Anindya Maheswari, menikah dengan Raditya Wicaksono tanpa restu dari orang tua Radit karena Anindya hanya seorang yatim piatu dan besar di panti asuhan.
Cinta tulus dari Radit membuat Anindya bertahan, berjuang bersama, banting tulang, memeras otak dan keringat. Memulai segalanya dari nol hingga akhirnya sukses.
Namun, siapa sangka setelah sukses Radit malah berkhianat? Menjalin hubungan dengan gadis yang lebih muda, memiliki seorang anak, dan bahkan selingkuhan itu sedang hamil lagi.
Membawa amarahnya yang membara, Anindya bertekad mengembalikan Radit dan keluarga nya ke keadaan semula.
“Kamu lupa satu hal. Jika aku bisa membuatmu sukses, aku juga bisa membuatnu hancur!”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17
.
Di tempat lain, setelah berpisah dengan Raditya di depan gedung perusahaan Tuan Haryanto, Anindya tidak langsung pulang, wanita itu mengemudikan mobilnya menuju sebuah perumahan elit di kawasan kota.
Rumah sahabatnya, Zaskia, teman yang paling baik dan tulus padanya. Meskipun terlahir dari keluarga super kaya dan hidup bergelimang harta sejak bayi, tapi Zaskia tidak pernah memandang rendah latar belakang Anindya yang hanyalah anak panti asuhan. Persahabatan mereka murni tanpa sekat.
Sesampainya di sana, Zaskia yang sedang bersantai di ruang tamu, terkejut melihat kedatangan Anindya.
"Anin? Bukannya kamu bilang hari ini mau pergi ke perusahaan Tuan Haryanto buat urusan sama si Radit? Kenapa malah ke sini?" tanya Zaskia sambil meletakkan gelas minumannya di meja.
Tanpa menjawab, Anindya tersenyum lebar, dan berlari kecil lalu memeluk sahabatnya itu dengan erat.
"Aku baru saja dari sana, Sayang! Dan kamu tebak apa yang aku dapat hari ini?" seru Anindya dengan nada bersemangat. Matanya berbinar-binar. "Aku dapat transferan milyaran! Aku benar-benar kaya sekarang," Seru Anin dengan heboh, seolah baru pertama kali itu melihat uang dalam jumlah besar.
Zaskia terbelalak kaget, matanya membesar. "Wah, Serius Loe?"
"Tentu saja! Mana mungkin aku berbohong sama kamu," jawab Anindya bangga. “Makanya, aku datang ke sini untuk jemput kamu. Ayo kita jalan-jalan, makan enak, belanja! Aku yang traktir kamu hari ini, puas-puasin mumpung aku lagi punya uang!"
“Hilihh… “ cibir Zaskia sambil mendorong pelan kening Anindya menggunakan ujung telunjuknya. “Bicara mu udah kayak orang gak pernah lihat uang saja,”
“Yeee… tapi biasanya kan aku irit-irit? Sekarang beda! Aku mau memanjakan diri sebelum kemudian membangun kembali bisnis mulai dari nol,” jawab Anindya membela diri.
Namun, ekspresi Zaskia tiba-tiba berubah menjadi kesal dan ia bersedekap dada menatap Anin.
“Bukannya kamu bilang mau bikin si Radit tamat? Tapi kenapa malah bantuin? Seharusnya kan kamu biarin aja, jangan mau nganterin ke tempat Tuan Haryanto!" omel Zaskia.
Anindya terkekeh pelan, lalu menggeser duduknya mendekat dan berbisik pelan namun penuh percaya diri, "Ini namanya strategi, Sayang. Di depan dia seolah-olah aku baik dan membantu menyelamatkan perusahaan dia. Padahal sebenarnya... aku malah mengeruk semua uang dia!"
Anindya menyandarkan punggungnya dengan santai, "Kamu bayangin aja, dalam waktu satu hari ini aja, Raditya harus mengeluarkan uang tiga puluh miliar rupiah! Coba tebak dia lagi ngapain sekarang? Pasti lagi megangin kepalanya yang mau pecah! Ha ha ha…"
Wajah Zaskia yang semula kesal, berubah jadi ternganga, wanita itu mengacungkan jempolnya tinggi-tinggi ke arah Anindya.
"Kamu benar-benar TOP, deh. Nggak nyangka aku punya teman selicik dan sejahat kamu, Anin! Tapi aku suka banget…!" seru Zaskia sambil menghambur memeluk Anindya erat.
"Ya sudah, ngomongnya diterusin lagi nanti. Cepat ambil tas kamu sana! Ayo kita jalan-jalan, habisin duit hasil keringat si Radit!" seru Anindya sambil mendorong pelan bahu sahabatnya itu agar segera bergerak.
"Iya, iya! Sebentar aku ambil dulu! Pokoknya kamu yang traktir ya, awas kalo suruh aku bayar sendiri!" teriak Zaskia sambil berlari kecil menuju kamarnya.
"Siapa takut!" jawab Anindya santai sambil mengedipkan sebelah matanya.
*
Beberapa saat kemudian, mereka berdua sudah berada di salah satu Mall terbesar dan paling mewah di kota itu jalan-jalan, menikmati ini dan itu, membeli apa yang mereka suka. Suasana hati Anindya sedang sangat bagus, langkahnya terasa ringan seolah tidak memiliki beban sama sekali, berbeda dengan Raditya yang saat ini mungkin sedang pusing tujuh keliling.
