[Ding!]
[Sistem telah menyatu dengan Host baru.]
[Selamat Host mendapatkan hadiah perkenalan 10.000.000.000 rupiah.]
[Terdapat tugas Sistem yang harus Host selesaikan: Habiskan seluruh uang selama 1 jam untuk mendapatkan hadiah rabat 10 kali lipat dari uang yang Host habiskan.]
*
Karina baru saja dipecat dari perusahaan dengan uang pesangon terkena potongan hingga 50 persen.
Di bawah panas teriknya sinar matahari pagi, Karina yang baru melangkah keluar dari tempatnya bekerja, tiba-tiba suara lembut muncul dalam pikirannya, dan sejak saat itu hidupnya berubah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengejutkan Banyak Orang
"Apa kalian percaya wanita aneh ini mampu membayar sepatu seharga puluhan miliar?"
Wendy meremehkan Karina hanya karena penampilan wanita itu yang menurutnya aneh, dimana Karina menutup rapat identitasnya.
"Silahkan di proses!"
Karina segera mengeluarkan kartu hitam dengan garis-garis emas yang sangat indah dipandang, sesuatu yang membuat pria di dekat Wendy terperangah.
Melihat kartu hitam itu, dia tau setidaknya Karina memiliki saldo tabungan lebih dari 10 triliun, sesuatu yang sangat jauh dari jangkauannya.
Wanita yang merupakan pekerja toko, dia mengambil kartu yang disodorkan Karina, dan memasukkannya ke mesin pembayaran.
"Nona, tolong masukkan PIN anda!"
Cepat Karina memasukkan PIN, sama sekali tak memberi kesempatan orang lain untuk melihatnya, dan hanya dalam hitungan detik transaksi terselesaikan, terbukti dari keluarnya struk pembayaran.
"Ini kartu dan bukti pembayarannya, Nona."
Setelah menerima kembali kartunya, Karina menyimpan kartu itu ke dalam tasnya, dan begitu saja dia pergi tanpa mempedulikan kehadiran Wendy yang sedikitpun tak lagi terlihat oleh sepasang mata indahnya.
Menyaksikan apa yang baru terjadi, Wendy baru menyadari dirinya telah menyinggung orang yang salah, dan dia tak tau apa itu akan berdampak buruk pada kariernya yang sedang menanjak.
Dengan keyakinan wanita barusan tak memiliki hubungan apapun dengan industri hiburan dan tak lama lagi dia akan bergabung dengan Star Entertainment melalui jalur khusus, seketika Wendy tak lagi khawatir terjadi masalah pada kariernya.
"Kita pergi dari sini!"
Tak ingin Wendy kembali membuat masalah, pria itu mengajak Wendy meninggalkan tempat perbelanjaan.
*
Malam harinya...
Karina sudah berdandan rapi, tinggal pamit pada kedua orangtuanya.
Tetapi karena mereka belum keluar dari latihan tertutup, jadilah dia hanya berpesan pada Arthur untuk menyampaikan ke mereka kemana dirinya pergi, jika nanti mereka keluar dari latihan dan dia masih di luar.
Dengan menaiki mobil Rolls-Royce Boat Tail yang dikemudikan supir pribadi keluarganya, Karina yang tampak anggun, elegan, cantik dan juga menawan, dia duduk tenang di kursinya, menikmati perjalanan yang akan menghabiskan beberapa menit.
Sementara itu di tempat berbeda, Nicholas yang menghadiri acara reuni teman-teman SMA-nya setelah dipaksa teman-teman dekatnya, dia menunjukkan wajah tanpa ekspresi, tapi sesekali dia jijik melihatnya tingkah wanita dari kelas lain, dimana ternyata dalam satu ruangan itu ada dua kelas yang melakukan reuni.
Sebenarnya mereka bukan dari angkatan yang sama, tapi karena yang menyelenggarakan adalah kakak beradik yang berjarak 3 tahun, jadilah acara reuni kali ini dilangsungkan di tempat dan waktu yang sama, yaitu di Aula VIP 02 Celestial Plate, tempat yang bisa menampung lebih dari 100 orang.
Dikarenakan yang datang baru 50 persen dari keseluruhan mereka yang diundang hadir, suasana masih cukup sepi, membuat Nicholas yang membawa serta Hans, mereka bisa duduk tenang setelah menjauh dari keramaian.
Tak jauh dari tempat duduk Nicholas dan Hans terdapat sekelompok wanita dari angkatan yang lebih muda, dimana saat ini mereka sedang terlibat obrolan, dan semuanya tak sengaja terdengar oleh Nicholas maupun Hans.
"Hei Wendy, mentang-mentang sekarang sudah menjadi artis dan bintang iklan terkenal, seenaknya kamu mengindan itu si Karina datang ke acara reuni kali ini!" seru Tasya, teman dekat Wendy.
