NovelToon NovelToon
Iblis Penelan Langit

Iblis Penelan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: By Magus

Gu Sheng adalah matahari tercerah di Kota Azure, jenius dengan Tulang Dewa yang ditakdirkan menjadi penguasa langit. Namun, di malam ulang tahunnya, matahari itu dipadamkan oleh pengkhianatan yang paling keji. Tunangan yang sangat ia cintai, Mu Ruoxue, merobek dadanya dan mencuri Tulang Dewa-nya untuk diberikan kepada kekasih gelapnya, Lin Tian.

Dibuang ke jurang maut dengan Dantian hancur dan jalur energi terputus, Gu Sheng seharusnya mati. Namun, darahnya membangkitkan Cincin Iblis Penelan Langit, sebuah warisan kuno yang telah tertidur selama sepuluh ribu tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By Magus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tempaan Gravitasi dan Tulang Besi

Episode 8

Su Mei berhenti di depan sebuah pintu besi raksasa yang tidak memiliki gagang. Ia mengeluarkan sebuah lencana emas berbentuk kepala singa dari balik jubah ungunya, lalu menempelkannya pada sebuah lubang kecil di tengah pintu.

Krrrkkkkk!

Suara logam yang bergesekan terdengar memekakkan telinga saat pintu seberat puluhan ton itu perlahan bergeser ke samping. Seketika, sebuah gelombang udara panas dan berat menerpa wajah Gu Sheng. Aroma logam yang terbakar dan energi spiritual yang padat memenuhi indra penciumannya.

"Ini adalah Ruang Gravitasi Langit Jatuh," ucap Su Mei, suaranya sedikit bergema di ruangan yang luas di balik pintu itu. "Ruangan ini dibangun di atas sebuah fragmen meteorit bintang yang jatuh ribuan tahun lalu. Melalui formasi Rune di lantai, kami bisa melipatgandakan tarikan gravitasi di dalamnya. Biasanya, ruangan ini hanya digunakan oleh para tetua sekte besar yang ingin memperkuat raga mereka sebelum mencapai tahap Origin Core."

Gu Sheng melangkah masuk. Ruangan itu berbentuk lingkaran sempurna dengan lantai yang terbuat dari batu hitam yang sangat halus. Di seluruh permukaan lantai, dinding, hingga langit-langit, terdapat jutaan garis Rune merah yang bersinar redup seperti pembuluh darah iblis.

Begitu kakinya menapak di lantai batu hitam itu, Gu Sheng merasakan beban yang luar biasa tiba-tiba menekan pundaknya.

Bum!

Lantai di bawah kakinya sedikit bergetar. Meskipun gravitasi saat ini baru berada di tingkat normal, kehadiran pedang Penebas Dosa di punggungnya membuat setiap langkahnya terasa seolah-olah ia sedang memikul sebuah bukit kecil.

"Ruangan ini memiliki pengaturan dari dua kali lipat hingga sepuluh kali lipat gravitasi normal," lanjut Su Mei sambil berdiri di ambang pintu, tidak berani masuk terlalu jauh karena kultivasinya yang berbasis teknik pendukung tidak cocok untuk tekanan fisik seberat itu. "Saran saya, Tuan Muda Gu, mulailah dari tingkat tiga kali lipat. Jika kau memaksakan diri ke tingkat sepuluh, pembuluh darahmu bisa pecah seketika."

Gu Sheng tidak menoleh. Ia berjalan ke tengah ruangan, melepaskan ikatan kain pada pedang Penebas Dosa, dan membiarkan pedang raksasa itu berdiri tegak di sampingnya.

"Su Mei, aktifkan tingkat sepuluh," ucap Gu Sheng datar.

Su Mei membelalak, napasnya tertahan sejenak. "Sepuluh kali lipat? Apa kau gila? Dengan pedang seberat itu di tanganmu, tekanan fisiknya akan setara dengan dipukul oleh gada raksasa secara terus-menerus! Bahkan praktisi tingkat puncak Qi Refinement pun tidak akan berani melakukannya!"

