[Ding!]
[Sistem telah menyatu dengan Host baru.]
[Selamat Host mendapatkan hadiah perkenalan 10.000.000.000 rupiah.]
[Terdapat tugas Sistem yang harus Host selesaikan: Habiskan seluruh uang selama 1 jam untuk mendapatkan hadiah rabat 10 kali lipat dari uang yang Host habiskan.]
*
Karina baru saja dipecat dari perusahaan dengan uang pesangon terkena potongan hingga 50 persen.
Di bawah panas teriknya sinar matahari pagi, Karina yang baru melangkah keluar dari tempatnya bekerja, tiba-tiba suara lembut muncul dalam pikirannya, dan sejak saat itu hidupnya berubah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memberi Pelajaran Pada Keluarga Salim
"Sekarang keluargamu telah sukses, dan aku sebagai Nenekmu ikut senang, tapi apa keluargamu tidak ingin berbagi kebaikan ini dengan kami?"
Saat berbicara, Laila menatap Karina sembari tersenyum lembut, tapi seorang Karina tau itu bukan sesuatu yang tulus.
Melihat senyuman Laila justru membuatnya merasa risih.
"Bukan keluargaku, tapi disini akulah yang berhasil meraih kesuksesan ini, dan sayangnya aku bukanlah orang yang suka berbagi."
Karina sedikitpun tak ingin berpura-pura baik di hadapan tamunya. Sekali tak menyukai keberadaan mereka, sampai kapanpun dia tak akan menyukai orang-orang yang datang bertamu, tapi sebenarnya mereka ingin mengemis keuntungan dari keluarganya.
Laila, dan tiga orang lainnya merasa kesal begitu mendengar apa yang baru saja diucapkan Karina.
"Cucuku, kamu jangan berubah menjadi sombong hanya karena sedikit kesuksesan! Hal itu bisa berdampak buruk pada kariermu!"
Jatmiko menasehati Karina, menunjukkan sosok pria tua bijak, tapi bagi Karina yang sudah tau sifat asli pria itu, dia hanya menunjukkan sebuah senyuman tipis di wajahnya.
Wajah-wajah juga sifat dari orang-orang yang saat ini dilihatnya dipenuhi kepalsuan.
Bahkan untuk orang yang jarang berinteraksi dengan mereka, orang-orang itu tak akan kesulitan melihat seberapa palsu ekspresi mereka.
Tetapi Karina tak langsung mengungkap apa yang telah diketahuinya, dimana dia tetap tenang, menunjukkan sikap ramah pada tamu yang kedatangannya bukan sesuatu yang diinginkannya.
"Nasehat anda akan aku ingat, tapi aku rasa nggak ada salahnya bersikap sombong, asalkan memang ada yang bisa aku sombongkan!"
Akhirnya Karina bisa membalas apa yang pernah dilakukan keluarga Salim pada keluarganya di masa lalu, dimana saat itu mereka begitu sombong dan angkuh saat mengusir keluarganya yang sangat membutuhkan bantuan mereka.
Semua itu bukan sesuatu yang bisa dilupakan, dan memang Karina tak ada niatan untuk melupakannya sampai kapanpun.
Jatmiko yang mendengar ucapan Karina, dia mulai kesulitan menahan kesabarannya. 'Kenapa gadis bodoh di masa lalu bisa berubah menjadi sangat sombong?' batinnya.
"Aku hari ini masih harus melakukan banyak hal, dan kalau urusan kalian sudah selesai, pintu keluar ada di sana!"
Karina menunjuk pintu besar yang terbuka lebar, dimana itu adalah cara dia mengusir tamunya secara halus.
"Kau anak nggak tau diri, apa kau sedang mengusir kami?"
Mira membentak Karina sembari bangkit berdiri.
"Oh, akhirnya ada yang sadar. Jadi karena sudah sadar, silahkan pergi dari tempat ini! Keberadaan kalian nggak diinginkan di tempat ini."
Melihat ekspresi empat orang di hadapannya, Karina merasa sangat puas.
"Kami nggak akan pergi dari sini! Mulai hari ini kami akan tinggal disini, dan kalaupun ada yang harus pergi, itu kau yang harus pergi, begitu juga dengan keluarga busukmu!~"
"Plak!~"
Tubuh Mira sampai tersungkur jatuh begitu Karina menamparnya dengan sedikit menggunakan tenaga, tak sampai membuat wajah wanita itu mengalami luka parah.
Kalau saja Karina menggunakan kekuatannya, sudah pasti tak akan ada hari esok bagi Mira.
"Yang busuk itu mulut kalian, dan karena kalian nggak ingin pergi baik-baik, terpaksa aku mengusir kalian!"
