NovelToon NovelToon
27 Hari Setelah Melahirkan

27 Hari Setelah Melahirkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Cerai / Ibu susu
Popularitas:440.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Septi.sari

Ibarat luka jahitan saja belum sepenuhnya kering. Tepat 27 hari setelah kematian bayinya, Hana dikejutkan dengan surat gugatan cerai yang Dzaki layangkan untuknya.

Status Whatsaap Mona-sahabat Hana, tertulis "First day honeymoon". Dan Hana yakin betul, pria menghadap belakang yang tengah Mona ajak foto itu adalah suaminya-Dzaki.

Sudah cukup!

Hana usap kasar air matanya. Memutuskan keluar dari rumah. Kepergian Hana menjadi pertemuanya dengan sosok bayi mungil yang tengah dehidrasi akibat kekurangan Asi. Dengan suka rela Hana menyumbangkan Asinya pada bocah bernama~Keira, bayi berusia 2 bulan yang di tinggalkan begitu saja oleh Ibunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septi.sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Namun, bukan Diah namanya jika apa yang dirinya inginkan belum mampu ia dapatkan. "Ingat, Hana... Saya akan tetap menggugat rumah ini di pengadilan nanti!"

"Silahkan gugat saja jika rasa malu Anda sudah putus! Buatlah diri Anda malu dihadapan Hakim nanti. Saya tunggu!" balas Hana tanpa rasa takut sama sekali.

Merasa kalah telak setelah mengatakan itu, Bu Diah mengajak putrinya-Kayla untuk segera pergi dari rumah Hana.

Hana mencoba menetralkan napasnya terlebih dulu. Seharian ini batinya sangat lelah, mengahadapi modelan keluarga suaminya.

Malam itu, Hana sudah bersiap akan tidur. Ia membuka-mengecek gawainya, dan ternyata ada notif dari rumah sakit yang tadi sempat ia hubungi.

Dalih membukanya, tangan Hana reflek melihat story whatsaap Mona. Dalam potret yang diabadikan sahabatnya itu, menyebutkan 'First day honeymoon' dalam gambar yang tengah Mona abadikan.

Foto Mona bersama sosok pria yang memunggungi camera. Mona tersenyum bahagia bersandar dalam bahu sang pria. Sementara posisi pria menghadap lurus kedepan, tangan kirinya melingkar pada perut Mona.

Deg!

Hana bahkan sampai menegakan kepalanya, ketika kemeja yang dipakai kekasih Mona sama persis milik Dzaki. Dan, ketika Hana memperbesar foto tadi, ia melihat tanda lahir berupa tahi lalat dua pas berada di tengkuk leher pria itu.

"Ya Allah... Jadi, wanita itu adalah Mona? Astaqfirullahaladzim....." tangan Hana bergetar hebat, air matanya kembali menetes bersamaan. Dan selama ini kejanggalan-kejanggalan itu terjawab sudah.

Dan untuk malam ini, Hana bersumpah, bahwa air mata ini adalah air mata terakhirnya untuk menangisi pria kejam seperti Dzaki.

Hana usap kasar air matanya. Ia urungkan niatnya untuk tidur. Wanita cantik itu berjalan ke arah lemari, dan mengambil ijazahnya disana.

SMA Sederajat.

Ijazah itu sudah tergenggam dalam tangan Hana. Jika bukan karena kebaikan Kakaknya, Hana pasti akan putus sekolah, sebab Ibunya tak mampu lagi menyekolahkannya. Bu Laksmi adalah janda dengan 3 anak, di tinggalkan suaminya ketika Hana berusia 2 tahun.

"Aku nggak boleh nangis kaya orang gila lagi. Jika mereka, penghianat saja bisa bahagia diatas penderitaanku. Maka aku juga akan membuat hidupku jauh lebih bahagia. Masa nifasku sudah hampir selesai, dan aku harus segera mencari pekerjaan," gumam Hana penuh semangat.

Hana teringat, ia juga memiliki tabungan di rumah yang ia sembunyikan didalam kaleng bekas lebaran tahun lalu.

Dengan cekatan dan teliti, Hana mengambil kaleng itu yang dirinya simpan di lemari dapur.

Hana segera membuka lingkaran solasi yang dirinya lilitkan sebagai pengerat tutup kaleng. Dan ketika di buka, mata Hana berbinar, rupanya tabunganya itu cukup lumayan banyak.

