NovelToon NovelToon
Pernikahan Yang Tidak Diinginkan

Pernikahan Yang Tidak Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Maullll

"Pernikahan yang Tidak Diinginkan" bercerita tentang Kirana Putri, seorang wanita muda yang cantik dan berhati lembut, yang terpaksa harus menikah dengan Arga Wijaya, seorang pengusaha sukses yang terkenal dingin, tegas, dan tak tersentuh.

Pernikahan ini bukanlah hasil dari cinta, melainkan sebuah perjanjian bisnis dan kewajiban keluarga untuk menyelamatkan perusahaan ayah Kirana dari kebangkrutan. Bagi Arga, pernikahan ini hanyalah formalitas dan cara untuk memenuhi keinginan orang tuanya, sementara bagi Kirana, ini adalah pengorbanan besar demi keluarganya.

Sejak hari pertama, rumah tangga mereka dipenuhi dengan kebekuan. Mereka hidup satu atap layaknya dua orang asing—saling menghormati tapi jauh dari kata dekat, sering bertengkar karena salah paham, dan masing-masing menyimpan perasaan terpaksa.

Namun, seiring berjalannya waktu, di tengah sikap dingin dan pertengkaran, benih-benih perhatian mulai tumbuh perlahan. Mereka mulai melihat sisi lain dari satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maullll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30: RUMAH YANG PENUH CINTA

Setelah menempuh perjalanan udara yang panjang namun penuh kebahagiaan, akhirnya pesawat yang membawa keluarga Wijaya mendarat dengan mulus di tanah air. Udara hangat khas Indonesia langsung menyambut mereka, memberikan rasa rindu yang mendalam setelah sekian lama berada di negeri orang.

"Alhamdulillah... sampai juga ya," bisik Kirana sambil menghela napas lega saat roda pesawat menyentuh landasan.

Arga tersenyum lebar, menggenggam tangan istrinya erat-erat. "Selamat datang kembali, Sayang. Selamat datang kembali di istana kita."

Suasana di bandara terasa berbeda dengan di Belanda. Lebih ramai, lebih berisik, tapi justru terasa sangat akrab dan seperti rumah sendiri. Sopir dan staf keluarga sudah siap menyambut dengan senyum lebar dan papan tanda selamat datang.

"Selamat datang kembali Tuan, Nyonya, Tuan Muda, Nona Kecil!" sapa mereka ramah.

"Makasih. Semua barang sudah diambil kan?" tanya Arga sigap sambil menggendong Aira yang masih mengantuk, sementara Arka berjalan gagah memegang tangan ibunya.

"Sudah siap semua, Tuan. Mobil juga sudah siap."

Perjalanan menuju rumah di Bogor terasa sangat menyenangkan. Pemandangan hijau dan asri sepanjang jalan membuat hati siapa saja yang melihatnya menjadi tenang.

Sesampainya di rumah besar yang megah namun sangat hangat itu, suasana terasa sangat familiar. Bau kayu, aroma taman, dan tata ruang yang sangat mereka cintai.

"Wah... rumah kita ternyata sebesar ini ya, Bu," celoteh Aira polos sambil memandang langit-langit tinggi ruang tamu.

"Iya dong, kan rumah kita sendiri. Besok-besok kita main kejar-kejaran di taman belakang ya," jawab Kirana lembut sambil meletakkan tas tangannya.

Arga langsung beraksi memastikan semuanya aman dan nyaman. "Bi.. Bi Sumi! Bi Sumi!" panggilnya.

"Eh! Tuan sama Nyonya sudah pulang! Alhamdulillah selamat datang!" Bi Sumi keluar dari dapur dengan wajah berseri-seri bahagia. "Wah anak-anak makin ganteng dan cantik aja!"

"Bi, tolong siapkan air hangat buat Nyonya ya. Dan pastikan kamar kita sudah dirapikan dan wangi," perintah Arga dengan nada lembut tapi tegas. "Dan mulai hari ini, Nyonya sedang hamil muda, jadi semua pekerjaan berat jangan biarkan beliau yang mengerjakannya, mengerti.? Bantu semuanya ya."

HAA?! HAMIL LAGI?!

Mata Bi Sumi melotot kaget lalu langsung tersenyum lebar sampai ke telinga. "Masya Allah... alhamdulillah! Syukurlah! Iya Tuan, siap Tuan! Pasti saya layani Nyonya seperti ratu!"

Kirana hanya bisa tertawa malu melihat suaminya yang begitu heboh dan protektif. "Udah ah kamu ini, bikin orang kaget aja."

"Kan harus dikasih tahu biar kamu dimanja terus," jawab Arga manja lalu memeluk pinggang istrinya dari belakang di depan semua orang. Gengsinya sudah hilang, yang ada hanya rasa bangga memiliki istri yang selalu memberinya kebahagiaan.

 

Hari-hari pertama setelah pulang ke tanah air diisi dengan kegiatan beristirahat total dan menata kembali rutinitas.

