NovelToon NovelToon
Pesona Si Gadis Badas

Pesona Si Gadis Badas

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Anak Genius
Popularitas:76.1k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Mikayla Rasyida Rayn atau Mika adalah sosok gadis yang ceria dan pecicilan seperti Onty-nya dulu. Dia adalah pengamat yang handal dan analisanya selalu tetap. Kelihatannya saja dia sangat pecicilan dan ucapannya ceplas-ceplos, tapi dia sangat genius.

Namun di balik wajahnya yang ceria dan menyebalkan, dia mengikuti jejak dari Opa buyutnya. Bahkan dia jauh lebih mengerikan dibandingkan Opa buyut dan Uncle-nya. Semua itu dikarenakan sesuatu yang membuatnya trauma.


Season Baru untuk cerita Mika dari (Anak Genius Milik Sang Milliarder)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CCTV

"Lagi lihat apa, Mika?" tanya Rachel pada Mika yang sibuk di depan laptop.

"CCTV mall, Onty boncel." ucap Mika tanpa mengalihkan perhatiannya.

"Cari penyebab kematiannya Nenek gayung?" tanya Rachel lagi.

Mika hanya menganggukkan kepalanya mendengar pertanyaan dari Rachel. Sontak saja Rachel langsung mengarahkan pandangannya pada laptop milik Mika. Anehnya... CCTV di toko perhiasan yang berada di mall itu rusak saat kejadian. Hal itu membuat Mika merasa buntu dengan penyelidikan ini. Ronand pun sudah memulihkan CCTV mall yang sengaja dihilangkan. Tapi pada toko perhiasan itu memang tidak bisa. CCTV benar-benar rusak dan itu membuat penyelidikan tentang Mama Martha sedikit lambat.

Ronand belum sempat memeriksa CCTV mall setelah dipulihkan. Dia sangat sibuk dengan pekerjaannya di rumah sakit dan perusahaan. Bahkan beberapa kali Ronand tidak bisa pulang ke rumah karena ada operasi dadakan. Tak hanya Mika yang sedang memeriksa CCTV ini dengan detail, tapi ada Ralia juga. Ronand meminta Ralia untuk membantu Mika. Ada juga Lucky dan Kara yang akan mengusut kejadian ini.

"Stop, Mika." seru Rachel tiba-tiba membuat Mika langsung mengklik pause pada rekaman video CCTV yang tengah berlangsung.

"Mundurin dikit dan pelan-pelan," lanjutnya memberi perintah.

"Ini Nenek lampir kan?" tanya Mika sambil memperbesar gambar pada video.

"Iya, sama Ommu itu." ucap Rachel yang terus mengawasi pergerakan dua orang itu pada rekaman CCTV.

"Mereka ada di tempat yang sama. Tapi untuk kejadian di dalam toko, kita tak bisa mengetahuinya karena CCTV rusak. Kita tidak bisa menuduh orang tanpa bukti yang jelas," ucap Mika mencoba menggabungkan kehadiran dua orang itu yang bersamaan dengan Mama Martha berada di toko perhiasan.

Dari beberapa video CCTV sama sekali tak bisa memperlihatkan tentang kejadian di dalam toko perhiasan yang didatangi oleh Mama Martha untuk terakhir kalinya. Namun dari beberapa pengunjung toko yang datang, hanya dua orang itu yang bisa dicurigai. Untuk yang lainnya, Mika sama sekali tidak mengenal. Apalagi melihat dua wajah yang dia kenal itu tampak ketakutan dan panik setelah keluar dari toko. Setelahnya, ada dua orang satpam masuk dan membawa Mama Martha yang sudah pingsan.

"Onty boncel kenal sama pengunjung lain yang keluar masuk toko perhiasan tadi?" tanya Mika dengan tatapan penuh harap.

"Ada, itu Tante Vio. Dulu pernah ke sini karena temannya Mama. Apa kita tanya sama Mama Chiara aja? Siapa tahu Tante Vio tahu lho kejadian di toko itu?" ucap Rachel yang seakan menemukan ide cemerlang.

"Yang mana Tante Vio?" tanya Mika yang kemudian memutar ulang video CCTV.

"Itu yang bajunya biru muda garis. Dia keluar bersamaan dengan Nenek gayung digotong pergi," ucap Rachel sambil menunjuk ke arah layar laptop Mika.

"Ide bagus. Tapi Tante Vio itu orang baik kan, Onty boncel?" tanya Mika dengan ragu-ragu.

Rachel menggelengkan kepalanya pertanda tak tahu. Entah Vio ini aslinya baik atau tidak, Rachel tak mengetahuinya. Rachel tidak akrab dan jarang bertemu dengan Vio. Namun Mika tak masalah dengan itu, dia bisa melihatnya nanti secara langsung. Dia bisa mengetahui karakter seseorang dari wajahnya saja. Jika memungkinkan, dia akan membawa Vio untuk masuk rumahnya. Untuk mendeteksi bagaimana latar belakang dari Vio ini.

"Onty boncel tahu rumahnya?" tanya Mika lagi.