Namun, tiba-tiba Anindya menghentikan langkahnya. Matanya terfokus ke arah sesosok pria tua dan gadis beliau yang ada lorong lain tidak jauh dari tempat mereka berdiri. Wanita itu terbelalak dengan mulut terbuka lebar.
Melihat reaksi sahabatnya yang aneh itu, Zaskia langsung menoleh dan menepuk pelan lengan Anindya.
"Kamu ngeliatin apaan sih? Kok mukamu jadi pucat gitu? Kayak habis lihat hantu aja deh," tanya Zaskia bingung.
Anindya tidak menjawab tapi malah buru-buru memutar badannya membelakangi arah tadi, seolah takut dilihat oleh orang tersebut. Ia lalu memegang lengan Zaskia erat-erat dan berbisik dengan suara gemetar.
"Elo lihat deh orang yang lurus di belakangku! Itu... itu ayahnya Radit!" ucap Anindya pelan sambil menutup mulutnya dengan tangan, takut suaranya terdengar.
"Hah? Mana?" Zaskia ikut terbelalak tak percaya, lalu perlahan memiringkan kepalanya sedikit untuk mengintip ke arah yang ditunjuk Anindya.
“Yang lagi gandengan sama cewek seksi, ada gak?” tanya Anin. Khawatir mungkin orang itu sudah pergi.
"Apa pria tua yang pakai jas warna cokelat itu?" tanya Zaskia memastikan.
Anindya mengangguk cepat. "Iya, itu ayahnya Raditya."
"What…?” Zaskia terpekik. “Terus cewek yang lagi gandengan sama dia itu siapa?" tanya Zaskia semakin penasaran. "Apakah itu salah satu saudara Raditya atau keponakannya?" tanyanya lagi.
Anindya segera menggelengkan kepala kuat-kuat. "Enggak! Aku sudah hafal betul keluarga Radit. Aku tidak pernah melihat Raditya memiliki saudara sepupu atau siapa pun yang semuda dan secantik itu. Itu bukan keluarganya!"
Anindya lalu menarik tangan Zaskia, mengajaknya mundur sedikit dan bersembunyi di balik pilar besar agar tidak terlihat, namun mereka masih bisa mengawasi.
"Kamu tahu nggak?" bisik Anindya lagi, matanya menyala penuh selidik. "Beberapa hari yang lalu informanku bilang kalau ternyata ayahnya Raditya itu punya selingkuhan. Dan sepertinya... Cewek seksi yang lagi jalan sama dia itu adalah selingkuhannya!"
“Wah gila… “ sahut Zaskia sambil menutup mulutnya. “Pantesan laki Loe doyan selingkuh. Ternyata bokapnya juga doyan daun muda!”
“Aku jadi penasaran, kalau Ibu mertua melihat Ayah mertua punya cem-ceman baru, apa dia benar-benar bisa legowo seperti yang dia bilang?” sambil terus mengintai, Anin membayangkan sesuatu yang tiba-tiba terlintas di benaknya.
“Kenapa gak kamu rekam aja, terus kirim ke Ibu mertua kamu. Ah… aku jadi ikut bayangin. Semoga ibu mertua kamu gak langsung kena stroke!” Zaskia ikut gemas.
“Perselingkuhan Ayah mertua pasti akan sampai ke ibu mertua, tapi tidak sekarang. Aku nunggu Sofia lahiran, terus perusahaan dinyatakan bangkrut. Aku ingin melihat reaksi mereka saat hari itu tiba!”
Buyar sudah rencana mereka untuk jalan-jalan menghabiskan uang, karena tiba-tiba mereka cosplay jadi stalker. Menguntit setiap langkah dua sejoli di depan mereka dengan kamera ponsel dalam mode rekam.
“Ibu mertua… tunggu hadiah spesial dariku… !”
*
Di tempat lain, tepatnya di sebuah gedung pencakar langit di mana perusahaan Atmaja Grup berada.
Adrian Atmaja, atau yang dikenal dengan nama Mr. Rian sedang menerima laporan dari Kendra, asistennya.
"Jadi, hari ini dia mulai mencabut bulu-bulu di sayap pria pecu'ndang itu?"
"Benar, Tuan. Menurut laporan di lapangan, seharusnya saat ini Bu Anin mendapat transferan sebesar dua puluh satu milyar."
Rian tersenyum puas mendengar laporan itu.
"Tapi Tuan, bukankah yang diinginkan oleh Bu Anin adalah perusahaan itu bangkrut? Kenapa tidak Anda bantu saja, biar lebih cepat?" tanya Kendra.
"No!" Rian menggelengkan kepala. "Karena sepertinya wanitaku sedang ingin bermain-main. Maka biarkan dia bermain sampai puas. Sekarang, siapkan mobil! Aku mau menyusul ke Mall!"
"Baik, Tuan!" jawab Kendra lalu keluar dari ruangan bosnya.
"Putri Kecil, tunggu aku datang... "
apa lgi yg lbih mnyedihkn slain nsibnya s pcundang....udh pd tngkat dewa bkln dpt tender,taunya zonk...😛😛😛....
smntra anin,dia udh bngkit plus dpt dkungn dr bnyak orng yg pduli sm dia....ga sbr nunggu s pcundang hncur.....