NovelToon NovelToon
My CEO

My CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Fantasi
Popularitas:18.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sinho

Kembali lagi dalam kisah seru perjalanan hidup seorang wanita dari keluarga Nugraha, siapa dia?, yuk ikuti ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menerima

Rasanya masih tidak bisa di percaya, apalagi Asistennya yang memang cocok dengan nama perusahaannya kini sudah menyodorkan beberapa lembar berkas yang seketika membuat kepala Sera pusing.

"Oma_"

"Iya?" Oma Alena menatapnya.

"Sepertinya aku masih belum cocok jadi CEO, aku masih bingung, belum ada pengalaman, dan aku rasa pengetahuanku kurang" Jurus alasan tingkat dewa di keluarkan, barangkali ini berhasil, namun nyatanya_

"Untuk itu Mega ada di sampingmu, dia menguasai segalanya, bukan begitu?" Oma Alena melirik ke arah Mega.

"Tentu saja Nyonya Alena" jawab Mega dengan sikap percaya diri penuh dan tak terbantahkan.

"Baiklah, aku kira percuma saja, bagaimana kalau Jam meeting hari ini kita ganti jam sembilan, bukankah itu normal, karena meeting di jam lima pagi itu sudah keterlaluan bukan?"

"No, banyak perusahaan bahkan meeting di tengah malam" sahut Oma.

"What?!, come on Oma, ini namanya Romusa!"

"Ini adalah pelatihan diri"

"Tidak, tapi pelanggaran hak asasi!" sahut Sera tak terima.

"Ini adalah pelajaran"

Nyerah, Sera benar-benar pusing jika sudah berurusan dengan sang Oma, karena dia tau sejak dia lahir, orang yang paling tidak bisa diajak debat olehnya adalah Oma Alena, benar-benar semuanya percuma.

Beruntung Sera segera menarik nafas kembali, setelah menghembuskan dengan pelan tadi, rasanya mau mati, dan dengan terpaksa dia harus menyusun ulang hidupnya kembali.

Jangan lagi membayangkan bangun di jam sebelas siang, apalagi bekerja Online dari rumahnya saja, dan nongkrong di mall sambil menikmati barang mewah yang berhasil di belinya.

"Ini seperti di neraka!" umpatnya pelan.

Bahkan saat ini dirinya harus duduk dengan serius di depan seseorang yang sudah siap menumpahkan semua berkas berat yang harus di cerna otaknya.

"lalu apa lagi sekarang?" Sera kini menatap Mega yang akhirnya bisa tersenyum senang karena sepertinya sang atasan sudah mulai kembali dalam kesadaran.

"Mempelajari semua hal yang ada di dalam Megatan Company, karena kita tidak punya waktu lagi Nona Sera, dan kita harus pastikan anda layak menjadi seorang CEO di Megatan Company"

Sungguh, kata-kata yang sangat diplomatis, tegas dan berkarakter kuat, Sera mengakui kemampuan Mega dalam hatinya, tapi_ takut juga jangan-jangan nafasnya pun akan diaturnya.

"Satu lagi Nona Sera, saya juga akan mengatur waktu anda, untuk memastikan anda tidak melewatkan apapun di dalam mengurus Megatan Company, jadi jangan khawatir saya akan selalu mengingatkan anda setiap saat"

MATI AKU!

Batin Sera semakin sesak nafas saja rasanya, bisa di pastikan hidupnya akan lebih keras dari pelatihan para tentara.

Baru beberapa menit yang lalu, Sera berusaha mencerna semuanya, dan tentunya harus menerima kenyataan yang ada, jantungnya juga mulai berdetak normal kembali, tiba-tiba saja_

"Baiklah, jika kalian sudah selesai di sini, sebaiknya segera berangkat ke Megatan Company sekarang" Oma Alena dengan penuh semangat dan senyum Devil nya kini menatap Sera.

