NovelToon NovelToon
Salah Meja Jadi Istri CEO

Salah Meja Jadi Istri CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Slice of Life / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Office Romance
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Aneska (25 tahun) berada dalam situasi darurat: menikah dalam seminggu atau dijodohkan dengan "om-om" pilihan Papanya yang bernama Argani Sebasta. Demi kebebasan, Aneska nekat mencari pacar sewaan lewat bantuan sahabatnya.
Namun, kecerobohan berbuah petaka—atau mungkin keberuntungan. Di sebuah kafe, Aneska salah mendatangi meja. Bukannya bertemu pria dari aplikasi kencan, ia justru mengajak kencan seorang pria asing yang tampak dewasa dan sangat tampan.
Aneska tidak tahu bahwa pria itu adalah Argani Sebasta, calon tunangan yang sangat ia hindari. Arga yang menyadari kesalahan Aneska justru merasa tertarik dan memilih menyamar menjadi "Gani" si pria biasa.
Permainan menjadi serius saat Arga tiba-tiba mengajukan syarat gila: "Jangan cuma pacaran, ayo langsung menikah saja."
Terdesak waktu dan terpesona pada ketampanan "Gani", Aneska setuju. Akankah Aneska tetap bahagia saat tahu bahwa suami yang ia pilih sendiri sebenarnya adalah pria yang paling ingin ia tolak sejak awal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2: Meja Nomor Dua Belas

​Aneska berdiri di depan cermin toilet kafe Blue Coffee untuk ke-sepuluh kalinya. Ia merapikan gaun floral berwarna soft pink yang menurutnya memberikan kesan "wanita baik-baik yang butuh dilindungi". Rambutnya yang bergelombang sengaja digerai, memberikan aroma vanilla yang manis setiap kali ia bergerak.

​"Oke, Anes. Lo pasti bisa. Lo cuma perlu meyakinkan cowok bernama Gani ini buat jadi pacar sewaan. Kalau dia minta bayaran, gue bakal pakai uang tabungan beli tas baru gue. Ini demi kebebasan!" bisiknya pada pantulan dirinya sendiri.

​Ia keluar dari toilet dengan langkah mantap. Matanya menyisir seluruh penjuru kafe yang didominasi dekorasi kayu dan aroma biji kopi yang kuat. Suasana cukup ramai, denting sendok dan tawa ringan pengunjung memenuhi udara.

​Aneska melirik ponselnya. Pesan dari Miska: Meja nomor 12, Anes! Inget, jangan malu-maluin!

​Matanya tertuju pada sebuah meja di sudut ruangan, dekat jendela besar yang menghadap ke jalan raya. Di sana, seorang pria sedang duduk membelakanginya. Dari belakang saja, pundaknya terlihat kokoh dan lebar. Pria itu mengenakan kemeja hitam yang lengannya digulung rapi hingga siku.

​Aneska menarik napas dalam-dalam, membusungkan dada, dan melangkah mendekat. Ia tidak menyadari bahwa ia baru saja melewati meja nomor dua belas yang asli—di mana seorang pria berkaus polo biru sedang sibuk bermain ponsel—dan justru melangkah menuju meja nomor dua puluh satu yang letaknya di pojok paling privat.

​Plak!

​Aneska meletakkan tas tangannya di atas meja dengan sedikit bertenaga untuk menarik perhatian. Tanpa menunggu dipersilakan, ia langsung menarik kursi dan duduk tepat di hadapan pria itu.

​"Hai! Maaf ya nunggu lama. Kamu 'Gani' kan? Kenalin, aku Aneska yang dibilang Miska tadi," cerocos Aneska tanpa jeda, sambil menunjukkan senyum paling cerah yang ia miliki.

​Pria di hadapannya tertegun. Gelas kopi yang baru saja akan menyentuh bibirnya tertahan di udara. Pria itu adalah Argani Sebasta. Arga mengerutkan kening. Ia baru saja tiba dua menit yang lalu dan sedang menunggu calon tunangannya yang katanya bernama Aneska.

​Aneska? batin Arga. Ia menatap gadis di depannya intens. Wajahnya sama dengan foto yang dikirimkan papanya, tapi sikapnya... jauh dari kata "gadis kalem" yang diceritakan orang tuanya.

