NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Duda / Beda Usia
Popularitas:61.5k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Dita, siswi kelas 12 SMA, harus menerima nasib pahit ketika ayahnya yang terlilit hutang dan terbaring sakit memaksanya menikah dengan Arjuna, seorang polisi duda beranak satu.

Pernikahan itu dijadikan tebusan atas kecelakaan yang melibatkan Arjuna dan membuat ayah Dita kritis.

Meski tak sepenuhnya bersalah, Arjuna menyetujui pernikahan tersebut demi menebus rasa bersalahnya. Di tengah perbedaan usia dan penolakan putri Arjuna terhadap ibu sambungnya yang masih belia, Dita dan Arjuna harus menghadapi ujian besar untuk mempertahankan rumah tangga mereka.

Apakah cinta diantara mereka akan tumbuh, atau pernikahan itu berakhir dengan perpisahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kisah Cinderella dan pangeran tampan

Malam semakin larut, namun keheningan di koridor lantai dua kediaman Diningrat terusik oleh seberkas cahaya yang mengintip dari celah pintu kamar Siena. Dita, yang baru saja hendak menuju dapur untuk mengambil minum, langkahnya terhenti. Ia melirik jam dinding, sudah pukul sembilan malam.

Dengan ragu, Dita memberanikan diri mengetuk pintu kayu berwarna putih itu. Tak lama, pintu terbuka sedikit, menampakkan wajah mungil Siena yang tampak lelah namun matanya masih terjaga. Di pelukannya, ia mendekap sebuah buku dongeng tebal.

"Untuk apa kamu mengetuk pintu kamarku malam-malam begini?" tegur Siena dengan nada ketus yang menjadi ciri khasnya.

Dita tidak memasukkannya ke hati. Matanya justru tertuju pada buku yang didekap Siena. "Wah, kamu sedang baca buku dongeng ya? Kebetulan, aku suka sekali cerita Cinderella yang bertemu dengan pangeran tampan di pesta dansa!"

Siena mengerutkan kening, rasa ingin tahunya mulai mengalahkan rasa gengsinya. "Kamu tahu ceritanya?"

"Tentu saja. Cinderella itu sangat sabar, meskipun sepatunya tertinggal di tangga istana, sang pangeran tetap mencarinya ke seluruh penjuru negeri karena dia sudah jatuh cinta pada pandangan pertama," tutur Dita dengan nada bercerita yang menghanyutkan.

Siena terdiam sejenak, lalu menyodorkan bukunya. "Apakah... kau mau membacakan dongeng ini untukku?"

"Tentu saja. Sambil kamu mencoba tidur, saya akan menceritakan kisah Cinderella sampai tamat," jawab Dita lembut.

Siena akhirnya membuka pintu lebar-lebar, membiarkan Dita masuk. Dita duduk di sisi tempat tidur, menyandarkan punggungnya pada head board yang empuk, sementara Siena merebahkan diri di atas bantal, menatap Dita dengan penuh minat. Suara Dita mengalun lembut, intonasinya naik turun mengikuti emosi cerita, seolah-olah membawa suasana istana ke dalam kamar itu. Perlahan namun pasti, kelopak mata Siena mulai memberat, hingga akhirnya napasnya teratur dan ia tertidur lelap.

Beberapa saat kemudian, Arjuna tiba di rumah. Langkah kakinya yang berat karena lelah langsung menuju kamar utama, namun ia mengernyitkan dahi saat mendapati kamar itu kosong. Khawatir terjadi sesuatu, ia melangkah menuju kamar Siena.

Saat pintu kamar Siena dibuka perlahan, pemandangan di depannya membuat jantung Arjuna berdesir hangat. Di sana, Siena tertidur pulas di samping Dita. Sementara Dita sendiri telah ikut terlelap dalam posisi duduk bersandar, kepalanya terkulai ke samping sambil tetap memeluk buku dongeng milik Siena.

Arjuna tersenyum sangat tipis. Rasa lelahnya seolah menguap melihat kedamaian di antara istri dan putrinya. Dengan gerakan yang sangat hati-hati agar tidak membangunkan Siena, Arjuna meraih tubuh Dita, menyelipkan lengannya di bawah lutut dan punggung istrinya.

