NovelToon NovelToon
Bukan Yang Pertama

Bukan Yang Pertama

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Balas Dendam / Wanita Karir
Popularitas:13.9k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Bagi Alma, Nova adalah segalanya. Pria romantis yang menjadi pusat dunianya, sehingga dirinya mencintai pria itu dengan ugal-ugalan.

Namun, semuanya tak lagi sama, ketika tak sengaja ia mendengar dan melihat sendiri sang suami menyebut istri pada wanita lain. Dan lebih mirisnya lagi dirinya bukan yang pertama.

Danish, sosok pemuda yang hangat pada keluarga, tetapi sangat dingin dan cuek pada wanita setelah cintanya kandas. Akan tetapi, sejak pertemuannya kembali dengan Alma, perlahan sikapnya mulai berubah.

Bagaimana kisah selanjutnya? Mengalami pengalaman pahit yang hampir sama, akankah mereka bersatu?

Yuk, ikuti perjalanan mereka, hanya di sini; "Bukan Yang Pertama" karya Moms TZ. Bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hukuman

Suara benturan map dengan meja membuat Nova tersentak kaget. Pria itu menatap Alma dengan pandangan yang sulit diartikan, antara marah juga tak berdaya.

"Apa maksud ucapanmu? Aku sudah bekerja dengan baik selama bertahun-tahun di perusahaan ini!" balas Nova dengan suara yang sama kerasnya.

Alma berdiri dengan tegap, wajahnya tetap dingin lalu melipat kedua tanganya di depan dada. "Bekerja dengan baik atau hanya bermain-main dan mengandalkan seseorang untuk mengerjakan semuanya?" sindirnya tepat sasaran, membuat Nova bungkam tak berkutik.

Ia lantas mengambil salah satu lembar kertas dan mengibaskannya di depan wajah Nova. "Ini bukan kualitas kerja yang diharapkan dari seorang kepala bagian yang selama ini dianggap kompeten!"

Nova ingin membantah, tetapi kata-katanya terjepit di tenggorokannya saat melihat ekspresi wajah Alma yang sangat serius. Dirinya sadar sepenuhnya bahwa apa yang dikatakan wanita itu benar – laporan yang dibuatnya memang tidak sempurna. Dia mengerjakannya dengan asal-asalan karena selama ini Alma lah yang selalu membantunya menyelesaikan pekerjaannya.

"Anda tidak bisa membantahnya, kan?" tukas Alma penuh tekanan. "Karena selama ini saya yang mengerjakan semuanya. Hal itu lah yang membuat Anda begitu sombong dan terlena."

"Jadi sekarang, kerjakan ulang seluruh laporan ini dari awal. Dan jangan pulang sebelum pekerjaan Anda benar-benar selesai! Tidak ada kompromi!" titah Alma dengan tegas tak ingin dibantah.

"Aku tidak bisa! Ini sudah sore dan aku punya urusan penting di rumah!" gerutu Nova dengan tidak puas.

"Urusan penting? Atau hanya alasan untuk menghindari tanggung jawab?" balik Alma dengan tegas. "Saya tidak peduli apa yang Anda lakukan di luar sana. Tapi di kantor ini, saya adalah atasan Anda dan Anda harus mematuhi perintah saya."

Ia menunjuk ke arah kursi di depan mejanya. "Silakan duduk di sana dan kerjakan mulai sekarang! Tapi ingat, tidak boleh ada satu kesalahan sekecil pun. Paham!"

Nova menatapnya dengan wajah memerah menahan amarah, dia merasa harga dirinya telah diinjak-injak oleh Alma. Namun, akhirnya dia memilih untuk meredamnya, dan mencoba bernegosiasi. Dia memasang raut memelas untuk menarik simpati.

"Alma... Kenapa kamu tega melakukan ini padaku? Aku ada janji dengan Chika..."

Namun, Nova terhenti berbicara, kala Alma menatapnya dengan sengit dan memotong ucapannya.

"Pak Nova, tolong bersikaplah profesional. Jika Anda tak bisa melakukannya, silakan ajukan surat pengunduran diri. Karena di luaran sana masih banyak orang lain yang menginginkan posisi Anda. Mengerti!"

"Sekarang kerjakan cepat! Anggap saja itu sebagai hukuman karena datang terlambat. Waktunya terhitung dari sekarang dan akan terus berjalan jika tak segera Anda kerjakan!"

Nova mengangguk dengan terpaksa dan mendekati kursi yang ditunjuk. Dia sadar bahwa sekarang Alma adalah atasannya, dan dirinya tidak punya pilihan selain mematuhi, meski dalam hatinya memberontak.

"Baiklah," ucapnya dengan suara rendah penuh kekesalan. "Aku akan kerjakan ulang."

Alma hanya mengangguk singkat, lalu kembali duduk di mejanya. "Bagus...! Dan jangan membuang waktu. Saya akan menunggu di sini dan memeriksa ulang hasil kerja Anda. Jangan berharap saya akan melepaskan begitu saja, sebelum semuanya benar-benar sempurna!"

Suasana ruangan kembali hening, hanya terdengar suara keyboard dari komputer, ketika Nova mulai mengerjakan ulang laporan yang membuatnya merasa sangat tertekan.

"Aah...benar-benar wanita sialan. Aku pasti akan membalasmu suatu hari nanti!" gerutu Nova dengan kesal dalam hati.

Sementara Alma tetap duduk di tempatnya, memantau setiap gerakan Nova dengan pandangan yang tak bisa ditebak.

...

Sementara itu, Danish tiba di depan kantor Al Gha Corp Cabang Kedua. Dia datang untuk menjemput Alma, karena pagi tadi dialah yang mengantarnya ke kantor tersebut. Di lobi suasana sepi, karena sebagian besar karyawan sudah pulang, sedangkan sisanya mungkin ada yang masih lembur.