"Enggak lah. Onty kan bukan petugas kependudukan yang harus tahu alamat rumahnya warga," ucap Mika dengan santainya.

Bukan petugas kependudukan pun bisa tahu alamat rumahnya orang dong. Kan itu temannya Oma Chiara,

Ya udah sih, tanya aja sama Mamaku. Aku mana tahu,

Emang nyebelin ini Emaknya kali mambu. Sama dengan anaknya yang pelit dan menyebalkan itu,

Nggak papa nyebelin, yang penting cantik.

Dih...

***

"Ada apa, Xel?" tanya El saat melihat Axel seperti tengah melihat sesuatu.

Bahkan sedari tadi Axel duduk dengan gelisah. Seperti ada sesuatu yang mengganjal dan membuat dia tidak tenang. Mata Axel terus melihat ke arah kebun pisang di samping warung kopi. El, Reska, dan anggota geng motor AMOR pun akhirnya melihat ke arah kebun pisang itu. Namun mereka tak melihat ada sesuatu.

"Kaya ada orang di kebun," ucap Axel membuat semuanya langsung terdiam. Bahkan yang sedang bermain game pun memilih menghentikan kegiatannya.

"Nggak ada siapa-siapa sih," Reska mengamati kebun pisang itu dan tak terlihat ada orang di sana.

"Mungkin hanya perasaanmu aja kali," ucap El sambil menepuk bahu Axel.

"Nggak mungkin. Aku tuh paling peka kalau soal ginian. Ada yang mengawasi kita," ucap Axel yang langsung berdiri.

"Apa jangan-jangan teh poci?" tanya El membuat beberapa orang sigap berdiri.

"Jangan nakut-nakutin dong,"

Reska tampak ketakutan saat mendengar ucapan El. Bayangan tentang kejadian sabotase motor El dan penembakan waktu itu, seketika melintas dalam pikirannya. Tak lupa dengan bayangan setan teh poci yang dimaksud oleh El. Jika ini manusia, Reska tak menyangka kalau orang yang mengincar geng motor mereka ternyata sudah mulai berani menampakkan diri. Apalagi ini ada Axel di sini, pasti akan langsung dilibas.

Axel tak hanya ketua geng motor AMOR saja, melainkan pentolan preman pasar. Walaupun anak dari keluarga kaya, tapi Axel tak segan untuk berteman dengan preman. Bahkan ia sendiri yang mengajarkan beladiri pada preman pasar. Namun bukan preman pasar pada umumnya. Mereka diajari beladiri untuk melindungi pedagang dan orang-orang kecil.

"Ini manusia, bukan setan." ucap Axel memberitahu agar Reska tak membuat kegaduhan.

"Begal atau preman?" tanya Reska lagi yang langsung berdiri di belakang Axel.

"Kalau mereka mah nggak akan ada yang berani sama Axel, Res." tambah El membuat Reska menganggukkan kepalanya. Dia sepertinya lupa kalau Axel ini adalah kepala dari preman.

"Riko, Abdil, Sandro... Kalian ke kiri." titah Axel pada ketiga anggotanya. Mereka pun segera pergi ke arah yang ditunjuk oleh Axel.

"Mirza, Febri, Yusuf... Kanan,"

"Res..."

"Ampun, Xel. Gue di sini aja," sela Reska yang tampak ketakutan.

Walaupun dia anggota geng motor, tapi tidak bisa Reska ikut dalam hal begini. Jika berurusan dengan preman dan begal, lebih baik dirinya duduk anteng di warung. Namun jika itu hanya remaja seumuran dengannya, dia berani. Pasalnya tawuran mereka tidak akan sebrutal preman. Bahkan mereka jarang sekali menggunakan senjata tajam.

"Solidaritas, Reska. Kita harus saling jaga. Masa yang lainnya mau cek siapa di sana malah lo cuma duduk-duduk doang," ucap Axel dengan sindiran pedasnya.

Habisnya gue...

Kan kita sama-sama, nggak sendirian. Ikut atau mending lo pergi aja dari sini,

Oke gue ikut,

Pergi dari sini cepat. Jangan sampai ketahuan Axel dan lainnya,

Woyyy... Siapa kalian?

Sial...

1
faaa
lanjut thorr 😍
ririen handayani
👍👍👍👍👍👍👍👍👍🤣🤣🤣🤣🤣🤣 hidup kali mambu
irena
harus ditangkap itu si zion
irena
lanjut thor. seru banget
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
mantabbbb🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
E F
tq lanjutt thor gemessss🙏😍
Ayani
lanjutttt thorrr lgi seru nieee
tia
bikin penasaran 😁😁
tia
lanjut thor tambah lagi updatenya 😁
Keinara Leticia
aww, 🥰
Dewi kunti
ya ealaaaaahhh berasa digantung hatiku 😤😤😤😤😤😤
E F
tq thor🙏😍
lanjuttttt bykkkkk thor💪😄
Budi Rahayu
dol.... dol.... dol.... callie 😂😂😂😂😂
tia
digantung tinggal sedikit saja
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 lgsg kena mental
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 pedes amat cil
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!