Dita tetap tertidur pulas dalam gendongan ala bridal style suaminya. Arjuna membawanya kembali ke kamar utama mereka. Setibanya di sana, ia merebahkan tubuh mungil Dita di atas ranjang dengan sangat perlahan. Namun, saat Arjuna hendak menarik tangannya, jemari Dita tiba-tiba bergerak cepat mencengkeram kerah seragam dinasnya.

"Pangeran tampan... kamu mau ke mana?" igau Dita dalam tidurnya, suaranya terdengar sangat manja dan lembut. "Aku kan Putri Cinderella yang kamu cari... Aku mencintaimu, Pangeran..."

Arjuna terpaku. Ia menatap wajah Dita yang masih terpejam erat. Tiba-tiba, Dita memajukan bibirnya sedikit, seolah-olah di dalam mimpinya ia sedang menanti sang pangeran memberikan ciuman sejati.

Arjuna menelan ludah dengan susah payah. Jantungnya berdegup kencang melihat bibir ranum istrinya yang merekah indah di bawah cahaya lampu tidur yang temaram. Hasrat yang selama ini ia tekan kembali membuncah.

"Jangan salahkan aku, Dita. Kau sendiri yang memintaku menciummu," bisik Arjuna dengan suara parau.

Perlahan, Arjuna menundukkan wajahnya dan menyatukan bibir mereka. Kali ini, ciumannya tidak brutal atau menuntut seperti malam sebelumnya. Ciuman ini terasa begitu lembut, penuh perasaan, dan berlangsung cukup lama. Di alam bawah sadarnya, Dita membalas sentuhan itu dengan lembut, mengira bahwa pangeran tampan dalam mimpinya benar-benar telah datang untuk menjemputnya.

Malam itu, di tengah heningnya kamar, benih cinta yang sempat tertutup luka mulai bersemi kembali melalui sebuah ciuman yang tulus.

*

*

Sinar matahari pagi menyusup malu-malu melalui celah gorden, mengusik tidur nyenyak Dita. Ia mengerjapkan mata berkali-kali, berusaha mengumpulkan kesadarannya yang masih tertinggal di alam mimpi. Namun, saat kepalanya menoleh ke kanan dan ke kiri, jantungnya seolah berhenti berdetak.

"Lho? Bukankah semalam aku di kamarnya Siena? Kenapa sekarang ada di sini?" gumamnya heran sembari memandangi langit-langit kamar utama yang sangat ia kenali.

Ingatannya kembali berputar pada kejadian semalam. Dongeng Cinderella, sepatu kaca, dan... seorang pangeran tampan. Wajah Dita mendadak panas. Ia menyentuh bibirnya dengan ujung jari, merasakan sensasi kenyal dan sedikit berdenyut, persis seperti habis disengat lebah.

"Kenapa ciuman semalam terasa sangat nyata?" batinnya gelisah. Pandangannya kemudian jatuh pada sosok pria yang meringkuk di atas sofa panjang di sudut kamar. Arjuna masih tertidur lelap di sana, masih mengenakan seragam yang sedikit berantakan.

Dita terbelalak. Sebuah pemikiran mengerikan melintas di benaknya. "Jangan-jangan semalam Pak Juna yang memindahkan ku ke sini? Lantas, pangeran tampan yang aku cium itu...?"

Dita segera menyibak selimut dan beranjak dari tempat tidur. Dengan langkah menghentak penuh emosi, ia menghampiri sofa dan mengguncang bahu suaminya itu tanpa ampun.

"Pak! Bangun, Pak! Bapak yang semalam memindahkan aku ke sini, kan?!" teriak Dita tepat di telinga Arjuna.

Arjuna yang masih terbuai mimpi indah hanya melenguh pelan. Matanya masih terpejam rapat. "Hemmm... iya, berisik sekali..." jawabnya dengan suara serak khas bangun tidur.

Dita semakin geram, dadanya naik turun menahan amarah. "Lantas... semalam Bapak juga yang telah... men.... menciumku?!"

"Hemmm... iya..." sahut Arjuna lagi, masih dalam kondisi setengah sadar.

Namun, sedetik kemudian, otak Arjuna seolah tersengat listrik. Kata "mencium" bergema di kepalanya layaknya alarm darurat. Kedua mata Arjuna langsung melotot lebar. Ia tersentak bangun dan mendapati wajah Dita yang sudah memerah padam tepat di depan matanya. Di mata Arjuna, istrinya itu seolah-olah memiliki dua tanduk imajiner yang siap menyeruduknya kapan saja.