​"Gani?" Arga mengulang nama itu dengan suara bariton yang rendah dan seksi.

​"Iya, Gani! Eh, atau lo mau dipanggil Mas Gani? Kak Gani? Terserah deh," Aneska mengibaskan tangannya santai. Ia sedikit terpesona melihat wajah pria di depannya. Gila, Miska nggak bilang kalau 'Gani' ini gantengnya kelewatan. Rahangnya tegas, hidungnya mancung, dan matanya... duh, tajam banget kayak mau nelan orang.

​Arga meletakkan kembali gelas kopinya. Ia menyandarkan punggung ke kursi, bersedekap, dan menatap Aneska dengan tatapan menyelidik. Ia menyadari sesuatu: gadis ini salah mengira dirinya sebagai orang lain dari aplikasi kencan.

​"Jadi... kamu Aneska?" tanya Arga, memastikan.

​"Iya! Aneska Claryz Graceva. Panggil aja Anes," Aneska memajukan tubuhnya, volumenya mengecil jadi berbisik. "Gini, Mas Gani. Gue mau langsung to the point aja ya, soalnya waktu kita nggak banyak. Gue dalam masalah besar."

​Arga menaikkan sebelah alisnya, merasa terhibur. "Masalah besar apa?"

​"Gue mau dijodohin! Sama om-om pilihan bokap gue! Namanya Argani siapa gitu, gue nggak peduli," Aneska mengadu dengan wajah cemberut yang bagi Arga justru terlihat sangat lucu. "Katanya sih dia mapan, tapi ya ampun... umurnya udah tiga puluh tahun, Mas! Lo bayangin nggak sih betapa ngeboseninnya hidup gue kalau harus sama orang kayak gitu? Pasti dia kaku banget, jam delapan malam udah tidur, terus kalau ngomong pakai bahasa baku."

​Arga hampir saja tersedak air liurnya sendiri. Kaku? Jam delapan sudah tidur? Ia baru saja ingin tertawa, tapi ia menahannya sekuat tenaga. Wajahnya tetap datar, namun matanya berkilat penuh minat.

​"Jadi, kamu nggak mau sama Argani itu?" tanya Arga memancing.

​"Nggak mau lah! Makanya, gue mau minta tolong sama lo. Miska bilang lo lagi nyari hubungan serius. Gue butuh 'pacar' buat dipamerin ke bokap gue dalam tiga hari ini. Gue bakal bayar lo, atau lo boleh minta apa aja deh, asal lo mau akting jadi cowok gue di depan bokap gue. Gimana? Lo mau kan bantu gue?"

​Aneska menatap Arga dengan mata bulat yang penuh harap, persis seperti anak kucing yang meminta makan.

​Arga terdiam cukup lama. Ia menatap gadis yang mengatainya "om-om membosankan" ini dengan sudut pandang baru. Aneska sangat ekspresif, jujur, dan... sedikit ceroboh.

​"Menarik," gumam Arga pelan.

​"Gimana? Mau kan?" desak Aneska.

​Arga mengetukkan jari telunjuknya di meja. Sebuah ide jahil muncul di kepalanya. Jika ia mengaku sebagai Argani sekarang, mungkin Aneska akan langsung kabur. Tapi jika ia mengikuti permainan gadis ini...

​"Kenapa harus pacaran?" tanya Arga tiba-tiba.

​"Hah?" Aneska bengong.

​"Kalau cuma pacaran, Papa kamu masih punya celah buat maksa kamu nikah sama 'si om-om' itu, kan? Kalau pacar kamu cuma level pacar, posisi Argani itu masih kuat di mata Papa kamu."

​Aneska mengerutkan dahi. "Terus? Gue harus gimana?"

​Arga mencondongkan tubuhnya ke depan, membuat jarak di antara mereka terkikis. Aroma parfum maskulin yang elegan—campuran kayu cendana dan citrus—menusuk indra penciuman Aneska, membuatnya tiba-tiba gugup.

​"Kenapa nggak langsung menikah saja?" tanya Arga dengan nada santai seolah sedang menawarkan menu makanan.

​Mata Aneska nyaris keluar dari kelopaknya. "M-menikah?! Kita bahkan belum pesan minum, Mas Gani!"

