NovelToon NovelToon
Falling In Love Again: First Love, First Hurt

Falling In Love Again: First Love, First Hurt

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mafia / Tamat
Popularitas:617.7k
Nilai: 5
Nama Author: Demar

Sejak kecil Celine Attea selalu berdiri di sisi Ethan Solomon Montgomery, Presiden Direktur Montgomery Group sekaligus pemimpin organisasi dunia gelap Amox. Celine adalah satu-satunya perempuan yang mampu masuk ke semua pintu keluarga Montgomery. Ia mencintai Ethan dengan keyakinan yang tidak pernah goyah, bahkan ketika Ethan sendiri tidak pernah memberikan kepastian. Persahabatan, warisan masa kecil, ketergantungan, dan cinta yang Celine perjuangkan sendirian. Ketika Cantika, staf keuangan sederhana memasuki orbit Ethan, Celine merasakan luka bertubi-tubi. Max, pria yang tiba-tiba hadir dalam hidup Celine membawa warna baru. Ethan dan Celine bergerak dalam tarian berbahaya: antara memilih kenyamanan masa lalu atau menantang dirinya sendiri untuk merasakan sesuatu yang baru. Disclaimer: Novel ini adalah season 2 dari karya Author, “Falling in Love Again After Divorce"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Demar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Serena & Celine

Pintu kayu mahoni itu berderit halus saat didorong. Serena masuk perlahan, melangkah hampir tanpa suara, namun insting pria di balik meja itu merasakan kehadirannya sebelum ia mengangkat kepala.

Sean Montgomery, tampan, berwibawa, dan masih mematikan meski usia telah mencuri sebagian kelembutan tekstur kulitnya. Pria itu sedang menatap layar laptop dengan wajah tegang di ruang yang penuh buku, lukisan lama, dan aroma bourbon. Ia tampak seperti raja yang tengah merencanakan langkah besar untuk generasi Montgomery berikutnya.

Namun semua perencanaan itu buyar dalam sekejap ketika suara lembut terdengar dari pintu.

“Papa…”

Sejenak Sean berhenti bernafas, lalu menoleh cepat ke sumber suara.

“Serena…” bisiknya, hampir tidak percaya sebelum tubuhnya bergerak lebih cepat dari pikirannya. Ia melepas kacamatanya, bangkit, dan berjalan dengan langkah lebar menghampiri putrinya. Putri termanis yang pernah ia miliki selama hidupnya.

Belum sempat Serena melangkah lebih dekat, tubuhnya sudah terhimpit dalam pelukan Sean.

“My princess…” suara Sean yang biasanya penuh kuasa pecah, ia mengecup puncak kepala Serena. “Papa merindukanmu.”

Serena memejamkan mata, membalas pelukan itu dengan lembut.

“Aku juga merindukan Papa.”

Sean menariknya ke sofa kulit hitam di samping ruang kerja. Ia duduk namun tidak melepaskan tangan Serena dari genggamannya seakan takut putrinya pergi lagi.

“Bagaimana kabarmu di sana?” tanyanya sembari membolak-balikkan tangan Serena, memperhatikan dengan teliti jemarinya berulang kali.

Sean membeku. Kulit halus yang dulu ia elus setiap malam, kini penuh goresan dan kasar. Matanya seketika memerah.

“Sial…” desisnya rendah, napasnya tersendat oleh amarah. “Aku akan menghancurkan universitasmu. Berani-beraninya mereka membuat putriku melakukan pekerjaan seberat ini.”

Ia buru-buru mengambil ponsel dari kantong celananya. Namun belum sempat layar itu terang, Serena sudah lebih dulu menarik ponsel itu dari tangannya.

“Papa…” tegurnya lembut.

Sean mendongak, matanya menggelap. “Tanganmu… bagaimana Papa bisa membiarkanmu terluka begini?”

“Papa…” Serena menatapnya dengan kelembutan yang bisa menundukkan darah Montgomery terkuat sekalipun. “Aku baik-baik saja.”

“Tidak,” Sean menggeleng keras. “Tidak ada wanita yang ‘baik-baik saja’ tangannya seperti ini.”

Serena menggenggam tangannya, lalu mengangkat kedua telapaknya di hadapan Sean. Ia tersenyum, begitu jernih, tulus, dan menenangkan layaknya air suci di chapel kecil.

“Tangan ini,” katanya pelan, “membawa kehidupan bagi banyak orang. Luka-luka kecil ini adalah bukti bahwa Tuhan menempatkan hidup orang lain di tanganku. Bagaimana mungkin aku tidak bahagia, Papa?”

