NovelToon NovelToon
Pembalasan Sempurna Kirana

Pembalasan Sempurna Kirana

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mysterious_Man

Dikhianati hingga mati, Kirana terbangun di masa lalu dengan satu tujuan: membalas dendam pada adik tiri dan mantan tunangannya. Demi merebut kembali warisannya, ia nekat mengikat pernikahan kontrak dengan Adyatma Surya—CEO kejam berdarah naga yang dikutuk. Menawarkan diri sebagai penawar nyawa pria itu, Kirana tak menyadari bahwa kontrak berdarah tersebut justru menjebaknya dalam obsesi gelap sang predator yang takkan pernah melepaskannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mysterious_Man, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Kepulangan Sang Penguasa

Salju Zurich masih menempel di kerah mantel bulu Kirana Larasati saat ia melangkah masuk ke dalam kabin jet pribadi yang akan membawanya kembali ke tanah air. Di tangannya, sebuah hard drive kristal terenkripsi—hasil jarahan dari Jantung Kripto Ares Group—berkilat dingin di bawah lampu kabin. Ini bukan sekadar data; ini adalah daftar hitam yang berisi nama-nama pengkhianat, pejabat korup, dan anggota Dewan Tetua Langit yang selama ini bersembunyi di balik jubah kehormatan Nusantara.

Adyatma Surya duduk di hadapannya, menatap keluar jendela ke arah pegunungan Alpen yang perlahan mengecil. Aura peraknya kini terasa begitu tenang, menyatu sempurna dengan hawa dingin di sekitarnya. Namun, Kirana tahu bahwa ketenangan ini adalah ketenangan sebelum badai besar melanda Jakarta.

"Zurich adalah pesan, Kirana," ucap Adyatma, suaranya berat dan berwibawa. "Dengan runtuhnya Ares Central, kita tidak hanya memutus pendanaan mereka. Kita telah menyatakan perang terbuka pada seluruh faksi Dewan Tetua. Mereka tidak akan tinggal diam saat kita mendarat di Halim."

Kirana membuka laptopnya, menghubungkannya ke satelit pribadi Surya Corp. "Biarkan mereka bergerak. Selama perjalanan ini, aku akan merilis protokol 'Mahameru-1'. Aku akan menggunakan fitur Google Workspace - Enterprise yang telah kita modifikasi untuk melakukan audit massal terhadap seluruh anak perusahaan Nusantara Group secara real-time."

Pembersihan di Ketinggian 35.000 Kaki

Saat pesawat membelah zona waktu menuju Asia, Kirana mulai bekerja. Jari-jarinya menari di atas papan ketik dengan kecepatan yang tidak manusiawi. Melalui integrasi Cendana-Drive, ia mulai mengirimkan "undangan pembersihan" kepada setiap manajer dan direktur di Jakarta.

"Reno, aktifkan Google Forms darurat untuk seluruh jajaran direksi," perintah Kirana melalui headset. "Setiap orang yang tidak bisa mempertanyakan asal-usul dana kampanye atau investasi rahasia mereka dalam waktu satu jam, akan secara otomatis kehilangan akses biometrik ke gedung Menara Nusantara."

"Nyonya, ini akan memicu kepanikan massal di bursa saham!" seru Reno dari pusat komando di Jakarta.

"Biarkan pasar panik, Reno. Aku lebih suka melihat sahamku anjlok sebentar daripada membiarkan benalu terus menghisap fondasi perusahaanku," jawab Kirana tegas. "Hancurkan untuk membangun kembali. Itulah prinsip restorasi."

Sabotase di Angkasa

Tiba-tiba, lampu kabin berkedip merah. Pesawat berguncang hebat, bukan karena turbulensi alam, melainkan karena serangan gelombang elektromagnetik dari bawah.

"Peringatan! Sistem navigasi terinterupsi!" suara pilot terdengar panik dari interkom. "Seseorang mencoba mengambil alih kendali jarak jauh pesawat ini!"

Adyatma segera berdiri, matanya berkilat biru tajam. "Klan Scorpio... mereka tidak menunggu kita mendarat. Mereka menyerang kita di titik paling lemah kita—di udara."

