NovelToon NovelToon
Istri Sempurna Pilihan Oma

Istri Sempurna Pilihan Oma

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / CEO
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Oma frustasi memikirkan di dunia yang sudah berusia 33 tahun, mapan dalam pekerjaan tetapi tidak kunjung menikah. Melihat sekretaris Emir yang memiliki kepribadian yang baik membuat Oma kepikiran untuk menjodohkan mereka.
Sudah pasti Emir menolak, Oma melakukan berbagai hal sampai akhirnya Emir dengan Ayana pilihan Oma bersatu dalam jeratan pernikahan.

Bagaimana keduanya menjalani pernikahan dan hubungan pekerjaan yang cukup dekat?
Apakah pada akhirnya keduanya sama-sama memiliki perasaan atau justru pernikahan mereka tidak ada bedanya dan hanya sebatas pekerjaan saja.

Mari untuk membaca Novel Saya dari bab 1 sampai akhir, dan terus ikuti jawabannya di setiap bab.

Terimakasih....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 5 Celetukan Oma Luar Biasa

"Tuan Emir, katakan saja tipe wanita Anda seperti apa, maka kami akan mencoba untuk mencari yang sesuai untuk Anda," ucap William menawarkan pada Emir.

"Tidak perlu tuan," sahut Emir menolak dengan sopan.

3 Wanita itu sepertinya adalah wanita penghibur, mereka terus melakukan tingkah mereka dari menuangkan minuman beralkohol, sampai memijat-mijat pria itu. Ayana berusaha untuk mengalihkan pandangannya tidak melihat hal tersebut.

"Tuan Emir, apa keuntungannya memiliki sekretaris seperti ini?" tanya Alex.

"Maksud tuan?" tanya Emir dengan sebelah alisnya terangkat.

"Jarang sekali pimpinan Perusahaan memiliki sekretaris memakai hijab seperti ini dan bahkan di perusahaan juga kebanyakan tidak memperbolehkan karyawannya untuk berhijab. Anda justru menjadikan sekretaris yang ikut bersama Anda dengan memakai hijab, apa Anda nyaman?" tanya Axel.

Ayana mengangkat kepala, pertanyaan pria itu cukup serius yang tiba-tiba saja rasis.

"Maaf tuan! pertemuan kita adalah untuk membahas pekerjaan atas kerjasama kita dalam proyek yang akan kita selesaikan bersama, sebelumnya sekretaris Anda sudah menginfokan orang-orang yang terlibat dalam pekerjaan dan hanya ada 3 pria. Saya tidak tahu jika ada orang lain yang harus hadir dalam pertemuan ini dan tiba-tiba saja pembahasannya sedikit rasis dan tidak sesuai dengan konteks," ucap Emir dengan tegas.

"Maaf tuan Emir jika Anda tersinggung, bukankah dalam dunia bisnis hal seperti ini sudah biasa, kita dihadapkan dengan pekerjaan yang banyak setiap hari dan butuh wanita penghibur untuk memberi ketenangan kepada kita. Anda juga bisa melakukan hal itu dan bersenang-senang terlebih dahulu, tidak ada salahnya juga ingin melakukan pada sekretaris Anda," sahut Charles.

"Benar sekali tuan Emir, kita sesama pebisnis dan sesama memiliki sekretaris, meski tampilan sekretaris Anda seperti ini, kita juga pasti tahu, jika Anda pasti sering memakainya," tambah Axel lagi.

Ayana terdiam secara tidak langsung sebenarnya dia telah dilecehkan. Emir menarik nafas dan membuang perlahan ke depan. Emir seketika menutup dokumen tersebut.

"Sekretaris saya akan segera menghubungi Sekretaris Anda untuk mengirim dokumen pembatalan kerjasama!" ucap Emir dengan tegas dan langsung berdiri dari tempat duduknya.

