Mengisahkan hyunjin yang terobsesi pada wanita bernama eunbi, wanita yang mungkin tidak akan mencintainya karena kesalahan yang ia perbuat, ia menahan eunbi di bawah kuasanya hingga membuat gadis itu menjadi pemberontak seiring berjalan nya waktu.
Kisahnya semakin rumit saat eunbi dengan sengaja menyeret Seo-joon seorang pegulat handal namun miskin ke dalam kisah cinta mereka, mampukah eunbi terlepas dari jeratan hyunjin? dan apakah Seo-joon bisa menyelamatkan-nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourbee Lebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 8 : Kepemilikan
Dorrr
Hyunjin menembak kepala seorang pemuda yang tengah duduk bersama dengan ayah dan juga di kelilingi banyak bawahan nya.
"Hyunjin dia memberikan pengakuan!" Tuan hwang mulai berdiri.
"Apa yang perlu aku dengarkan, kalau dia mencoba melecehkan eunbi?" Tanyanya.
"Lee eunbi yang memulai semuanya dulu" Ungkap sang ayah.
Hyunjin merasa tak Terima dengan ucapan sang ayah, namun pemuda 30 tahun itu tak menyangkalnya.
"Sepertinya wanita itu sengaja melakukan ini agar kau menyalah pahaminya, dia licik" Ujar tuan hwang.
Hyunjin pergi meninggalkan ruang tamu dan naik ke lantai 2 untuk menemui eunbi.
"Urus mayatnya!" Perintah tuan hwang pada yang lain.
Hyunjin membuka pintu kamarnya dengan kasar, ia menemukan eunbi yang sedang duduk di kasur, saat hyunjin mendekat eunbi mulai berdiri.
Hyunjin menarik tangan eunbi ke kamar mandi dengan kasar.
"Lepaskan aku!" Teriak eunbi.
Tanpa mendengarnya hyunjin mendorong gadis itu hingga jatuh ke lantai kamar mandi, gaun sependek perpotongan paha tersingkap karenanya.
"Apa yang kau lakukan sialan!" Maki eunbi.
Hyunjin melepas jas nya dan melemparnya sembarang arah, ia mengambil shower dan menyalakan nya lalu mengguyur tubuh eunbi tanpa aba aba.
"Aku sudah mandi sialan! bajingan" Maki eunbi di bawah guyuran air.
"Dimana dia menyentuhmu? di sini?!" Hyunjin menyentuh bahu eunbi sembari terus mengguyurnya.
"Lepaskan!" Eunbi memberontak.
"Dimana bajingan itu menyentuhmu sialan!" Hyunjin bersuara dengan nada tinggi.
"Ahh!" Eunbi memekik kesakitan saat hyunjin menjambak rambut nya hingga mendongak saling bertatapan.
"Aku tidak suka kau di sentuh orang lain, sialan" Ucapnya lirih.
"Aku adalah korban di sini!"
"Kau pikir aku tidak tau?! siapa yang berani melawanku di sini?! kau menjebaknya kan?!" Bentak nya.
"Aahh!"
Hyunjin merobek gaun yang di kenakan eunbi dan menelanjangi nya.
"Lepaskan aku bajingan! kau sialan hwang hyunjin! sialan sialan!"
Hyunjin mengangkat tubuh eunbi yang telanjang dan memasukkan nya ke dalam bak mandi, ia juga menanggalkan pakaian nya dan ikut masuk ke dalam sana, hyunjin membuka kran air untuk memenuhi bak, sementara tubuhnya menahan eunbi tetap pada kukungan.
"Apa aku terlihat seperti jalang dimatamu?" Tanya eunbi.
"Benar, apalagi saat kau mencoba menggoda bawahan ayahku, kau ingin dia menyentuh mu, kau benar benar terlihat sangat jalang" Hyunjin menggeram dengan mata yang memerah menahan kilat amarah.
"Itu benar hwang, aku benar benar jalang seperti yang kau katakan, lihatlah bagaimana setiap hari aku harus melayani mu seperti tuan, lihatlah bagaimana kau marah dan aku pasti akan berakhir di ranjang!" Kata eunbi.
"Itu karena aku ingin selalu mengingatkan mu sial! kau milikku!" Teriaknya.
"Aku tidak mau bajingan! kenapa kau bisa berfikir aku akan melakukan semuanya untukmu setelah kau membunuh keluarga ku hah?! dasar keparat!" Makinya.
Air semakin memenuhi isi bak di iringi oleh makian dari kedua belah pihak, hyunjin menciumi seluruh tubuh eunbi tanpa tertinggal se-inchi pun.
Pria itu juga memaksa eunbi untuk duduk di atas tubuhnya dengan penyatuan.
"Ahh" Desah eunbi tak tertahan.