Gu Sheng menoleh sedikit, kilatan merah darah di matanya tampak lebih tajam di bawah cahaya Rune merah ruangan itu. "Jika aku ingin membantai mereka yang memiliki Tulang Dewa, aku tidak bisa menggunakan standar manusia biasa. Aktifkan."

Su Mei menggertakkan giginya, merasa cemas namun juga semakin terpesona oleh kegilaan pria di depannya. "Baiklah. Jika kau mati di sini, setidaknya aku akan memastikan tubuhmu dikubur dengan layak."

Su Mei menekan sebuah tombol di panel kontrol luar dan segera menutup pintu besi raksasa itu.

BZZZZTTTTT!

Seketika, seluruh Rune di dalam ruangan menyala dengan warna merah yang menyilaukan. Suara dengungan energi yang sangat kuat memenuhi ruangan.

BUM!

Gu Sheng merasa seolah-olah seluruh dunia tiba-tiba jatuh menimpa punggungnya. Tekanan itu begitu hebat hingga ia terpaksa berlutut dengan satu kaki. Tulang-tulangnya mengeluarkan suara krak yang mengerikan, seolah-olah akan hancur menjadi bubur. Paru-parunya terasa menyempit, membuat setiap tarikan napasnya menjadi perjuangan hidup dan mati.

Pedang Penebas Dosa yang tertancap di tanah pun seolah-olah menjadi sepuluh kali lebih berat, ujungnya melesak masuk ke dalam lantai batu hitam yang sangat keras itu sedalam beberapa inci.

“Argh... Hah... Hah...”

Keringat dingin mengucur deras dari dahi Gu Sheng, namun sebelum sempat jatuh ke lantai, tetesan keringat itu langsung terhempas ke bawah oleh gravitasi yang luar biasa. Wajahnya memerah, urat-urat di leher dan lengannya menonjol keluar seperti akar pohon tua yang melilit.

“Gunakan... Dantianmu, bocah!” suara Kaisar Iblis bergema dengan nada mendesak. “Jangan hanya melawan dengan otot! Biarkan Dantian Penelan Langit menghisap tekanan ini dan mengubahnya menjadi penempa tulangmu!”

Gu Sheng memejamkan matanya rapat-rapat. Di dalam kegelapan batinnya, ia memicu pusaran hitam di dalam tubuhnya untuk berputar dengan kecepatan maksimal.

Weng!

Pusaran hitam itu seolah-olah membuka mulutnya yang tak berdasar. Alih-alih hanya menyerap energi spiritual, kali ini Gu Sheng mencoba sesuatu yang jauh lebih berbahaya: menyerap tekanan kinetik dari gravitasi itu sendiri.

Rasanya seperti meminum cairan logam panas. Energi gravitasi yang kasar ditarik masuk ke dalam pori-porinya, menabrak setiap sel otot, meresap ke dalam sumsum tulang, dan akhirnya dihisap oleh Dantian.

Setiap kali energi itu lewat, serat-serat otot Gu Sheng mengalami kerusakan mikro, sobekan kecil yang menyakitkan. Namun, berkat esensi murni dari Pil Pemulih Jiwa yang masih tersisa di aliran darahnya dan energi Qi hitam miliknya, serat-serat yang rusak itu segera pulih kembali dengan struktur yang jauh lebih padat dan kuat.

Ini adalah proses Tempaan Iblis.

Setelah satu jam dalam posisi berlutut, Gu Sheng perlahan mulai menggerakkan tubuhnya. Gerakannya sangat lambat, setiap inci pergerakan membutuhkan konsentrasi penuh.

Ia meraih gagang Penebas Dosa dengan kedua tangannya.

"Bangun..." bisik Gu Sheng pada dirinya sendiri.