"Ya Allah, alhamdulillah... Setidaknya, ini dapat menyambung hidup sebelum aku mendapat kerjaan," gumamnya kecil. Dan setelah di hitung, tabungan itu terkumpul hampir 3 jutaan.

Cukup untuk peganganya selama terakhir masa nifas.

Sejujurnya Hana juga masih memiliki tabungan di rekeningnya, namun uang itu dirinya gunakan untuk berjaga-jaga jika ada kebutuhan yang lebih mendesak dilain waktu.

*

*

Pagi itu, Hana sudah rapi dengan penampilan terbaiknya. Sudah lama tidak mengenakan longdress kesayanganya, Hana rasa, perutnya sudah tidak bergelambir lagi. Dengan polesan make up tipis, tas lengan dengan warna senada jilbabnya, Hana sudah siap pergi menuju rumah sakit untuk menemui pihak staff disana.

"Kurus begini di bilang kaya anakan kuda nil... Buta kali tu mata," gerutu Hana yang teringat kalimat tajam Dzaki pada waktu lalu.

Setelah itu, Hana langsung bergegas keluar. Kali ini, Hana berangkat menggunakan motor maticnya, demi menghemat biaya. Lagian juga, perjalanan menuju Rumah Sakit tidak terlalu jauh.

"Bismillah, semoga dilancarkan niat baiku ini, Ya Allah...." bisik batin Hana penuh harap.

Pukul 09.00 keadaan jalanan Yogjakarta sudah tidak terlalu ramai. Jadi, Hana tidak terlalu cemas, karena tubuhnya pun masih masa pemulihan.

Jalanan Yogya kali ini terasa nyaman, sebab aspalnya tadi malam habis diguyur derasnya hujan. Jadi, udara pun tidak terlalu berdebu. Hana menghirup oksigen alami itu dengan tenang, seolah dirinya baru saja kembali terlahir dengan semangat baru.

Setelah menempuh perjalanan 1 jam lamanya, motor matic yang Hana bawa sudah memasuki halaman parkir rumah sakit.

Rumah Sakit Budi Kasih Yogyakarta.

Hana segera masuk, dan langsung menuju tempat resepsionis untuk memberitahu niat kedatanganya.

"Oh, atas nama Mbak Hana, ya?" wanita berjilbab hijau pastel bertanya.

Hana mengangguk, tersenyum lembut. "Benar, Mbak! Saya ingin bertemu Pak Rifki...."

"Dokter Rifki juga sudah menitipkan pesan pada saya. Katanya suruh Mbak Hana tunggu sebentar. Dokter Rifki masih dalam perjalanan," ujarnya sopan.

Hana kini berjalan menuju ruang tunggu di lobi, agar dirinya dapat melihat Dokter Rifki datang. Sambil membuang bosanya, Hana mengeluarkan gawainya sekedar membaca Novel dari aplikasi yang ada digawainya.

Namun, tiba-tiba dari arah dalam, ruangan Dokter spesialis anak, Hana mendengar suara tangisan bayi yang sangat menyayat.

Oek... Oek....

Deg!

Hana reflek menoleh. Ia bahkan sampai saat ini masih belum dapat melupakan suara tangisan baby Lilia sewaktu lahir dulu.

Disana, seorang wanita tua berpenampilan anggun, tampak sibuk menenangkan bayi itu pada gendongan wanita yang memakai seragam kerja. Hana rasa, wanita yang tengah menggendong bayi itu adalah seorang pelayan.

Jiwa ke'ibuan Hana tergerak. Ia tak tega melihat tangisan bayi tadi yang begitu mengiris hatinya.

"Sayang, cup cup... Cucu oma cantik, nggak boleh nangis lagi, ya!" wanita tua berpenampilan anggun tadi tampak antusias menenangkan sang cucu. Dengan satu tangan yang mencoba memberikan dot yang berisikan susu formula, namun bayi kecil itu menolaknya.

Kedua wanita tadi bahkan hampir frustasi. Namun tiba-tiba....

"Permisi, Bu... Itu, kenapa ya bayinya kok nangis terus?" tanya Hana dengan lembut. Matanya tergerak menatap paras cantik dari bayi tadi.

Wanita tua berusia 55 tahun tadi menjawab, "Ini, Mbak... Cucu saya dehidrasi. Dia tidak mau minum susu formulanya. Badanya agak meriang, dan nangis terus."