Tubuhnya bergerak naik turun di atas hyunjin, kepalanya mendongak dengan ekspresi kesakitan, sementara hyunjin semakin mendorong masuk kejantanan nya tanpa mempedulikan rasa sakit yang di rasakan sang kekasih.
Bunyi kecipak air mengiringi penyatuan mereka, desahan demi desahan tercipta menggema di seluruh sudut kamar mandi.
"Ahh ohh"
"R-rasakan aku ahh" Desah hyunjin.
Eunbi menggeleng ribut tak mau namun tubuhnya justru bereaksi tak sama, tubuhnya menerima setiap sentuhan sensual yang di lakukan hyunjin.
"Ingatlah! kau milikku"
...****************...
"Bagaimana aku tidak terfikir yang sama denganmu kalau pria tua itu adalah pemimpin mereka semua" Kata yunho.
"Itu karna kau bodoh, aku mengenalnya" Jawab seo-joon.
"Bagaimana kau mengenalnya?"
"Dia pemilik bar kan?"
"Ahh ternyata kau juga datang ke bar?"
"Hmmm, lalu apa urusan mereka dengan tuan hwang" Tanya seo-joon.
"Sebenarnya bukan mereka yang kita cari, kita mencari Lee sangho, tapi karena mereka adalah salah satu pihak sangho jadi kita membunuh nya juga, aku yakin dia juga mendapat informasi tentang bisnis hwang" Kata yunho.
"Sebenarnya kenapa dia sangat ingin membunuh sangho? rahasia apa yang dia bawa?"
"Dia tau dimana markas utama dan dimana biasa kami mendapatkan barang dengan harga langka, kita banyak memiliki musuh dalam dunia gelap ini, bisa saja suatu hari nanti salah satu musuh kita bertindak dan bisnis kita akan lenyap seketika" Kata yunho
"Kita?" Seo-joon terkekeh remeh.
"Kenapa? bisnis tuan hwang adalah bisnis kita juga kan? kita mendapat uang dari sana"
"Aku tidak pernah menganggap ini serius, aku hanya ingin menyelesaikan satu misi dan kembali pada pekerjaan lamaku, tidak lebih, aku tak ingin bergabung lebih lama" Ungkap seo-joon
"Kenapa? bukankah menyenangkan membunuh orang seperti tadi?"
Seo-joon terdiam, sulit menjelaskan perasaan nya, jujur saja ia merasa tak nyaman dengan pekerjaan ini, namun sebisa mungkin ia juga tak ingin telrihat lemah.
"Hei? kenapa melamun?" Yunho menyenggol lengan seo-joon.
"Stir saja mobil ini dengan benar aku ingin segera beristirahat" Katanya.
"Baiklah baiklah" Yunho tertawa kecil karena nya.
...****************...
Tuan hwang tengah duduk di balkon mengadap halaman rumahnya yang luas, ada rasa kecewa yang terbesit di hati saat mengingat bagaimana hyunjin berani membunuh seseorang tanpa berfikir panjang untuk eunbi
"Tuan?" Panggil Jason.
"Ya?"
"Apa yang Anda pikirkan?"
"Kau pasti tau setengah isi pikiranku Jason, kau yang paling mengerti aku" Katanya.
"Tentang tuan muda?" Tanya Jason.
"Ya, aku semakin merasakan eunbi adalah ancaman yang sebenarnya" Balasnya.
"Saya sudah memperingati anda sejak awal, saya sudah menemani anda selama ini begitupun tuan muda, saya melihat bagaimana tuan muda jatuh cinta pada wanita untuk pertama kalinya dan saya merasakan betapa besarnya perasaan itu" Kata Jason.
"Aku khawatir eunbi akan mempengaruhi hyunjin, hyunjin adalah satu satunya keturunan yang aku miliki, dia harus sepenuhnya mengabdikan dirinya pada bisnis yang ku jalani, tapi melihat bagaimana anak itu membela eunbi mati matian tadi aku menjadi ragu, bagaimana kalau wanita itu mencoba melakukan sesuatu yang bisa menghancurkan ku nanti?"
"Anda benar, dan untuk itu anda harus segera melakukan sesuatu, bertindaklah tuan" Pintanya.
"Entahlah, aku masih memikirkan caranya, kau tau jika aku melakukan nya dengan terang terangan hyunjin akan sangat marah bahkan bisa saja dia menentangku" Katanya.
"Benar, anda harus berhati hati tuan"
"Seharusnya hyunjin sadar bahwa akulah yang selalu berusaha membuat dia menjadi tinggi, akulah yang menjunjungnya, seharusnya dia tidak memerlukan cinta apapun, aku bahkan baik baik saja hidup tanpa cinta puluhan tahun" Katanya.
"Tuan muda sangat berbeda dengan anda"