Akibat dari cinta satu malam membuat Nara harus merelakan masa mudanya, setelah dikeluarkan dari kampus, ternyata Nara juga di usir dari rumah oleh keluarganya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annis13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 31
" jelaskan mau apa kalian kesini,,?
mata pak Lukman fokus melihat bocah kecil yang mirip perpanduan antar Nara kecil dan Regan, Pak Lukman yakin jika bocah kecil ini adalah cucunya, dan matanya berpindah ke arah Regan ,
Regan segera menjelaskan semua kejadian yang sebenarnya, Regan juga tidak lupa meminta maaf telah menodai Nara, dan membuahkan hasil, dan Regan juga mengatakan jika ia menyesal karena tidak menemukan Nara dari awal sehingga membuat Nara menderita diluar sana, Regan juga meminta izin restu dan meminta pak Lukman untuk menjadi Wali nikahnya Nara,
Regan menjelaskan tanpa ragu dan lancar mengatakan kejujuran nya,
" jadi kamu yang telah merusak masa depan anak saya, apa kamu tau karena ulah kamu, saya harus mengusir putri saya, saya bertahan merawat putri saya segenap jiwa saya, saya menjaga putri saya tanpa luka sedikit pun, tapi kamu dengan gampangnya merampas kehormatan putri saya".
" yah ini semua bukan keslahan Regan saja, Yah Nara juga ikut andil, Nara juga salah Yah "
" kamu membelanya,,?
" tidak yah, bukan begitu maksud Nara, tapi Emang kenyataan nya Nara juga salah Yah, seandainya Nara tidak minum, minuman Har**m itu, mungkin Nara masih bisa menjaga kehormatan Nara Yah"
" maaf maaf kan Nara Yah, " maaf kelakuan Nara dulu Yah,, ".
pak Lukman terdiam sejenak untuk merendam gejolak marahnya,
seketika mata Pak Lukman menatap ke arah Rigel yang sejak tadi bersembunyi di belakang Nara,
" Ayah tolong jangan lampiaskan ke Rigel, gimana juga dia cucu Ayah"
" he kamu pikir saya bodoh, cukup sekali ayah melakukan keslahan, tanpa pikir panjang dulu,, "
Orang tua mana yang tidak rindu pada anaknya sudah bertahun-tahun tidak pulang menemuinya.
anak yang ia sayang dengan penuh cinta, ia rawat sendiri ia besar kan sendiri tanpa kehadiran istri,yang sudah lama pergi meninggalkan dirinya,
...****************...
Rigel beranjak dari tempat duduknya, fan mendekati tempat duduk pak Lukman,
" kakek jangan marah, jika bunda salah tolong maafkan bunda kakek, ingat kata pak ustadz jika ada yang meminta maaf, maka kita harus saling memaafkan,, "
bagaikan di siram es batu, tubuh pak Lukman membeku setelah mendengar ucapan polos Rigel.
Ingin sekali ia memeluk cucunya tapi karena gengsi ia itungkan niatnya,
" Nara maafkan ayah, coba saja dulu ayah mendengarkan penjelasan kamu terlebih dahulu, dan tidak langsung mengusir kamu dulu, mungkin akmu tidak akan merasakan penderitaan Ra,, "
" baiklah, karena kalian sudah disini ayah mau kalian cepat segera menikah, jangan ditunda, lihat anak kalian sudah besar,, "..
memang itu mauku menikah deng Nara dekat cepat,,
berkat putranya akhirnya Pak Lukman luluh juga telah merestui mereka,, dan menyesal atas sikapnya dulu yang mengusir Putrinya,
.
...****************...
" Ayah, Terima kasih sudah mau memaafkan Nara, dan menerima Nara kembali, maafkan Nara yah " sesal Nara,
" om dari hati uang dalam sekali lagi saya meminta maaf sebesar besarnya, yang telah menodai kehormatan putri om,, " Regan bersimpuh mendekati Pak Lukman,
sementara itu Rigel kebingungan melihat kedua orang tuanya bersimpuh di bawah,
" kakek maafin bunda yah, tapi Emang salah ayah juga sih, kenapa juga tidak bertanggung jawab " celetuk Rigel
ya ampun anakku, el malah bilangnya begitu sih,,
" baiklah ayah memaafkan kalian, tapi kalian harus menikah seminggu lagi , tidak ada penolakan,
*
*
*
satu minggu kemudian Regan dan keluarga sudah bersiap-siap , Regan dengan balutan Jas miliknya yang berwarna putih begitu juga Rigel pakaian yang senada dengan Regan ,
.
sebuah acara pernikahan dadakan yang diadakan di rumahnya tidak mengundang banyak tamu tanya sama keluarga dan Tetangga Sebelah di rumah yang telah diundang oleh keluarga Regan,
" ayah ganteng sekali,, pujinya, tapi masih gantengan Rigel dong,, " mereka berdua memandang pantulan didalam kaca besar,
" ya ampun, abis muji langsung di jatuhkan " dengusnya,
Regan tersenyum sambil membenarkan rambut Rigel yang sedikit bratakan,
Dikamar lain Nara telah berganti baju kebaya berwarna putih rambut di sanggul dengan sederhana, Nara telah diapit dia orang wanita Rini dan mama Anita, menuju ruangan akad nikah,
Nara telihat sangat cantik dengan kebaya sederhananya, bahkan Regan terpukau memandang Nara,
Rigel melangkah pelan menghampiri bundanya yang sedang berjalan menuju tempat Regan duduk,
" bunda cantik sekali,, " bisiknya
Nara tersenyum menanggapi ucapan Putranya,
Tangan mungil Rigel terulur, menjemput bundanya layaknya orang dewasa, yang seharusnya tugas sang mempelai pria, namun karena sang pengantin terlalu terpukau maka Rigel saja yang menjemput bundanya,
Tak lupa penghulu yang sudah menunggu disampingnya sudah ada ayahnya yang akan menjadi wakil nikahnya, Lukman sejak tadi berusaha membendung air matanya agar tidak jatuh , ia akan melepaskan putrinya menikah dengan orang yang dulu menghancurkannya,
Lukman ingat ia telah membiarkan sang putri hidup diluar, dan sekarang ia akan menikah menuju kebahagiaannya,
" kamu cantik banget Ra, , " bisiknya
saat Nara sudah duduk disampingnya.
Nara mendengus, " jadi kemaren kemaren aku gak cantik gitu, ".
" eh bukan gitu Ra, " dengan suara gagap Regan menjelaskannya
" kamu sebelumnya juga cantik, kalau sekarang tambah cantik"
Kini acaranya berjalan dengan lancar meskipun hanya dihadiri orang terdekat,
Didepan penghulu Regan dengan lantang mengucapkan ikrar pernikahan hanya dengan satu kalimat dan tarik nafas saja, Lukman terharu mendengarnya air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya jatuh juga tanpa henti,
Lukman mendekati putri satu satunya, "nak selamat ya kamu sudah menjadi istri, ayah bahagia atas pernikahan kalian, semoga kalian hidup rukun dan bahagia jadi lah istri yang baik, nurut apa kata suami, maafkan ayah bila selama ini ayah terlalu kejam denganmu Nak,
jika berkenan pulanglah kerumah, pintu Rumah selalu terbuka untuk kalian nak,
Nara tak bisa membedung air matanya, ia memandang sang Ayah lalu menghampiri dan memeluknya sang ayah, kata maaf yang terus dibisikan oleh Nara,,
.