Tubuh Sera seperti terlempar keluar, dan segera merangkak masuk kembali, "Apa?, ke Perusahaan?, SEKARANG?"

"Yes Darling, tentu saja, Nona Mega selamat bekerja!"

"Siap nyonya!"

"Tunggu!, sekarang ini?, detik ini?, di hari minggu yang masih pagi sekali?"

"Ini sudah hampir jam enam, karena kamu terlalu banyak pertanyaan dan sanggahan, jadi tolong, cepat masuk ke kamar dan persiapkan dirimu, atau kamu bisa pakai pakaian apapun, tidak masalah, asal jangan terlambat" jawab Oma cepat.

Ya Tuhan, Sera makin tidak mengerti saja. "Tapi ini hari Minggu Oma!" teriaknya.

"Seorang CEO tidak harus menunggu hari untuk melakukan tanggung jawab perusahaan, bisa di mengerti sayang?"

Lembut sekali memang ucapan sang Oma padanya, lebih pada seperti mengajaknya untuk pergi jalan-jalan ke Disneyland, bukan untuk memaksanya bekerja di hari minggu pagi, ya sudahlah!

Okey, masih positif thinking, Sera menjelaskan kembali, gak mungkin tiba-tiba dia masuk perusahaan langsung menjadi CEO bukan, setidaknya ada jeda berapa hari menuju ke sana.

"Aku mengerti, jadi hari ini kita ke perusahan untuk adaptasi saja bukan?, setidak aku akan melakukannya beberapa hari"

"Benar sekali Nona Sera" jawab Mega.

Sera langsung bisa bernafas dengan lega, setidaknya kali ini dugaannya benar, namun_

"Hari ini kamu melakukan Inspeksi, berkenalan dengan semua orang-orang penting di perusahaan, dan mempersiapkan mereka menerimamu dengan cepat, karena besok saatnya kamu menjabat menjadi CEO" tiba-tiba saja Oma berkata.

BLAR!

Bagai tersambar petir di pagi hari, Sera sampai mengorek kupingnya sendiri, takut salah dengar dia.

"BESOK?" tanyanya.

"Hem, besok, semua sudah dipersiapkan, iya kan Nona Mega?"

"Tentu saja Nyonya, persiapan sudah seratus persen"

"Bagus"

"Tunggu, ini tidak bagus, ini buruk, bahkan kejam!" teriak Sera yang semakin frustasi.

Oma Alena hanya tersenyum manis padanya, tapi sayang, Sera tak melihat demikian, itu terlalu mengerikan, terlalu ke-ji bahkan.

Baru kemaren dia bisa bersenang-senang sungguhan setelah lulus dari dunia perkuliahan hingga dia menyandang gelar S2 nya, bahkan dirinya belum sepenuhnya menikmati semuanya, dan kini dia harus terlepas untuk menerima kenyataan di mana sebuah tanggung jawab besar harus di pikulnya, menjadi seorang CEO di perusahan besar milik orang tuanya dengan alasan tak mampu menguruskan lagi karena banyak perusahan di luar negeri. Ya ampun Gusti!

Mencak-mencak hanya bisa dalam hati, dan sebuah kenyataan harus di terima, karena ada pilihan berat disana.

Kalau sampai Sera menolak, perusahaan akan pindah hak milik ke badan amal.

Warisan? Lenyap

Balck Card akses kartu tanpa limit, No!

Jalan-jalan keliling dunia tanpa khawatir nyasar? pupus sudah.

Nge mall hanya untuk mengisi waktu?, Apalagi, jelas tidak tidak mungkin.

Baiklah, dari pada jadi Gembel di pinggir jalan, itu gak lucu juga, bahkan akan lebih sengsara, Sera tidak bisa menerima hal itu semua.

Lebih baik dia tertekan memikirkan lembaran uang yang dihasilkan dari perusahaan, hidup tentram bahkan aman dari krisis perekonomian sampai harus keturunan ke sembilan, sepuluh, bahkan dua puluh, setidaknya itulah cita-citanya saat ini.