Kirana tidak panik. Ia tahu bahwa setiap sistem digital memiliki celah, termasuk pesawat tercanggih sekalipun. Namun, ia juga tahu bahwa ia memiliki "kunci" yang tidak dimiliki siapapun. Ia menyambungkan ponselnya ke konsol pusat pesawat.

"Mereka menggunakan sinyal satelit bajakan milik Ares," analisis Kirana cepat.

"Adyatma, aku butuh kau menyalurkan energi perakmu ke antena transmisi di ekor pesawat. Aku akan menggunakan frekuensimu untuk membelokkan serangan mereka kembali ke pengirimnya."

Adyatma mengangguk. Ia melangkah menuju bagian belakang kabin, menempelkan tangannya ke panel logam. Cahaya perak mulai menjalar, menyelimuti seluruh badan pesawat dengan lapisan pelindung energi yang berkilauan.

Membalikkan Arus Kematian

Kirana memejamkan mata, masuk ke dalam mode resonansi. Di dalam pikirannya, ia melihat jaringan satelit yang mengepung bumi. Ia menemukan titik merah yang sedang menembakkan laser data ke arah mereka.

"Ketemu," desis Kirana. Ia melakukan perintah copy-paste tingkat dewa melalui protokol Sastra Cyber. Ia mengambil kode virus yang menyerang mereka dan menggandakannya seribu kali lipat sebelum mengirimkannya balik melalui jalur transmisi yang sama.

BOOM!

Di sebuah markas rahasia di pinggiran Singapura, sebuah pusat data milik klan Scorpio meledak hebat karena beban berlebih (overload). Kendali pesawat kembali normal seketika. Guncangan berhenti, dan lampu kabin kembali putih tenang.

"Serangan dinetralkan," ucap Kirana, menyeka keringat tipis di keningnya.

Adyatma kembali ke sampingnya, napasnya sedikit memburu namun senyumnya penuh kebanggaan. "Kau baru saja menjatuhkan markas darat dari ketinggian sepuluh ribu meter, Istriku."

Pendaratan di Jakarta: Singgasana yang Menunggu

Beberapa jam kemudian, jet pribadi tersebut menyentuh landasan pacu Bandara Halim Perdanakusuma. Jakarta menyambut mereka dengan hujan deras dan kilat yang menyambar, seolah alam pun tahu bahwa sang penguasa telah kembali.

Di depan tangga pesawat, puluhan mobil hitam Surya Corp sudah berbaris rapi. Reno berdiri di depan, memegang payung besar untuk Kirana. Namun, ada yang berbeda. Di samping Reno, berdiri jajaran direksi Nusantara Group yang tersisa—mereka yang lolos dari audit maut Kirana di pesawat tadi.

Mereka semua menunduk hormat saat Kirana melangkah turun. Tidak ada lagi keraguan. Tidak ada lagi bisik-bisik merendahkan tentang "istri kontrak". Mereka melihat seorang ratu yang baru saja meruntuhkan kekaisaran bayangan di Zurich.

Kirana berhenti di depan pintu mobilnya, menatap Menara Nusantara yang menjulang di kejauhan, dikelilingi oleh petir.

"Reno, siapkan ruangan rapat utama di lantai tertinggi," perintah Kirana. "Besok pagi, aku tidak ingin ada satu pun benalu yang tersisa di gedung itu. Dan beri tahu kepolisian... aku punya daftar hadiah untuk mereka dari Zurich."

Adyatma merangkul bahu Kirana, melindunginya dari percikan air hujan. "Selamat datang di rumah, Kirana. Mari kita ambil kembali apa yang menjadi hakmu."

Kirana tersenyum, namun matanya tetap tertuju pada folder "Target Terakhir: Mahameru". Perjalanan pulang ini hanyalah awal dari konfrontasi terakhir. Karena di puncak Mahameru, pemimpin sejati Dewan Tetua Langit—sosok yang paling bertanggung jawab atas kematian ibunya—sedang menunggu dengan rencana yang jauh lebih mengerikan.

*** [Bersambung ke Bab 21...]

1
Aisyah Suyuti
.menarik
Luzi
kerenn
Mifta Nurjanah
eps brpa pas dia udh jebol??😭😭
Emi Widyawati
baca awal, sudah jatuh cinta. bagus banget Thor 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!