"Kau... Kau... DASAR PRIA TUA MESUM!" teriak Dita histeris.

Secara refleks, Arjuna melompat dari sofa dan membekap mulut Dita dengan telapak tangan kirinya yang besar.

"Sshhh! Kecilkan suaramu, Dita! Kau jangan berteriak seperti itu! Nanti Ayah dan Ibu berpikir aku sudah melakukan sesuatu yang aneh-aneh padamu!" bisik Arjuna panik, matanya melirik ke arah pintu dengan was-was.

Dita tidak tinggal diam. Matanya berkilat marah. Karena mulutnya dibekap, ia menggunakan senjata terakhirnya.

HAP!

Dita menggigit telapak tangan Arjuna sekuat tenaga.

"AWWW! Aduh! Sakit, Dit!" Arjuna meringis kesakitan sambil menarik tangannya yang kini berhias bekas gigi rapi milik istrinya.

Dita menatap Arjuna dengan pandangan benci yang meluap-luap. "Kau pria yang sangat menyebalkan! Benar-benar tidak punya sopan santun!"

Tanpa menunggu balasan, Dita menyambar handuknya dan berlari menuju kamar mandi, membanting pintunya dengan keras sebagai tanda protes keras atas "pencurian" ciuman di malam itu. Sementara itu, Arjuna hanya bisa duduk lemas di pinggir sofa, mengelus tangannya yang berdenyut sambil merutuki mulutnya yang terlalu jujur saat mengantuk tadi.

Bersambung...

1
neny
juna,,juna,,dikasih sekali mau nya jd terus terusan🤣
Ariany Sudjana
jangan-jangan ini ulah si pelacur murahan Fatma itu yah?
Rusmini Mini
tahan tahan ini ujian Juna ...😂😂
Rusmini Mini
Singa Mabes mode cemburu /Tongue//Tongue//Tongue/
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 🤣🤣
total 1 replies
Rusmini Mini
hati hati kang Juna /Grin//Grin/
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
ya udah tidur aja mas🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Nar Sih
pasti ini ulah org yg gk suka dgn mu dita ,jdi rmh penggalan ayh mu lah yg jdi sasaran nya,moga suami mu sgra tau siapa dalang dri semua ini
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin
total 1 replies
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
Pelakor jaman sekarang mh spek ukhti2 udh ngk jaman yh baju kurang bahan banyak nya justru tertutup 😒
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 👍
total 1 replies
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
gila kata2 nya si rena kenyataan si hantu putih eh jas putih maksudnya bener2 jdi ancaman
Naffa Azlina Azlina
dah mulai ada percikan pelakor... thor jangan sampe dita salah paham lagi
Nar Sih
hati,,dita jga suami mu dan pasti kan ngk ada wanita lain yg menganggu rmh tangga mu
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap kak 👍😊
total 1 replies
Ariany Sudjana
aduh, ini ngapain lagi pelacur murahan datang, bikin rusak suasana saja
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Ariany Sudjana
benar Dita, anggota TNI dan polri itu harus melapor sama atasannya, kalau akan menikah, karena kalau sampai ada yang berselingkuh, bisa dipecat dari kedinasan. dulu orang yang tua saya juga begitu Dita
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 👍
total 1 replies
neny
aduuhh smg dr fatma sadar diri ya,jng jd ulat bulu,,sayang rengan reputasi yg ia punya,,,💪😘
neny: iya ka,,semoga tdk🤭
total 2 replies
pojok_kulon
Semoga Ayah nya Dita nggak apa apa
Nar Sih
sabarrr dan tenang mas juna jgn ceburu dulu yaa dita kan sdh bnr,,cinta dgn mu ☺️
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 😁
total 1 replies
Ariany Sudjana
tenang pak komandan, Dita setia kok dengan pa komandan, ga ada celah buat laki-laki lain dalam hatinya Dita 😄
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 👍😁
total 1 replies
neny
wkwkwk,,singa mabes cembokur🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: hooh 🤣🤣🤣
total 1 replies
Naffa Azlina Azlina
achhh.. kurang panjang bab nya
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sambung besok ya kak 😁
total 1 replies
Nurhayati Yati
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!