Arka dan Aira sangat senang bisa kembali bermain dengan mainan-mainan mereka yang sudah lama tidak tersentuh. Rumah yang tadinya sepi karena ditinggal beberapa minggu, kini kembali hidup dengan suara tawa dan teriakan mereka.

Namun, ada perubahan menarik pada diri Arga. Sejak tahu Kirana mengandung anak ketiga, sifat 'Ayah Sempurna'-nya makin menjadi-jadi.

Pagi itu, suasana di dapur sangat unik.

Biasanya Kirana yang sibuk memasak atau mengawasi masakan, tapi pagi ini justru Arga yang berdiri di depan kompor dengan celemek mewah terikat di pinggang nya. Wajahnya serius sekali sambil mengaduk-aduk wajan.

"Sayang... kamu duduk aja sana. Nanti kalau kepanasan atau capek bahaya buat dedek di perut," kata Arga tanpa menoleh.

"Tapi kan aku mau bantuin, sayang. Kamu kan juga habis perjalanan jauh, pasti capek," jawab Kirana yang duduk manis di kursi makan sambil memangku Aira.

"Enggak boleh! Hari ini Ayah yang mau masakin menu khusus buat Ibu hamil. Sup ayam hangat sama sayur bening kesukaan kamu," jawab Arga bangga. "Biar kamu tahu, kalau kamu sakit atau apa, Ayah bisa kok urusan semuanya."

Arka yang melihat tingkah Ayahnya tertawa kecil. "Ayah kok jadi koki sih? Kan biasanya Ayah bos besar?"

"Hahaha... Bos besar itu bisa apa aja, Nak. Bisa ngatur perusahaan, bisa juga ngatur wajan!" jawab Arga santai membuat semua orang tertawa lebar.

Sungguh pemandangan yang sangat langka dan menggemaskan. Seorang CEO muda yang disegani di seluruh Indonesia, rela berdiri di dapur memasak demi membahagiakan istri dan anak-anaknya.

Tak lama kemudian, masakan pun jadi. Aromanya sangat harum dan menggugah selera.

"Mari disantap! Silakan Nyonya tercinta," kata Arga sambil menarik kursi untuk Kirana dan menyodorkan mangkuk sup hangat.

"Makasih ya Sayang. Kamu memang terbaik," kata Karina tersentuh lalu menyuapkan sendok pertama ke mulutnya. "Hmm... enak banget! Rasanya pas banget!"

"Kan Ayah jago masak juga dong," jawab Arga bangga lalu ikut duduk dan menyantap makanan bersama keluarga.

 

Bulan demi bulan berlalu dengan sangat cepat. Kandungan Kirana kini sudah memasuki usia enam bulan. Perutnya sudah mulai terlihat membulat dengan indah, menandakan bahwa sang jabang bayi tumbuh dengan sangat sehat dan aktif.

Arga tidak pernah melewatkan sesi ngobrol dengan bayi di dalam perut setiap malam.

"Halo Nak... kamu lagi apa di dalem? Sehat kan?" bisik Arga sambil mengelus perut besar istrinya. "Jangan nakal-nakal ya tendang-tendang Ibu terus. Nanti kalau keluar, Ayah beliin mainan banyak-banyak."

DEGUB! DEGUB!

Bayi itu menendang kuat seakan menjawab.

"Wah! Dia denger lho!" seru Arga takjub. "Ran, dia aktif banget ya. Kayaknya ini anaknya bakal pemberani dan lincah nih."

"Iya... gerakannya kuat banget. Rasanya beda sama Arka sama Aira. Ini lebih aktif," jawab Kirana sambil tersenyum bahagia.

Di sebelah mereka, Arka dan Aira sudah tidur pulas dengan wajah damai.

Melihat keluarganya yang semakin lengkap dan bahagia, Arga menarik nafas panjang lalu menatap wajah istrinya yang bersinar.

"Ran..."

"Ya?"

"Aku mikir... hidup ini indah banget ya. Kita punya segalanya. Cinta, anak-anak yang sholeh dan sholehah, harta yang cukup, dan kesehatan. Rasanya pengen berhenti waktu di sini aja."

Kirana mengusap pipi suaminya yang kini terlihat lebih dewasa dan berwibawa.

"Waktu bakal terus jalan, sayang. Tapi cinta kita yang bakal tetep sama. Nanti anak-anak gede, mereka nikah, kita punya cucu, kita jadi kakek nenek yang romantis kayak Opa Oma."

"Iya... kita bakal terus bahagia selamanya," bisik Arga lalu memeluk isterinya erat-erat, melindungi dia dan buah hati mereka dari segala sesuatu.

Namun, di tengah kedamaian ini, sebuah kabar datang dari kantor pusat yang cukup mengejutkan. Ternyata ada proyek kerja sama besar dengan perusahaan luar negeri yang menuntut Arga untuk lebih fokus dan terjun langsung.

Tantangan baru pun muncul: Bagaimana Arga membagi waktu antara tanggung jawab besar di kantor dan keluarganya yang semakin bertambah? Akankah masalah kesibukan lama terulang kembali?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!