NovelToon NovelToon
MENIKAH DENGAN LUKA

MENIKAH DENGAN LUKA

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:904
Nilai: 5
Nama Author: Delvi Binti

Ara di jodohkan dengan Aib, bukan dengan laki-laki, Ia di tatap jijik oleh keluarga nya sendiri.
ini kisah tentang pernikahan Tampa pesta, Tampa restu dan Tampa wali, tapi ada Tuhan jadi saksi dan luka jadi maharnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delvi Binti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 11

"ooo ternyata gini ya kelakuan kamu kalau kami engga ada di rumah, kamu jalan sama cowok, jual diri kamu hah." ucap tante Rianti

" engga gitu tante aku tadi." belum sempat Ara menyelesaikan kata - katanya sebuah tamparan mendarat di wajahnya.

Dimas yang melihat itu akhirnya angkat bicara

" saya yang nyuruh Ara, ikut sama saya, saya yang maksa dia. "

" Diam kamu, saya engga bicara sama kamu, sebaiknya kamu pergi dari sini."

" saya engga akan pergi, saya akan tetap di sini sampai kalian berhenti menyiksa Ara. "

Ara yang melihat Dimas tidak mau pergi, Ia pun angkat bicara.

" Dim kamu pulang aja dulu, aku engga apa - apa kok, kamu tenang aja. "

" engga sayang aku mau di sini aku mau nemenin kamu, aku engga bakalan biarin mereka mukulin kamu."

" tante saya sayang sama Ara, saya mau nikahin dia, saya mau dia jadi ibu dari anak - Anak saya nanti. "

mendengar itu tante Rianti hanya tertawa sinis dan berkata.

" kamu mau menikahi gadis bodoh seperti dia, dia tuh engga bisa apa- apa kecuali buat masalah."

" sebaiknya kamu pergi dari sini, sebelum saya panggil warga buat seret kamu, dan kamu Ara sekarang kamu masuk ke dalam Rumah." ucap nenek dengan nada yang sudah mulai meninggi

Ara hanya bisa menuruti perkataan nenek nya, namun sebelum Ia masuk, Ia menyuruh Dimas untuk segera pulang.

" kamu pulang aja dulu, aku engga akan kenapa- kenapa kok, percaya sama aku. " ucap Ara

" tapi sayang, gimana kalau mereka berbuat kasar ke kamu."

" engga kok, kamu tenang aja sekarang kamu pulang ya."

Dengan terpaksa Dimas akhirnya berbalik dan pulang, sedangkan Ara sudah di tarik masuk oleh tante Rianti, Sebenarnya Dimas sangat menghawatirkan Ara.

Sepanjang jalan Dimas hanya memikirkan nasib kekasih nya itu, tentang kemungkinan - kemungkinan yang akan terjadi, namun Ia tidak tau harus berbuat apa, rasanya ingin sekali Ia membawa Ara pergi dari rumah itu.

Sementara itu Ara yang sudah masuk ke dalam rumah, di jambak oleh tante Rianti, Ia di dorong ke lantai.

" dasar kamu ya engga tau mau, mau jadi pela**r kamu hah, kamu mau buat kami malu, dasar lon**te."

" aku engga nglakuin apa - apa kok sama dia, aku cuma maka malam aja di rumah dia itu pun sama keluarga dia.

" ala alsan bilang aja kamu udah ti*dur kan sama dia, emang dasar nya aja kamu itu perempuan mur**han."

" aku engga gitu tante, tante kenapa sih hah kalau tante punya masalah sama aku bilang aja, jawab Ara yang kesabaran nya sudah habis.

" Diam kamu Arah, kamu engga punya hak untuk berbicara dengan nada tinggi di rumah ini. " bentak nenek Ara

" Kurang aja dia mah, jangan biarin dia keluar dari kamar nya, kalau perlu engga usah dikasih makan sekalian biar dia tau rasa." ucap tante Rianti Mengompori.

" seret dia ke kamar kunci kamar nya dan ambil kunci nya, jangan biarin dia keluar, itu hukum buat dia."

Tante Rianti pun akhirnya menarik Ra degan paksa masuk ke kamar, Ara di dorong dengan kasar hingga terjatuh ke lantai, setelah itu tante Rianti menutup dan mengunci pintu kamar Ara.

Ara hanya bisa pasrah dan menangis di dalam kamar nya, Ia hanya bisa pasrah Ara tidak ingin melawan tante Rianti apalagi neneknya, malam itu Ara habis kan dengan tangisan.

hari - hari berlalu Ara sudah dua hari di kurang di kamar nya, ia hanya di beri makan satu kali sehari, Ara hanya bisa bediam di kamar nya, Ia bisa saja menelfon Dimas tapi, Ara tidak ingin maslah ini tambah besar lagi.

