Dikira hoki dapet kontrakan 500rb. Ternyata isinya kuntilanak nagih utang nyawa.
Bima kuli miskin terpaksa "kawin" sama Sumi demi nyawanya. Kirain lunas?
SEASON 2 DIMULAI: Bakri penghuni baru masuk. Nyawa jadi DP kontrakan.
Berani baca jam 12 malam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maulana Alhaeri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 4
Setelah Si Bapak pergi, mereka berempat masuk ke dalam kontrakan. Ruangannya pengap. Ada 1 kasur tipis, 1 lemari reyot, sama 1 lampu 5 watt yang kuningnya redup.
"Nih kamarnya, Bro. Gimana?" tanya Bima sambil naruh tas.
Dika ngeliatin sekeliling. "Ya... lumayan lah buat numpang tidur. Yang penting deket pabrik."
Rian jongkok, ngetok-ngetok tembok. "Tapi kok hawanya dingin banget ya? Padahal di luar panas."
Bayu langsung duduk di kasur. "Udah lah. Yang penting murah. 200 ribu sebulan, dibagi 4 orang, cuma 50 ribu per kepala."
Mereka berempat ketawa ngakak. Lega. Akhirnya punya tempat berteduh.
Malam pertama, jam 1 pagi. Bima kebangun gara-gara haus. Mau ke belakang ambil air. Pas lewat kamar mandi, dia denger suara.
"Klek... klek... klek..."
Kayak ada yang mainin keran. Bima ngintip. Kosong. Tapi kerannya netes sendiri.
"Tuh kan, kerannya bocor," gumam Bima. Dia balik ke kasur, narik selimut.
Baru mau merem, tiba-tiba...
"Hihihihihi..."
Suara ketawa kecil. Dari arah sumur belakang. Pelan tapi jelas banget. Ketawa perempuan.
Bima langsung keringet dingin. Dia bangunin Dika. "Dik... Dik... Bangun lo. Denger gak?"
Dika ngelindur. "Apaan sih, Bim? Orang tidur..."
"Ada yang ketawa dari sumur!" bisik Bima panik.
Dika duduk. Kupingnya dipasangin. Hening. Cuma suara jangkrik.
"Gak ada apa-apa, Bim. Lo mimpi kali. Tidur lagi sana." Dika rebahan lagi.
Bima gak bisa tidur. Dia duduk nyender tembok sampe subuh.
Besoknya, muka Bima kucel. Mata panda.
"Woy, kenapa lo?" tanya Rian sambil nyeduh kopi.
"Tadi malem gw denger ada yang ketawa dari sumur," jawab Bima lemes.
Bayu nyengir. "Halah. Palingan kuntilanak lagi nyari konten TikTok, Bim."
Mereka semua ketawa. Bima ikut ketawa kecut.
Malam kedua. Giliran Rian yang jaga malam, soalnya dia masuk shift 3. Jam 2 pagi, dia lagi ngerokok di depan kontrakan. Anginnya kenceng. Pohon bambu di belakang gesek-gesek. Suaranya ngeri.
"Sssssssshhh..."
Tiba-tiba dari arah sumur, ada suara air kecipak. Kayak ada yang lagi mandi.
Rian ngerasa aneh. Jam segini siapa yang mandi? Dia ngintip dari samping kontrakan.
Sumurnya gelap. Tapi dia liat ada bayangan. Rambut panjang, bajunya putih, lagi nunduk ke sumur.
"Mbak... Udah malem. Mandi mulu," sapa Rian iseng. Dia kira tetangga kontrakan sebelah.
Bayangan itu diem. Terus nengok pelan-pelan ke arah Rian.
Mukanya putih pucet. Matanya melotot. Terus...
"HIIIIIIIIHIHIHIHIHI..."
Ketawa melengking. Mukanya pecah, ancur, darah netes dari matanya.
"ANJIR!!!" Rian lari kebirit-birit masuk kamar. Ngebangunin semua.
"WOY! BANGUN! ADA SETAN DI SUMUR!"
Bima, Dika, Bayu bangun kaget. Ngos-ngosan.
"Apaan sih, Ri? Ganggu orang tidur aja," omel Bayu.
"Beneran! Sumpah! Di sumur ada kuntilanak!" Rian gemeteran nunjuk ke belakang.
Mereka berempat diem. Dengerin. Dari belakang, suara ketawa itu masih ada. Pelan, terus makin deket...
"Hihihihihi..."
Bayu ngambil sapu. "Setan-setanan banget. Sini gw usir!" Dia buka pintu belakang.
Gelap. Cuma ada pohon bambu sama sumur tua. Gak ada siapa-siapa.
"Tuh kan, gak ada apa-apa. Lo halu, Ri," ledek Bayu. Tapi tangannya gemeter megang sapu.
Tiba-tiba angin kenceng banget. Pohon bambu melengkung. Dari atas pohon, ada yang jatoh.
"BUGH!"
Mereka berempat ngeliat ke atas. Di dahan bambu, ada perempuan baju putih. Rambutnya nutupin muka. Kakinya gak napak. Ngambang.
Dia ngangkat mukanya pelan-pelan. Senyumnya lebar banget. Sobek sampe kuping.
"Mau ikut... mandi... gak...?" suaranya kayak dari dasar sumur.
"Woy, lo denger nggak? Sini semua lo. Ah, merinding gw nih!" Rian langsung panik. Mereka berempat mundur ke dalam, nutup pintu kenceng-kenceng.