NovelToon NovelToon
Melintasi Waktu Untuk Membalaskan Dendam

Melintasi Waktu Untuk Membalaskan Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Transmigrasi
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: Delia Ata

Pamela Anderson, ketua Mafia yang di hianati oleh adik tiri dan suaminyanya, ia dibunuh dengan keji bersama anak yang dikandungnya.

Tapi anehnya, setelah jasadnya dimakamkan, ia hidup kembali dalam tubuh seorang gadis gemuk bernasib malang.

Gadis itu seperti dirinya, dihianati saudara tiri dan tunangannya. Gadis itu tewas tenggalm disungai, sebab tunangannya lebih memilih menyelamatkan selingkuhannya.

"Beristirahatlah dalam damai Song Aran, aku akan membuat mereka menyesal karena sudah membautmu menderita."

Janji Pamela Anderson setelah ia mendapatkan harta karun berupa liontin giok yang didalamnya terdapat ruang dimensi.

Cerita ini cuma karangan fiksi semata. Lokasinya bukan negara tertentu, cuma khayalan penggabungan saja.

Jika ada yang kurang pas, harap dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31

Song Qing Bao bersandar merosot didinding kursi, tangannya mengusap perut yang nyaris meledak karena kekenyangan.

Selimut kepuasaan membalut raga pemuda itu. Selain lidah dan lambungnya termanjakan, Qing Bao berhasil membuat sang ibu tiri mati kutu.

"Apa kakak ipar senang..? puas tidak..?" tanya Xiao Jian tersenyum miring sejuta makna.

Song Qing Bao tergelak "tentu saja sangat senang, adik iparku memang sangat pengertian."

"Tapi makan banyak daging sangat tidak bagus, apa tubuhmu bisa menanganinya..?"

"Tubuhku tidak akan sakit cuma karena makan banyak daging. Tubuhku hanya sakit jika melihat para bajingan itu tertawa diatas penderitaan adikku."

Hati Song Aran terenyuh, netranya menganak sungai mendengar puisi kasih sayang dari sang kakak.

Xiao Jian tersenyum, memandang lembut sang istri.

"Kakak ipar jangan khawatir, mulai sekarang istriku yang akan tertawa bahagia diatas kesedihan mereka."

Dada Song Dahuan tercubit, ia meraih tangan song Aran untuk digenggam erat.

"Ya, mulai sekarang putriku hanya boleh menangis karena bahagia agar ayah bisa makan banyak daging lagi." Dahuan terkekeh, ujung matanya sudha digenangi cairan bening.

"Ayah..!" serak bergetar Aran, memandang haru Dahuan.

Song Qing Bao menunduk, menyeka cepat matanya yang mau meloloskan cairan bening.

"Ngomong-ngomong, adik ipar, kapan kau akan mengajariku berburu..? aku juga ingin makan banyak daging lagi." kata Qing Bao mengalihkan suasana yang mengharu biru.

Sebenarnya, Qing Bao tidak terlalu peduli tentang menghasilkan uang. Ia hanya bahagia karena memiliki alasan untuk bertemu saudara perempuannya.

"Besok pagi, bagaimana..?"

Qing Bao mengangguk cepat.

"Baiklah, sudah waktunya kami untuk kembali kerumah." pamit Xiao Jian bangkit.

"Ayah, kami pulang dulu ya..? lain kali aku akan datang lagi." ucap Song Aran.

Song Dahuan mengangguk, mengusap kepala putri semata wayangnya itu.

"Sampai jumpa besok pagi, kakak..!" seru riang Song Aran, melambaikan tangan seraya melangkah ringan bersama sang suami.

"Suamiku, ayo pulang lewat sini..!" ajak Aran ketika sampai dipertigaan jalan desa, yang jika berbelok kiri melewati kediaman keluarga Kang.

Rona wajah Xiao Jian langsung berubah, alis kerengnya merajut tajam.

Song Aran terkekeh, merengkuh manja lengan suaminya.

"Jangan berpikir yang bukan-bukan, aku cuma mau melihat apa terjadi setelah ibu tiri mengantarkan daging untuk Jiao."

