Dimasa lalu..
Lelaki berbaju kokoh merah maroon itu berusaha menarik tangan perempuan yang baru saja melompat dari gedung lantai dua.tatapan pria itu tajam menatap perempuan yang berusaha melepaskan genggaman tangannya.
Pria itu seharusnya menjaga tatapannya,menjaga diri agar tidak menyentuh wanita yang bukan muhrimnya.tapi ia harus melakukan ini.ini semua darurat.ia tidak bisa begitu saja membiarkan seorang wanita melompat dihadapannya begitu saja.
" Lepaskan saya lebih baik saya mati."
" Sadarlah nona bunuh diri itu perbuatan dosa,anda tidak akan diterima dibumi maupun dilangit.arwah anda akan mengantung diantaranya."
Wanita itu tetap kekeh,ia berusaha melepaskan tangan laki laki itu.keringat menetes didahi pria tampan itu.ia menatap perempuan itu terjatuh dihadapannya.adnan Al Fahri putra dari kiay Husen pemilik pondok pesantren yang sangat dihormati dikota ini.
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya ia menatap perempuan dengan begitu dalam.dan untuk pertama kali
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aqilaarumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab26
Devan berlari kecil saat turun dari mobilnya ia berlari untuk membukakan pintu mobil untuk ayla.namun Ayla membuka pintu mobilnya sendiri dan turun dari mobil.
" Tidak perlu repot-repot saya bisa melakukannya sendiri." Ucapnya seperti meledek.
" Tidak apa apa nona.lain kali saya akan lebih cepat dan membukakan pintu itu untuk nona."
Disana terlihat bunda Lia dan ayah jery sudah terlihat menyambut kedatangan pasangan suami istri itu.
Bunda Lia memeluk Ayla dengan tersenyum dan mencium keningnya.
" Akhirnya Devan punya istri,sayangi dia ya nak jangan membuatnya sendiri.dia akan sedih jika sendiri." Ucap bunda Lia yang sarat akan makna tapi Ayla memilih untuk tidak memikirkan pesan bunda Lia itu.
Devan yang baru saja memarkirkan mobilnya dibagasi mendekati Mereka.
"Assalamualaikum."
" waalAikum salam nak."
"Dari pada kita lama berdiri disini mending kita masuk.bunda sudah menyiapkan banyak makanan didalam."ujar Jery yang begitu senang melihat senyum Devan.
Mereka berempat masuk kedalam rumah minimalis itu.
Devan menarik kursinya agar Ayla duduk.
"Devan sekarang kamu makan yang banyak.soto ayamnya sengaja bunda masukin banyak toge agar kamu kuat dan Ayla bisa cepat hamil."
Huk huk huk
Ayla yang baru saja makan tersendak saat bunda Lia mengatakan " Devan harus kuat agar Ayla cepat hamil."
" Lo kamu tidak apa apa kan nak."
Devan langsung mengambilkan segelas air putih untuk Ayla.
" Pelan pelan dong sayang makanya."
Bunda Lia dan Jery saling bertatapan.mereka fikir Devan adalah tipikal laki laki yang kaku terhadap wanita.ternyata menikah dengan Ayla membuat sisi lain Devan terungkap.ataukah Devan hanya berbicara lembut hanya pada Ayla saja?
" Minum dulu nak,pelan pelan makanya."
"Bunda itu pengen cepat cepat lihat kalian punya baby kalian ngak perlu takut untuk punya baby yah.ada bunda dan ayah Jery akan mengurus bayi kalian jadi kalian tetap bisa kuliah."
Ayla meneguk ludahnya berusaha menurunkan makanan yang masih seperti tersangkut ditengorokannya.
Ternyata karakter bunda Lia hampir sama dengan mami Nadin.
Sedangkan Devan hanya tersenyum yang menurut Ayla itu adalah senyuman kemesunan.
" Benar kata bunda.kasih kami cucu ya kamu tahu sendirikan Devan kami berdua tidak bisa memiliki keturunan jadi kami sangat mengharapkan cucu dari kalian."
" Siap ayah.devan akan melakukan itu.."
Ayla menoleh kearah Devan dengan tatapan tajam.tapi selalu saja Devan membalasnya dengan senyuman.
Dikamar Devan..
Ayla menatap foto pernikahannya dengan Devan dalam bingkai besar dikamar Devan.didalam foto itu terlihat jelas bagaimana ekspresi murung Ayla dan Devan tersenyum begitu bahagia.
Helaian nafas Ayla terdengar berat dan melempar pandangannya kearah lain.
Ia berjalan membuka lemari pakaian.bukankah laki laki itu mengatakan telah menyediakan semua keperluan Ayla dikamar ini.
Pupil mata Ayla melebar saat baju baju inlenger tergantung dilemari,bahkan pakaian dalam yang disediakan Devan untuknya terlihat bolong bolong.
" Laki laki itu benar benar mesum.bagaimana bisa dia tahu tentang baju baju seksi seperti ini.bukan kah dikampus dia dipanggil seorang ustadz." Umpatnya kesal.
Devan mendengar celotehan dari ayla itu terkeke kecil.
" Maaf ya ay.itu pilihan bunda dan aku tidak bisa menolaknya."
Ayla reflek menoleh kearah Devan yang berada pas dibelakangnya.
Entalah tapi bulu kuduknya selalu berdiri jika satu kamar dengan laki laki ini.
Ayla menjauh saat sadar ia begitu dekat dengan Devan.
" Aku tidak akan memakainya."
" Pakai saja ay.tidak apa apa kok lagi pula kamu itu halal bagiku."
" Aku tidak nyaman,nanti kamu bakal tergoda dan melakukan hal hal yang tidak tidak.aku kan sudah bilang aku tidak akan melakukannya jika aku belum siap."
Dan tentunya Belum ada nama Devan dihatinya.
" Tanpa memakai baju seksi pun aku akan tergoda dengan mu."
" Pokoknya sekali tidak mau tetap tidak mau."
Ayla hanya mengambil handuk lalu berjalan kearah toilet.biarlah setelah mandi nanti ia akan memakai baju yang sekarang ia kenakan.
Didalam kamar mandi.ayla menatap bayangan dirinya dicermin.ia mengengam wastavel dengan erat.
Pernikahan macam apa ini? Bukankah seharusnya dia dan Devan sudah melakukan hal itu.mereka itu suami istri wajarlah jika mereka melakukan hal itu.Demi tuhan Ayla sungguh tidak nyaman didekati oleh Devan.
Ayla mengusap wajahnya kasar.sungguh ia telah mencoba melepaskan bayangan wajah Kay.namun semuanya tidak semudah itu.menganti sosok laki laki yang selama bertahun tahun dicintainya dengan laki laki yang baru dua hari dinikahinya.itu semua tidak semudah membalikan telapak tangan.
Apa pilihanya menikahi Devan itu kesalahan besar? Ia juga sadar semua ini tidak adil untuk laki laki itu tapi ini semua soal hati.
Haruskah dia melakukan hubungan suami istri dengan Devan tanpa rasa cinta?
Demi tuhan itu bukan hal yang selalu dibayangkan oleh ayla.dan itu tidak mudah bagi seorang wanita.