​"Pikirkan begini," Arga mulai bernegosiasi dengan gaya CEO-nya yang mematikan. "Kamu butuh tameng yang permanen. Kalau kamu bawa calon suami, Papa kamu nggak punya alasan lagi buat jodohin kamu sama orang lain. Saya mapan, saya jomblo, dan seperti yang kamu lihat... saya tidak seburuk om-om pilihan Papa kamu, kan?"

​Aneska menatap wajah Arga lamat-lamat. Bener juga sih. Gani ini ganteng banget. Kalau gue bawa dia ke rumah, Papa pasti langsung minder bandingin dia sama si Arga-Arga itu. Tapi... nikah?

​"Tapi kita kan nggak kenal..." cicit Aneska.

​"Kita bisa kenalan sambil jalan. Lagipula, kamu bilang kamu butuh solusi cepat," Arga melirik jam tangannya. "Waktu kamu sisa dua hari lebih beberapa jam lagi, Aneska."

​Aneska menggigit bibir bawahnya. Logikanya berteriak 'Jangan!', tapi rasa paniknya terhadap perjodohan Papa jauh lebih besar. Ditambah lagi, pria di depannya ini punya aura yang sangat meyakinkan. Dewasa, tenang, dan tampan.

​"Lo beneran jomblo kan? Bukan simpanan tante-tante atau buronan?" tanya Aneska curiga.

​Arga terkekeh, suara yang sangat berat dan merdu. "Saya bersih. Saya cuma pria yang kebetulan sedang mencari istri, dan kamu... kebetulan lewat di depan saya."

​Aneska menarik napas dalam, menutup matanya sejenak, lalu membukanya dengan tekad bulat. Ia mengulurkan tangannya di atas meja.

​"Oke! Deal! Kita nikah. Tapi lo harus janji bakal bantuin gue ngadepin Papa!"

​Arga menyambut uluran tangan kecil Aneska. Genggamannya hangat dan kuat. "Deal. Saya akan bantu kamu... menghadapi apa pun."

​Arga tersenyum tipis—senyum kemenangan yang tidak disadari Aneska. Aneska, kamu tidak tahu kalau pria yang kamu sebut 'om-om membosankan' itu sedang memegang tanganmu sekarang.

​"Pilihan yang pintar, Aneska," ucap Arga pelan. "Jadi, kapan kita ke rumah Papa kamu?"

​Aneska tersenyum lebar, merasa bebannya terangkat. "Besok! Besok sore lo jemput gue di kantor! Gue bakal kirim lokasinya!"

​Tanpa mereka sadari, di meja nomor dua belas yang asli, pria berkaus polo biru mulai gelisah karena teman kencannya tak kunjung datang. Sementara itu, Aneska baru saja menyerahkan dirinya ke dalam "sangkar" yang justru ia buat sendiri.

1
Ayusha
benci. benar benar cinta maksudnya 🤣
Ariska Kamisa: aslinya mah begitu🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Ayusha
mantan perjaka kali🤭
Ariska Kamisa: hehehe betul juga 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
👍👍👍👍👍👍
Ariska Kamisa: terimakasih banyak jempol nya🙏
total 1 replies
aditya rian
/Curse//Curse//Curse//Curse//Curse//Curse/
Aditya Rian
seru juga ternyata
Ariska Kamisa: terimakasih 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
Anes sangat beruntung
Ariska Kamisa: tapi anes nge gas terus yaa🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
didunia nyata apakah ada yang seperti Arga 🤔🤔🤔
Ariska Kamisa: seperti nya 1001 kak🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
ya Allah Arga ... 😱
umie chaby_ba
so sweet
umie chaby_ba
👍👍👍👍
umie chaby_ba
satria oh satria bikin Arga kesurupan
umie chaby_ba
arga nyebut ga !
umie chaby_ba
anes iiih 🤭
umie chaby_ba
astagfirullah...🤣🤣🤣
umie chaby_ba
arga 🤣🤣🤣
umie chaby_ba
ya Allah Arga udh kebelet banget 🤭
umie chaby_ba
suka suka suka
Ariska Kamisa: terimakasih 🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
gercep Amayyy
umie chaby_ba
gemas banget sih arga🤣🤣🤣
umie chaby_ba
ada siangan nih.
Ariska Kamisa: saingan kali... 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!