"Sepertinya dia ingin minum Asi, Mbak!" Pelayan tadi menimpali.

Hana bertanya dengan hati-hati, "Maaf sebelumnya, Ibunya kemana ya? kok nggak dikasih Asi saja."

"Menantu saya pergi begitu aja, Mbak! Sudah 2 minggu ini, kami nggak tahu kemana perginya. Padahal, cucu saya sudah terlanjur nyaman dengan Asi," jawab Ibu tadi agak melas.

Hati Hana tergerak, ia mencoba menawarkan diri. "Bu... Apa saya boleh menyusi cucu Ibu? Kebetulan, saya habis melahirkan. Asi saya sampai saya donorkan ke rumah sakit. Karena sudah sering banyak yang ke buang juga."

Ibu-ibu tadi agak terkejut. Ia saling tatap sejenak dengan Pelayannya. Tapi wajah Ibu-ibu tadi agak ragu. "Bu... Sudahlah, siapa tahu Non Keira bisa tenang," bisik sang Pelayan.

Sambil menyerahkan, Ibu-Ibu tadi berkata, "Maaf Mbak merepotkan...."

1
Dew666
🪻🪻🪻
Isabela Devi
syukurlah akhirnya Hana dan Danish nikah juga, samawa. thor lanjut sampai mrk py anak
Nesya
samawa ya danish dan hana 🥰🥰
Nesya
lanjut terus thor sampai danish dan hana pnya anakan 🤭🙏
Elly Irawati
lanjut Thor.. pnsran yg Lukman sama Bella sekalian dinikahkn ajahhh 🤣🤣
Ig:@septi.sari21: aaa lsporan di terimaa😭🤣🤣❤❤
total 1 replies
Samsiah Yuliana
lanjut lagi cerita Thor 🙏🙏🙏🥰
vania larasati
lanjut
nunik rahyuni
lanjutkan sambung kisah lukman yg terbucin2 dm bella walau diawalnya menolak
delis armelia
jngn dulu tamat
Debora Parta
masyaallah,udh nikah aja Hana dan Danish.selamat ya buat kedua mempelai semoga samawa ya.
jng dulu Thor,mau liat sampai Hana punya anak ke-2.oiya,dzhaki blm dpt karma nya ya thor mau dong dzhaki di buat kaget kalo Hana sdh nikah dan hidup berbahagia sama suaminya yg skg.
Ig:@septi.sari21: dzaki udah kena karma kak. ada dibab berapa waktu kecelakaan itu. Septi lupa. baik-baik, nanti bakal di kasih kebucinan mereka🤣🔥
total 1 replies
@Resh@
jangan di tamatin dulu dong belum liat yg romantis2 masak mau tamat sampek punya anak juga lah, n juga pengen liat si lukman dapat pasangan juga biar adilll
Ika Setyawati: sampai punya anak donk thor.
mau lihat keromantisan mereka dl lah..
total 2 replies
Memyr 67
𝗂𝗁𝗁𝗁 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁. 𝖽𝖺𝗁 𝗃𝖾𝗅𝖺𝗌 𝗆𝖾𝗇𝖼𝗈𝗅𝗈𝗄, 𝗌𝗎𝖺𝗆𝗂 𝗌𝖾𝗅𝗂𝗇𝗀𝗄𝗎𝗁 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝗌𝖺𝗁𝖺𝖻𝖺𝗍𝗇𝗒𝖺, 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗆𝖺𝗎 𝗍𝖺𝗎.
Elly Irawati
Hana sama Danish,, madha sama dokter cantik,,, trus si Lukman sama siapa kira", ,???🤔🤔 jngan" sama si itu tuuu🤣🤣
Samsiah Yuliana
jiaaah, masih nunggu ya trnyata ceritanya,,,
semangat Thor, lanju6lagi episode nya 🥰🥰🥰🙏
Meliandriyani Sumardi
bacanya duluan hana ,ayana baru mulai baca kak 🤣🤣
Meliandriyani Sumardi: siap kak
total 2 replies
@Resh@
ceapt nikahin aja lah nnti ada lagi benalu pembinur dN pelakor muncullll
vania larasati
lanjut
Sri rahayu
bingung deh sama hana ,udah di lamar dan menerima lamaran tapi masih mengharapkan Danis
Sri rahayu
lah koo ?
Sri rahayu
laris manis nih janda muda 🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!