Dan setiap Dimas menghubungi nya, Ara selalu berbohong dengan mengatakan bahwa ia baik- baik saja, Ia sedang sibuk makanya tidak bisa menemui Dimas.

Namun Dimas merasa ada yang tidak beres, diam- diam Dimas datang ke rumah Ara, namuan saat sampai di rumah Ara Dimas tidak melihat keberadaan Ara.

akhirnya dia menyuruh salah satu anak untuk sengaja bermain di sekitar rumah Ara, untuk memastikan bahwa Ara baik- baik saja.

namuan saat anak yang Ia suru tadi datang kembali dan menceritakan apa yang Ia liat betapa terkejut nya Dimas, saat mengetahui Ara di kurung di kamar.

dengan cepat Dimas pergi membeli bebas Roti dan Air mineral, Dimas mengendap-endap ke Ara jendela kamar Ara, saat sampai di depan pintu kamar Ara Ia melempar jendela itu, Ara yang dari tadi melamun terkejut saat mendengar ada yang melempar jendela kamar nya.

Saat Ara membuka jendela dan melihat siapa yang melempar jendela kamar nya, betapa terkejut nya Ara saat tau yang melempar jendela kamar nya adalah Dimas.

dengan gerakan cepat Dimas memanjat jendela kamar Ara, dan berhasil masuk tampa ada yang melihat nya.

" kamu ngapain ke sini, cepat keluar nanti kalau tante Rianti tau dia bakalan laporin kamu ke polisi." ucap Ara dengan suara pelan ia takut ada yang mendengar nya berbicara.

" aku kesini bawain makanan buat kamu, kamu pasti belum makan kan sayang,kamu makan dulu yaa. " jawab Dimas sambil menyerahkan roti dan air mineral yang tadi Ia beli.

" makasih ya, tapi kamu harus cepet keluar dari sini, takutnya tante Rianti datang dan liat kamu di sini bisa bahaya."

" aku mau bawa kamu keluar dari sini, kita pergi dari rumah ini sama-sama ya sayang, aku janji bakalan jagain kamu."

" engga Dim aku engga akan kemana-mana aku bakalan tetap di sini."

" ayolah Ra, aku engga mau kamu terus menerus di siksa sama mereka, kamu ikut aku ya."

" aku engga apa -apa kok, Dimas dengerin aku yaa aku sayang sama kamu, tapi aku juga engga bisa kabur gitu aja dari rumah ini, mau gimana pun mereka yang ngerawat aku dari kecil. "

" tapi Ra, " belum sempat Dimas melanjutkan Kata-kata nya sebuah langkah kaki terdengar mendekat ke arah mereka, seketika itu Ara panik, Ia menyuruh Dimas untuk bersembunyi, di bawa kolong ranjang nya.

Untung saja Dimas cepat bersembunyi saat tante Rianti sudah membuka pintu kamar Ara.

"Gimana laparkan, makanya jadi orang tuh jangan kegatalan. " ucap tante Rianti sambil meletakkan sepiring nasi kosong dengan kasar di atas meja Ara.

Setelah mengatakan itu tante Rianti langsung keluar dari kamar Ara lalu mengunci pintu itu lagi, Dimas yang melihat tante Rianti sudah keluar dari kamar segera keluar dari tempat persembunyian nya.

Saat melihat sepiring nasi putih tampa lauk di atas meja itu, hati Dimas sakit melihat kekasih nya di perlakuan seperti itu.

" mereka ngasih kamu makan cuma nasi putih ini doang, mereka itu manusia apa setan si."

" engga apa - apa kok, nasi putih ini juga udah cukup buat aku, apapun itu kita harus tetap bersyukur. " jawab Ara

"maafin aku ya sayang, gara - gara aku kamu harus di hukum kaya gini, harus nya aku engga aja kamu ke rumah aku malam itu."

" kamu engga salah apa-apa kok, ini mungkin emang udah takdir aku, tapi aku yakin suatu saat nanti tante Rianti sama nenek bakalan sayang juga sama aku. "

Mendengar itu Dimas kembali merasa bersalah, ia tidak bisa melakukan apa-apa untuk menyelamatkan Ara.

" lebih baik sekarang kamu pulang, soalnya nanti ada yang liat kamu di sini, bisa jadi masalah besar lagi kan."

Mendengar itu Dimas pun akhirnya mengikuti perkataan Ara, dengan hati - hati Dimas melompat keluar dari jendela kamar Ara.

" nanti malam gua harus datang lagi, dan bawain makanan buat Ara, tunggu aku ya sayang," gumam Dimas dalam hati saat Ia sudah sampai di tempat Ia memarkirkan sepeda motor nya.

Melihat kepergian Dimas membuat hati Ara legah, Ia tidak mau jika Dimas dalam masalah, karna dirinya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!