Ayana kebingungan dengan keputusan Emir, tetapi dengan cepat bergegas menyusun berkas-berkas yang berserakan di atas meja itu.

"Tuan Emir ada apa ini? kenapa tiba-tiba seperti ini? Apa Anda tersinggung!" tanya Charles mulai panik.

"Saya berterima kasih jika Anda mengajukan kerjasama pada perusahaan saya. Saya menghargai niat itu, akan tetapi sayangnya pertemuan pertama kita tidak ada jalan yang harus membuat kita melanjutkan kerjasama. Saya memutuskan untuk membatalkan kerjasama ini, Anda kurang profesional dan saya takut ini akan merugikan perusahaan saya!" tegas Emir memberi pernyataan menohok.

"Tuan tapi....."

"Ayo!" titah Emir pada Ayana dan langsung pergi terlebih dahulu yang disusul buru-buru oleh Ayana.

Emir berjalan di koridor Hotel dengan langkahnya sangat cepat diikuti oleh Ayana yang mencoba untuk mengimbanginya berjalan di belakangnya dengan jarak yang dekat.

"Pak, apa sungguh kita akan membatalkan kerjasama ini?" tanya Ayana terdengar ragu menyampaikan pertanyaannya.

"Seperti apa yang saya katakan di dalam tadi, kamu siapkan berkas-berkas pembatalan kerjasama dan kirimkan pada Sekretaris orang itu!" jawab Emir dengan tegas.

"Tetapi bagaimana....."

Ayana tidak melanjutkan pembicaraannya ketika Emir tiba-tiba saja menghentikan langkahnya dengan membalikkan tubuh dan hampir saja Ayana menabrak tubuh kekar itu.

"Lakukan apa yang saya perintahkan, saya tidak suka bekerja sama dengan orang seperti itu!" tegas Emir.

"Baik. Pak," sahut Ayana menganggukan kepala.

Emir melanjutkan langkahnya dan tidak diikuti oleh Ayana.

"Apa yang salah dengan wanita berhijab? Apa tidak bisa menjadi sekretaris? Kenapa orang-orang di dalam sana merendahkan penampilanku, tetapi untunglah Pak Emir memutuskan kerjasama itu," batin Ayana.

Dia juga tersinggung dengan apa yang dikatakan oleh rekan Emir, tetapi dia hanya seorang sekretaris dan hanya bisa diam saja. Ayana beruntung memiliki atasan yang bersikap bijak, bahkan sampai membatalkan pekerjaan karena sudah keluar dari jalur.

*****

Emir terlihat menikmati makan malam bersama dengan Oma dengan keduanya duduk saling berhadapan.

"Menikahlah dengan Ayana!" celetuk Oma tiba-tiba sampai membuat Emir berhenti makan dan menatap Oma dengan serius.

"Oma tidak bercanda dan tidak salah bicara," ucap Oma tampak begitu yakin melihat tatapan mata cucunya itu sangat tajam.

"Durhaka kamu memberi tatapan menakutkan seperti itu," sahut Oma sebenarnya sedikit bergetar saat menyampaikan keinginannya.

Emir menghentikan makannya dengan mengambil air putih dan meneguknya.

"Bagaimana bisa tiba-tiba Oma memiliki pikiran untuk menyuruhku menikah dengan Ayana?" tanya Emir.

"Karena menurut Oma sekretaris Kamu cocok untuk kamu. Ayana sudah lama bekerja dengan kamu, bahkan semenjak dia masih memakai seragam sekolah, sudah pasti kamu melihat perkembangannya, mengikuti perkembangan dan pertumbuhannya dengan baik dalam pekerjaan maupun kepribadiannya, kamu juga sampai mengangkatnya menjadi Sekretaris dan pasti hal itu tidak mudah!'

"Jadi sudah dapat dipastikan kamu mengenalnya secara pribadi karena terus bersama kamu dan begitu juga dengan dia. Ayana jelas mengetahui apa yang kamu suka dan pasti juga mengenal kamu secara pribadi!" tegas Oma.