Sera mantapkan hati, menarik nafas panjang dan dengan gerakan cepat beranjak dari duduknya.

"Okey, kita berangkat!" teriaknya.

Oma tersenyum seketika, begitu juga dengan Mega walau hanya menunjukkan sedikit saja senyumnya, setidaknya tidak se susah yang di perkirakan untuk membuat sang CEO pergi ke perusahaan di hari minggu ini, tapi_

"Maaf, apa Nona Sera tidak ingin berganti pakaian dulu?" tanya Mega.

Sera tidak menjawab, bahkan menoleh pun tidak, terus melangkah memasuki kamarnya dan Mega beralih menatap Oma Alena.

"Tenang saja, yang penting dia mau berangkat, okey?" ucapnya.

"Baik Nyonya, setidaknya hari ini tidak terlalu berat buat saya"

"Sabar, kamu pasti bisa menghadapinya, dia sebenarnya gadis yang baik, hanya saja terlalu lama berada di zona nyamannya"

Cklek!

Pintu terbuka, disana Sera sudah membawa tas mahalnya, tersenyum dan memberi komando seketika.

"Ayo kita berangkat?, aku CEO nya bukan, jadi berhak pakai apa saja, Bukan begitu Oma?"

"Tentu saja"

"Let's Go!!" teriak Sera.

Dan Mega hanya menggelengkan kepala saja.

Hayuk mana komennya, like dan vote juga, Bersambung

1
Mefri Yanti
rada bar²🤔
wanti astuti
Eeh... eeh... Graven stop ya mo ngapain itu tarik² tangan Sera ke kamar
Nandi Ni
waadddidawwww..jgn OT dulu kali...siapa tahu mo dinner di balkon kamarnya gitu.emang berharapnya apa Sera? mo makan atau kau yg dimakan? 🤣🤣
Suriyahlasminah Sari
masuk kekamar Singga ...mau makan nasi apah makan 🤣🤣🤣
Raden
puyeng dah🤭
Raden
🤭🤭🤭
Nurlaila Ikbal
bagus ceritanya
Titik Subekti
Tambah kacau aja 2 cucu oma tingkahnya
tp tdk lepas jg dr titisan gestrek omanya 🤭🤭
Mundri Astuti
masih setia thor...karya author bagus", sy suka...sy suka...❤️
Sastri Dalila
💪💪💪 Sera
Ayi Sahara
nunggu adegan gelutnya kpn thor? sama penasaran sera punya kekuatan apa? gk sabar nunggu perang²annya. bukan cm sekedar perang mulut aja 😊
Mundri Astuti
si graven mirip opa Edward dulu ga sih 😄
wanti astuti
Hadehhh... Kenapa lagi tuh Alen mna kampus nya minta di beli lg minta beli kampus kya minta bli kacang goreng /Facepalm//Facepalm/
wanti astuti
Wew... Ternyata si babang Graven menguasai teleportasi jg berabe nih takut nya nanti tau² ada di kamar Sera lg hhmm
Nandi Ni
Ale pikir tuh kampus garem kali,seenak dan segampang itu dibeli
Aghitsna Agis
haduh meni dgn.mudah srkolahan harus dibeli dgn menjentik jari langsung deh kebeli beda anak bilioner mah
Aghitsna Agis
aduh graven makin menjadi jadi menguji kesabaran sera graven dari klan mana yah ternyata bisa menghilang juga mantap lah thor kali2 biar afu kekuatan dong atau ajak sparibg durumah omanya
Nandi Ni
Resapi dan hadapi Sera,,ini mungkin cara Oma mendidik kamu untuk kuat,siapa tahu ada hikmah disebalik keresahan hatimu🤭
Laila Amalia
kayak nya agak Susah akur...
Laila Amalia
sera 😄😄😄😄😄😄🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!