"Si miskin Karina itu dulu penampilannya sangat merusak mata, dan setelah bertahun-tahun nggak melihatnya, aku yakin penampilannya semakin buruk!" ucap Anggie, satu lagi teman dekat Wendy.
"Tetapi kalau dia masih sepolos dan selemah dulu, bolehlah malam ini kita permainkan dia. Hitung-hitung memberi kita hiburan setelah lama nggak bertemu!" ungkap Clara, sosok wanita cantik yang sangat membenci keberadaan orang miskin, padahal dia sendiri bukan dari kalangan konglomerat.
"Hei, itu juga yang menjadi tujuanku mengundang dia, supaya dia bisa menghibur kita dengan kekonyolan dan kebodohannya!"
Wendy tersenyum lebar, membuat teman-temannya ikut tersenyum.
"Aku kira kau sudah berubah dan benar-benar menginginkan pertemanan dengannya, tapi ternyata kau masihlah Wendy yang dulu!"
Clara tak jadi kecewa dengan Wendy, begitu juga dengan dua wanita lainnya.
Tetapi baru juga Clara selesai bicara, satu ruangan seketika dibuat hening begitu sosok wanita masuk ke dalam ruangan.
Meski ekspresi wanita itu begitu datar, tapi sedikitpun tak mengurangi kecantikannya, bahkan sudah banyak yang mimisan begitu melihat ke arahnya.
"Hah, aku sudah menduga kalau semua itu akan terjadi!" keluh wanita yang tak lain adalah Karina.
Namun, bukannya peduli pada mereka yang mimisan karena melihatnya, sedikitpun dia tak mempedulikan mereka.
Dengan langkah tenang Karina berjalan ke tempat satu-satunya orang yang teringat untuk mengundangnya, dimana tujuannya sekedar untuk menyapa orang itu.
"Acara reuni ini nggak seburuk bayanganku. Wendy, teman sebangku yang sangat baik, terimakasih karena ingat untuk mengundangku!"
Karina terus saja bicara, mengabaikan ekspresi Wendy dan tiga wanita lainnya, dimana mereka bukan sekedar mimisan, tapi tampak jelas keterkejutan di ekspresi wajah mereka.
"Sayangnya tempat duduk kalian sudah penuh, terpaksa aku cari tempat duduk lain!"
Mencari tempat duduk lain, tak sengaja matanya bertemu dengan mata elang Nicholas.
Bukannya takut, Karina justru pergi ke tempat Nicholas berada.
"Tuan Nicholas, apa aku boleh duduk di sini?" tanya Karina.
"Silahkan duduk!"
Suara Nicholas terdengar lembut, membuat suasana di tempat itu semakin sepi dan hening.
Dengan santainya Karina duduk di dekat Nicholas, dan pria itu yang biasanya sangat anti berdekatan dengan wanita, dia tampak duduk tenang di tempatnya, sedikitpun tak merasa risih dengan hadirnya Karina.
"Ja-jadi dia Karina, benar-benar si miskin yang dulu buruk rupa!"
Wendy bicara sembari membersihkan darah yang mengalir keluar dari hidungnya.
"Nggak salah lagi, dia memang Karina! Tetapi bagaimana mungkin penampilannya bisa berubah sangat drastis?"
Meski melihat secara langsung penampilan baru Karina, tapi Anggie begitu enggan percaya pada apa yang dilihatnya.
Bukan hanya Anggie, tapi Clara dan Tasya juga masih sulit percaya pada apa yang mereka lihat, seolah apa yang baru terlihat hanyalah sebuah kilasan mimpi buruk.
Sayangnya apa yang terlihat barusan bukanlah mimpi buruk, melainkan kenyataan buruk bagi mereka yang selama ini menganggap rendah keberadaan Karina.
Teman-teman satu kelas Karina selain keempat wanita itu, mereka semua hanya sekedar terkejut, tak menyangka teman satu kelas mereka mengalami perubahan yang sangat luar biasa setelah bertahun-tahun tak bertemu.
Sementara itu di sisi teman-teman Nicholas, terutama lima sosok tuan muda keluarga konglomerat yang selama ini memiliki hubungan dekat dengan Nicholas.
Mereka dibuat iri karena wanita cantik yang berhasil membuat mereka mimisan tampak dekat dengan Nicholas, dan anehnya teman mereka itu tak merasa risih ataupun jijik seperti biasanya.
Hans yang melihat ekspresi mereka berlima, dia tertawa dalam hatinya. 'Tuanku telah menemukan pawangnya, dan yah seorang pria seperti Tuan memang berhak mendapatkan sosok wanita terbaik seperti Nona Karina ini.'