Tidak sulit bagi Oma untuk memberikan alasannya tiba-tiba saja kepikiran menikahkan cucunya dengan Ayana.

"Lelah menyuruhku untuk menikah dan sekarang tiba-tiba menyuruhku untuk menikah dengan Sekretarisku? Apa Oma pikir menikah adalah hal yang mudah dan semua itu butuh penyesuaian!" tegas Emir.

"Lalu kamu akan mencari wanita yang seperti apa hah! Wanita yang bagaimana lagi yang harus kamu jadikan sebagai istri. Emir mau sekeras apapun kamu membatasi diri kamu dengan wanita dan mengabaikan pernikahan atau kehidupan di masa depan berikutnya bersama keluarga dan anak kamu nanti, tetapi Om yakin dibalik semua itu kamu sebenarnya menginginkannya!"

"Kamu harus berpikir realistis, kamu pasti butuh pendamping, pendamping yang bisa melakukan apapun yang kamu mau, bisa mengurus kamu dan mengerti kamu, kamu bukan laki-laki bodoh yang menunggu wanita yang belum tentu bisa mendampingi kamu selamanya!" tegas Oma.

"Ayana gadis yang baik, cantik, mandiri dan Oma yakin kamu pasti lebih mengenal dia dibandingkan Oma, penampilannya juga tertutup dan berbeda dari wanita lainnya bahkan ketika dia menjadi Sekretaris kamu, dia tetap konsisten dengan penampilannya, menjaga dirinya di tengah hiruk di balik dunia gelap dalam bisnis yang sudah pasti dia hadapi. Dia tetap pada pendirian dan agamanya?"

"Apa yang kurang dari Ayana, gadis yang lebih mengetahui kamu dibandingkan Oma, mengingatkan kamu makan setiap hari, menyiapkan kamu makan, segala printilan-perintilan kecil diurus oleh Ayana. Kenapa tidak menjadikannya sebagai istri yang sudah pasti kalian berdua akan cocok secara pribadi!" tegas Oma

"Apa Oma sudah cukup memberi pujian kepada Sekretarisku? kenapa tidak langsung menyampaikan pujian itu kepada dirinya dan tidak perlu melalui aku!" tegas Emir.

"Emir, Oma hanya menginginkan kamu bahagia dan sebelum Oma mati kamu sudah menikah dan memiliki istri. Jika bukan Oma yang setiap hari mengingatkan kamu dan melihat kamu, lalu siapa lagi, kamu harus memiliki istri sebelum Oma tidak berada di dunia ini lagi!" tegas Oma.

"Jangan terlalu dramatik mengungkit kematian!" tegas Emir berdiri dari tempat duduknya harus berhenti makan karena permintaan Oma yang semakin tidak masuk akal.

"Kamu sudah cukup bertanggung jawab pada wanita itu!" langkah Emir berhenti ketika ingin pergi.

"Kamu tidak mungkin menunggunya, bukan kesalahan kamu dan harus mengorbankan hidup kamu untuk seseorang yang tidak mungkin bisa mendampingi kamu," tegas Oma dengan sedikit menekan suaranya.

Emir tidak menanggapi dan langsung pergi.

Bersambung....

1
Dew666
💟💟💟💟
Oma Gavin
wah emir jadi sasaran empuk lastri nanti pakai jurus pamungkas obat lucknut biar emir kepanasan dan majuk jebakan lastri
shinta liliand
emir gk gentle bgt jd cowok.. tp jg kaasae ngomong sama omanya hmmm susaaah
Enz99
bagus
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Dew666
💜💜💜💜
Dew666
🍎🍎🍎
nurlizan lizan
thor lbh teliti lg, bnyak typo🙏
Dew666
💝💝💝
Ridwani
👍👍👍👍👍👍
Dew666
👄👄👄
Ridwani
👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!