Dengan raungan yang tertahan di tenggorokannya, ia memaksa tubuhnya untuk berdiri tegak. Otot kakinya gemetar hebat, dan suara sendi-sendinya terdengar seperti kayu kering yang hendak patah. Namun, ia berhasil. Ia berdiri tegak di tengah sepuluh kali lipat gravitasi dengan pedang raksasa di tangannya.

Ia mulai mengayunkan pedang itu.

Srak...

Satu ayunan vertikal yang lambat. Angin yang dihasilkan oleh ayunan pedang itu tidak menyebar ke samping, melainkan langsung tertekan ke bawah oleh gravitasi, menciptakan suara whush yang berat.

Dua... Tiga... Sepuluh...

Setiap ayunan terasa seperti menarik sebuah gunung keluar dari lautan. Gu Sheng bisa merasakan Qi hitamnya mengalir deras dari Dantian menuju lengannya, memperkuat setiap saraf dan ototnya. Semakin banyak ia mengayunkan pedang, semakin lancar aliran energinya.

Rasa sakit yang semula melumpuhkan kini mulai berubah menjadi sensasi mati rasa yang aneh, diikuti oleh luapan kekuatan baru.

Krak!

Suara sesuatu yang pecah terdengar dari dalam tubuh Gu Sheng. Bukan tulangnya yang patah, melainkan penghalang kultivasi tingkat keempatnya yang hancur karena tekanan ekstrim ini.

Qi Refinement - Tingkat Kelima.

Loncatan level ini tidak membawa rasa nyaman, melainkan ledakan energi yang membuat Gu Sheng kembali memuntahkan sedikit darah hitam. Namun, matanya tetap menyala dengan kegilaan.

Di luar ruangan, Su Mei menatap layar pemantau dengan tangan gemetar yang menutupi mulutnya. Ia bisa melihat melalui sensor energi bahwa suhu tubuh Gu Sheng telah meningkat ke tingkat yang berbahaya, namun aura kehidupannya justru semakin kuat dan pekat.

"Monster..." bisik Su Mei. "Dia benar-benar monster dalam kulit manusia. Bagaimana mungkin seseorang bisa berlatih seperti itu?"

Di dalam ruangan, Gu Sheng terus mengayunkan pedangnya. Ayunannya kini menjadi sedikit lebih cepat.

Seratus... Dua ratus... Lima ratus...

Pikirannya melayang kembali ke malam pengkhianatan itu. Ia membayangkan wajah sombong Lin Tian yang meremehkan pedangnya. Ia membayangkan wajah dingin Mu Ruoxue yang menganggapnya sebagai sampah yang tak berharga.

"Satu ayunan untuk setiap rasa sakit..."

"Satu ayunan untuk setiap tetes darah ayahku..."

"Satu ayunan untuk setiap air mata Qing Er..."

Setiap kali ia mengayunkan Penebas Dosa, niat membunuhnya (Murderous Intent) menjadi semakin kental. Energi Qi hitam di sekitar pedangnya mulai membentuk bayangan samar seekor naga hitam yang haus darah.

Tanpa ia sadari, teknik pedangnya mulai berevolusi. Ia tidak lagi hanya menggunakan kekuatan fisik murni; ia mulai memahami konsep Berat yang Menghancurkan. Di bawah tekanan sepuluh kali gravitasi, pedangnya bukan lagi sekadar besi tumpul, melainkan perpanjangan dari kehendak gravitasi itu sendiri.

“Bagus, bocah!” kaisar iblis tertawa bangga. “Kau mulai menyentuh esensi dari pedang Penebas Dosa. Pedang ini tidak butuh ketajaman untuk memotong daging, karena ia ditakdirkan untuk menghancurkan jiwa!”

Sesi latihan itu berlanjut selama lima jam tanpa henti. Gu Sheng baru berhenti ketika seluruh tubuhnya benar-benar kering dari keringat dan Dantian-nya tidak lagi mampu menghisap energi tambahan karena sudah terlalu padat.