Kata-kata itu menembus dinding hati terdalam Sean sebagai seorang ayah. Ia menarik Serena ke pelukannya lagi, mengelus punggung putrinya dengan perasaan bergemuruh.

“My princess…” bisiknya parau. Entah kebaikan apa yang pernah ia lakukan di masa lalu hingga diberi putri sebaik ini.

Serena mengusap punggung ayahnya lembut, menenangkan seperti seorang malaikat yang turun ke dunia.

“Jangan khawatir, Papa,” katanya halus. “Aku akan selalu baik-baik saja karena ada Papa yang menjagaku.”

“Dengan nyawaku,” bisik Sean, suara bak sumpah yang akan ia tepati tanpa keraguan.

Suara pintu kembali berderit. Ariana berdiri di sana dengan mata berkaca, penuh keharuan.

“Makan malam sudah siap,” katanya lembut.

Sean dan Serena mengangguk bersamaan. Ariana tersenyum lembut melihat ayah dan anak itu, Serena tampak seperti Ariana muda di pelukan Sean.

Sean tidak melepaskan rangkulannya pada Serena hingga mereka keluar dari ruang kerja. Lengan kekarnya bertengger di bahu putrinya seolah dunia di luar pintu berbahaya.

Ariana bertolak pinggang dengan ekspresi pura-pura merajuk. “Begitu Serena pulang, kau langsung melupakanku,” katanya dengan nada yang dibuat seketus mungkin.

Sean menghentikan langkahnya. Ia melepaskan rangkulan di bahu Serena perlahan, lalu berdiri tegak menghadap istrinya. Sorot matanya berubah intens, mengunci pandangan Ariana tanpa kedip.

“Tidak ada yang bisa menggantikanmu, Sayang.” katanya rendah dan dalam.

Ariana memerah seketika, bibirnya terangkat malu.

“Sean…” protesnya lirih, tapi wajahnya sudah kalah oleh tatapan suaminya.

Tanpa menunggu persetujuan siapa pun, Sean memeluk pinggang Ariana dan mengangkatnya sedikit dari lantai dengan mudah. Ariana terkesiap, kedua tangannya memukul dada Sean ringan.

“Sean, lepaskan… ada Serena.”

Sean hanya tersenyum miring. “Sayangnya aku tidak peduli.”

Nada itu belum berubah, masih penuh klaim kepemilikan seperti dulu.

Serena berdiri di belakang mereka dengan bibir terbuka. Ia memutar bola matanya, menatap kedua orang tuanya dengan campuran geli dan pasrah. Pemandangan yang sudah terlalu sering ia lihat sejak kecil.

“Mereka tidak pernah berubah…” gumamnya pelan.

Masih tidak peduli waktu, tempat, atau siapa pun yang menonton. Sean dan Ariana selalu menemukan peluang untuk mencintai satu sama lain seperti sepasang muda-mudi yang baru jatuh cinta.

Ruang makan Montgomery dipenuhi cahaya lampu kristal yang memantulkan kilau keemasan di sepanjang meja makan panjang yang penuh dengan berbagai jenis makanan. Sean duduk di ujung meja, Ariana di samping kanannya, sementara Serena duduk di sebelah kirinya.

Suara dering bel dari foyer terdengar halus. Beberapa detik kemudian, langkah ringan mendekat membawa aroma lembut yang elegan. Celine muncul dengan gaun elegan yang jatuh sempurna mengikuti garis tubuhnya,

“Malam, Tante, Om,” sapanya anggun. Saat sorotnya menangkap sosok di sebelah Ariana, matanya seketika membesar.

“Serena kau pulang…”

Serena bangkit dari kursinya. “Kak Celine!”

Dalam hitungan detik, kedua gadis itu sudah saling berlari, berpelukan, dan meloncat kecil seperti dua sahabat kecil yang lama tak bertemu. Tawa ceria mereka memenuhi ruangan, tanpa beban meski perilaku ini tidak sesuai standar formal makan malam keluarga Montgomery.

Ariana hanya menggeleng, tersenyum kecil. Sedangkan Sean tetap tenang, seolah tidak melihat apa-apa. Untung saja Florence tidak berada di rumah malam itu. Jika wanita tua itu menyaksikannya, “etika keturunan Montgomery” pasti akan menjadi topik hangat sepanjang malam.

Serena akhirnya melepaskan pelukan itu dengan napas terengah, lalu menoleh ke belakang Celine.

