Nathan Dwi herlangga atau yang biasa dipanggil Nathan adalah anak dari sepasang suami istri Ibu Dewi dan Pak Rama yang tinggal di gubuk sederhana.Semenjak Nathan lahir tidak ada tanda-tanda menunjukan kalau dirinya punya mata batin.Namun seiring berjalan nya waktu Mata batin Nathan terbuka saat ia menginjak usia 7 tahun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 1 kelahiran anak pertama
"tolong pak ,Bapak dimana !!!!"Teriak Dewi sambil terengah-engah nafasnya,Tangan nya memegang perut besarnya yang kini sudah memasuki usia 9 bulan.Pak Rama berlari dari luar rumah menuju istrinya.
"duh sepertinya mau melahirkan ini bu.air ketuban nya sudah pecah,ibu tahan sebentar bapak kerumah mbok Sum dulu"Bapak buru-buru keluar menuju rumah mbok Sum,dukun bayi dikampung nya.Karena Kampungnya jauh dari kota dan jauh dari rumah sakit maka ibu ibu dikampung hanya mengandalkan mbok Sum saja.
Ibunya Dewi terkapar lemah,tangan nya memegang perut sembari menahan sakit.Keringat dingin sudah mulai bercucuran,ditambah perut yang semakin lama semakin terasa mulas.
"Aduh kok lama sekali Bapak,padahal rumah mbok Sum dekat dari sini"gerutu Ibu Dewi.
Suara Langkah kaki berlari dari kejauhan menuju kediaman ibu Dewi.Ya itu adalah Bapak dan mbok Sum yang bergegas menuju ke kediaman nya.
"Akhirnya mbok Dateng juga"ucap ibu sambil menghela nafas.
Mbok Sum mengambil kain jarik dan ditutupkan ke kemaluan ibu Dewi.Pak Rama gelisah menanti kehadiran anak mereka.Teriakan ibu Dewi yang mengguncang malam waktu itu,dengan bertaruh nyawa dia mengejan kencang akhirnya bayi yang ditunggu-tunggu lahir juga.
"Selamat ya Bu Dewi,bayinya laki laki.Tampan sekali"Mbok Sum tersenyum bahagia.
Bapak bergegas mengadzani bayi nya.Mata nya berlinang air mata bahagia,begitu pula ibu Dewi yang sangat lega karena putranya lahir dengan selamat.
Malam itu menjadi malam paling bahagia untuk mereka berdua,sepasang suami istri yang 10 tahun lamanya baru dikarunia seorang anak.Selama itu mereka hanya tinggal berdua,suami istri itu bekerja di ladang milik orang lain.Terkadang mereka begitu iri melihat temannya bersenda gurau dengan anak-anak mereka namun mereka hanya bisa berdoa dan ikhlas semoga yang Kuasa mengabulkan doa-doa nya.Dan kini terjawab sudah keinginan mereka selama 10 tahun lama nya.
Tidak ada tanda-tanda apapun waktu kelahiran putra pertama nya itu.Hingga pada tengah malam,Ibu Dewi ditemani suaminya tidur dan bayinya ditaruh di keranjang bayi.Saat keduanya tertidur pulas,bayi mereka tertawa sendiri seperti ada yang mengajaknya bermain.Ibu Dewi pun mendengar nya dan segera bangun menoleh ke arah anaknya.Ternyata Bu Dewi melihat sesosok siluman harimau putih di dekat keranjang tidur bayi nya itu.Masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya,ibu Dewi segera membangunkan suaminya.Anehnya siluman harimau itu telah menghilang.
"udah paling kamu kecapean jadi mengigau"ucap suaminya.Mereka berdua pun kembali tidur.Akan tetapi Bu Dewi masih sangat penasaran dengan apa yang dilihatnya tadi,dia tidak mungkin halusinasi.Dalam hatinya muncul seribu pertanyaan.Apakah anaknya mempunyai khodam sejak lahir ? Atau itu keturunan dari kakek buyutnya dahulu yang terkenal orang paling berwibawa di kampung?
Dewi rasa tidak ada tanda-tanda aneh saat dia hamil.Kakek buyut dari anaknya yang sudah lama meninggal pun tidak pernah datang dalam mimpinya.Atau selama ini kakeknya mendengarkan rintihan nya selama 10 tahun yang ingin sekali memiliki seorang anak.
Dewi melanjutkan tidur malam nya ditemani bayang bayang siluman macan putih yang di lihatnya tadi.Yang begitu akrab dengan putranya sampai putranya sama sekali tidak takut malah tertawa riang seolah dia adalah teman baik nya.