Danish langsung naik ke lantai tiga menuju ruangan Alma. Saat hendak mengetuk pintu, terdengar suara tegas wanita itu dari dalam.

"Ulangi lagi! Cek yang mendetail sampai angkanya sesuai dengan data! Jangan ada selisih sedikit pun!"

Danish tersenyum tipis, seolah merasa puas dengan apa yang Alma lakukan pada Nova. Namun, alih-alih masuk ke dalam ruangan, dia justru melangkah mundur dengan teratur. Kemudian merogoh saku jasnya untuk mengambil ponselnya, lalu menelepon Alma.

"Halo Al, aku sudah di sini. Apa pekerjaanmu sudah selesai? Atau masih ada yang perlu kamu bereskan?" tanyanya santai.

Di dalam ruangan, Alma mengangkat telepon sambil menatap tajam ke arah Nova yang duduk membungkuk di kursinya. Wajahnya sangat serius, sibuk mengetik dan menghitung ulang laporan yang sudah berkali-kali salah dia buat.

"Masih ada sedikit berkas yang harus aku periksa. Tunggu sebentar ya, paling lama lima belas menit lagi selesai," jawab Alma tenang tetapi terdengar dingin.

"Oke, kalau begitu aku tunggu di mobil saja," sahut Danish, lalu menutup telepon.

Alma meletakkan ponsel, lantas melihat jam tangannya. Ia kembali menatap Nova dengan pandangan ambigu.

"Waktunya tinggal lima belas menit lagi, Pak Nova. Kalau masih salah, sebaiknya kerjakan di rumah, anggap saja itu PR."

Bagi Nova, waktu seakan berjalan begitu cepat, hingga tangan dan kakinya mulai gemetar karena belum juga bisa menyelesaikan pekerjaannya. Namun, dia terus memaksakan diri, meski otaknya sudah tak mampu bekerja. Ingin sekali dia melayangkan protes, tetapi nyalinya mendadak ciut. Sebab Alma yang sekarang memegang kendali penuh atasnya.

"Ah... sial bener nasibku hari ini! Dasar perempuan tak punya hati!" rutuknya dalam hati.

Tepat lima belas menit kemudian, Alma bangkit dan berjalan pelan mendekati Nova. Ia mengulurkan tangan meminta berkas yang sedang Nova kerjakan.

"Waktunya sudah habis, Pak Nova. Berikan hasil kerja Anda pada saya," kata Alma tegas seraya menatap Nova. Suaranya datar penuh tekanan.

Nova tersentak kaget. Tangannya bergetar hebat, memegang kertas yang baru saja dia print. Dia menelan ludah, lalu perlahan menyodorkan berkas itu pada Alma. Wajahnya pucat pasi saat wanita itu mengambilnya.

Alma memeriksa isi berkas itu satu per satu dengan teliti. Sementara Nova hanya bisa menunduk diam, tidak berani menatap. Jantungnya berdetak kencang tak beraturan menunggu keputusan apa yang akan wanita itu berikan padanya.

1
Rahmawati
kasian alma😭
sunaryati jarum
Benci dan irimu akan menghancurkan kamu dan keluarga kamu sendiri Marsha
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ laki Lo itu copy paste gak di baca jadi mana ngarti dia
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
Suci Dava
Selamat hari raya Idul Adha 1447H utk seluruh saudara muslim seluruh dunia. Lanjut Moms
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sami sami, selamat hari raya idul adha 🫰🫶
total 1 replies
Dew666
💃💃💃
Nar Sih
syukurin rasain pembalasan untuk laki,,pecundang seperti mu nova😂😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
Nar Sih
rasakan pembalasan dri alma
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👏👏👏👏👏
total 1 replies
Nar Sih
kejutan untuk mu nova,dan pasti dlm hti mu marah ngk terima
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: begitulah
total 1 replies
sunaryati jarum
Nah itu pembalasan yang elegan dan berbobot, Alma.Bagaimana kau membalas Alma Nova,itu balasan sekarang tertuju padamu dan Marsha.Sebentar lagi rumah yang kau tempati bersama Marsha akan jatuh ke tangan Alma.Kau dan Marsha tidak akan pernah bisa menyentuh atau mencelakai Alma
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Selamat ya Al🥰🥰🥰
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih kak🫰
total 1 replies
Patrick Khan
seketika kertasnya kosong🤣🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sekarang kan gak perlu nulis tinggal ketik🤣
total 5 replies
Tiara Bella
aku suka gayamu Alma.....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih akak🫰
total 1 replies
Esther
Kerja Nova selama ini kalau dikantor cuma marah2 bu Alma🤭😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nah betul itu🤣
total 1 replies
Patrick Khan
seketika nova jawab .maaf bu dulu yg ngerjakan istri saya..saya hanya trima jd🤣🤣🤣
Patrick Khan: /Facepalm//Determined//Determined//Determined/
total 2 replies
Tiara Bella
wow pembalasan Alma dimulai ....Nova km ky anak SD ckckck....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👏👏👏👏👏
total 1 replies
Patrick Khan
eh telat malah marah2 GK jelas nova
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
Nar Sih
waah...jdi gk sabar nunggu kejutan untuk novan
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: silakan menunggu🤭
total 1 replies
Nar Sih
selamat alma ,saat nya misi pembasan buat nova mulai😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih mam🫰
total 1 replies
Nar Sih
siap,,ngenes kmu nova🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: biar tahu rasa🤣
total 1 replies
sunaryati jarum
Alma akan menemukan kecurangan Bagas.Jadi rencana Bagas mencelakai Alma tidak akan berhasil,malah Bagas yang aka mendapatkan masalah.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: bagas siapa kak?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!