“Kau tidak bersama Kak Ethan?” tanyanya sambil menoleh ke pintu.

Celine tampak bingung. “Tidak, Serena. Ethan tidak membalas pesanku sejak pagi. Aku pikir dia sudah pulang.”

Ariana dan Sean saling bertukar pandang dalam diam, keduanya mengerti watak putra mereka.

Ariana memberi senyum lembut. “Duduklah, Sayang… kita makan malam dulu. Mungkin Ethan sedang sibuk.”

Celine mengangguk pelan, menerima penjelasan itu dengan kepercayaan penuh. Ia menarik Serena duduk bersamanya, menggenggam tangan calon adik iparnya itu akrab.

Begitu Serena duduk, ia langsung menelusuri wajahnya. “Astaga, sebenarnya apa yang kau kerjakan di sana? Lihat ini…” Jemarinya menyentuh bintik halus di pipi Serena. “Beraninya jerawat itu menempati pipi adik kesayanganku.”

Serena terbahak, kecerewetan Celine adalah salah satu hal yang ia rindukan satu tahun ini.

Celine mengembuskan napas dramatis. “Besok kita pergi perawatan. Aku yang traktir.”

"Baiklah, Kakak... kuserahkan penyelesaian jerawat ini padamu." Serena mengangguk pasrah. Ia tahu meski menolak, pada akhirnya hasilnya akan tetap sama.

Ariana melihat interaksi itu dengan mata lembut seorang ibu yang diberi dua putri meski tidak dilahirkan dari rahim yang sama.

Kedua gadis itu…

Menghidupkan kehangatan dalam kesibukan dan dinginnya garis darah Montgomery.

1
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
jodohmu mana jer diusia matangmu ini 😄
JR Rhna
akhirnya ceeita mereka end bahagia..terima kasih thor..aku suka..suka..dan suka ceritanya😍
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ethan kalo udah mode bucin ternyata se sweet ini 😜
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wkwkwk kok bisa alya mikir jauh banget 🤣😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
jujur aku baca dialog ini bernada sesuai yg sering aku denger dr anak2 timur di gereja 😄
Demar: Iya, karakter mereka juga baik. Betul-betul pandai bersyukur.
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
aku tebak ini karakter asli cantika wkwk asli nya ga sebaik itu emang 🙂🙏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
sebenernya si ethan juga salah menurutku, dia pernah bales pelukan si cantika pas habis baku hantam sama barlex waktu itu ya jadilah si cantika merasa ngelunjak di pikir ethan emang ada rasa sama dia 😏 ya kalo aku tetep aja ethan bakal ku umpat, orang bodo nya ga ketulungan dr awal terlalu too much, kalo cewek nya baperan ya jdnya kayak cantika 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
coba dia begini dr awal kan ga ada drama celine sm max sampe celine pergi jauh jd relawan 🤣 si bodo 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
dulu bales chat celine cuma semenit aja gabisa, biarin aja cuma 117 miscall kan, nanti kalo udah 1000 dapet ganci sama mug cantik 😜
Dessy Candra Mahisa
terimakasih untuk cerita nya
GISTHA
terimakasih kasih Kak thor ^⁠_⁠^💜
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wkwk bahkan nenek nya yg bisa ngelawan satu dunia demi ethan skrg aja ga mihak ethan, bayangin seketerlaluan apa berarti menurut neneknya 🤣
Vanni Sr
yaaaaah endd , sedihhh
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
dr kalimat ini aja udah bisa kebaca secinta apa celine sampe ethan nyepelein, dia pikir cinta celine ratusan kayak lapisan wafer tango wkwk aku yg baca aja emosi, apalagi kalo ada tokoh celina irl, bisa bayangin secapek & semuak apa dia, move on nya ga bakal setengah2, sekali mutusin buat berhenti ga ada puter balik 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
"dimini celine" halah basi, urusin noh cantika, terusin aja pelukan sana 🤬
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bodo amat tan setan, gampang banget rasa kasihan nya ke perempuan lain 😏
murni ali
Aaaahhhh akhirnya cerita indah berakhir bahagia 🤭seneng nya makasih mbak penulis... Setiap ceritanya bagus banget sukakkk dehhh

Semangattt terus mbak penulis sehat selalu 💪💪🙏🙏🌹🌹
pipi gemoy
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼🙏🏼☕
pipi gemoy
welcome baby girl 🌹
Ivy
ngk ada bonchap y thor 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!