Rahang kaku Xiao Jian langsung melunak, jatuh kedasar. Senyum rupawan terbit mengembang.

"Baik, apa pun untuk istriku..!"

Xiao Jian tidak ingin istri memikirkan pria lain, tapi ia juga tahu apa yang di rasakan wanita itu setelah mendengar ceritanya semalam.

Selain itu, Xiao Jian juga ingin melihat penderitaan Kang Yance dan Zhao Jiao, sebab ia pun berencana akan membalas dendam masa lalu pada semua orang yang sudah membuat keluarga Song mati mengenaskan.

"Jalang sialan, bajingan..! beraninya kau mencuri makanan dari rumahku." suara nyonya Kang menggelegar sampai menggetarkan gunung dan lautan.

"Ibu aku tidak mencuri----

"Kalau tidak mencuri, dari mana kau mendapatkan daging itu..? apa kau sudah menyembunyikan uangmu..?"

"Daging ini diberikan oleh ibuku. Lagian dirumah ini tidak ada makanan, bagaimana bisa aku mencurinya..?" Jiao membalas tak kalah sengit.

"Suami dan ibu mertuamu makan sayuran liar setiap hari, tapi kau dengan tidak berperasaan malah makan daging sendirian. Dasar rubah tidak tahu diri..!" tunjuk garang Kang Hua.

"Makanan ini aku dapat dari ibuku, tentu saja hanya akan aku nikmati sendiri." sungut Jiao menyembunyikan mangkuk daging kebalik punggungnya.

"Sialan..! berikan semua itu pada anakku, dia membutuhkan makanan yang baik agar bisa belajar dengan tenang. Kalau kau bernai memakannya, aku akan membuat Yance menceraikanmu..!"

Wajah Jiao menghitam, ia menaru mangkuk keatas meja lalu menantang garang Kang Hua.

"Dasar nenek tua cerewet..! kalau sampai aku diceraikan suamiku, lihat saja, aku akan kekantor pemerintahan untuk membuat pengaduan tentangmu."

Mata Kang Hua membeliak sempurna, wajahnya membara, darahnya mendidih. Menantinya ini ternyata bukan cuma seorang jalang, rubah licik, tapi juga bajingan durhaka.

Saat bersama dengan Kang Yance, Jiao akan bersikap lembut, penurut dna penuh perhatian. Tapi semua sikap manis itu akan lenyap jika berhadapan dengan Kang Hua.

Jeritan saling menyambar bak guntur dari dalam kediaman keluarga Kang.

Tidak lama, Jiao berlari kekuar sembari mendekap mangkuk daging dan bertabrakan dengan Song Aran serta Xiao Jian.

Wajah Jiao menegang, pupil matanya bergerak liar. Pasangan itu pasti mendengar perang mulut antara dirinya dan sang ibu mertua.

Tapi demi menjaga gengsi, Jiao gegas mengarahkan dagunya pada Song Aran.

"Tunggu saja, aku pasti akan mengalahkanmu.!"

"Aku tidak perduli, yang aku tahu daging ini adalah hadiah kunjungan pernikahan yang aku dan suamiku bawa." Aran tersenyum mengejek, melipat kedua tangannya didada.

"Jadi, seperti ya kehidupanmu dirumah seorang sarjana hebat..? menyedihkan sekali, sampai membeli daging saja tidak mampu."

"Kau----

Soang Aran menampilkan mimik wajah penuh cibiran sengit, mundur dua langkah, menyambar lengan Xiao Jian.

"Ayo pulang..!"

Xiao Jian tersenyum sembari mengangguk.

Dada Jiao panas membara, cengkraman dimangku daging kian mengerat.

Kang Hua memanfaatkan kelengahan Jiao, maju mendekat lalu merampas mangkuk.

Tapi pegangan Jiao terlalu kencang, akhirnya terjadilah tarik menarik dengan teriakan yang mengundnag perhatian para tetangga.

"Kau tidak pantas makan daging, berikan semuanya pada putraku..!"

"Tidak mau, ini milikku..!"

