Perempuan bernama Angel yang tengah kecelakaan kini meninggalkan jasadnya dan menjadi hantu, dia diberi kesempatan untuk mengumpulkan 3 tetes airmata orang yang tulus mencintainya selain keluarga kandungnya.
"Itu gampang, aku akan mendapatkan nya dengan muda" Jawabnya dengan penuh keyakinan.
"Bagus jika seperti itu, dapatkanlah".
Angel dengan semangat untuk mendatangi orang-orang yang dia cintai namun dia lah yang mendapat kan kejutan tak terduga.
Akankah Angel bisa hidup kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 4
Kedua orang tua Angel langsung menyuruhnya duduk karena dia masih berdiri dan menyodorkan tangannya untuk bersalaman.
"Silahkan duduk nak". Ucap tuan Hutama dengan senyum sendu.
Setiap kali ada orang yang bertanya tentang keadaan putri tercintanya dia pasti akan sangat sedih, begitu juga sang istri yang mengikuti meyayangi putrinya satu-satunya itu
"Belum ada perubahan nak, dia koma karena kecelakaan itu". Jawabnya dengan mata berkaca-kaca dan nyaris menangis.
Dadanya terasa sangat sesak melihat anak satu-satunya terbaring diranjang rumah sakit, dengan menggunakan banyak peralatan yang menunjang kehidupan dan tidak bisa bergerak seperti biasanya padahal putri kesayangan mereka adalah anak yang sangat hangat dan ceria.
Senja (Angel) menatap keduanya dengan sedih, dia seakan ingin memberitahu jika dirinya ada dihadapan mereka tetapi itu tidak akan bisa, dia harus menepati janjinya jika tidak kesempatan nya akan habis tanpa sisa.
"Tante dan om jangan sedih, nanti kalau Angel tahu dia pasti akan sangat sedih, dia selalu bilang padaku dia sangat menyayangi kalian, dia ingin kalian berdua bahagia".
Mata Senja kini berkaca-kaca dan akan siap menangis, dia tidak bisa menyembunyikan perasaan bersalahnya membuat orangtuanya bersedih seperti ini. Dia berusaha menahan tangisnya yang sebentar lagi tumpah.
"Maaf nak, kami tidak pernah melihatmu selama ini, apa benar kamu sahabat Angel? ". Tanyanya dengan perasaan takut menyinggung perasaan gadis didepannya ini.
"Iya tante, saya sahabatnya, masalah tante dan om yang tidak pernah melihatku karena aku memang jarang keluar untuk pergi kemanapun karena aku bekerja, aku bukan dari kalangan atas, jadi aku bekerja mati-matian untuk hidup dan juga sekolahku makanya hanya mengenal Angel dari sekolah saja". Jawabnya sedikit berbohong.
Dia melintir kukunya dengan gugup, hal yang biasa dia lakukan jika sedang gugup atau sedang berbohong. Dia seakan lupa jika memakai tubuh ornag lain saat ini.
"Pantas saja kami tak pernah melihatmu, Angel itu terlalu ramah, siapapun orangnya dia pasti akan berteman dengan siapa saja, anak itu terlalu baik dan sangat tulus pada orang lain". Ucapnya dengan suara bergetar menahan tangis.
"Paman benar, tapi karena terlalu tulusnya itu kadang sering dimanfaatkan orang paman, aku hanya berpesan kepada kalian untuk tidak terlalu mempercayai orang yang dekat dengannya karena sangat banyak yang memanfaatkannya selama ini itu sebabnya saya baru memunculkan diri".
Keduanya saling memandang, mereka tidak mengerti apa maksud wanita ini mengatakan hal itu.
"Kenapa kamu mengatakan hal itu nak, ada yang kamu curigai? ". Tanya Hutama dengan penasaran.
Senja (Angel) menghela nafasnya berat, dia menatap keduanya dengan mata berkaca-kaca dan sungguh-sungguh, melihat itu keduanya terkesiap.
" Bagaimana mungkin ada yang mau mencelakai putrinya". Pikir keduanya.
"Aku minta maaf sebelumnya om dan tante, sebelum Angel kecelakaan dia berpesan kepada saya untuk menyampaikan hal ini kepada paman dan bibi, tolong jangan tandatangani apapun yang mengatasnamakan dirinya siapapun itu apalagi masalah perusahaan, dia tidak mengatakan detailnya hanya itu saja dia ucapkan". Jawabnya pelan dan menyakinkan.
