aku masuk toilet untuk buang hajat.

"Kok, lama?" tanya mas Andra setelah aku keluar dari toilet.

"Tadi...!"

Duh, pengen lagi, ini. Aku langsung ngibrit. Bodo amat sama pertanyaan mas Andra.

"Kenapa, sakit perut?" tanya mas Andra lagi setelah aku beres.

"I...!"

Aku ngacir lagi. Sumpah sakit banget, gak bisa ditahan. Perasaan tadi aku gak salah meletakkan minuman. Kenapa aku yang moncor?

"Resti, Resti, sakit banget, ya?"

"Iyaaa!"

Aku pengen nangis sebab gak tahan dengan perut yang terus meronta-ronta. Selepas dari toilet jalanku juga sampai sempoyongan

"Pak, Pak! Bu Armila sakit, beliau bolak-balik toilet terus!"

Hah, berarti minuman itu tidak ditukar. Tapi kenapa aku juga ikut diare.

"Mas jangan pergi, aku sakit!"

"Bi, jaga Resti saya liat Armila dulu!"

Aku tak bisa memanggilnya lagi sebab perutku berontak kembali. Terpaksa harus rela dibopong pelayan wanita itu. Aku pun sudah tak punya rasa marah pada mas Andra karena sakitnya makin menggila.

"Tolong, Bi cariin obat. Saya usah gak tahan!"

Di toilet aku sampai duduk di lantai setelah beres buang air. Tak peduli lagi kebersihan atau apapun.

"Iya, Bu saya akan bilang sama bapak!"

Wanita paruh baya itu meninggalkanku. Selepas kepergiannya, aku kembali duduk di closet sebab tak tahan.

"Bu, Bapak lagi minta mang Dadang beli obat di apotik, sabar, ya, Bu!"

Wanita itu kembali lagi beberapa menit kemudian. Aku sudah tak bisa menjawab apalagi bertanya ke mana mas Andra.

Akhirnya obat yang ditunggu datang.

Aku langsung menelannya sekaligus dua. Bodo amat lewat dosis juga. Yang penting penyakit sialan ini hlang.

Perlahan-lahan sakit perutku reda.

Aku menurut pada pelayan itu ketika dia bilang sekarang baiknya tidur.

Tubuh ini pun seperti sudah tak punya tenaga.

*

Paginya mas Andra mengajak kami bicara. Ia menanyai satu per satu orang untuk menemukan penyebab diare semalam. Kalau dari makanan, kenapa hanya dua orang yang kena?

"Jawabannya gampang, Mas! Ada di rekaman ini!"

Mata mas Andra langsung melotot saat melihat layar HP Armila. Lepas itu dia menyodorkan padaku.

"Jahat sekali kamu Resti? Jelas-jelas di sana kamu memasukkan obat pada minuman Armila. Kamu ingin mencelakainya, hah!"

Aku kehilangan cara membela diri. Rekaman ini menunjukkan dengan nyata adegan aku memasukkan obat..

"Diam kamu di sini!"

Mas Andra berlalu dari hadapan kami, beberapa menit kemudian datang lagi membawa tasku. Di tangannya ada satu botol obat yang berisi obat pencahar.

"Kamu keterlaluan, Resti, kamu harus dihukum!"

"Tunggu, Mas, aku 'kan memasukkan ke gelas Armila, kenapa aku juga sakit. Berati dia menukarnya. Dia juga jahat mencelakaiku!"

"Kamu itu, sudah salah malah menyalahkan orang lain. Bukannya menyesal atau minta maaf! Baiklah kalau begitu, aku akan menghukummu!"

"Siapa yang akan dihukum, Andra?"

Kami menoleh bersamaan pada sumber suara. Mataku membulat demi melihat siapa yang datang.

Mertuaku alias mama mas Andra!

Oh, hidupku dalam bahaya besar kini, siapapun tolooong!

1
Titien Prawiro
Untuk apa punya istri lagi klo sdh punya anak. lelaki serakah, baru baca saja sdh benci banget.
Agus Tina
Lanjut thor, bila perlu vuat Resti susah ounya anak kareba sudah membunuh darah dagingnya sendiri. Dan buat Armila pergi jauh buat Andra tersiksa kerinduan pada anak yg sudah ia sakiti scr tidak langsung karena sudah menyakiti ibunya ...
Gusti Hamdiah
andranya goblok dong
Saskiah Khairani
mohon dukungannya teman² 🙏
Ma Em
Biar saja Armila dgn Reiga daripada sama Andra suami yg tdk punya pendirian plin plan biar Andra dgn Resti biar dia menyesal setelah berpisah dgn Armila .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!