"Sialan, putraku itu suamimu. Dia sedang belajar mati-matian demi keluarga, tapi kau mau makan enak sendirian. Dimana hatimu..?"

Zhao Jiao akhirnya mengalah, ia melepaskan mangkuk daging itu.

Tapi Jiao tidak mau kebaikannya dicuri oleh sang ibu mertua. Akhirnya, kedua wanita berbeda usia itu pergi bersama kesekolah swasta dimana Kang Yance belajar.

Disepanjang jalang keduanya terus menggerutu, berdebat tanpa kenal lelah.

Sementara itu, Xiao Jian dan Song Aran baru melewati pintu halaman, saat kata-kata sarkastik Wang Lian menyambut mereka.

"Oh, jadi kalian masih ingat jalan pulang..? aku pikir tersesat."

"Ibu, aku akan berburu besok, oleh sebab itu kami sedikit lebih lama tinggal dirumah Ran'er, karena entah kapan bisa berkunjung kembali." kata Xiao Jian yang langsung membungkam bibir Wang Lian.

"Bawa pulang lebih banyak buruan besok. Sudah waktunya Xiao Man menikah, jadi kita harus mengumpulkan banyak uang."

Xiao Jian diam, Song Aran melirik judes ibu mertuanya.

"Ah, jangan lupa sisakan seekor burung pegar, Jinbao ingin makan sup ayam..!" sambung Wang Hua.

"Semua tergantung takdir, apa besok aku bisa mendapatkan tangkapan atau tidak. Kehendak langit mana bisa ditentang." sahut datar Song Aran.

Wang Hua melotot, bersiap menyemburkan ludah guna memaki Song Aran.

Taoi saat melihat wajah dingin Xiao Jian, lidahnya mendadak kelu.

Xiao Jian gegas membawa sang istri ke kamar.

"Karena diRuang Saji bisa memelihara hewan ternak, aku akan menangkap sepasang kelinci besok."

Aran berseru riang "ide bagus..! L lain kali jika ada uang, beli juga bebek dan angsa ya..?"

Xiao Jian mengangguk "Oya, berikan cetak birunya, aku akan mencari pengerajin untuk membuat panci penyulingannya."

Song Aran mengeluarkan cetak biru dan lima tael perak, lalu menyerahkannya pada Xiao Jian.

1
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Sribundanya Gifran
lanjut
Ona Sukatendel
thor cerita baru ini menurutku ceritanya kurang nendang, beda dgn 3 novel tetang masak memasak alur ceritanya sangat bagus, yg baru ini aku kurang sreng baca nya. dia trasmigrasi cuma balas dendam. kenapa kg dibuat usaha menjual makan atau pakian gitu. kalo cerita balas dendam udah pasaran thor. klo trasmigrasi jiw ke zaman berhula itu sedikit.
Datu Zahra
Bagus, selalu keren & rapi tatanan bahasanya ❤️
Datu Zahra
mampus, rasakan kau 🥳🥳🥳
Datu Zahra
❤️🫰🤩
miss blue 💙💙💙
anak sombong begitu mau jadi apa pas gede 😤😤😤
Fauziah Daud
makin seru.. trusemangattt
Datu Zahra
pembalasnnya sadis, tapi itu layak buat mereka. keren ada selipankisah didunia modernnya👍
Datu Zahra
Mantap Aran, lawan terus 🥳
Sribundanya Gifran
lanjut
Datu Zahra
Dih Jiao 😡😡😡
Datu Zahra
Qing Bao kocak, pedes mulutnya 🤣🤣🤣
Datu Zahra
😍😍😍😍
Datu Zahra
terjemahan tapi bahasanya rapi, enak dipahami kek karya sendiri..Seru thor, campuran kah ini sama idemu sendiri..?
ShuanZiee
ayooo lanjut kakkkk🙏😍
Miea™
lanjut
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
emak nya minta ku cekik kaya nya ya😏
miss blue 💙💙💙
pengen banget aku getok tuh emak 😤😤😤
Chen Nadari
greget Punya Ibu seperti itu....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!