Hutama menatap gadis didepannya itu dengan seksama, dan mengkerut kan keningnya, tidak ada kebohongan dimata gadis itu kepada dirinya.
"Siapapun nak?, termasuk calon suaminya? ". Tanyanya dengan hati-hati.
Sejujurnya dia memang waras ada yang salah dengan calon menantunya itu tapi dia tidak mau berprasangka busuk karena anaknya mengatakan jika pemuda itu sangat tulus dan baik kepadanya.
"Iya Om, siapapun Om, jangan tandatangani apapun itu sebelum dirinya sembuh, sebaiknya paman katakan jika paman masih fokus pada apemulihan Angel agar mereka mengerti".
"Kamu yakin nak? ". Tanyanya dengan sorot masih tidak percaya.
Dian masih tidak yakin karena gadis ini baru dia lihat dan sekarang menyampaikan hal yang teramat besar baginya.
"Benar paman, itulah alasan utama saya berani kesini, setelah mendengar kecelakaan Angel saya yakin Angel sengaja berpesan seperti itu seolah sudah tahu jika takdirnya akan seperti ini". Ucapnya berusaha meyakinkan keduanya.
"Dan oh iya paman tolong cari stempel atau cap waris milik Angel dan tolong amankan ditempat yang tidak ditemukan oleh siapapun selain paman dan bibi dan Angel nantinya".
Mereka berdua menatapnya dengan tatapan penuh selidik, mereka tidak menyangka orang lain tahu tentang hal itu padahal hanya orang yang paling dekat saja yang tahu itu, berarti gadis ini tidak beromong kosong sejak tadi karena dia tahu betapa pentingnya cap itu.
"Bagaimana kamu tahu soal itu? , kami tidak pernah mengatakan pada siapapun? ". Tanyanya lagi dengan tatapan tajam
"Jelas aku tahu ayah, aku ini pemiliknya dan dengan bodohnya aku percaya pada pengkhianat". Ucapnya untuk dirinya sendiri.
Dia sungguh salah menilai Erwin selama ini ternyata kebaikan dan rasa cintanya pada dirinya hanya kebohongan semata, dia hanya ingin menguasai harta keluarganya.
"Angel mengatakannya paman, saya tahu jika itu penting dan sangat fatal jika jatuh ke tangan orang lain karena harta kalian bisa di ambil orang melalui cap itu".
Keduanya langsung mengangguk mengiyakan, keduanya yakin gadis ini adalah sahabat dekat putrinya karena mereka memang sudah berpesan kepada sang putri untuk tidak memberitahukan kepada siapapun tentang stempel itu tapi gadis ini mengetahuinya.
"Baiklah nak, Terima kasih telah menyampaikan amanah putri kami, kami beruntung kamu datang diwaktu yang tepat karena kami akan menandatangani kontrak dengan banyak sahabat Angel setelah ini".
"Syukurlah Om jika seperti itu, berarti saya tepat waktu".
Angel mengucap syukur karena ibu dan ayahnya akhirnya percaya padanya, dia tidak ingin terlambat dalam menyelamatkan perushaan keluarganya.
Sebenarnya dia ingin mengatakan hal yang langsung pada intinya, jika Erwin dan beberapa sahabatnya adalah penipu tapi jika dia mengatakan hal itu dia takut identitasnya sebagai Angel akan terbongkar dan itu melanggar aturan langit.
"Carilah sekarang paman, saya akan pulang dulu karena saya akan bekerja setelah ini, saya datang hanya menyampaikan pesan dan ingin menyelamatkan keluarga paman karena Angel sangat baik apalagi kata Angel kalian sangat menyayanginya, takutnya kalian hanya fokus pada Angel tanpa peduli perusahaan".
Keduanya langsung memeluk Senja dengan perasaan haru anaknya sangat beruntung memiliki sahabat yang tulus padanya, padahal dia memiliki banyak teman. Itulah sebabnya jangan menilai orang dari luarnya.
"Baiklah nak, Terima kasih atas bantuanmu, jika kamu butuh apa-apa tolong hubungi paman, paman akan membantumu".
Senja(Angel) mengangguk membalas pelukan kedua orangtuanya itu, dia sungguh beruntung diberi kesempatan agar bisa menghentikan niat jahat orang lain pada keluarganya terutama calon suami pengkhianat itu.
"Kalian baik-baik yah, jangan terlalu banyak beban pikiran jangan sampai sakit, Angel pasti sedih jika kalian sakit, dia sangat menyayangi kalian".