Memberi kode menggunakan tangan pada pengawal untuk mengusir Jatmiko dan tiga orang lainnya, sebelum mereka diusir Karina bicara, "Patahkan kaki pria itu, lalu buat dia babak belur!"
"Baik, Nona."
Frans melotot saat dia penjaga mendatanginya, lalu tanpa ampun mereka mematahkan kedua kalinya.
Mulutnya yang ingin berteriak cepat disumpal menggunakan sepatu, membuatnya tak bisa berteriak, hanya bisa menangis karena rasa sakit yang selama ini belum pernah dirasakannya.
Mira yang ingin membantu, dia ditahan dan dibungkam oleh dua penjaga, lalu di sisi lainnya, tampak Laila menangis histeris saat melihat suaminya dipukuli sampai babak belur.
"Cukup!" Karina menghentikan para penjaga, " Sekarang lemparkan mereka keluar dari tempat ini!"
Mendengar perintah itu Laila sangat marah dan dia berusaha menyerang Karina. "Kau anak pembawa sial, aku akan melaporkan kejadian ini ke polisi!"
Laila berteriak dalam keadaan tubuhnya ditahan salah satu penjaga, membuatnya tak bisa menyentuh Karina.
"Silahkan saja lapor polisi, tapi aku juga akan melaporkan kalian atas upaya menerobos masuk tempat tinggalku, dimana polisi akan menganggap kejadian yang menimpa kalian adalah akibat dari perbuatan yang telah kalian lakukan!"
Karina tersenyum, tak sedikitpun takut pada ancaman yang cepat bisa dia patahkan.
"Kau! Tunggu aku bertemu putraku, dan akan aku pastikan saat itu juga kau diusir dari tempat ini!"
"Hah... Bahkan dia nggak tau kalau ayahku sudah sangat membencinya."
Karina bergumam begitu mendengar teriakan Laila yang kini sosoknya tak lagi terlihat oleh kedua matanya.
"Sungguh suasana pagi yang buruk, dan mungkin dengan pergi berbelanja bisa membuat suasana hatiku menjadi lebih baik, sekalian saja aku beli pakaian serta aksesoris untuk acara malam nanti!"
Karina tak lupa jika malam nanti dia harus menghadiri acara reuni kelas, sesuatu yang tak dilakukannya selama beberapa tahun terakhir, apalagi selama ini memang tak ada yang mengingatkannya untuk menghadiri acara itu.
[Ding!]
[Terdapat tugas Sistem yang harus Host selesaikan: Menghabiskan uang minimal senilai 20 Miliar Rupiah dalam 24 jam, terhitung dari sekarang.]
[Hadiah: Rabat 100 kali uang yang Host belanjakan, Star Entertainment - Agensi hiburan multinasional terbesar di dunia yang berkantor pusat di Negara Host, Tania - Asisten yang mengelola Star Entertainment.]
Karina melihat Tugas yang harus dia selesaikan, juga hadiah luar biasa yang akan menjadi miliknya begitu tugas kali ini terselesaikan.
"Star Entertainment? Nama yang sering aku dengar, bahkan dulu aku pernah bermimpi menjadi artis yang namanya dibesarkan oleh Star Entertainment."
"Jika misi kali ini terselesaikan, bukannya menjadi artis Star Entertainment, tapi aku akan menjadi pemilik tempat itu."
Karina tersenyum lebar, dan sepertinya dari seluruh usaha yang kini dimilikinya, Star Entertainment akan menjadi tempat pertama yang dikunjunginya di masa depan.
"Sudah saatnya berbelanja, menghabiskan sebanyak-banyaknya uang yang dimiliki Sistem!"
Saat ini dia masih belum ada pandangan ingin membeli apa saja, tapi itu bukan masalah karena nanti dia pasti tertarik untuk membeli sesuatu begitu tiba di tempat perbelanjaan.
Mengendarai sendiri sebuah Ferrari Purosangue yang warnanya cukup mencolok, Karina memilih pergi ke tempat perbelanjaan yang memang dikhususkan menjual barang-barang kalangan atas, dan tak sembarangan orang bisa memasuki tempat itu.
Untuk bisa masuk ke tempat parkirnya saja, setidaknya seseorang harus memiliki mobil dengan harga di atas 5 Miliar Rupiah, dan bagi siapapun yang imgin masuk ke dalam tempat perbelanjaan, setidaknya orang itu harus memiliki saldo rekening di atas 50 Miliar Rupiah.
Dengan persyaratan yang sudah dijelaskan sejak awal, hanya orang bodoh yang nekat datang ke tempat itu dengan uang pas-pasan.
Karina sendiri yang mengendarai Ferrari Purosangue dan saldo rekening senilai puluhan Triliun Rupiah, tentu saja dia tak akan mengalami kesulitan memasuki tempat itu.