Ia menancapkan Penebas Dosa ke lantai dan bersandar pada gagangnya, terengah-engah. Seluruh tubuhnya terasa seberat timah, namun di bawah kulitnya, ia bisa merasakan kekuatan yang mampu merobek baja dengan tangan kosong.

"Su Mei... matikan..." suaranya serak namun penuh dengan kekuatan.

Di luar, Su Mei segera mematikan formasi gravitasi.

Begitu gravitasi kembali normal, Gu Sheng merasa seolah-olah ia tiba-tiba kehilangan seluruh berat badannya. Ia merasa begitu ringan hingga seolah-olah bisa terbang hanya dengan satu lompatan kecil. Inilah efek dari latihan beban ekstrim, setelah beban itu diangkat, tubuh aslinya menjadi jauh lebih cepat dan kuat dibandingkan sebelumnya.

Pintu besi terbuka, dan Su Mei segera berlari masuk. Ia tidak peduli dengan penampilannya yang elegan dan segera memegang lengan Gu Sheng yang bersimbah keringat bercampur darah.

"Kau gila! Kau benar-benar gila!" Su Mei berteriak, matanya berkaca-kaca antara marah dan lega. "Lihatlah dirimu! Kau hampir membunuh dirimu sendiri!"

Gu Sheng menatap Su Mei dengan tatapan tenang, lalu ia melepaskan tangan wanita itu perlahan.

"Tapi aku belum mati," jawab Gu Sheng singkat. "Dan besok... aku akan menjadi lebih kuat lagi."

Su Mei terdiam, menatap sosok pemuda di depannya. Di balik jubahnya yang robek dan luka-lukanya, ia melihat seorang raja yang sedang bangkit dari abu kehancuran. Ia tahu, setelah seminggu di ruangan ini, tidak akan ada satu pun praktisi tingkat Qi Refinement di Kota Azure yang bisa menahan satu hantaman dari pedang hitam itu.

"Ayo kembali," ucap Su Mei lembut sambil merapikan rambut Gu Sheng yang berantakan. "Qing Er sedang menunggumu. Dan aku... aku sudah menyiapkan mandi herbal yang sangat mahal untuk memulihkan otot-ototmu."

Gu Sheng mengangguk. Ia menyarungkan kembali pedang Penebas Dosa di punggungnya dan berjalan keluar dari ruangan gravitasi dengan langkah yang kini jauh lebih mantap dan berwibawa.

Satu hari telah berlalu. Masih ada enam hari lagi sebelum Turnamen Kota Azure dimulai. Enam hari bagi sang Iblis untuk mengasah taringnya hingga cukup tajam untuk merobek langit.

1
Fajar Fathur rizky
cepat bantai sekte pedang langit dengan cara paling kejam thor bikin leluhur sekte itu memohon ampunan bunuh dia aja jangan libatkan sektenya bikin mcnya tidak peduli bantai sekte itu serap kultivasi mereka naikin ranah kultivasi habis itu bantai klan lin dan klan zhou
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih proses hehe 😅
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
bantai keluarganya zhou rou bikin mereka semua mengutuk zhou rou karena menganggu mcnya
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih dalam proses ia Hehe 😅
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat robek musuhnya thor bantai klan zhao
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih dalam proses ia Hehe 😅
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat naikin ranah kultivasi mcnya sampai puncak habis itu bantai lintian dan zhaoru bikin zhaoru dan lintian memohon jangan libatkan keluarganya bikin mcnya tidak perduli thor
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih proses hehe 😅🙏
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
bikin mcnya kejam bantai lin tian beserta keluarganya bikin mcnya memasukkan pil itu ke dalam tubuh lintian bikin lintian tidak bisa bereinkarnasi bikin mcnya memakan lintian
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!